Wednesday, February 29, 2012

(ArBer)Penghormatan yang tidak perlu!


Penghormatan yang tidak perlu!


Gambar diatas tentu saja hanyalah sebuah lelucon yang direkayasa. Seorang prajurit berkustum “star wars” terlihat saling memberi hormat dengan prajurit Amerika Serikat. Sebuah penghormatan yang sesungguhnya tidak perlu, sebab film “star wars” sendiri sebenarnya berasal dari negeri pamam Sam tersebut.


Kehormatan menjadi sangat penting dalam perkembangan kehidupan di zaman moderen seperti saat ini. Apapun akan dilakukan untuk meningkatkan kehormatan diri sedniri, bahkan terkadang hal-hal yang bertentangan dengan hukum, hak asasi ataupun agama serta kepercayaan. Intinya demi mendapatkan rasa hormat dari banyak orang, apapun bisa dikorbnankan. Apakah kita juga termasuk orang-orang yang bernafsu untuk selalu dihormati?


Orang-orang farisi juga terjebak dalam situasi tersebut, dimana mereka mementingkan prestige lebih dari apapun. Saat mereka mendengarkan Yesus mengajar, memang ada diantara mereka yang tersentuh hatinya, bahkan sampai percaya kepada- Nya, namun karena takut kehilangan rasa hormat dari pengikutnya yang lain, mereka kemudia mengeraskan hati mereka untuk berubah. Mendapatkan rasa hormat dari orang-orang sekitar kita bukanlah suatu aib, namun kita juga harus tahu diri sebab segala potensi yang ada pada kita adalah milik Tuhan Allah. Biarlah hanya Tuhan Allah saja yang layak mendapatkan kehormatan serta kemulian! Satu hal yang sangat penting adalah jangan sekali-kali kita menukar kehendak Tuhan demi kehormatan pribadi! Sebab Tuhan akan menolak orang-orang yang mementingkan kepuasan kedagingan(bangga akan kehormatan pribadi).


Manakah yang lebih penting diterima dan dihormati banyak orang, atau diterima Tuhan sebagai anak-anak yang dikasihi-Nya?


“Namun banyak juga

Diantara pimpinan yang percaya kepada- Nya

Tetapi oleh karena orang-orang Farisi

Mereka tidak mengakuinya berterus terang,

Supaya mereka jangan dikucilkan

Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia

Dari pada kehormatan Allah”

Yohanes 12:42-43


GOD Bless u

Tuesday, February 28, 2012

(ArBer)Melangkah dengan aman.


Melangkah dengan aman.


Siapapun ingin melangkah dengan aman. Melangkah bebas, tanpa ada penghalang ataupun rintangan yang bisa memperlambat atau menghentikan langkah kaki, akan tetapi kenyataanya terkadang tidak seperti yang diinginkan. Batu, lubang, pasir ataupun halangan lainnya terkadang selalu muncul tanpa bisa diperkirakan.


Langkah kehidupan manusia memang tidak bisa ditebak. Suatu waktu bisa saja semuanya terlihat lancar, namun tiba-tiba bisa saja ada lubang besar tidak terlihat di depan mata kita. Bagi mereka yang tidak siap bisa jadi langkahnya akan masuk ataupun jatuh ke dalam lubang. Bukan hanya kewaspadaan saja yang kita perlukan untuk menghindari “lubang-lubang” kehidupan, akan tetapi kita juga membutuhkan penyertaan Tuhan dalam setiap langkah kita!


Manusia dengan segala kewaspadaannya tidak akan dengan mudah lolos begitu saja dari “lubang-lubang” jebakan dari sang iblis. Manusia yang lemah daging sangat membutuhkan penyertaan Tuhan melalui Roh Kudus-Nya. Jadi mulai saat ini berpikirlah dua kali apabila kita merasa langkah kaki kita selalu aman tanpa pertolongan-Nya. Cepat atau lambat segala kewaspadaan kita akan hancur oleh godaan-godaan iblis yang menjerat kita untuk jatuh ke dalam lubang dosa nan gelap. Datanglah kepada-Nya dan serahkanlah setiap langkah kita kepada-Nya!, maka Dia akan menuntun orang –orang yang dikasihi-Nya untuk luput dari segala jebakan lubang si jahat!


Bila Tuhan menyertai langkah kita, Bahkan lubang paling lebar sekalipun tidak akan menghalangi kita untuk melangkah dengan aman!


“Langkah kaki orang – orang

Yang dikasihi- Nya dilindungi- Nya,

Tetapi orang – orang fasik

Akan mati binasa dalam kegelapan

Sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri

Seseorang berkuasa”

1 Samuel 2:9


GOD Bless u

Monday, February 27, 2012

(ArBer)Prajurit yang sudah jenuh!


Prajurit yang sudah jenuh!


