Tuesday, March 3, 2026

(ArBer)Mempermainkan firman Tuhan

 


Mempermainkan firman Tuhan

 

Dewasa ini banyak sekali pemuka agama yang “menjual” firman Tuhan demi ketenaran ataupu keuntungan semata.  Mereka banyak berkotbah tentang berbagai firman Tuhan, namun esensinya tidak sesuai dengan kebenaran yang seharusnya, mereka cenderung mencari ayat – ayat tertentu demi keuntungan sepihak.

Bagi jemaat biasa, memang sepertinya sulit sekali membedakan apakah perkataan seorang Pendeta tersebut benar sesuai dengan firman ataupun tidak.  Bahkan beberapa menggunakan ataupun mengaku mengutip perkataan Kristus yang sebenarnya itu hanyalah asumsinya semata dan bukan kenyataan yang sesuai dengan Alkitab.  Intinya banyak sekali ayat yang bisa”dipermainkan” demi maksud – maksud tertentu, jadi sebabagi umat Tuhan kita harus tetap waspada.

Tuhan Allah memberikan perintah- Nya secara langsung kepada bangsa Israel ketika mereka berada di padang gurun.  Salah satu perintah Tuhan yang penting adalah” jangan menambahi ataupun mengurangi segala apa yang difirmankan- Nya!”  Jadi jelaslah bahwa siapaun yang sengaja menambahi, mengurangi serta memberikan asumsi berbeda demi keuntungan sendiri adalah perbuatan dosa besar kepada Tuhan!  Lalu apakah kita yang sudah rajin membaca firman Tuhan juga pernah menggunakan ayat – ayat tertentu demi kepentingan kita sendiiri?jika pernah, maka bertobatlah secepatnya!

Memepermainkan firman Tuhan sama dengan mempermainkan Tuhan Allah!

 

“Janganlah kamu menambahi apa yang Kuperintahkan kepadamu

Dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian

Kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu

Yang Kusamaikan kepadamu”

Ulangan  4 : 2

 

God Bless You

(LaBer)S’bab Hanya DekatMu

 

 


S’bab Hanya DekatMu

 (True Worshippers)


 

Bait :

   A         E/G#       A           E

Di Saat Kudambakan, Ketenangan Di Hati

 

D         A/C#         E

Kurindu Damai Yang Sejati

 

    A             E/G#     G#        C#m

Kau Datang Dengan Kasih, Puaskan Jiwaku

 

F#m   E/G#     B

Ingin KubersamaMu

 

Reff :

              A        E/G#

S’bab Hanya DekatMu Allahku

 

  F#m    B

Kurasa Tenang

 

              A       E/G#

S’bab Hanya DekatMu Allahku

 

    F#m          B             E

Kedamaian Abadi  S’lalu Dihidupku

 

“Hanya dekat Allah saja aku tenang

Dari pada- Nyalah keselamatanku”

Mazmur  62 : 1

 

 

GOD Bless You

 

 

 

Monday, March 2, 2026

(ArBer)Rambut rontok

 


Rambut rontok

 

Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, satu yang pasti adalah setiap hari seseorang akan mengalami kerontokan rambut.  Selain rontok, setiap hari juga pasti ada pertumbuhan rambut, baik rambut baru maupun yang sudah ada.  Jadi jikalau dalam keadaan sehat maka kerontokan rambut akan di barangi juga dengan pertumbuhan rambut baru.

Sebelum berbicara lebih lanjut tentang masalah rambut di kepala manusia, alangkah baiknya kita mengingat satu hal penting, yaitu bahwa tidak ada satu helai rambut manusia yang rontok tanpa se-ijin dari Tuhan Allah.  Itulah fakta serta kebenaran firman yang tidak bisa dipungkiri.  Meskipun manusia jarang menyadari adanya kerontokan beberapa helai rambutnya, namun Tuhan Allah tetap mengetahuinya.

