Monday, September 28, 2026

(ArBer) Mengandalkan status tertentu!

 


Mengandalkan status tertentu!

 

Bangsa Israel yang merupakan keturunan asli secara biologis dari Abraham, mempunyai ego yang tinggi.  Mereka merasa mereka adalah umat pilihan yang pantas mendapatkan segala janji pemeliharaan serta berkat Allah.  Jadi pada dasarnya mereka pasti kelak akan mendapatkan kesempatan dalam kerajaan sorga bersama Tuhan.

Mereka lupa bahwa mereka belum tentu selamat, meskipun memang mereka adalah “anak – anak” dari Abraham.  Tanpa iman serta pertobatan yang nyata, mereka sama saja dengan manusia lainnya yang belum mengenal dengan mendalam Tuhan Allah.  Mereka kerap menganggap rutinitas rohani merekalah yang akhirnya dapat menghapus segala dosa mereka, meskipun diluar rutinitas tersebut apa yang dilakukan bertentnangan dengan kebanaran ajaran- Nya.

Seperti mereka yang ditegor oleh Yohanes pembabtis, kita juga kerap merasa benar dan bersih oleh karena kita keturunan dari orang percaya, oleh karena kita anak dari orang percaya, oleh karenan pergaulan kita diantara ornag percaya.  Padahal tanpa pertobatan pribadi, kita tidak akan pernah dibenarkan oleh karena siapa kita, atau kita anak dari siapa.  Jadi datanglah dan bertobatlah secara pribadi kepada Tuhan Allah! Tuhan Maha mampu melakukan apapun, oleh karenanya janganlah merasa kita adalah yang paling instimewa!

Tidak ada manusia yang diistimewakan! Semuanya memerlukan pertobatan dan iman kepada Kritsus Yesus, agar dapat menerima anugerah keselamtan- Nya!

 

“Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu:

Abraham adalah Bapa kami! Karena aku berkata keapdamu:

Allah dapat menjadikan anak – anak

Bagi Abraham dari batu- batu ini!”

Matius  3 : 9

 

God Bless You

(LaBer) Mari Tuhan Besertaku

 

 


Mari Tuhan Besertaku 

(Edward Chen)

 

Intro :

F  Bb  Dm  Bb

F  Bb  Dm  C

 

Bait :

         F     Bb          F

Ku Perlu Kau Tuhan Di Hidupku

         Bb  G/B           C

Buat Lalui Jalan Yang Berduri

         F    Bb            F

Walau Angin Ombak Yang Menderu

   Bb    F/C             C    F

Ku Tak Takut S’bab Kau Besertaku

 

Reff :

  F/A  Bb         F

Mari Tuhan Besertaku

           Am   Dm

Di S’mua Jalan

           G     C

Di S’tiap Waktu

 

       F  F/A      Bb

Pencobaan    Kulalui

       F/C   C    F

Mari Tuhan Besertaku

 

Musik :

Bb  C  Gm  F

D#  C

 

Lagu :

   F                  Bb   Gm

Ku Tak Dapat Jalan Sendi - ri

  F/A   Dm        G/B  C

Tuhan Tolonglah Daku

        F          F/A   Bb  G/B

Biarlah Sinar-Mu Menerangi - ku

         F/C         C        F

S’bab Ku Tak Dapat Jalan Sendiri

 

 

“Dan Ia Tuhan damai sejahtera kiranya mengaruniakan

Damai sejahtera- Nya terus – menerus

Dalam segala hal, kepada kamu.

Tuhan menyertai kamu sekalian”

2 Korintus  3 : 16

 

 

GOD Bless You

 

 

 

Friday, September 25, 2026

(ArBer) Usaha yang gigih ikut menentukan hasilnya!

 


Usaha yang gigih ikut menentukan hasilnya!

 

Perumpamaan tentang seorang hakim yang Yesus sampaikan kepada orang banyak bukan menitik beratkan kepada hakim yang akhirnya merasa iba.  Titik beratnya adalah kepada segala usaha seorang janda tersebut yang tak kenal lelah dan akhirnya membuat hakim tersebut tergerak hatinya.

