Friday, October 23, 2026

(ArBer)Mengaku bisa terbang

 


Mengaku bisa terbang

 

Gambar di atas adalah seorang tokoh agama Hindu berusia 49 tahun.  Ia mengajak sejumlah pengikutnya berkumpul di puncak sebuah gunung di Andhra Pradesh, India. Pria mengaku telah memperoleh anugerah dari dewa yang diyakininya sehingga mampu terbang di udara.Setelah memimpin ritual pemujaan terhadap sosok yang disebut “Jamba Malaya”, dan lalu berusaha membuktikan ucapannya. Ia melangkah menuju tepi jurang dengan penuh keyakinan, namun bukannya terbang ataupun melayang, ia justru kehilangan pijakan serta terjatuh dari ketinggian dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Dewasa ini banyak tokoh terkemuka yang tampil layaknya “juruselamat” ataupun “nabi” yang datang ke dalam dunia.  Mereka berusaha menarik panyak oengikut dengan berbagai pemahaman serta “atraksi” spektakuler untuk membuktikan diri.  Ada yang mengaku dapat terbang, menerjemahkan mimpi, menyembuhkan sampai dengan melihat masa depan, entah benar ataupun tidak yang jelas mereka berhasil menarik banyak simpatisan serta pengikut.

Mereka yang datang serta mengaku “mesias” memang sudah dirmalkan dalam firman Tuhan oleh Yesus Kristus sendiri.  Bagi kita yang hanya beriman kepada perbuatan – perbuatan serta mukjizat Yesus kala itu mungkin akan mudah saya percaya jikalau ada tokoh yang juga mampu melakukannya.  Sebaliknya bagi orang percaya yang beriman kepada Yesus Kristus dalam kasih serta ajaran kebenaran- Nya, pastilah akan tetap setia dan tidak terpengaruh oleh berbagai mukjizat spektakurel dari para mesias atau nabi palsu tersebut!

Roh yang ada di dalam hati orang percaya, merupakan satu – satunya yang mampu menghindarkan kita dari para penyesat! Jadi andalkan dan dengarkanlah suara Roh kudus itu!

 

“Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka:

Waspadalah supaya jangan orang menyesatkan kamu!

Akan datang banyak orang memakai nama- Ku dan berkata

Akulah dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang”

Markus 13 : 5 - 6

 

God Bless You

Thursday, October 22, 2026

(LaBer)Goyang Sukacita (Rachel Mutiara)

 

 


Goyang Sukacita (Rachel Mutiara)

Penulis: Asen Setiawan

 

Bait :

        C#m             F#m

Walau Badai Datang Menerpa

      B             E  G#

Hati Ini Tetap Percaya

        C#m            F#m

Yesus Baik Sungguh Terasa

         G#            C#m

Penolong Kita Yang Setia

 

Reff :

      C#m

Ayo Goyang Puji Tuhan

        F#m

Buang Sedih Dan Beban

      B

Haleluya Kita Serukan

        E            G#

Kasih Yesus Beri Harapan

 

      C#m

Ayo Goyang Jangan Bimbang

        F#m

Tuhan Yesus Paling Sayang

         B

Hidup Pasti Jadi Tenang

        G#          C#m

Iblis Lewat, Kita Menang

 

 

 

“Dan, Ia Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita

Yang dalam kasih karunia- Nya telah mengasihi kita dan yang

Telah menganugerahkan penghiburan abai dan pengharapan baik

Kepada kita, kiranya menghibur dan menguatkan hatimu

Dalam pekerjaan dan perkataan yang baik”

 2 Tesalonika 2 : 16-17

 

 

GOD Bless You

 

 

 

(ArBer)TUHAN tahu semuanya

 


TUHAN tahu semuanya

 

Rambut keriting dan megar seperti wanita pada foto di atas sangatlah indah dipandang mata, namun siapakah yang dapat mengetahui ataupun menghitung berapa helai rambut yang tumbuh pada kepala wanita di atas itu?

