Fokus kepada rumput sendiri saja!
Apakah
benar patokan ataupun ukuran keberhasilan ataupun kebahagian kita tergantung
dari tetangga kita? Jikalau benar bisa –
bisa bukannya kita berusaha lebih baik lagi dibandingkan tetangga kita, bisa jadi
malahan kita merasa iri berlebihan sehingga ingin memiliki semua yang tetangga
kita miliki.
Sebanrnya
tidak masalah jikalau “rumput” tetangga berwarna apapun, mau berwarna hijau,
lebih hijau gelap ataupun warna kuning sekalipun, tetap saja kita harus
bersyukur atas “rumput” milik kita sendiri.
Bahkan sekalipun “rumput” pekarangan kita berwarna coklat ataupun hitam,
tetap saja itu semua kepunyaan kita sendiri.
Jadi apapun yang merupakan hasil kita sendiri lebih baik dari kepunyaan
tetangga.
Hukum
Taurat yang Tuhan berikan melalui Musa kepada bangsa Israel juga memuat hal
yang melarang setiap orang membandingkan diri dengan orang lain, sebab dengan
demikian akan timbul iri hati yang menyebabkan dosa lebih besar yaitu ingin
memiliki secara paksa apa yang merupkan milik orang lain. Hukum tersebut masih relevan sampai dengan
saat ini, sebab kita terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, yang
akhirnya menimbulkan iri hati dan dosa lainnya! Jadi berhentilah “mengintip”
rumput tetangga kita, sebab ujung- ujungnya menimbulkan banyak dosa!
Semakin
kita fokus akan rumput rumah kita sendiri, maka kita tidak akan punya waktu menoleh
kepada rumput tetangga kita!
“Jangan mengingini
rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya
Atau hambanya
laki-laki, atau hambanya perempuan,
Atau lembunya atau
keledainya,
Atau apapun yang
dipunyai sesamamu”
Kejadian
20 : 17
God Bless You