Pertanyaanya kemudian adalah adakah kita benar – benar berusaha ketika kita memohon kepada Tuhan? ataukah kita hanya berseru se-adanya saja?  Atau mungkin lagi sebagian dari kita berdoa tetapi juga tidak yakin bahwa Tuhan mampu menjawab segala permohonan kita?  Padahal dalam penjelasan perumpamaan tersebut, Yesus sudah dengan gambalng menjelaskan bahwa “orang – orang pilihan- Nya yang berseru siang dan malam akan ditolong- Nya!”

Berseru kepada Tuhan adalah benar yang memang harus selalu kita lakukan sebagai orang percaya.  Kepada siapakah lagi kita harus berseru jikalau bukan kepada Tuhan? atau kita merasa ada kuasa ataupun pertolongan yang nyata selain dari Tuhan kota Yesus Kristus? Jadi janganlah jemu – jemu berseru terus menerus kepada Tuhan, sebab Tuhan maha mendengar dan juga pengasih.  Jikalau memang apa yang kita mohonkan bersifat darurat, pasti Tuhan tidak akan menunda untuk menjawab segala permohonan kita!

Kegigihan kita dalam berseru dan memohon kepada Tuhan juga menentukan jawaban yang akan kita peroleh dari- Nya!

 

“Tidakkah Allah akan membenarkan orang – orang pilihan- Nya

Yang siang malam berseru kepada- Nya?

Dan adakah Ia mengulur – ulur waktu

Sebelum menolong mereka?”

Lukas  18 : 7

 

God Bless You

Thursday, September 24, 2026

(LaBer)Ku Rindu SabdaMu

 

 


Ku Rindu SabdaMu

 

 

Bait

C       Dm

Ku rindu sabdaMu kurindu FirmanMu

 

G7          F            C

Firman Tuhan Yesus yang heran dan penuh kuasa

 

C       Dm

BerFirmanlah Tuhan oleh Kuasa RohMu

 

G7          C   G

KepadaMu kami berserah

 

Reff / Chorus

C            C/E         F

BerFirmanlah berFirmanlah Tuhan

 

G                   C   G

Rohul Kudus urapi hambaMu

 

C            C/E         F

BerFirmanlah berFirmanlah Tuhan

 

G                    C

Kurindu menikmati sabdaMu

 

 

“Habis jiwaku merindukan keselamatan dari pada- Mu

Aku berharap kepada firman- Mu

Mazmur  119  : 81

 

 

GOD Bless You

 

 

 

Wednesday, September 23, 2026

(ArBer)Iman Rahab VS para pengintai dari Israel

 


Iman Rahab VS para pengintai dari Israel

 

Ada perbedaan mencolok antara Rahab, seorang perempuan sundal yang belum pernah mengenal Allah secara langsung dengan para pengintai dari bangsa Israel yang sudah banyak menyaksikan mukjizat Tuhan dengan mata kepala sendiri.  Rahab mempunyai iman yang lebih teguh dan kuat dibandingkan  para pengintai yang diutus Musa untuk mengintai negeri yang dijanjikan Tuhan.

Rahab mengenal Tuhan Allah hanya dari cerita kebanyakan orang mengenai bangsa Israel yang keluar dari Mesir.  Cerita – cerita itu menitik beratkan Tuhan Allah Israel yang memimpin sendiri bangsa itu sehingga terlepas dari Mesir, belum lagi bukti nyata bahwa Tuhan Allah juga memimpin bangsa tersebut menaklukan raja Og dan Sihon.  Meskipun Rahab seorang yang “rendah” dalam pandangan manusia, namun ia memiliki keteguhan hati serta iman yang kuat.