Dunia ini memang sedang tidak baik – baik saja.  Bencana terjadi dimana – mana, bahkan peperangan pun terjadi berbagai belahan dunia.  Belum lagi penyebaran virus penyakit baru ataupun permasalahan perekonomian dunia yang kerap melemah.  Jadi rasa kuatir sebenarnya wajar saja terjadi dalam hati serta pikiran kita

Kabar baiknya adalah bahwa Alkitab mencata dengan jelas bahwa rambut di kepala kita terhitung semuanya.  Pernyataan tersebut keluar langsung dari mulut Yesus Kristus, jadi dengan demikian tak perlulah kita kuatir.  Tuhan Allah tentu menjaga umat- Nya yang tetap setia memegang firman- Nya dalam situasi atau kondisi apapun juga.  Jadi di tengah ketidak pastiaan dunia ini, bagian kita bukanlah kuatir, melainkan makin mendekatkan diri lagi dengan Tuhan Allah yang maha pengasih!  Tetaplah berusaha dan jangan pernah melupakan doa serta permohonan kita kepada Tuhan Allah!,

Jikalau yang paling sulit seperti mengetahui berepa helai rambut kepala kita saja Tuhan tahu, lalu mungkingkah masa depan kita tidak diketahui- Nya?jadi janganlah takut!

 

“Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya

Karena itu jangan takut

...............................................”

Lukas 12 : 7

 

God Bless You

Wednesday, October 21, 2026

(ArBer) Pejabat yang sembarangan berbicara

 


Pejabat yang sembarangan berbicara

 

Entah apa yang terjadi dengan pimpinan negeri ini.  Mereka selalu mengubar kata – kata yang kesannya menipu rakyatnya sendiri.  Mereka tidak ingin fakta lapangan banyak diketahui masyarakat luas, namun demikian mereka juga menolak fakta yang dipaparkan masyarakat dengan berbagai alasan.

Ketika bencana terjadi di enegri ini, banyak pejabat tinggi yang malahan menyebut bahwa bencana tersebut dibesar – besarkan media sosial.  Ada lagi yang mengtakan bahwa jangan terlalu percaya dnegan perkembangan serta informasi media sosial.  Intinya mereka berusaha “menipu” dengan mengatakan keadaan terkendali dan baik – baik saja, namun padahal keadaan serta fakta dilapangan malahan terjadi sebaliknya.

Pintar berorasi dan berpidato belum tentu menjamin isinya sesuai dengan kenyataan.  Banyak mereka yang pandai berpidatao malahan memutar balikkan fakta.  Sungguh alangkah jahatnya para pejabat, jikalau terus menerus hanya menyerukan keadaan yang terkendali padahal nyatanya tidak.  Bagi kita semua juga berlaku hal yang sama, yaitu janganlah kepandaian mengolah kata kita tidak diikuti hati nurani yang bersih dan benar.  Janganlah sampai kita juga sama seprti pejabat – pejabat tersebut yang kerap mengucapkan sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi lapangan!

Jikalau kita belum mengetahui keadaan ataupun fakta sebenarnya, janganlah sembarangan bibirmu sembarangan berkata – kata yang jahat!

 

“Jagalah lidahmu terhadap yang jahat

Dan bibirmu terhadap ucapan – ucapan menipu”

Mazmur 34 : 14

 

God Bless You

Tuesday, October 20, 2026

(ArBer)Kemana pemberhentian berikutnya?

 


Kemana pemberhentian berikutnya?

 

Dalam setiap perjalanan di dalam sebuah kereta pada umumnya akan diberitahukan informasi tentang pemberhentian berikutnya.  Informasi tersebut bertujuan agar para penumpang bisa segera mempersipkan diri sesuai dengan tujuan mereka masing – masing.  Jadi kejadian pada gambar di atas, dimana tikak ada info akan pemberhentian berikutnya tentu tidaklah mungkin terjadi.

Orang percaya juga harus mengetahui tujuan dari imannya.  Semakin seseorang mempunyai visi yang kuat akan tujuan akhirnya, maka dalam mengerjakan misi - misinya mereka akan semakin bersemangat.  Jadi apakah tujuan dari iman kita kepada Kristus? Sudahkan kita mengetahui akhir dari “pemberhentian” perjalanan iman kita?

