Seperti hewan yang harus ditarik - tarik
Beberapa
binatang memang harus ditarik agar mau mengikuti kehendak kita. Sifat dasar dari mereka adalah bertahan
hidup, dan bisa jadi manusia dianggap sebagai ancaman sehingga binatang
tersebut harus dikendalikan menggunakan kekang atau apa saja yang membuat mereka
bisa mengikuti kehendak kita.
Anehnya
kita manusia juga terkadang memiliki sifat keras kepala seperti itu. Celakanya kita menantang dan tidak mau
menurut bukan kepada manusia melainkan kepada Tuhan Allah pencipta hidup kita
sendiri. Kita menolak segala kehendak
serta ajaran- Nya, dan bahkan membutuhkan “tali kekang” agar bisa mengikuti
kehendak Tuhan.
Tuhan
tidak mungkin mengarahkan kita menuju jalan kebinasaan, sebaliknya Tuhan pasti
senantiasa menuntun kita ke jalan kehidupan.
Ironisnya adalah, kita yang tidak mau dituntun- Nya serta kerap
meninginkan jalan kita sendiri. Meskipun
terkadang Tuhan sudah menghunakan “tali kekang” kita juga masih bertahan atas
kehendak kita dan tidak mau ditarik- Nya menuju jalan yang benar. Jadi sudahkah kita menyadari persamaan kita
dengan hewan – hewan yang kerap dikendalikan tali kekang? Maukah kita merubah sifat
dan karakter keras kepala kita?
Tuhan
selalu ingin menuntun umat- Nya ke jalan kebenaran dan hidup, hanya saja tidak
semua umat- Nya mau dituntun- Nya! Apakah kita termasuk yang menolak dituntun-
Nya?
“Janganlah seperti
kuda atau bagal yang tidak berakal
Yang kegarangannya
harus dikendalikan dengan tali les dan kekang
Kalau tidak, ia tidak
akan mendekati engkau”
Mazmur 32 : 9
God Bless You