Intinya semua rambut kita yang masih ada di kepala terhitung semua oleh Tuhan, begitu juga yang rontok.  Realita ini membuktikan betapa Tuhan amat mengasihi ciptaan- Nya, sampai dengan hal sepele yang kadang tidak kita pikirkanpun, Tuhan lakukan.  Betapakah kita tidak bersyukur kepada Tuhan? atau masikah kita justru stress oleh karena perkara kecil seperti kerontokan rambut sehingga meragukan penyertaan serta cinta kasih Tuhan?

Kerontokan rambut terjadi oleh karena beberapa faktor, namun kerontokan rambut bukanlah petanda Tuhan lupa kepada kita!

 

“Dan kamu, rambut kepalamu

 Pun terhitung semuanya

Sebab itu janganlah kamu takut

.....................................”

Matius 10 : 30

 

God Bless You

Sunday, March 1, 2026

(LaBer) In You

 

 


 In You 

(Symphony Worship)

 

Intro :

C  Dm  Am  G  F

C  Dm  Am  G  F

 

Verse :

    C

The Lord Is My Shepherd

F           G

I Shall Not Fear

C

Guide Me In The Right Path

        F            G

For The Honor Of His Name

Am          Em

Even Though I Walk

            F       C

Through The Darkest Valley

       C   G  C

I Will Not Be Afraid

 

Music :

C  Dm  Am  G  F

C  Dm  Am  G  F

 

Verse :

    C

The Lord Is My Shepherd

F           G

I Shall Not Fear

C

Guide Me In The Right Path

        F            G

For The Honor Of His Name

Am          Em

Even Though I Walk

            F       C

Through The Darkest Valley

       C   G  C

I Will Not Be Afraid

       C   G  C

I Will Not Be Afraid

 

Chorus :

   C      F       G

In You, I Find My Peace

   C      F       G

In You, I Find My Joy

   Am     Em    F

In You, I Am Fulfilled

   C/G  G        C

In You, Lord, In You

 

Bahasa Indonesia

================

Bait :

Kau Gembalaku, Ku Takkan Takut

Kau Menuntunku, Untuk Kemuliaan-Mu

Walaupun Ku Berjalan Di Lembah Kelam

Ku Takkan Takut, S’bab Kau Sertaku

 

Reff :

Dalam-Mu, Damai Ku Dapat

Dalam-Mu, Sukacitaku

Dalam-Mu, Aku Penuh

Dalam-Mu, Yesusku

 

“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan

Sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti

Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah

Sekalipun gunung – gunung goncang di dalam laut”

Mazmur  46 : 2 - 3

 

 

GOD Bless You

(ArBer)Menjual iman

 


Menjual iman

 

Bukan hanya Yesus secara fisik yang “terjual” ketika Yudas menyerahkan- Nya kepada para pemika agama serta orang Farisi, akan tetapi ada pula yang ikut terjual.  secara fisik memang Yesuslah yang ditukar dengan tiga puluh keping uang perak, namun juga ikatan emosi, segala momen indah bersama Yesus dan juga iman yang menyakini Yesus sebagai Mesias.

Menerima uang dari para pemuka agama menandakan Yudas rela “melepaskan” segala hubungan emosi bukan hanya dengan Yesus akan tetapi dengan segala murid – murid lainnya.  Ia sadar pasti akan disebut penghianat, dan berarti juga ia akan menyangkali imannya sendiri yang awalnya memang melayani oleh karena percaya sepenuhnya kepada Yesus sebagai Rabi, Nabi dan juga adalah Anak Allah.

Apa yang Yudas pertarhkan demi menerima puluhan keping perak tersebut(sebenarnya tidaklah seberapa) terkadang juga terjadi dalam kehidupan kita.  Kita mudah sekali menukar iman kita dengan hal – hal sepele seperti kenikmatan kedagingan, kesombongan diri atau bahkan oleh kekuatiran sesaat.  Kita baru sadar setelah konsekuensinya muncul akibat kecerobohan kita yang “menjual” iman kita dengan harga murah!  Jadi sadarilah bahwa Tuhan Yesus telah mengampuni kita dengan harga yang sangat mahal, dan tidak mungkin bisa kita tukarkan segala pengorbanan – Nya dengan apapun di dalam dunia ini!

Jikalau memang iman kita kepada Yesus Kritus adalah iman yang murni serta sejati, maka tidak mungkin kita bersedia menjualnya?

