Wednesday, June 30, 2010

(ArBer)Diperlakukan sebaliknya.


Diperlakukan sebaliknya.


Gambar tersebut tentulah hanya sebuah gambar fiksi. Sepertinya tidak mungkin manusia menjadi celengan bagi babi yamg ingin menyimpan koin. Namun jika itu semua terjadi mungkin kita akan “merasakan” apa yang selama ini celengan babi kita rasakan saat kita memasukkan koin melalui punggung mereka.


Apa yang kita lakukan kepada orang lain memang tidak semuanya akan membuat perlakuan sama kepada kita. Jika kita mempunyai bawahan, atau pembantu di rumah, janganlah kita melakukan apa yang tidak pantas mereka terima. Maksudnya bukan berarti kita dilarang menasehati atau menegur mereka jika mereka bersalah, namun lebih kepada bagaimana kita memperlakukan mereka pada saat mereka bersalah atau tidak teliti dalam melakukakan pekerjaan serta kewajiban mereka. Dunia ini selalu berputar, belum tentu diomasa depan kita selalu berada diatas, bisa jadi suatu saat kita yang menjadi “hamba” orang lain, atau bisa jadi anak atau cucu kita mendatanglah yang menjadi pekerja bawahan.


Jika kita mengharapkan perlakuan baik dari orang lain maka sudah sepatutnya kita juga memperlakukan orang lain dengan baik. Tidak perduli apapun status orang tersebut, apakah mereka bawahan kita ataupun seorang tukang/pedagang, kita harus memperlakukan mereka sebaik kita memperlakukan diri kita sendiri. Tidak selamanya kita akan selau benar, begitu juga dengan bawahan atau atasan kita, oleh karena itu butuh hikmat dan kebijaksanaan untuk menyikapi suatu kesalahan. Janganlah terlalu mempermasalahkan kesalahan mereka atau bahkan mengancam mereka, tetapi fokuslah kepada kenapa hal tersebut bisa terjadi, serta cara menyelesaikan permasalahan tersebut. Satu yang terpentingadalah mintalah Tuhan unuk membimbing kita memperlakukan orang lain sesuai dengan firman-Nya, terutama mereka yang rela “mengabdi” untuk membantu kegiatan kita.


Tuhan Yesus tidak pernah memperlakukan rendah seorang nelayan ataupun pemungut cukai, oleh karena itu janganlah memperlakukan orang “kecil” secara semena-mena, hanya karena “status” mereka, karena jika kita tidak mau diperlakukan demikian oleh Sang Pencipta alam semesta!


“Hai hamba-hamba taatilah tuanmu

….

Dan kamu tuan-tuan

Perbuatlah demikian juga terhadap mereka

Dan jauhkanlah ancaman, Ingatlah

Bahwa Tuahan mereka dan Tuhan kamu ada di Sorga

Dan Ia tidak memandang muka.”

Efesus 5&9


GOD Bless u

Tuesday, June 29, 2010

(ArBer)Memanfaatkan lubang di jalan.


Memanfaatkan lubang di jalan.


Memasuki musim penghujan, biasanya banyak sekali jalan-jalan menjadi rusak. Lubang-lubang akan bermunculan akibat air hujan dan beratnya beban kendaraan yang melewatinya. Setiap kendaraan tentunya menghindari lubang tersebut, namun tidak selamanya lubang-lubang tersebut merugikan, banyak yang bisa dilakukan untuk memanfaakan lubang di jalan tersebut, salah satunya seperti apa yang dilakukan dua wanita pada gambar diatas.


Perjalanan hidup kita juga tidak selamanya lurus dan rata. Terkadang kita menemukan persimpangan jalan untuk memilih. Setelah memilih dengan yakin akan satu jalan yang akan ditempuhpun terkadang kita masih menemukan banyak masalah. Bisa saja jalan yang kita pilih tidak rata seperti apa yang kita bayanagkan sebelumnya. “Lubang-lubang” di jalan terkadang membuat perjalan kita terganggu, dan bisa jadi membuat kita stress, sehingga enggan rasanya meneruskan perjalanan. Bahkan bisa jadi kita memikirkan untuk kembali ke persimpangan untuk memilih jalan lain yang lebih rata.


Apapun jalan yang kita pilih sebenarnya selalu ada resiko yang menanti. Kembali ke persimpangan jalan untuk memilih jalan lainnya akan memamakan waktu lebih lama, serta belum ada jaminan jalan yang akan pilih selanjutnya bisa se-“rata” jalan yang sekarang kita jalani. Awalilah setiap langkah kita dengan ucapan syukur kepada Tuhan! Dalam perjalan sepanjang apapun tetaplah mengandalkan DIA dalam setiap langkah kita. Lubang – lubang yang mengahalangi jalan, janganlah selalu dijadikan masalah berat, hindarilah bila kecil. Apabila besar “lubang”tersebut, janganlah lekas takut akan lubang tersebut! dengan hidup yang penuh keberserahan kepada-Nya, pastilah malaikat-Nya akan menjaga kita, atau siapa tahu justru “lubang” tersebut bisa kita manfaatkan.