Sebaliknya pengintai – pengintai yang dikirim untuk mengintai sebagian besar malahan ragu bahwa Tuhan Allah akan menyerahkan negeri itu kepada mereka, hanya oleh karena perawakan penduduk asli mereka yang kuat dan kekar.  Mereka lupa bahwa tentara mesir dan peperangan dengan raja Og dan sihon saja mampu mereka menangkan oleh akrena Tuhan Allah.  Jadi iman manakah yang ada pada kita saat ini? Seorang yang sederhana namun memilih percaya seutuhnya, atau seperti para pengintai yang sudah terbiasa dengan mukjizat Allah namun masih kerap ragu?

Mengenal Allah dan merasakan segala kebaikan- Nya secara lansgung, belum tentu menguatkan iman kita!  Iman sejati lahir dari keyakinan serta kesetiaan penuh kepada- Nya, dalam keadaan apapun juga!

 

“Karena Iman maka Rahab, perempuan sundal iru

Tidak turut binasa bersama – sama dengan orang – orang durhaka

Karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik”

Ibrani  11 : 31

 

God Bless You

(PuBer)Diamlah dan ketahuilah!!!

 


Diamlah dan ketahuilah!!!

 

Sungguh percuma mulut mengadu

Tangan pun kehilangan daya

Harapan hanya bisa berlalu

Waktu tak bisa mengantikan apa – apa

Percuma juga mengingat masa lalu

Kebut pekatlah yang di depan mata

 

Suara Tuhan menyuruhku “diam”

Dalam diam terasa kesegaran batin

Tuhan menunjukkan kasih yang dalam

Tuhan hadir di tengah kekacuan

Manusia hanya perlu diam kalem

Sambil beriman kepada- NYA yang layak ditinggikan

 

 

Berdiamlah agar suara Tuhan terdengar!

Berdiamlah agar kita lebih mengenal Tuhan yang Maha tinggi!

 

“Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah!

Aku ditinggikan di antara bangsa – bangsa

Ditinggikan di bumi”

Mazmur 46 : 10

God Bless You

Tuesday, September 22, 2026

(ArBer)Ingatlah Tuhan di masa mudamu!

 


Ingatlah Tuhan di masa mudamu!

 

Masa muda adalah masa yang penuh gairah kehidupan.  Anak – anak muda mempunyai banyak keinginan serta harapan yang cukup kompleks.  Lalu ketika kita berada fase itu, apakah yang terpenting di dalam pikiran kita? Apakah karir, pasangan hidup, lingkngan pergaulan, aktualisasi diri atau cita – cita masa depan?

Pemikiran seperti di atas wajar saja melintas dipikiran anak muda, akan tetapi ada satu yang fundamental yang seharusnya menjadi pokok utama pikiran, yaitu mengingat akan Tuhan Allah sang Pencipta kehidupan.  Adakah pikiran kita berisikan kerinduan ataupun keinginan untuk selalu dekat dengan Tuhan? atau malahan pemikiran itu menempati urutan terakhir di atas hal – hal duniawi?

Pengkotbah adalah seorang yang bukan hanya pintar namun juga dipenuhi hikmat dan kebijasanaan.  Ia menyadari bahwa segala hal dunia ini akan berujung pada ke sia-sian, bahkan ketika semuanya tersebut sudah kita raih dan nikmati.  Satu yang terpenting adalah mengenal Tuhan dan kebenaran fiman- Nya! Masa muda yang terfokus kepada Tuhan akan mengarahkan hidup kita menuju kehidupan yang lebih berarti serta berguna bagi Tuhan daj tntunya sesama, sebab tanpa Tuhan, seorang muda akan hidup hanya untuk meuasakan keinginan dagingnya sendiri!  Dan akhirnya hanya tergelincir dalam dosa yang mendatangkan maut

Semakin dini kita mengingat serta mencari Tuhan, maka akan semakin dini juga kita mengetahui betapa mautnya upah dosa!

 

“Ingatlah Penciptamu pada masa mudamu

Sebelum tiba hari – hari yang malang dan mendekat

Tahun  - tahun yang kaukatakan:

Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!”

Pengkotbah  12 : 1

 

God Bless You