Wednesday, April 1, 2026

(LaBer)Kupercaya di Bukit Kalvari

 


Kupercaya di Bukit Kalvari 

(KPPK 155)



Key : G

 

VERSE 1

    G         C       G

Manusia bagai musafir dalam dunia,

      Am       D          G

tiada suatu tempat yang tetap;

        C      Cm    G/B    G

meski nama dan kekayaan kuburu,

     Am      D      G    G7

tak akan aku perolehnya.

 

CHORUS

     C                G  

Kupercaya di bukit Kalvari,

     Am   A       D

di situ Tuhan disalib.

     G        B      C        A

Hidupku serta dunia akan berlalu,

      Am          D         G

'ku tetap sandar 'kan salib-Nya.

 

VERSE 2

Kupercaya Kristus mati bagi dunia,

dan dapat mengubah hidupku;

kar'na Dia merubahku, b'ri hidup baru,

kini 'ku mau dekat salib-Nya.

 

VERSE 3

Kupercaya hidup tak dapat kuterka,

suatu hari s'mua 'kan berhenti;

dengan iman 'ku pasti menang 'kan maut,

di sorga tinggal bersama-Nya.

 

“Sa,mbil memikul salib- Nya Ia pergi ke luar

Ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak

Dalam bahasa Ibrani : Gologota

Dan di situ Ia disalibkan dengan Dia Disalibkan juga

Dua orang lain, sebelah – menyebelah,

Yesus di tengah - tengah”

Yohanes  19 : 17 - 18

 

 

GOD Bless You

 

 

 

(ArBer)Perbedaan Yesus dan Pilatus

 


Perbedaan Yesus dan Pilatus

 

Yesus memberikan sebuah contoh yang luar biasa ketika mau merendahkan diri untuk mencuci kaki para murid- Nya.  Semua murid terkejut dan tidak memnegrti maksud Yesus, meskipun Yesus sudah mencoba menjelaskannya.  Yesus ingin mereka saling melayani, bertanggung jawab dan tidak tinggi hati.

Uniknya Pilatus juga memnunjukkan sebuah perbuatan unik, yaitu dengan memcuci tangannya di hadapan banyak orang.  Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa pemimpin tinggi yang berhak memutuskan namun tidak mau bertanggung jawab.  Berbeda dengan Yesus yang mau merendahkan diri bahkan sebelum ahri kematian- Nya, Pilatus malah mencuci tangan demi nama menjaga nama baik serta kedudukannya.

Lalu diantara ke dua contoh di atas yang manakah yang kita lakukan saat ini? Apakah kita mau merendahkan diri dan mengikuti teladan Kristus yang taat sampai dengan kayu salib? Atau kita mau mempertahankan apapun yang kita miliki saat ini dan mengesampinkan kebenaran ajaran Kristus dalam hidup kita?Menjelang Jumat Agung dan penyaliban Yesus Kristus, adakah iman kita tergoncang dan bertobat? Adakah komitmen untuk setia melayani dengan rendah hati terhadap sesama?

Ketika anda mengetahui suatu kebenaran akan ajaran Kristus, namun berpaling dari ajaran- Nya, maka anda sudah dengan menyia – nyiakan kematian- Nya di kayu salib!

 

“Keyika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia,

Malah sudah mulai menimbulkan kekacauan

Ia mengambil air dan membasuh tanganya

Di hadapan orang banyak

...................................................”

Matius 27 : 24

 

God Bless You

(ArBer)Jangan memggunakan kekerasan!

 


Jangan memggunakan kekerasan!

 

Konflik yang diselesaikan dengan kekerasan pasti akan berujung balasan dengan kekerasan juga.  Keadaan dunia saat ini sudah membuktikan bahwa penggunaan senjata untuk menyelesaikan suatu konflik hanya akan menyebabkan perang dengan skala yang lebih besar yang nantinya merugikan banyak pihak.

Yesus mempringati murid- Nya yang mengghunakan pedang untuk membela diri- Nya ketika hendak ditangkap.  Yesus melarangnya, sebab kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah dan hanya akan membawa masalah baru.  Yesus memilih pendektan kasih dan menyerahkan dirinya untuk ditangkap, meskipun Ia sendiri bisa saja memerintahkan malaikat – malaikat- Nya untuk menghabisi mereka yang ingin menangkap- Nya ketika di taman Getsemani.

Intinya adalah kekerasan fisik yang digunakan untuk menghentikan ataupun menyadarkan seseorang tidak memounyai dampak jangka panjang yang baik, malahan bisa jadi meimbukkan dampak buruk yang berkepanjangan.  Jadi ketika kita mengalami konflok dengan sesama, maka cobalah menyelesaikannya dengan diskusi ketika hati dan pikiran kita sudah tenang.  Utamakanlah dialog dengan penuh kasih, agar permasalahan tersebut cepat menemui titik temunya!

Kekerasan hanya bisa dikalahkan dengan kelemah lembutan kasih!