Lubang besar dijalan tersebut bukanlah masalah bagi orang – orang yang bisa berpikir jernih untuk memanfaatkannya. Mulai saat ini serahkanlah setiap langakah kita dalam penyertaan-Nya! maka Dia akan memberikan pikirang yang jernih serta hati yang tenang dalam melihat setiap permasalahan.


“Sebab malaikat-malaikat-Nya

Akan diperintahkan-Nya kepadamu

Untuk menjaga engkau di segala jalanmu”

Mazmur 91:11


GOD Bless u

Monday, June 28, 2010

(ArBer)Salah serang.


Salah serang.


Mungkin kejadian pada gambar diatas benar-benar terjadi tanpa disengaja. Seorang pemain American football melakukan kesalahan dengan menabrakkan tubuhnya terhadap rekan satu timnya. Padahal sebenarnya yang harus terjadi adalah dia harus memberhentikan atau menghalangi laju lawan, namun kenyataannya dia malah menyerang dengan menabrak temannya sendiri dan akhirnya loloslah si lawan dengan mudahnya.


Kesalahan seperti itu juga kerap terjadi didalam lingkungan Gereja. Terkadang banyak sekali pengurus gereja yang berjuang untuk mewujudkan target pribadinya atau kelompok. Tanpa disadari terkadang terjadi gesekan atau benturan – benturan kecil antar sesama anggota pengurus lainnya. Pengurus memang wajib menyusun rencana kegiatan untuk kemajuan komisi atau bidang mereka masing, akan tetapi tujuan utamanya adalah untuk kemajuan gereja secara umum, dan bukan hanya perkomisi atau bidang tertentu.


Perbedaan atau kesalahan adalah wajar terjadi, asalakan itu tidak sering terjadi. Sebisa mungkin kita semua sesama pelayan Tuhan memiliki kepekaan yang tinggi akan tugas kita. Selain tujuan utama memajukan Gereja akan pengabaran injil, kita juga dituntut hidup penuh dengan kasih dalam berhubungan dengan sesama. Kesatuan visi bisa terjadi karena semua pelayan sepakat menjalankan misi-misi dengan penuh kasih. Seandainya pun terjadi perbeaan pendapat, dengan kasih semuanya pasti akan lebih mudah diseselaikan. Satu hal yang haus selalu diingat, bahwa yang harus kita lawan adalah “penguasa, penghulu duia dan roh jahat di udara”, jadi janganlah memandang sesama pelayan Tuhan sebagai lawan!


Belajarlah untuk fokus kepada dasar kita melayani, yaitu pelayanan yang tertuju pada Yesus, dan bukan kepada kemampuan diri sendiri untuk memcapai “gol” tertentu! Selama kita berkonsentrasi penuh terhadap fokus kita, maka kita tidak akan salah serang.


“Marilah kita melakukannya dengan

Mata yang tertuju kepada Yesus

Yang memimpin kita dalam iman,

Dan yang membawa iman kita kepada kesempurnaan

……..”

Ibrani 12:2


GOD Bless u

Friday, June 25, 2010

(ArBer)Jadilah diri sendiri!


Jadilah diri sendiri!


Michael Jackson adalah salah satu tokoh terkenal yang fenomenal. Bukan hanya terkenal dengan segudang karya dan prsetasinya, dia juga terkenal akan banyak hal buruk yang kontrofersi. Salah satunya adalah perubahan warna kulit dan berbagai operasi wajah yang dilakukannya. Setahun berlalu dalam mengenang kepergiannya, masyarakat masih banayak yang mempertanyakan kejadian sebenarnya yang menyebabkan kematiannya tersebut. Jika dibahas secara mendetail banyak sekali hal kontrofersi yang dilakukan raja pop ini, namun satu hal yang paling mencolok adalah perubahan fisik yang konon dia lakukan demi menunjang karir bermusiknya.


Dahulu Michael Jackson memang terlahir dari keluarga berkulit hitam, namun seiring kepopulerannya dia mulai banyak melakukan operasi perubahan fisik. Dari warna kulit, dia juga melakukan beberapa operasi pada wajahnya. Pertanyaannya adalah apakah dia kurang percaya diri dengan tampilan aslinya(seorang kulit hitam)?mungkin hanya dia sendiri yang mengetahui jawaban tersebut.


