Thursday, April 9, 2026

(ArBer)Agar tidak menjadi anak manja!

 


Agar tidak menjadi anak manja!

 

Semua anak senang dimanja oleh orang tuanya.  Dimanja dalam waktu yang berkepanjangan sebarnya tidaklah bagus, sebab anak – anak akan semakin sulit bertanggung jawab, jadi ada baiknya anak juga harus disesah jikalau perlu!

Tuhan juga memperlakukan semua umat-Nya dengan selayaknya dan tidak untuk memanjakannya.  Pergumulan hidup adalah salah satu metode Tuhan agar menguatkan ke – imanan ornag percaya.  Pada momen melewati pergumulan hidup itulah, maka akan terlihat iman yang sebenarnya terhadap Tuhan Allah.

Intinya kita janganlah menjadi marah apabila memang Tuhan ijinkan mengalami pergmulan hidup.  Pergumulan hiduplah yang sebenarnya akan memurnikan iman kita yang nantinya akan membuahkan ketekunan akan firman Tuhan.  Jadi siapa yang mengaku sebagai anak – anak Tuhan sudah pasti akan mengalami sesahan dari Tuhan allah Bapa kita, dan yang jelas sifat dari sesahan tersebut bukanlah untuk menambah derita namun untuk menunjukkan kasih setia- Nya dalam kehidupan kita!

Percayalah apapun perlaukan Tuhan terhadap anak – anak- Nya, selalu didasari dan demi kasih setia- Nya!

 

“Karena TUHAN menghajar orang yang dikasihi- Nya

Dan Ia menyesah orang

Yang diakui- Nya sebagai anak”

Ibrani 12 : 6

 

God Bless You

Wednesday, April 8, 2026

(ArBer)Ada kesusahan di tengah kelimpahan

 


Ada kesusahan di tengah kelimpahan

 

Orang terkaya di dunia kartun ini selalu teliti akan semua koin emasnya.  Dia selalu menjaga hartanya dengan berbagai cara bahkan menjaga secara langsung di di dalam lumbung temat hartanya berada.  Rasa kuatir akan kehilangan satu koin emasnya selalu ada, oleh karena itu ia selalu menjagan semuanya sendiri.

Orang fasik dikatakan sebagai orang yang bodoh juga, oleh karena bertindak hanya beradasarkann narulinya saja.  Mereka kerap mempertahankan apayang sifatnya sementara seperti harta benda ataupun kedudukan, namun mengorbankan apa yang sifatnya abadi seperti keselamatan jiwa, setelah kematian.  Apakah kita juga termasuk orang fasik yang mati – matian mempertahankan harta duniawi kita?

Orang lain mungkin akan merasa iri melihat orang yang berharta berlimpah hidup dalam kemewahan, namun kita sebagai orang percaya janganlah bersikap seperti itu.  Kemewahan mereka bukan berarti tanpa pengorbanan yang setimpal, bahkan  bisa jadi mereka akan mengalami pergumulan serta kesusahan yang lebih lagi dibandingkan orang benar.  Tidak ada salahnya menjadi orang yang berlimpah harta, namun jangan menjadi fasik dan bodoh ketika berlimpah harta! Tetaplah beriman dan mempercayakan harta kita kepada Tuhan Allah, dan bukan sepenuhnya kita “genggam” sendiri!

Harta benda adalah Anugerah Tuhan Allah, jadi serahkanlah semuanya dalam kendali tangan Tuhan Allah! Dan bukan kendali tangan sendiri!

 

“Dalam kemewahan yang berlimpah – limpah

Ia penuh kuatir;

Ia ditimpa kesusahan dengan sangat dahsyat”

Ayub 20 : 22

 

God Bless You

Tuesday, April 7, 2026

(PuBer)Teman yang tetap di sisiku

 


Teman yang tetap di sisiku

 

Sedih ini ditampung siapa?

Sedangkan tawa terbagi rata

Di mana sahabat setia

Sudah hilang kata bersama

 

Temanku datang menepuk punggung

Tetap diam dan ikut termenung

Jangan sampai engkau menghilang

Hanya satu yang bisa dipegang

 

Sahabatku menjadi saudara asli

Kesukaran tak ku takut lagi

Kasih sahabat membahagiakan hati

Siapa siap menjadi sahabat sejati?

 

Engkau tidak sendirian Tuhan besertamu!

Engkau tidak sendirian Tuhan mengirimkan sahabatmu!

 

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu

Dan menjadi seorang saudara

Dalam kesukaran”

Amsal 17 : 17

God Bless You

Monday, April 6, 2026

(ArBer)Berubah pola prilaku

 


Berubah pola prilaku

 

Semakin berkembangnya teknologi, maka akan terjadi perubahan pola prilaku.  Perubahan pola prilaku bukanlah sesuatu yang perlu kita hindari, namun waspadalah selalu, sebab ada saja perubahan prilaku oleh karena perkembangan teknologi yang membuat umat manusia sudah kehilangan rasa kemausiaanya.

Gambar di atas adalah contoh sederhana yang memang kini lazim terlihat di dalam sebuah keluarga.  Momen makan bersama yang biasanya dimulai dengan doa bersama, akhirnya mulai banyak ditinggalkan.  Perkembangan teknologi membuat semua orang lebih mudah berinteraksi dengan alat – alat berteknologi dibandingkan dengan sesama manusia.

