Dilarang saling meghakimi, meskipun di dunia maya!
Tidak
jelas pihak mana yang terlebih dahulu memulai “perang virtual” yang jelas kini dunia maya dirmaikan oleh perang
kata – kata kebencian berbua rasis antara negeri gingseng Korea dan negara – negara Asia tenggara. Kedua kubu terur menerus melontarkan cacian,
hinaan,sampai dengan fitnah dan saling menghakimi, yang jelas ke dua kubu
tersebut tidak ada yang mau berdamai.
Meskipun
hanya berupa perang komentar ataupun ujaran kebencian di dunia maya, naumn sama
saja hal tersebut harus dihentikan.
Langsung ataupun tidak langsung dampaknya juga akan menjadi nyata dalam
kehidupan sehari – hari, bahkan perpecahan juga akhirnya merembet terhadap diaspora
– diaspora yang berada pada ke dua kubu tersebut. Akhirnya mereka mendapat perlakuan rasis,
ataupu makian secara nyata, meskipun
kebanyakan dari mereka tidak mengetahui apa penyebabnya.
Kita
sebagai anak – anak terang sebisa mungkin tidak ikut serta dalam mengkomentari
postingan – postingan di dunia maya yang bersifat fitnah, menghina ataupun
menghakimi. Sebisa mungkin kita malahan
harus menjadi penengah dan pembawa damai baik di dunia maya maupun dunia nyata! Apabila kita melihat adalnya pe,anggaran
hukum di dalam bersosial media, maka laporkanlah, dan biarkan regulasi hukum
yang mengaturnya yang memberikan sanksi tegas, dan jangan sekali – kali kita
malahan menjadi hakim sendiri, sebab jikalau itu terjadi maka akan banyak “pengikut”
kita yang bebruat demikian juga dan nantiya akan berujung “perang komentar” di
duni maya.
Ketika
kita difitnah ataupun dihakimi secara sepihak, maka janganlah kita membalas
dengan melakukan hal yang serupa! Sebab nantinya hal tersebut akan terus
berlanjut tanpa penyelesian konkret!
“Saudara – saudaraku,
janganlah kamu saling menfitnah!
Barangsiapa menfitnah
saudaranya atau menghakiminya
Ia mencela hukum dan
menghakiminya; dan jika engkau
Menghakimi humum,
maka engkau bukanlah
Penurut hukum, tetapi
hakimnya”
Yakobus 3 : 11
God Bless You