Kita semua terlahir oleh karena ijin Tuhan. Tampilan fisik seperti apapun seharusnya kita syukuri. Memang tuhan tidak melarang kita untuk berusaha tampil lebih baik, atau sedikit merapikin penampilan fisik kita yang tentunya dengan alasan yang bai serta berguna.(misalnya merapikan gigi dengan memasang kawat gigi). Akan tetapi kita harus menghindari perubahan fisik yang berdasarkan kegoisan kita akan kenikmatan dunia ini.(misalnya operasi plastik demi sebuah industri hiburan, harta, nama baik atau kedudukan tertentu). Sejak dalam kandungan Tuhan sudah membentuk dan menenun kita(Mazmur 139:13), dengan demikian pastilah Tuhan mempunyai rencana tersendiri terhadap kita dengan segala kelebihan dan kekurangan fisik yang kita miliki. Cobalah belajar untuk mensyukuri seluruh bagian tubuh ini yang Tuhan pinjamkan bagi jiwa kita untuk kehidupan sementara di bumi ini. Pergunakanlah dengan maksimal seluruh bagian tubuh ini, dan percayalah, Tuhan tidak mungkin menciptakan manusia yang tidak sempurna. Walaupun terlihat tidaksempurna secara fisik, pasti ada kesempurnaan lain yang Tuhan berikan.


Bersyukur dan jadilah diri sendiri! karena segala sesuatu yang asli didalam diri kita, pastilah diciptakan Tuhan untuk menberikan manfaat bagi kehidupan kita serta sesama kita didalam dunia ini.


“Aku bersyukur kepada-Mu

Oleh karena kejadianku dahsyatdan ajaib;

Ajaib apa yang Kaubuat

Dan jiwaku benar-benar menyadarinya”

Mazmur 139:14


GOD Bless U

Thursday, June 24, 2010

(ArBer)Tidak mungkin padam


Tidak mungkin padam


“Tidak mungkin padam” adalah kemungkinan kalimat yang keluar dari mulut kita disaat melihat gambar diatas. Bagaimana mugkin orang tersebut bisa memadamkan api yang berkobar sangat besar, hanya dengan air didalam ember tersebut? Beberapa ember berikutnyapun sepertinya tidak akan membawa pengaruh banyak pada api yang berkobar tersebut. Api yang telah berkobar sebesar itu sepertinya mustahil dipadamkan dengan siraman air dari ember. Kemungkinan diperlukan beberapa mobil pemadaman kebakaran untuk mejinakkan kobaran api tersebut.


Api yang kecil memang sepertinya mudah untuk dipadamkan, hanya dengan tiupan angina ataupun sedikit percikan air, maka padamlah api. Akan tetapi api yang kecil, apabila tidak cepat kita padamkan dampaknya akan buruk sekali. Apabila api sudah berkobar menjadi besar, maka apaun yang berada disekitarnya akan masuk kedalam panasnya kobaran tersebut, dan semakin banyak yang terbakar api tersebut akan semakin berkobar. Lidah kita juga diibaratkan seperti api(Yakobus 3:6), yang walaupun bagian tubuh paling kecil, akan tetapi juga bisa “menghanguskan” seluruh tubuh.


Lidah memang mempunayi kuasa untuk menjadi berkat atau kutuk bagi diri sendiri ataupun orang lain. Dengan menjaga lidah kita, sebenarnya kita sudah hidup menjauhi maut. Sebagaian besar dosa juga berasal dari apa yang keluar dari mulut, terutama yang dikendalikan lidah. Lidah yang tak bertulang adalah kendali dalam seluruh tubuh ini, oleh karenanya jangan sampai kita salah mengendalikan lidah kita. Mulai saat ini berdoa dan mintalah kuasa Tuhan menyertai lidah kita yang tak bertulang ini. Mintalah hikmat dari pada-Nya agar kata-kata yang keluar dari mulut kita tidak menyebabkan dosa yang nantinya akan “membakar” seluruh hidup kita.


Jangan membiarkan “api jahat” dari lidah kita terus membesar! Padamkanlah saat masih kecil, karena apabila sudah membesar, dibutuhkan “air kehidupan” yang banyak untuk memadamkannya.


“Siapa yang mau mencintai hidup

Dan melihat hari-hari baik

Ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat

Dan bibirnya terhadap

Ucapan-ucapan yang menipu”

1 Petrus 3:10


GOD Bless U

Wednesday, June 23, 2010

(ArBer)Belajar berdoa.


Belajar berdoa.


Doa adalah hal paling mudah yang bisa dilakukan oleh manusia untuk dapat berhubungan langsung dengan pencipta-Nya. Doa adalah bentuk komunikasi paling sederhana dan mudah, namun mempunyai kekuatan yang besar untuk merubah sesuatu. Doa adalah “jembatan” penghubung antara manusia dengan pencipta-Nya. Dan satu hal yang pasti hanya doa yang membuat kita mengerti akan kuasa kasih Tuhan.