Parajurit atau tentara-tentara tersebut(gambar di atas) sepertinya membutuhkan hiburan di tengah – tengah tugas mereka di medan perang. Hiburan memang perlu, namun dengan pakaian dan persenjataan lengkap seperti itu, alangkah baiknya mereka benar-benar fokus menjalankan misinya!


Seoran prajurit tidak sepatutnya bermain-main pada saat menjalankan misinya, apalagi dengan segala persenjataan lengkap yang diperlukan untuk melawan musuh. Bayangkan apa yang terjadi apabila kejadian tersebut terlihat oleh komandan ataupun pimpinan pasukan, pastilah pimpinan pasukan tersebut akan mengambil tindakan tegas untuk menghukum atau bahkan memulangkan para prajurit yang tidak disiplin tersebut.


Kita sebagai orang-orang beriman juga merupakan “tentara-tentara terang”. Kita adalah prajurit-Nya dalam medan peperangan di dalam dunia ini. Kita memang tidak mempunyai musuh secara kasat mata, namun perjuangan kita melawan kuasa kegelapan yang menguasai dunia ini. Sebagai prajurit Allah, kita wajib untuk selalu fokus dengan apa yang menjadi tugas kita! Jangan kita malah menyibukkan diri dengan masalah – masalah duniawi(nafsu duniawi, harta, kedudukan, dan lain-lain) yang kerap kali memalingkan konsenterasi kita terhadap tugas dan tanggung jawab kita sebagai laskar Kristus!(menjadi saluran berkat dan kasih Tuhan serta mengabarkan Firman Tuhan). Berdoalah kepadanya apabila kita mulai merasakan jenuh dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita, maka Dia pasti akan memberikan kelegaan dan kesegaran bagi kita untuk kembali sigap terhadap panggilan kita! Dan janganlah membiarkan hiburan-hiburan duniawi menjebak kita!


Fokuslah terhadap instruksi Komandan kita Yesus Kristus! Jangan pikirkan hal lainnya selaian selalu siap dan sigap menjalankan segala instruksi-Nya!


“Seorang prajurit yang sedang berjuang

Tidak memusingkan dirinya

Dengan soal-soal penghidupanya

Supaya dengan demikian ia berkenan

Kepada komandanya”

2 Timotius 2:4


GOD Bless u

Sunday, February 26, 2012

(ArBer)Lawan menjadi kawan


Lawan menjadi kawan

Ada pepatah cina yang mengatakan bahwa”Jika engakau tidak bisa mengalahkan lawanmu, maka alangkah baiknya engkau menjadikannya kawanmu!” Pepetah tersebut bukan hanya menjadi suatu pepatah kuno, namun pepatah tersebut saat ini sudah menjadi prinsip negera-negara maju.


Perdamaian adalah satu-satunya kemenangan mutlak bagi kedua pihak yang sedang bertikai! Konflik berkepanjangan akan terus terjadi, apabila kedua pihak masih menargetkan kemenangan pribadi atas lawan-lawannya! Satu-satunya cara yang dapat ditempuh dengan resiko relatif ringan adalah dengan berdamai. Lawan yang sudah menjadi kawan akan menguntungkan ke dua pihak, serta bahkan akan menambah kekuatan bagi keduanya. Pertanyaanya adalah apakah kita sudah berdamai dengan lawan-lawan kita saat ini?


Pada kitab perjanjian lama memang, didominasi oleh peperangan dan salaing menindas demi suatu wilayah atau kekuasan tertentu. TUHAN Allah mengijinkan hal tersebut terjadi tentu dengan maksud tertentu, seperti agar umat Israel sadr bahwa Allah dipihak mereka, dan tidak ada yang mampu menandingi kekuatan Tuhan yang dasyhat. Sebaliknya dalam perjanjian baru Tuhan justru meneladankan kasih perdamaian untuk menghadapi segala konflik. Melalui Yesus, Tuhan Allah ingin menunjukkan bahwa kekuatan kasih perdamian lebih besar dari kekuatan apapun didunia ini. Mulai saat ini kita juga harus mengedapankan kasih dalam bentuk perdamian dengan setiap orang yang kita anggap lawan(pesaing bisnis, pesain dalam prestasi) kita! Jika perdamaian terwujud, maka paling tidak kita sudah menang dalam dua hal, yaitu menang dalam penerapan hukum kasih Yesus, serta menang dari ancaman dosa(kebencian, dendam, iri hati yang berkepanjangan)


Seperti mudahnya seorang kawan bisa berubah menjadi lawan, begitu juga sebaliknya , jika kita mau mengalah sedikit saja seorang lawan terberat bisa dengan mudah berubah menjadi kawan terdekat!


“Segeralah berdamai

Dengan lawanmu selama

Engkau bersama-sama dengan dia

Di jalan tengah

………………………..”

Matius 5:25


GOD Bless u