Mengerti teknologi dan fasih menggunakannya bukanlah sesuatu yang buruk dan berdosa, hanya saja jikalau tidak didasari dengan pengenalan akan Allah yang sejati, bisa jadi kemampuan tersebut malahan mendatangkan celaka.  Contoh sederhananya adalah bahwa kasih yang sejati adalah harus dirasakan dan dialirkan secara komunitas secara nyata baik fisik dan juga psikis.  Lalu jikalau semua berkumpul secara fisik di meja makan, namun psikis dan pikirannya berada di “gengaman” masing – masing masih tercerminkah kasih Allah?

Menikuti perubahan jaman adalah keharusan! namun juga wajib didasari dengan pengenalan yang semakin mendalam akan kebenaran serta kehendak Tuhan!

 

“Janganlah kamu berubah menjadi serupa dengan dunai ini

Tetapi berubalah oleh pembaharuan budimu,

Sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah

Apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”

Roma 12 : 2

 

God Bless You

Sunday, April 5, 2026

(LaBer)Dia bangkit

 


Dia bangkit

GSJS Worship

 

    Bb

Dengan imanku

                  Eb

Kumau nyatakan Engkau

          Gm                 Eb

Sebagai Tuhan dan Jurus'lamatku

           Bb                 Eb

Dengan imanku ku percaya padaMu

            Gm                Eb

Engkaulah Yesus Tuhan dan Rajaku.

 

[Pre-Chorus]

        Dm

Surga bumi pun nyatakan

    Eb           F           Eb  F

kebesaranMu oh Tuhan di hidupku.

 

[Chorus]

    Bb

Dia bangkit aku hidup

    Eb

Dia bangkit s'lamatkanku

    Gm

Dia bangkit dan berkuasa

    Eb      F

haleluya ku nyatakan

    Bb

Dia bangkit bebaskanku

    Ab

Dia bangkit pulihkanku

    Gm7               Gm

Dia bangkit tuk selamanya

    Eb          F       Bb

haleluya terpujilah namaNya.

 

“Dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan- Nya

Dari antara orang mati, gahwa Ia adalah Anak Allah

Yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita”

Roma  1 : 4

 

 

GOD Bless You

 

 

 

Wednesday, April 1, 2026

(LaBer)Kupercaya di Bukit Kalvari

 


Kupercaya di Bukit Kalvari 

(KPPK 155)



Key : G

 

VERSE 1

    G         C       G

Manusia bagai musafir dalam dunia,

      Am       D          G

tiada suatu tempat yang tetap;

        C      Cm    G/B    G

meski nama dan kekayaan kuburu,

     Am      D      G    G7

tak akan aku perolehnya.

 

CHORUS

     C                G  

Kupercaya di bukit Kalvari,

     Am   A       D

di situ Tuhan disalib.

     G        B      C        A

Hidupku serta dunia akan berlalu,

      Am          D         G

'ku tetap sandar 'kan salib-Nya.

 

VERSE 2

Kupercaya Kristus mati bagi dunia,

dan dapat mengubah hidupku;

kar'na Dia merubahku, b'ri hidup baru,

kini 'ku mau dekat salib-Nya.

 

VERSE 3

Kupercaya hidup tak dapat kuterka,

suatu hari s'mua 'kan berhenti;

dengan iman 'ku pasti menang 'kan maut,

di sorga tinggal bersama-Nya.

 

“Sambil memikul salib- Nya Ia pergi ke luar

Ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak

Dalam bahasa Ibrani : Gologota

Dan di situ Ia disalibkan dengan Dia Disalibkan juga

Dua orang lain, sebelah – menyebelah,

Yesus di tengah - tengah”

Yohanes  19 : 17 - 18

 

 

GOD Bless You

 

 

 

(ArBer)Perbedaan Yesus dan Pilatus

 


Perbedaan Yesus dan Pilatus

 

Yesus memberikan sebuah contoh yang luar biasa ketika mau merendahkan diri untuk mencuci kaki para murid- Nya.  Semua murid terkejut dan tidak memnegrti maksud Yesus, meskipun Yesus sudah mencoba menjelaskannya.  Yesus ingin mereka saling melayani, bertanggung jawab dan tidak tinggi hati.

Uniknya Pilatus juga memnunjukkan sebuah perbuatan unik, yaitu dengan memcuci tangannya di hadapan banyak orang.  Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa pemimpin tinggi yang berhak memutuskan namun tidak mau bertanggung jawab.  Berbeda dengan Yesus yang mau merendahkan diri bahkan sebelum ahri kematian- Nya, Pilatus malah mencuci tangan demi nama menjaga nama baik serta kedudukannya.

Lalu diantara ke dua contoh di atas yang manakah yang kita lakukan saat ini? Apakah kita mau merendahkan diri dan mengikuti teladan Kristus yang taat sampai dengan kayu salib? Atau kita mau mempertahankan apapun yang kita miliki saat ini dan mengesampinkan kebenaran ajaran Kristus dalam hidup kita?Menjelang Jumat Agung dan penyaliban Yesus Kristus, adakah iman kita tergoncang dan bertobat? Adakah komitmen untuk setia melayani dengan rendah hati terhadap sesama?

Ketika anda mengetahui suatu kebenaran akan ajaran Kristus, namun berpaling dari ajaran- Nya, maka anda sudah dengan menyia – nyiakan kematian- Nya di kayu salib!

 

“Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia,

Malah sudah mulai menimbulkan kekacauan

Ia mengambil air dan membasuh tanganya

Di hadapan orang banyak

...................................................”

Matius 27 : 24

 

God Bless You