Sejak usia dini sebaiknya anak-anak sudah harus diajarkan untuk berdoa. Berdoa tidak membutuhkan kata-kata ataupun kalimat yang tersusun rapi, jadi anak-anak kecilpun bisa berdoa kapan saja. Biasanya diusia dini anak-anak selalu mengandalkan orang tuanya dalam berbagai hal yang mereka ingini. Orang tua dipandang sebagai suatu sosok yang mampu mengabulkan semua permintaan mereka. Hal tersebut tidaklah salah, akan tetapi kita juga perlu menjelaskan kuasa yang lebih besar yaitu kusa doa. Dengan berdoa kita mengajarkan anak-anak kita bahwa ada kuasa lain yang lebih besar daripada diri manusia. Kita juga harus memberitahukan bahwa dengan berdoa, berarti mereka mempercayakan semuannya pada kuasa yang lebih besar tersebut segala sesuatu yang mereka ingini.


Pemikiran anak-anak masih terlalu palos, oleh karenanya kita harus mengisinya dengan hal-hal positif. Ajarilan mereka berdoa, dan kenalkanlah mereka kepada kasih serta kuasa Tuhan. Tuntunlah mereka untuk mengerti kuasa lain yang tak terlihat namun nyata dalam kehidupan ini. Satu hal yang terutama adalah memberikan contoh nyata secara langsung. Percuma kita mengajarkan mereka untuk berdoa, sedangkan mereka tidak pernah melihat kita berdoa.


Agar anak – anak dapat mengerti tentang makna doa, maka kita harus mencontohkan secara langsung cara memohon yang benar disaat berdoa! Yaitu dengan mengucap syukur dan berserah sepenuhnya pada kuasa Tuhan.


“…….

Berdoalah setiap waktu

Di dalam Roh

Dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu

Dengan permohonan yang tak

Putus-putusnya

…….”

Efesus 6:18


GOD Bless U

Tuesday, June 22, 2010

(ArBer)Jujur saja.


Jujur saja.


Papan iklan rumah makan tersebut(gambar diatas) menyimpan suatu keunikan. Keunikannya bukan terletak pada bentuk papan iklan ataupun ukurannya, namun keunikannya terletak pada informasi yang berada didalam papan iklan rumah makan tersebut. Nama rumah makan tersebut mungkin saja sengaja dibuat demikian agar membuat konsumen penasaran. Satu hal yang jelas rumah makan tersebut tidak akan mengatakan sejujurnya apabila benar masakan mereka memang tidak enak.


Kita juga sering kali mengalami dilematis dalam masalah kejujuran. Mungkin dalam satu sisi kita harus berkata jujur, namun di sisi lainnya, kejujuran akan membuat kita tidak diterima. Bukanlah perkara mudah untuk berani berkata jujur akan kekurangan-kekkurangan diri sendiri. Apalagi hal tersebut berdampak pada pekerjaan atau penghasilan kita. Sebagai contoh seorang sales kita tidak mjungkin terang-terangan memberitahukan kepada konsumen kekurangan dari barang-barang yang kita tawarkan dibandingkan dengan produk saingan kita. Lalu bagaimana caranya agar kita berbesar hati serta mampu menerima resiko apapun dengan perkataan jujur yang keluar dari mulut kita?


Apapun yang keluar dari mulut kita, itulah yang harus kita khawatirkan. Kata – kata yang keluar seharusnya adalah kata-kata yang bermakna dan sesuai dengan hari nurani kita. Percuma kita mengeluarkan kata-kata indah yang memuji akan tetapi hal tersebut bukan dari hati kita. Perkataan jujur memang terkadang menyakitkan atau tidak enak didengar, namun paling tidak itulah kenyataan dan ungkapan dari hati dan pikiran. Rasa bahagia pastinya akan selalu menyertai kita, apabila kita mangeluarkan apa yang ada dalam pikiran dan hati kita. Mulai saat ini janganlah takut untuk berkata dan berlaku jujur, dan yakinlah bahwa Tuhan sekali-kali tidak akan meninggalkan anak-anak-Nya yang hidup dalam kejujuran.


Kejujuran tidak selamanya memberikan suatu keuntungan, akan tetapi kejujuran pastinya akan menghasilkan suatu kebahagian.

“Perkataanku keluar dari hati yang jujur

Dan bibirku menyatakan

Dengan terang

Apa yang kuketahui”

Ayub 33:3


GOD Bless U

Monday, June 21, 2010

(ArBer)Semua mempunyai hak yang sama.


Semua mempunyai hak yang sama.


