Friday, September 18, 2026

(LaBer)Menanti KeajaibanMu

 


Menanti KeajaibanMu 

(Maria Shandi)

 

Bait :

       B   F#/Bb      G#m    B/F#

Kemana Pun   Ku Melangkah

        E           F#          B

Ku Tahu Tuhanku Pun S’lalu Beserta

  D#sus      D#/G     G#m       B/F#

Untuk Memberikan Hari Depan Bagiku

     E     C#m   F#      E/G#  F#/Bb

Yang MengharapkanMu

 

        B    F#/Bb   G#m    F#

Apa Pun Yang   Kulakukan

       E           F#         B

Kutahu Tuhanku Pun Turut Bekerja

  D#           D#/G    G#m       B/F#

Untuk Mendatangkan Kebaikkan Bagiku

     E    F#  B     F#

Yang MengasihiMu

 

Reff :

B    F#/Bb   G#m    F#     E

Saat Ku Menanti   KeajaibanMu

    B/D#     C#m         F#

Kau Selalu Siap ‘Tuk Menolongku

B    F#/Bb  G#m    F#        E

Saat Kulakukan Semua KehendakMu

  B/D#        C#m   F#  B

Mujizat Mu Terjadi  Atasku

 

 

“Perbutan – perbuatan- Nya yang ajaib 

Dijadikan- Nya peringatan

TUHAN itu pengasih dan penyanyang.”

Mazmur  111  : 4

 

 

GOD Bless You

 

 

 

Thursday, September 17, 2026

(ArBer)Mengorbankan tubuh sendiri

 


Mengorbankan tubuh sendiri

 

Belum diketahui dengan jelas apa gambar di atas benar adanya, dimana seorang rela menjual ginjalnya demi sebuah gadget yang baru saja diluncurkan.  Dengan harga yang mahal bisa saja seorang benar – benar menjual organ tubuh demi mendapatkan gadget terbaru dengan teknologi yang kekinian tersebut.

Mungkin kita tidak seperti pria pada gambar di atas yang rela mengorbankan anggota tubuhnya diambil ataupun ditukar dengan barang ataupun benda mati yang kita inginkan, namun kita sering mengorbankan tubuh kita demi sesuatu yang bersifat kepuasan sementara.  Kita kerap habis – habisan memanfaatkan tubuh kita sesuka hati untuk hal – hal duniawi saja, dan kita lupa bahwa sebenarnya tubuh kita bukanlah milik kita lagi, yaitu milik Tuhan !

Bagi orang percaya tubuh kita adalah bait daro Roh Kudus yang sepenuhnya bukan lagi milik sendiri.  Oleh karena itu sungguh apapun yang dimkerjakan ataupun perbuat oleh setiap anggota tubuh ini harus sesuai dengan kehendak Roh Kudus yang bersemayam di dalam tubuh raga ini!  Jadi adakah perbuatan mencerminkan kehendak dari “Tuan” yaitu Roh Kudus yang ada dalam dirimu? Atau bahkan anda merasa tubuh raga ini masih milik dirimu sendiri, sehingga bebas menggunakan untuk kepentingan diri sendiri?

Jangan hanya rela mengorbankan tubuh ini demi hal – hal duniawi! Namun tidak mau berkorban untuk segala hal yang sesuai dengan kehendak Roh Kudus yang diam dalam diri kita!

 

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus

Yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah

Dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”

1 Korintus  6 : 19

 

God Bless You

(LaBer)Kau Hapus Air Mataku

 


Kau Hapus Air Mataku 

(Maria Shandi)

 

Bait :

F                Bb/F

Hanya Tuhan Yang Kuandalkan

Gm             C

Menghadapi Semua

F                 Bb/F

Takkan Pernah Dia Kecewakan

Gm            C

Saat Ku Menyembah

 

F                Bb/F

Pertolongan Yang Dia Sediakan

Gm              C

Tepat Pada Waktunya

F/A           Bb

Kuberseru Dia Lepaskanku

Gm            C

Tempat Harapanku

 

Reff :

    F     C/E      Dm

Dan Ku Berlari PadaMu

F/C        Bb

Gunung Batuku

    F/A       Gm    C

Kau Hapuskan Airmataku

 

  F      C/E          Dm

Tetap Ku Pegang Janji-Mu

F/C        Bb   F/A

Kar'na Kutau Ku Berpegang

  Gm       C      F

Pada Allah Yang Hidup

 

 

“Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya;

Dan Tuhan ALLAH akan menhapus air mata

Dari pada segala muka; dan aib umat- Nya akan dijauhkan- Nya

Dari seluruh bumi sebab TUHAN telah mengatakannya”

Yesaya  25  : 8

 

 

GOD Bless You

 

 

 

Wednesday, September 16, 2026

(PuBer)Mintalah Tuhan menurunkan hujan!

 


Mintalah Tuhan menurunkan hujan!

 

Panas ini, adakah yang lebih parah

Asap tebal menutup arah

Udara panas terasa gerah

Berapa lama lagi tetesan hujan tercurah

 

Panas bumiku sudah tak terkatakan

Tanaman dan hutan menjadi korban

Sungai kering dan kehilangan ikan

Semua mahkluk menantikan hujan

 

Kepada Tuhan kupanjatkan doaku

Hanya Tuhan yang mampu

menurunkan hujan dan mnghilangkan asap debu

melenyakpan panasn dan memberi kesegeran baru

 

Berdoalah dengan sungguh – sungguh demi turunnya hujan!

Percayalah dengan sungguh – sungguh demi Tuhan yang Maha kuasa!

 

“Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi!

