Mengandalkan kekayaan
Dialog
dalaqma sebuah film layar lebar bertema superheroes
itu ada benarnya juga jikala diikur dengan ukuran duniawi ini. Siapa yang kaya sama saja dengan mempunyai
kekuatan super yang tentunya mampu melakukan banyak hal yang tidak bisa
dilakukan sembarangan orang.
Menjadi
kaya adalah baik adanya, apalagi segala kekayaan ataupun titipan harta dari
Tuhan tersebut dipergunakan untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang yang
membutuhkan. Menjadi kaya tidak
dilarang, namun mengandalkan kekayaan, lalu kemudian menjadi sombong, itulah
tantangan yang sangat sulit dihindari banyak orang, termasuk juga orang percaya.
Mengandalkan
kekayaan hanya akan membuat seseorang merasa sombong. Dampak paling buruknya bukan hanya sombong di
hadapan sesama, namun juga di hadapan Tuhan.
Jikalau manusia sudah terlalu mengandalkan kekayaanya, maka Tuhan sudah
tidak akan pernah diandalkan lagi. Jadi
jadilah kaya namun jangan pernah mengandalkan kekayaan.
Kekayaan tidaklah abadi, sebanyak apapun ada waktunya akan habis, hanya mengandalkan Tuhanlah ada
kebahagian abadi.
“Peringatkanlah
kepada orang – orang kaya di dunia ini agar
Mereka jangan tinggi
hati dan jangan berharap
Pada sesuatu yang tak
tentu seperti kekayaan, melainkan pada
Allah yang dalam kekayaan-
Nya memberikan kepada kita
Segala sesuatu untuk
dinikmati”
1 Timotius 6 : 17
God Bless You