Setiap manusia yang dilahirkan didalam dunia ini, lahir dengan membawa suatu hak. Hak paling hakiki adalah hak untuk hidup, karena hak ini pemberian langsung dari Tuhan, dan hanya Dia yang bisa mengambil hak tersebut. Manusia mempunyai hak asasi yang sama dimata hukum, dan kesemuannya diatur dalam undang-undang. Walaupun beberapa sistem pemerintahan negara – negara tertentu, hak rakyatnya diatur sesuai dengan sistem perintahan yang dijalankan negarannya, akan tetapi hak-hak dasar setiap rakyatnya adalah sama.


Dimata Tuhan, semua manusia juga mempunyai hak yang sama. Kita semua berhak menerima pengampunan dosa. Tuhan Yesus tidak mati demi mereka yang percaya kepada-Nya saja, akan tetapi Dia mati demi semua orang yang berdosa. Jika semua manusia sudah mendapatkan kesempatan yang sama untuk menerima anugerah keselamatan dari pada Yesus, lalu bagaimanakah peran kita sebagai anak-anak terang untuk ikut serta mewujudkan hal tersebut?


Mulai saat ini kita hrus membuka mata kita seluas-luasnya! Tuhan memerintahkan kita untuk memperluas kerajaan-Nya dibuni ini, oleh karena itu kita harus memandang secara luas tugas dan tanggung jawab tersebut. Kita jangan terpaku hanya kepada pembangunan rohani saudara seiman di dalam linghkungan gereja, akan tetapi kita juga perlu “keluar” dari lingkungan tersebut serta mencari lebih banyak lagi mereka yang berhak menerima anugerah keselamatan, namun belum pernah mendengar akan anugerah tersebut. Banyak sekali orang-orang disekitar kita yang setiap harinya kita temui namun belum pernah mendengar tentang anugerah keselamatan yang ditawarkan Tuhan. Mereka mempunyai hak yang sama untuk menerima anugerah tersebut, namun semua itu tidak mungkin terjadi apabila kita enggan menjalankan peran kita untuk mengenalkan firman Tuhan, mengajak mereka ke Gereja atau paling tidak bersaksi akan kasih nyata anugerah-Nya dalam kehidupan kita.


Semua mempunyai hak yang sama untuk menerima anugerah keselamatan dari Yesus, namun tidak semua mendapatkan kesempatan itu, jika kita tidak ikut serta dalam mengambil tanggung jawab tersebut.


“Yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus

Bagi semua orang yang percaya.

Sebab tidak ada perbedaan

Karena semua orang telah berbuat dosa

Dan telah kehilangan kemuliaan Allah”

Roma 3:22-23


GOD Bless U

Sunday, June 20, 2010

(ArBer)Tetap rajin bekerja.


Tetap rajin bekerja.


Kondisi cuaca akhir – akhir ini sepertinya sudah sulit diprediksi. Saat memasuki musim kemarau seperti ini, hujan malah sering sekali turun, bahkan terkadang dalam intesitas tinggi. Kalau sudah demikian bayangan akan liburan musim panas yang menyenangkan sepertinya hanya akan menjadi impian yang tertunda. Jangankan liburan, untuk bekerja dalam suasana mendung dan gerimis setiap hari saja kita sudah malas.


Cuaca yang tidak mendukung akhir-akhir ini banyak memperngaruhi mood kita dalam bekerja. Bangun pagi yang biasa ditemani oleh hangatnya sinar matahari, kini berubah dengan suara tetesan – tetesan air yang membasahi jendela. Setelah mandipun bukan kesegaran yang dirasakan melainkan rasa menggigil kedinginan yang menyerang tubuh. Segala semangat dalam diripun seketika hilang begitu saja, dan akhirnya segala aktivitas sepanjang hari hanya dijalani dengan setengah hati.


Awalilah selalu dipagi hari dengan ucapan syukur kepada Tuhan. Oleh karena masih memberikan kepada kita tubuh yang sehat. Cuaca seideal apapun tidak akan banyak membantu kita apabila kita mengalami sakit penyakit. Hadapilah cuaca apapun dengan penuh semangat dan keyakina bahwa Tuhan pasti menyertai kita selalu sepanjang hari. Janganlah membiasakan diri hanya akan beraktivitas secara optimal apabila susananya baik danm emndukungb sesuai dengan keinginan kita! Justru sebenarnya kesungguhan kita dalam bekerja atau beraktivitas akan terlihat pada saat kita melakukannya secara maksimal di saat situasi dan kondisi tidak mendukung. Tuhan pasti akan selalu memberikan berkat lebih kepada anak-anak-Nya rajin dan tidak “gampangan”!


Walaupun dalam keadaan banjir, orang tersebut(pada gambar diatas)justru bekerja dengan rajin, maka sebagai balasannya dia akan mendapatkan lebih dari apa yang dia kerjakan disaat keadaan normal.


