Duri - duri duniawi
Perumpamaan
tentang benih yang disebar diantara tumbuhan berduri agaknya relate dengan
kerohanian orang – orang percaya saat ini.
Ketika firman Tuhan diberitakan, banyak orang percaya menerimanya, namun
kemudian tidak bertumbuh, oleh akrena himpitan “duri” tawaran serta kekuatiran
di dalam dunia ini.
Keadaan
ekonomi, perubahan budaya serta perkembangan ilmu teknologi bisa jadi adalah
hal yang menjadi “duri” ketika iman kita hendak bertumbuh. Semakin hari, keadaan dalam dunia ini semakin
menemui keyidak pastiian. Bukan hanya
itu saja, banyak hal lain yang harus terus menerus di”update” agar tidak ketinggalan jaman. Jadi intinya orang percaya akhirnya
kehilangan waktu serta keinginan mendalami firman Tuhan.
Tidak
sulit untuk terbebas dari berbagai “duri” tawaran di dalam dunia ini hanya saja
diperlukan konsekuensi nyata. Ketika
kita fokus kepada kebenaran firman Tuhan, janganlah kita mudah menjadi lelah
dan kemudian berpaling lagi kepada hal – hal duniawi. Sekali saja kita berpaling kepada kekuatiran
ataupun berbagai tawaran dunia ini, maka iman kita akan “tertusuk” hal – hal fana. Jikalau sduah demikian, maka sudah pasti
firman Tuhan yang masuk melalui pendengaran kita akan sulit bertumbuh ataupun
bahkan berbuah!
Agar
terbebas dari berbagai duri dunia ini, janganlah berada dalam lingkaran tanaman
duri tersebut!
“Yang jatuh dalam
semak duri ialah orang yang
Telah emndengar
firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya
Mereka terhimpit oleh
kekuatiran dan ekkayaan dan kenikmatan hidup
Sehingga mereka tidak
menghasilkan buah yang matang”
Lukas 8 : 14
God Bless You






