Berperanglah dengan puji - pujian kepada Tuhan!
Raja
Yosafat mengalami kengerian luar biasa ketika mereka hendak diserang oleh bani
Amon dan juga Moab. Ditengah ketakutan
itu Tuhan berfirman kepada bangsa Yehuda bahwasannya mereka tidak perlu gentar
dan takut, oleh karena Tuhanlah yang akan berperang mewakili mereka. Meskipun demikian bangsa Yehuda tetap
menghadapi musuh, yaitu dengan puji – pujian.
Orang
Lewi memimpin puji – pujian yang diikuti oleh segenap tengara dan bangsa Yehuda
dengan sorak – sorai nyaring. Mereka
tahu Tuhan Allah akan menepati janjinya untuk berperang demi mereka, namun
mereka tidak diam dan pasif, melainkan aktif menyanyikan puji – pujian dengan
ucapan syukur.
Berkaca
dari pengalaman bangsa Yehuda, kira – kira sudah berapa kalikah? Tuhan “berperang”
untuk kita? Apakah kita menunggu dengan diam saja tanpa melakukan apapun? Atau kita
malahan terus menerus berdoa sambil bersyukur dan memuji nama Tuhan? Jadi apapun “peperangan” yang kita hadapi
saat ini, janganlah gentar namun serahkanlah semua ke dalam tangan Tuhan yang kuat!
Bagian kita adalah mengucap syukur dengan dengan segenap hati kita dalam puji –
pujian!
Puji
– pujian yang tulus bisa jadi adalah sumber kemenangan utama dalam peprangan
rohani kita! Sudahkah hari ini kita memuji nama- Nya?
“Kemudian orang Lewai
dari bani Kehat dan bani Korah
Bangkit berdiri untuk
menyanyikan puji – pujian bagi TUHAN
Allah Israel, dengan
suara yang sangat nyaring”
2 Tawarikh 20 : 19
God Bless You