“Pada musim dingin

Si pemalas tidak membajak;

Jikalau ia mencari pada musim menuai

Maka tidak ada apa-apa”

Amsal 20:4


GOD Bless U

Friday, June 18, 2010

(ArBer)Aturan – aturan yang menyelamatkan.


Aturan – aturan yang menyelamatkan.


Sepertinya tidak ada rambu-rambu lalu lintas yang sejelas gambar diatas. Selain stop(berhenti), dilarang masuk, dilarang juga berbelok, ke kiri ataupun ke kanan. Dalam prespektif tertentu, sepertinya rambu-rambu lalu lintas tersebut tidak efektif karena banyak mengatur hal yang sama(hal yang tidak diperbolehkan). Akan tetapi terkadang kita tidak cukup peka bila dilaraang hanya sekali, perlu berkali-kali baru bisa menyadarkan diri kita.


Nenek moyang manusia yang diselamatkan Tuhan dari tanah mesir sudah menunjukkan ciri-ciri membrontak, dan tidak taat pada hukum. Musa sudah dengan sabar membimbing mereka keluar dari tanah mesir dan menemani mereka. Untuk dapat mengatur mereka yang jumlahnya banyak, nabi Musa juga sudah menerapkan aturan langsung yang disampaikan Tuhan Allah kepadanya. Aturan – aturan tersebut tentunya juga diadakan demi kebaikan dan keteraturan bersama. Namun sayang, hasilnya tetap saja umat Isreael terus memberontak dengan berbagai alasan yang mengada-ada.


Saat ini kita juga hidup yang dipenuhi berbagai macam aturan. Aturan – aturan tersebut tentunya adalah hal – hal yang berisikan hal-hal yang tidak boleh atau diperbolehkan untuk kita lakukan. Firman Tuhan juga sama halnya dengan aturan-aturan dunia, namun secara khusus firman Tuhan bukan hanya mengatur kehidupan yang baik di dalam dunia ini, akan tetapi juga kehidupan setelah kita meninggalkan dunia ini. Firman Tuhan haruslah jadi pedoman hidup kita dalam bertindak dan berprilaku. Firman Tuhan mungkin terlihat lebih kompleks dalam mengatur kehidupan manusia. Seperti itu tidak boleh, seperti ini berdosa, melakukan itu dilarang, tidak melakukan itu bersalah, kira-kira seperti itulah banyaknya aturan dalam firman Tuhan, meskipun demikian semua hal tersebutlah yang nantinya akan membawa kita dalam kehidupan yang berkenan dihadapan-Nya dalam dunia ini serta kehidupan kekal pada saat kita meninggalkan dunia ini.


Semakin banyak aturan akan semakin banyak membuat kita berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu, dan akhirnya hidup kita akan mencegah terjadinya hal-hal buruk baik selama kita hidup maupun nanti setelah meninggal..


“Hanya kuatkan dan teguhkan hatimu dengan sungguh-sungguh

Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum

Yang telah kuperintahkan kepadamu oleh hambaku Musa;

Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri

Supaya engkau beruntung kemanapun engkau pergi”

Yosua 1:7


GOD Bless U

Thursday, June 17, 2010

(ArBer)Menikmati setiap keadaan


Menikmati setiap keadaan


Bulan juni seharusnya masuk dalam bulan kemarau. Pertengahan tahun biasanya digunakan banyak orang untuk menikmati liburan, yaitu liburan musim panas. Biasanya bulan Juni juga bertepatan dengan selesainya agenda pendidikan, yang berarti mereka yang bersekolah akan libur sejenak sebelum masuk ke dalam agenda pendidikan atau tahun ajaran baru. Intinya bulan juni adalah momentum yang pas untuk menikmati liburan.


Berbicara tentang liburan, tahun ini sepertinya, bulan juni cuaca sangat tidak mendukung untuk menikmati liburan. Semenjak bulan mei kemarin, hujan selalu menyelimuti berbagai kota besar di Indonesia. Bahkan di negara tetangga seperti Singgapura, curah hujan yang tinggi menyebabkan kebanjiran. Beberapa tempat hiburan seperti mall dan plaza terendam air hampir setengah meter, dan menurut pemerintahan setempat hal tersebut adalah pertama kalinya terjadi di negara mereka. Lalu bagaimana kita menyikapi cuca yang tidak mendukung ini, di saat kita ingin menikmati liburan bersama-sama anggota keluarga?