TUHANlah yang membuat awan – awan pembawa hujan deras

Dan hujan lebat akan diberikan- Nya kepada mereka

Dan tumbuh – tumbuhan di padang kepada setiap orang”

Zakharia 1 : 10

God Bless You

Tuesday, September 15, 2026

(ArBer)Fokus dahulu kepada diri sendiri saja!

 


Fokus dahulu kepada diri sendiri saja!

 

Tuhan Yesus mengerti akan segala sifat murid – murid- Nya, segala kemampuan serta segala masa depannya juga berada di tangan Tuhan.  Kenyataan itu juga tentunya berlaku bagi kita semua, Tuhan pasti menentukan masa depan yang terbaik bagi hidup kita.  Hanya saja terkadang ada saja rasa ingin tahu kita berlebihan, bukan mengenai kita sendiri akan tetapi mengenai orang lain.

Murid Yesus juga menanyakan tentang masa depan si murid yang paling dikasihi- Nya!  Mereka merasa penasaran oleh karena ada rumor bahwa ia tidak akan mati sempai kedatangan Kristus yang berikutnya.  Kristus kemudian tidak meng “iya” kan ataupun mengatakan “tidak”, Ia hanya memberi pesan bahwa mereka tidak perlu mengurusi yang bukan urusan mereka, dan lebih baik fokus kepada diri sendiri dan mengikuti Dia!

Apa yang dilakukan murid – murid Yeus terjadi juga bukan dengan kita saat ini? Kita lebih sibuk mengurusi urusan orang lain dibandingkan fokus untuk melakukan tuga dan tanggung jawab kita!  Kita tertarik untuk mencari tahu kelebihan dan kekurnagan ornag lain tanpa mau mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri.  Intinya kita “kepo” akan kehidupan orang lain!  Mulai saat ini cobalah belajar untuk membatasi keingin tahuan kita kepada urusan orang lain, namun perbanyaklah fokus kepada diri sendiri dan segala potensi diri! 

Jangan sampai rasa ingin tahu kita kepada orang lain, mengalahkan panggilan Tuhan dalam diri kita!

 

“Jawab Yesus: Jikalau Aku menghendaki

Supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang

Itu bukan urusanmu.

Tetapi engkau : ikutlah Aku”

Yohanes  21 : 22

 

God Bless You

Monday, September 14, 2026

(LaBer)Tak Kita Menyerahkan

 


Tak Kita Menyerahkan

Johann Michael Haydn



Key: D

 

    D            A               D  A

Tak kita menyerahkan kepada musuhnya

  D              A            E   A

pelita yang bersinar di dalam dunia

    D     Bm7    Em   A     D       Bm7   Em  A

Tak boleh Firman Allah yang sungguh dan teguh

  D     D7     G  G#o D/A   A   D

Alkitab yang mulia, diambil seteru

 

Bait 2:

Penyokong orang tua dan orang yang lemah

pemimpin orang muda dan sukacitanya

Senjata perjuangan di p'rang penggodaan

dan bantal perhentian di jam kematian

 

Bait 3:

Yang dapat memecahkan segala hati k'ras

yang mencurahkan hidup di hati yang lemas

yang menyembuhkan luka, mujarab obatnya

yaitu Firman Allah, penih anugerah

 

Bait 4:

Di hati kami, Tuhan, Kau tulis SabdaMu

supaya kami juga setia dan teguh

Kendati gunung goyah, binasa dunia

kekallah Firman Allah selama-lamanya

 

 

“Untuk selama – lamanya, ya TUHAN,

Firman- Mu tetap teguh selamanya”

Mazmur  119  : 89

 

 

GOD Bless You

 

 

 

Sunday, September 13, 2026

(ArBer) Tidak memaksakan diri masuk ke tanah Edom


 

Tidak memaksakan diri masuk ke tanah Edom

 

Bangsa Israel bukannya tidak mengenal bangsa Edom, sebab Edom sejatinya adalah keturunan dari saudara Yakub yaitu Esau.  Ironisnya ketika bangsa tersebut meminta ijin untuk melewati tanah Edom, malahan mereka ditolak mentah – mentah.

Bukannya hanya menolak, tapi bangsa Edom melaui rajanya siap berperang jikalau memang bangsa Israel tetap ingin masuk ke wilayahnya.  Sebenarnya bangsa Israel hanya ingin melewati wilayah Edom tanpa meminta apapun ataupun berlama – lama di negeri itu, namun tetap saja raja Edom tidak mengijinkkanya.  Uniknya reaksi Musa yang terkenal tempramen, malahan tidak menanggapi ataupun berkonfrontasi dengan mereka.  Bangsa Israel hanya menyimpang dari negeri Edom.

Kehidupan ini juga tidak bisa ditebak, sebab aja saja penolakan dari sesama kita, bahkan dari orang teredekat sekalipun.  Lalu bagiamana reaksi kita jikalau kita menghadapi hal seperti itu? Apakah kita akan mendendam, mengutuk atau langsung berkonfrontasi? Sebagai anak Tuhan, belajarlah untuk bersabar dan tetap mengandalkan Tuhan, janganlah mengandalkan emosi diri!  Sedapat mungkin utamakanlah perdamaian dan serahkanlah segala halnya ke dalam Tuhan, dan biarlah kehendak- Nya yang jadi!  

Janganlah memaksakan kehendak kita atas sesama! jikalau tidak bisa atau tidak diperkenankan sesama kita, maka janganlah lakukan!

 

“Ketika Edom tidak mau mengizinkan orang Israel

Lalu dari daerahnya, maka orang Israel

Menyimpang meninggalkanya”

Bilangan  20 : 21

 

God Bless You