Tujuan dari perjalanan iman tentulah keselamatan jiwa, dimana kita dapat berkumpul kembali dengan Yesus Kristus di dalam kerajaan- Nya.  Dengan mengetahui akhir dari “pemberhentian” kita, maka sebenarnya tidak ada alasan lagi bagi kita untuk setia dan taat selalu kepada kebenaran firman Tuhan!  Jadi hiduplah dengan penuh pengharapan akan pemberhentian iman kita ! dan sambil menunggu saat itu, kita tetap harus berusaha hidup sesuai dengan kehendak- Nya serta hidup menghasilkan buah Roh yang seperti dikehendaki- Nya!

Tanpa mengetahui tujuan dari iman kita, maka iman kita akan mudah menjadi lemah dan bahkan hilamng sama sekali!

 

“Karena kamu telah mencapai tujuan imanmu

Yaitu keselamatan jiwamu”

1 Petrus 1 : 9

 

God Bless You

(LaBer)Grace Greater Than Our Sin

 

 


Grace Greater Than Our Sin

Words: Julia H. Johnston; Music: Daniel B. Towner


Key: G

 

 G          D   Em  D   G

Marvelous grace of our loving Lord,


  D                     G

grace that exceeds our sin and our guilt!


  G        D Em D    G   D/F# Em

Yonder on Calvary's mount outpoured,


C6          G/B   Am  G/B  C6 G/D   D    G

there where the blood  of the Lamb was spilt

 

REFF:

  G           C/G     G

Grace, grace, God's grace


  D                          G     C/G G

grace that will pardon and cleanse within;


  G           C/G     G

Grace, grace, God's grace,


 C6        G/B Am G/B  C6  G/D  D   G

grace that is greater than all our sin!

 

Marvelous, infinite, matchless grace,

freely bestowed on all who believe!

All who are longing to see His face,

will you this moment his grace receive?

 

“The law was brought in so that the trespass might increase.

But where sin increased, grace increased all the more”

 Romans 5 : 20

 

 

GOD Bless You

 

 

 

Monday, October 19, 2026

(ArBer)Duri - duri duniawi

 


Duri - duri duniawi

 

Perumpamaan tentang benih yang disebar diantara tumbuhan berduri agaknya relate dengan kerohanian orang – orang percaya saat ini.  Ketika firman Tuhan diberitakan, banyak orang percaya menerimanya, namun kemudian tidak bertumbuh, oleh akrena himpitan “duri” tawaran serta kekuatiran di dalam dunia ini.

Keadaan ekonomi, perubahan budaya serta perkembangan ilmu teknologi bisa jadi adalah hal yang menjadi “duri” ketika iman kita hendak bertumbuh.  Semakin hari, keadaan dalam dunia ini semakin menemui keyidak pastiian.  Bukan hanya itu saja, banyak hal lain yang harus terus menerus di”update” agar tidak ketinggalan jaman.  Jadi intinya orang percaya akhirnya kehilangan waktu serta keinginan mendalami firman Tuhan.

Tidak sulit untuk terbebas dari berbagai “duri” tawaran di dalam dunia ini hanya saja diperlukan konsekuensi nyata.  Ketika kita fokus kepada kebenaran firman Tuhan, janganlah kita mudah menjadi lelah dan kemudian berpaling lagi kepada hal – hal duniawi.  Sekali saja kita berpaling kepada kekuatiran ataupun berbagai tawaran dunia ini, maka iman kita akan “tertusuk” hal – hal fana.  Jikalau sduah demikian, maka sudah pasti firman Tuhan yang masuk melalui pendengaran kita akan sulit bertumbuh ataupun bahkan berbuah! 

Agar terbebas dari berbagai duri dunia ini, janganlah berada dalam lingkaran tanaman duri tersebut!

 

“Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang

Telah emndengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya

Mereka terhimpit oleh kekuatiran dan ekkayaan dan kenikmatan hidup

Sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang”

Lukas 8 : 14

 

God Bless You