Satu hal yang perlu kita lakukan adalah bersyukur atas setiap anugerah Tuhan terhadap kita dan keluarga kita. Dalam cuaca apapun, Tuhan selalu memelihara kkita, dan paling tidak dikeadaan cuca yang tidak menentu seperti ini, kita selalu diberikan kesehatan. Masalah liburan kita bisa menyikapinya dengan berunding bersama anggota untuk menentukan cara menyenangkan dalam menikmati liburan bersama. Tidak harus menuju suatu tempat tertentu atau dalam cuaca tertentu, selama setiap anggota keluarga dapat menghabiskan waktu bersama sukacita pastinya akan dirasakan. Menikmati liburan juga bisa dilakukan bersama untuk mengikuti kegiatan yang diadakan di Gereja. Biasanya di Gereja juga mengadakan banyak acara seperti Sekolah Injil Liburan atau Retreat keluarga. Intinya dalam keadaan apapun nikmatilah dengan penuh rasa syukur, maka sukacita kita akan berlimpah.


Percayalah Tuhan tidak akan mengurangi sukacita yang bisa kita rasakan dalam keadaan apapun, asal kita mau meminta kepada-Nya serta beusaha memanfaatkan setiap keadaan dengan penuh rasa syukur.


“…..

Mintalah

Maka kamu akan menerima

Supaya penuhlah

Sukacitamu”

Yohanes 16:24


GOD Bless U

Wednesday, June 16, 2010

(ArBer)Tidak luntur


Tidak luntur


Sebuah baju ataupun kain yang bagus adalah ebuah kain yang warnanya tidak luntur, walaupun dicuci berkali-kali. Warna permenan yang menempal pada helai demi helai sebauah kain tersebut akan menambah nilai jual kain tersebut. Oleh karenanya biasanya harga yang ditawarkan juga tentunya juga mahal sesuai dengan kualitas warna pada kain tersebut. Masalah lunturnya warna pada kain bisa juga terjadi dalam kehidupan kerohanian kita, lalu bagaimana hal tersebut bisa terjadi?


Tuhan Yesus pernah memberi perumpamaan tentang benih yang jatuh diantara semak berduri(Lukas 8:7&14). Benih tersebut memang tumbuh, namun himpitan – himpitan dari semak duri disekitar mereka akhrinya menghimpit pertumbuhan benih tersebut. Perumpamaan tersebut ditujukan kepada kita sebagai orang percaya yang mengalami kelunturan iman, disaat kita belajar bertumbuh. Banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Bisa jadi karena kekecewaan kita akan nasib kurang baik kita didalam dunia ini(masalah ekonomi, sosial, ataupun penyakit). Akan tetapi ada hal lain juga yang membuat iman kita luntur misalnya harta yang berlimpah, nama baik, ataupun kenikmatan dunia lainnya.


Bukan saja hal buruk, terkadang hal yang baik sekalipun bisa membuat kita terlena akan lupa akan kehadiran-Nya dalam kehidupan kita. Bahkan seiring kita mnikmati keadaan tersebut kita juga mulai melupakan kasih setia dan perlindungan-Nya dalam kehidupan ini. Jika saat ini kita sedang mengalami hal serupa maka, kita harus secepatnya bertobat, sebelum kita semakin jauh dari Tuhan. “Duri-duri” yang menghimpit kehidupan kita tersebut bisa dengan cepat membuat iman kita luntur ataupun hilang sama sekali. Berdoalah dan mintalah pengampunan dari-Nya atas segala perbuatan kita yang dengan sengaja ataupun tidak sengaja melunturkan iman kepercayaan kita kepada-Nya.


Keimanan kita tidak akan mudah luntur apabila kita hidup dalam rasa syukur serta selalu fokus pada kebenaran firman Tuhan.


“….

Yang ditaburkan di tengah semak berduri

Itulah yang mendengar firman itu,

Lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan

Dan keinginan-keinginan akan hal yang lain

Masuklah menghimpit firman itu

Sehingga tidak berbuah”

Markus 4:17-18


GOD Bless U

Monday, June 14, 2010

(ArBer)Anak yang tidak diharapkan


Anak yang tidak diharapkan


Apabila gambar diatas menjadi kenyataan, maka bisa jadi tempat untuk menampung bayi yang tidak diinginkan tersebut terlalu kecil. Percaya atau tidak banyak orang tua yang tidak mengharapkan keberadaan seorang anak. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, mulai dari masalah ekonomi, budaya, ataupun masalah kesehatan. Ironisnya lagi banyak orang tua yang justru kecewa ketika gagal mendidik anak sama seperti yang mereka inginkan.


