Tuesday, April 7, 2026

(PuBer)Teman yan tetap di sisiku

 


Teman yan tetap di sisiku

 

Sedih ini ditampung siapa?

Sedangkan tawa terbagi rata

Di mana sahabat setia

Sudah hilang kata bersama

 

Temanku datang menepuk punggung

Tetap diam dan ikut termenung

Jangan sampai engkau menghilang

Hanya satu yang bisa dipegang

 

Sahabatku menjadi saudara asli

Kesukaran tak ku takut lagi

Kasih sahabat membahagiakan hati

Siapa siap menjadi sahabat sejati?

 

Engkau tidak sendirian Tuhan besertamu!

Engkau tidak sendirian Tuhan mengirimkan sahabatmu!

 

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu

Dan menjadi seorang saudara

Dalam kesukaran”

Amsal 17 : 17

God Bless You

Monday, April 6, 2026

(ArBer)Berubah pola prilaku

 


Berubah pola prilaku

 

Semakin berkembangnya teknologi, maka akan terjadi perubahan pola prilaku.  Perubahan pola prilaku bukanlah sesuatu yang perlu kita hindari, namun waspadalah selalu, sebab ada saja perubahan prilaku oleh karena perkembangan teknologi yang membuat umat manusia sudah kehilangan rasa kemausiaanya.

Gambar di atas adalah contoh sederhana yang memang kini lazim terlihat di dalam sebuah keluarga.  Momen makan bersama yang biasanya dimulai dengan doa bersama, akhirnya mulai banyak ditinggalkan.  Perkembangan teknologi membuat semua orang lebih mudah berinteraksi dengan alat – alat berteknologi dibandingkan dengan sesama manusia.

Mengerti teknologi dan fasih menggunakannya bukanlah sesuatu yang buruk dan berdosa, hanya saja jikalau tidak didasari dengan pengenalan akan Allah yang sejati, bisa jadi kemampuan tersebut malahan mendatangkan celaka.  Contoh sederhananya adalah bahwa kasih yang sejati adalah harus dirasakan dan dialirkan secara komunitas secara nyata baik fisik dan juga psikis.  Lalu jikalau semua berkumpul secara fisik di meja makan, namun psikis dan pikirannya berada di “gengaman” masing – masing masih tercerminkah kasih Allah?

Menikuti perubahan jaman adalah keharusan! namun juga wajib didasari dengan pengenalan yang semakin mendalam akan kebenaran serta kehendak Tuhan!

 

“Janganlah kamu berubah menjadi serupa dengan dunai ini

Tetapi berubalah oleh pembaharuan budimu,

Sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah

Apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”

Roma 12 : 2

 

God Bless You

Sunday, April 5, 2026

(LaBer)Dia bangkit

 


Dia bangkit

GSJS Worship

 

    Bb

Dengan imanku

                  Eb

Kumau nyatakan Engkau

          Gm                 Eb

Sebagai Tuhan dan Jurus'lamatku

           Bb                 Eb

Dengan imanku ku percaya padaMu

            Gm                Eb

Engkaulah Yesus Tuhan dan Rajaku.

 

[Pre-Chorus]

        Dm

Surga bumi pun nyatakan

    Eb           F           Eb  F

kebesaranMu oh Tuhan di hidupku.

 

[Chorus]

    Bb

Dia bangkit aku hidup

    Eb

Dia bangkit s'lamatkanku

    Gm

Dia bangkit dan berkuasa

    Eb      F

haleluya ku nyatakan

    Bb

Dia bangkit bebaskanku

    Ab

Dia bangkit pulihkanku

    Gm7               Gm

Dia bangkit tuk selamanya

    Eb          F       Bb

haleluya terpujilah namaNya.

 

“Dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan- Nya

Dari antara orang mati, gahwa Ia adalah Anak Allah

Yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita”

Roma  1 : 4

 

 

GOD Bless You

 

 

 

Wednesday, April 1, 2026

(LaBer)Kupercaya di Bukit Kalvari

 


Kupercaya di Bukit Kalvari 

(KPPK 155)



Key : G

 

VERSE 1

    G         C       G

Manusia bagai musafir dalam dunia,

      Am       D          G

tiada suatu tempat yang tetap;

        C      Cm    G/B    G

meski nama dan kekayaan kuburu,

     Am      D      G    G7

tak akan aku perolehnya.

 

CHORUS

     C                G  

Kupercaya di bukit Kalvari,

     Am   A       D

di situ Tuhan disalib.

     G        B      C        A

Hidupku serta dunia akan berlalu,

      Am          D         G

'ku tetap sandar 'kan salib-Nya.

 

VERSE 2

Kupercaya Kristus mati bagi dunia,

dan dapat mengubah hidupku;

kar'na Dia merubahku, b'ri hidup baru,

kini 'ku mau dekat salib-Nya.

 

VERSE 3

Kupercaya hidup tak dapat kuterka,

suatu hari s'mua 'kan berhenti;

dengan iman 'ku pasti menang 'kan maut,

di sorga tinggal bersama-Nya.

 

“Sambil memikul salib- Nya Ia pergi ke luar

Ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak

Dalam bahasa Ibrani : Gologota

Dan di situ Ia disalibkan dengan Dia Disalibkan juga

Dua orang lain, sebelah – menyebelah,

Yesus di tengah - tengah”

Yohanes  19 : 17 - 18

 

 

GOD Bless You

 

 

 

(ArBer)Perbedaan Yesus dan Pilatus

 


Perbedaan Yesus dan Pilatus

 

Yesus memberikan sebuah contoh yang luar biasa ketika mau merendahkan diri untuk mencuci kaki para murid- Nya.  Semua murid terkejut dan tidak memnegrti maksud Yesus, meskipun Yesus sudah mencoba menjelaskannya.  Yesus ingin mereka saling melayani, bertanggung jawab dan tidak tinggi hati.