 

“Ia berkata : apa yang hendak kamu berikan kepadaku,

Supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?

Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya”

Matius 26 : 15

 

God Bless You

Thursday, February 26, 2026

(ArBer)Mau menjadi residivis?

 


Mau menjadi residivis?

 

Istilah residivis dikenakan kepada mereka yang “kelaur masuk” penjara.  Keluar masuk dalam arti sesungguhnya yaitu mereka yang telah menjadi nara pidana dan kemudian dibebaskan serta lalu masuk lagi oleh karena kasus pidana tertentu lagi.  Jadi intinya mereka sama sekali tidak kapok dan bertobat dan malah kerap melakukan pelanggaran hukum secara berulang.

Setiap orang juga pernah berbuat dosa, namun pertanyaanya adalah apakah setelah bertobat, ia kembali melakukan dosa yang sama lagi?  Tuhan memang mengampuni dosa kita, namun bukan berarti kita boleh kerap melakukannya lagi.  Bayangkanlah jikalau hukuman dari dosa adalah maut atau kematian langsung, mungkin tidak ada kesempatan bagi kita untuk berbuat dosa lagi dan juga bertobat.

Nyatanya Tuhan sabar dan tidak langsung menghukum umat manusia, malahan menembus dosa umat manusia.  Meskipun dosa kerap dilakukan lagi, bukan berarti Tuhan “diam” saja.  Ia nyatanya hanya sabar kepada kita semua, agar kita sadar dan bertobat, sebelum kedatangan- Nya yuntuk menghakimi umat manusia.  Jadi intinya adalah jangan menyia – nyiakan kesabaran Tuhan, dan segeralah bertobat dan jangan lakukan dosa lagi, agar jiwamu selamat!

Janganlah kita menjadi sama seperti residivis yang senang terus menerus dihukum, bahkan sampai berkali – kali!

 

“Anggaplah kesabaran Tuhan kita

Sebagai kesempatan bagimu

Untuk beroleh selamat

...............................................”

1 Petrus 3 : 15

 

God Bless You

Wednesday, February 25, 2026

(ArBer)Negeri ini membutuhkan kita! setidaknya doa kita!

 


Negeri ini membutuhkan kita! setidaknya doa kita!

 

Sebuah berita viral tentang penerima bea siswa untuk belajar ke luar negeri, yang tampaknya lebih bahagia berada di sana menyadarkan banyak pihak bahwa jiwa nasionalisme bangsa ini masih harus diperkuat.  Fakta mengatakan bahwa banyak orang yang sudah berhasil di luar negeri, entah dalam karir maupun pendidikan lebih senang untuk hidup di tempat mereka berada dan enggan untuk kembali.

Ada saja alasan yang diutarakan berkaitan dengan keburukan bangsa ini, sehingga mereka yang sudah berada di negeri asing kemudian memutuskan untuk malas kembali.  Bahkan mereka yang dibiayai negarapun menyatakan kettidak senangannya akan bangsa ini dan malahan menyukai berdomisili di negeri asing.  Lalu apakah kita sebabagai orang percaya juga membenarkan hal tersebut?

Daniel pernah di bawa ke dalam pembuangan di negeri Babel, namun demikian sikapnya tetap konsisten dan sama, yaitu berdoa untuk bangsanya.  Menariknya adalah bangsa Israel sudah hancur oleh karena kalah perang dan bahkan bangsa tersebut harus dijadikan budak, namun Daniel tetap berdoa agar Tuhan menagmpuni dosa bangsa Israel.  Lalu adakah kita mendoakan nengeri kita seperti Daniel? Atau malahan kita juga ikut meghujat keburukan negeri ini dan pergi ke negeri asing?

Sebenarnya tidak ada larangan bagi setiap orang untuk memilih domosili di mana saja, namun janganlah merendahkan bangsa tempat kelahiran kita! alangkah baik doakanlah negeri dimana kita dilahirkan!

 

“Sementara aku berbicara dan berdoa

Dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel

Dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku

Permohonanku bagi gunung kudus Allahku”

Daniel  9 : 20

 

God Bless You