Anak memang sejak kecil diharapkan mampu menjadi generasi yang lebih baik. Semua orang tua selalu menaruh harapan setinggi-tingginya bagi buah hati mereka. Sebagai orang tua seharusnya kita juga belajar untuk menerima mereka apa adanya. Pembekalan memang perlu kita berikan kepada mereka sebagai penerus generasi mendatang. Akan tetapi bukan serta merta kita memaksakan mereka menjadi seperti apa yang kita inginkan. Karakter anak akan terbentuk dari beberapa faktor. Memang faktor paling dominant adalah faktor dari linkungan keluarga, namun faktor lain seperti ilmu pendidikan serta sosialisasi dengan lingkugan sekitar juga berpengaruh dalam pembentukan karakter mereka.


Sebagai orang tua yang menetapkan dasar-dasar kasih Kristus alangkah baiknya kita, berusaha bijak dalam membentuk karakter mereka. Hikmat, kebijaksanaan dan pengertian perlu kita ajarkan dan turunkan kepada mereka, akan tetapi akal, budi serta ilmu pengetahuan adalah faktor lain yang harus mereka pelajari sendiri. Dengan demikian anak-anak akan membentuk karakter yang kuat sesuai dengan ilmu yang mereka terima namun tetap berhikmat sesuai dengan ajaran kasih Kristus yang kita ajarkan dan latih dari semenjak kecil. Bekal tersebut akhirnya akan mendukung pola pikir mereka untuk menerima dan mempelajari sesuatu yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan.


Dari pada memberikan cap buruk terhadap perkembangan anak-anak kita, alangkah bijaksananya apabila kita juga belajar menjadi orang tua seperti apa yang mereka harapkan, yaitu yang menyayangi dan mendidik mereka tanapa syarat khusus.


“Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku

Supaya tahun hidupmu menjadi banyak

Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu,

Aku memimpin engkau di jalan yang lurus”

Amsal 4:10-11


GOD Bless U

(ArBer)Pemandu yang dihindari


Pemandu yang dihindari


Pemndu atau bahasa Inggrisnya guide , sangat diperlukan jasanya dalam sebuah perjalanan, terutama bagi turis-turis asing yang masih buta akan suatu obyek wisata tertentu. Selain menguasai lokasi wisata, guide juga membantu turisdalam berkomunikasi atau menerjemahkan bahasa. Tanpa guide mungkin perjalanan tidak akan terasa puas, karena tidak mengetahui keunikan – keunikan tempat wisata yang dituju serta latar belakang budaya ataupun sejarah tempat wisata tersebut. Pengelola tempat wisata pastilah selalu menyediakan guide untuk menemani para pengunjung. Berhubungan dengan guide tersebut, pertanyaannya adalah apakah setelah kita meninggal tersedia guide yang menemani kita menuju tujuan akhir kita?


Sebenarnya jawabanya adalah tergantung tujuan akhir mana yang akan kita tuju. Apabila tujuan akhir kita adalah sorga, sudah pasti kita akn disambut langsung oleh sang Empunya Sorga, disana segalanya serba sempurna dan indah. Semuanya mempunyai kegiatan yang sama yaitu memuji dan memuliakan nama-Nya. Tidak ada kesulitan dalam berbahasa, juga tidak perlu lagi guide, untuk menjelaskan alasan kita berbahagia serta bersuka cita didalam kerajaan Sorga. Akan tetapi jika tujuan akhir kita nantinya adalah nerak, maka kita pastinya tidak akan dibiarkan sendiri masuk dalam dunia penderitaan tersebut. Pasti ada guide yang mengatur arah tujuan kita sesuai dengan kelakuan dan dosa kita. Guide tersebut tentulah tidak menyenangkan karena mereka akan mengawal kita dengan kasar serta memaksa kita menerima segala siksaan sesuai dengan perbuatan dosa disaaat kita hidup. Intinya guide tersebut berbanding terbalik perlakuannya terhadap kita dibandingkan guide parawisata didalam dunia.


Seharusnya kita sudah harus sadar dari saat ini, bahwa tidak ada kesenangan dalam nereka. Perbuatan – perbutan dosa memang sangat nikmat untuk kedagingan kita, namun setelah kita meninggal justru kedagingan kitalah yang akan disiksa dalam neraka. Bukan hanya sekali atau beberapa kali, siksaan tersebut bersifat kekal adanya. Bertobatlah secepatnya dan kembalilah hidup sesuai dengan firman dan kehendak-Nya, karena sebenarnya Tuhan telah menyediakan tempat indah dalam kerajaan-Nya, dan satu hal yang pasti saat kita masuk dalam kerajaan-Nya, Tuhan sendirilah yang akan langsung menyambut kita dan meemenuhi sukacita kita menjadi kehidupan kekal yang bahagia serta abadi.


Sebaik apapun “guide” yang menemani kita, apabila tujuannya adalah nereka maka kita wajib menghindari dan menolaknya.


“Dan mereka ini akan masuk

Ke tempat siksaan yang kekal

Tetapi orang benar

Ke dalam hidup yang kekal”

Matius 25:46


GOD Bless U