Uniknya Pilatus juga memnunjukkan sebuah perbuatan unik, yaitu dengan memcuci tangannya di hadapan banyak orang.  Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa pemimpin tinggi yang berhak memutuskan namun tidak mau bertanggung jawab.  Berbeda dengan Yesus yang mau merendahkan diri bahkan sebelum ahri kematian- Nya, Pilatus malah mencuci tangan demi nama menjaga nama baik serta kedudukannya.

Lalu diantara ke dua contoh di atas yang manakah yang kita lakukan saat ini? Apakah kita mau merendahkan diri dan mengikuti teladan Kristus yang taat sampai dengan kayu salib? Atau kita mau mempertahankan apapun yang kita miliki saat ini dan mengesampinkan kebenaran ajaran Kristus dalam hidup kita?Menjelang Jumat Agung dan penyaliban Yesus Kristus, adakah iman kita tergoncang dan bertobat? Adakah komitmen untuk setia melayani dengan rendah hati terhadap sesama?

Ketika anda mengetahui suatu kebenaran akan ajaran Kristus, namun berpaling dari ajaran- Nya, maka anda sudah dengan menyia – nyiakan kematian- Nya di kayu salib!

 

“Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia,

Malah sudah mulai menimbulkan kekacauan

Ia mengambil air dan membasuh tanganya

Di hadapan orang banyak

...................................................”

Matius 27 : 24

 

God Bless You

(ArBer)Jangan memggunakan kekerasan!

 


Jangan memggunakan kekerasan!

 

Konflik yang diselesaikan dengan kekerasan pasti akan berujung balasan dengan kekerasan juga.  Keadaan dunia saat ini sudah membuktikan bahwa penggunaan senjata untuk menyelesaikan suatu konflik hanya akan menyebabkan perang dengan skala yang lebih besar yang nantinya merugikan banyak pihak.

Yesus mempringati murid- Nya yang mengghunakan pedang untuk membela diri- Nya ketika hendak ditangkap.  Yesus melarangnya, sebab kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah dan hanya akan membawa masalah baru.  Yesus memilih pendektan kasih dan menyerahkan dirinya untuk ditangkap, meskipun Ia sendiri bisa saja memerintahkan malaikat – malaikat- Nya untuk menghabisi mereka yang ingin menangkap- Nya ketika di taman Getsemani.

Intinya adalah kekerasan fisik yang digunakan untuk menghentikan ataupun menyadarkan seseorang tidak memounyai dampak jangka panjang yang baik, malahan bisa jadi meimbukkan dampak buruk yang berkepanjangan.  Jadi ketika kita mengalami konflok dengan sesama, maka cobalah menyelesaikannya dengan diskusi ketika hati dan pikiran kita sudah tenang.  Utamakanlah dialog dengan penuh kasih, agar permasalahan tersebut cepat menemui titik temunya!

Kekerasan hanya bisa dikalahkan dengan kelemah lembutan kasih!

 

“Maka kata Yesus kepadanya :

Masukkan pedang itu kembali ke sarungnya

Sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang

Atau kau sangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku,

Supaya Ia mengirimkan lebih dari dua belas

Pasukan malaikat membantu Aku?”

Matius 26 : 52 - 53

 

God Bless You

Tuesday, March 31, 2026

(ArBer)Terpesona sementara saja

 


Terpesona sementara saja

 

Sambutan serta puja – puji dari orang – orang di Yerusalem kepada Yesus ketika Ia masuk menunggan keledai ternyata hanya euforia sesaat saja.  Beberapa hari kemudian orang yang sama juga memaki Yesus, menghina bahkan meludiahi- Nya.

Ketika Yesus masuk ke kota Yerusalem sebelum memperingati hari raya roti tak beragi, semua orang menaurh hormat tinggi kepada- Nya.  Mereka menyiapkan jalan dengan daun palem, memuji- Nya sebagai Raja dan bahkan memuliakan nama- Nya di tempat yang mahatinggi.  Orang – orang tersebut dengan sonta merasa kagum serta terpesona oleh kedatangan Yesus yang menunggan keledai, dan berikutnya mereka juga dengan cepat melupakan sorak – sorai serta puja – puji mereka sendiri.

Banyak juga diantara kita yang sama dengan penduduk Yerusalem kala itu yang cepat terpesona terhadap Kristus, dan juga cepat berbalik menjadi musuh serta menghakimi- Nya.  Kita terpesona ketika berkat dan anugerah- Nya melimpah, sebaliknya ketika pergumulan datang maka dengan cepat juga kita meminta pertanggung jawaban- Nya dan bahkan juga menyalahkan- Nya.  Jadi saat ini, mintalah Roh Kudus untuk menguatkan iman dan membimbing kita, agar kita tidak murtad ataupun melupakan karya keselamatan- Nya dalam hidup kita!

Jangan hanya terpesona sementara terhadap Kristus, tetapi tetaplah percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus, apapaun situasi serta kondisinya!

 

“Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus

Dan yang mengikuti- Nya dari belakang berseru, katanya:

Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia

Yang datang dalam nama Tuhan,

Hosana di tempat yang mahatinggi”

Matius 21 : 9

 

God Bless You