Mengapa
saya mengalami semua ini?, mengapa Tuhan tidak emndengarkan doaku? Mengapa
pergumulan ini tak kunjung usai? Itulah kira – kira kalimat yang keluar dari
mulut kita, ketika menghadapi pergumulan yang berat dalam hidup ini, benar
begitu?
Berbeda
dengan itu, kitab Ratapan yang memuat segala ratapan menyedihkan malahan
mencatat betapa penulis ratapan sadara akan penyebab dari segala yang
dilamainya juga bangsanya. Ia tahu dia
sendiri dan bangsanyalah yang memebrontak terlebih dahulun kepada Tuhan Allah
yang adalah Maha pengasih. Mereka sadar bahwa
merekalah yang berpaling dari Tuhan dan memilih jalan sendiri, sehingga semua
musibah serta nestapa menimpa mereka.
Adakah
kita juga menyadari terlebih dahulu akan sikap kita dihadapan Tuhan? adakah
kita mengoreksi dan intropeksi diri secara mendalam apakah kita sudah benar di
hadapan- Nya? Atau jangan – jangan kita sibuk menuntut jawaban dari pada Tuhan,
namun kita tidak sadar dan menjalankan apa yang Tuhan tuntut dari hidup kita?
Semakin
kita cepat menyadari segala dosa dan pelanggaran kita semakin cepat cepat juga
kita memperoleh pemulihan, pengampunan serta jawaban atas doa – doa kita kepada
Tuhan Allah!
“TUHANlah yang benar,
karena aku telah memberontak
Terhadap firman- Nya;
dengarlah hai segala bangsa,
Dan lihatlah
kesedihanku ; dara – daraku dan
Taruna – tarunaku pergi
sebagai tawanan”
Ratapan 1 : 18
God Bless You