 

“Maka kata Yesus kepadanya :

Masukkan pedang itu kembali ke sarungnya

Sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang

Atau kau sangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku,

Supaya Ia mengirimkan lebih dari dua belas

Pasukan malaikat membantu Aku?”

Matius 26 : 52 - 53

 

God Bless You

Tuesday, March 31, 2026

(ArBer)Terpesona sementara saja

 


Terpesona sementara saja

 

Sambutan serta puja – puji dari orang – orang di Yerusalem kepada Yesus ketika Ia masuk menunggan keledai ternyata hanya euforia sesaat saja.  Beberapa hari kemudian orang yang sama juga memaki Yesus, menghina bahkan meludiahi- Nya.

Ketika Yesus masuk ke kota Yerusalem sebelum memperingati hari raya roti tak beragi, semua orang menaurh hormat tinggi kepada- Nya.  Mereka menyiapkan jalan dengan daun palem, memuji- Nya sebagai Raja dan bahkan memuliakan nama- Nya di tempat yang mahatinggi.  Orang – orang tersebut dengan sonta merasa kagum serta terpesona oleh kedatangan Yesus yang menunggan keledai, dan berikutnya mereka juga dengan cepat melupakan sorak – sorai serta puja – puji mereka sendiri.

Banyak juga diantara kita yang sama dengan penduduk Yerusalem kala itu yang cepat terpesona terhadap Kristus, dan juga cepat berbalik menjadi musuh serta menghakimi- Nya.  Kita terpesona ketika berkat dan anugerah- Nya melimpah, sebaliknya ketika pergumulan datang maka dengan cepat juga kita meminta pertanggung jawaban- Nya dan bahkan juga menyalahkan- Nya.  Jadi saat ini, mintalah Roh Kudus untuk menguatkan iman dan membimbing kita, agar kita tidak murtad ataupun melupakan karya keselamatan- Nya dalam hidup kita!

Jangan hanya terpesona sementara terhadap Kristus, tetapi tetaplah percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus, apapaun situasi serta kondisinya!

 

“Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus

Dan yang mengikuti- Nya dari belakang berseru, katanya:

Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia

Yang datang dalam nama Tuhan,

Hosana di tempat yang mahatinggi”

Matius 21 : 9

 

God Bless You

(ArBer) Membutuhkan dukungan sesama manusia!

 


Membutuhkan dukungan sesama manusia!

 

Sifat kemanusian Yesus sangat terlihat ketika Ia hendak disalibkan.  Ia juga ternyata bisa gentar dan juga sedih secara mendalam.  Ia juga ternyata butuh dukungan murid – murid- Nya untuk menemani dan juga bedoa.  Ia yang begitu dekat dengan Bapa saja bisa merasakan kegentaran, jadi wajarlah kita juga yang adalah manusia berdosa bisa merasa gentar, takut, dan sedih juga.

Terkadang kita bisa menyembunyikan perasaan hati kota di depan banyak orang, dan kita kerap mencoba menahan kepedihan kita.  Hal tersebut dilakukan semata – mata agar kita terlihat sebagai pribadi yang kuat, apalagi bagi kaum pria.  Menangis sedih apalagi meminta dukungan doa seperti halnya mengumbar kelemahan diri sendiri.  Akhirnya setelah menaggung pergumulan seorang diri, maka timbulah banyak godaan dosa yang lebih besar seperti mengakhiri penderitaan dengan membunuh diri.

Tidak ada hubungannya menangis, sedih ataupun menyatakan kepedihan diri kepada sesama dengan “membuka aib sendiri”.  Kita yang adalah makhluk komunal memang doharuskan berbagi kepada sesama.  Entah itu berbagi kasih , sukacita, bagagia samapia dengn juga berbagi pergumulan hidup.  Semakin kita mau membuka diri dan berbagi, maka akan semakin banyak juga dukungan ataupun juga bahkan doa dari sesama yang nantinya akan menguatkan kita!  Jadi ingatlah bahwa terkadang pergumulan hidup bukan hanya membuat kita semakin dekat dengan Tuhan tapi juga dekat dengan sesama!

Kepedihan dan kegentaran bisa jadi adalah cara Tuhan agar kita dapat merasakan kasih- Nya melalui pertolongan dari sesama manusia!

 

“Dan Ia membawa Petrus dan

Kedua anak Zebedeus serta – Nya.

Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar”

Matius 26 : 37

 

God Bless You

Wednesday, March 25, 2026

(LaBer)Membelah Samudra

 

 


Membelah Samudra

 (Edward Chen)

 

Bait :

    C                       F/C

Ketika Ku Tak Sanggup Menghadapi

     Dm        G          C

Persoalan Yang Sedang Ku Alami

    F         G/F  Em      Am

Kau Berfirman    Serahkanlah!

    Dm           G

Kekuatiranku PadaMu

 

    C                   F/C

Ketika Jalan Buntu Di Depanku

     Dm      G            C

Tak Ada Satu Pun Yang Menolongku

    F         G/F  Em       Am

Kau Berfirman      Jangan Takut!

  Dm                G

Yesus Pasti Menolongku

 

Reff :

        C

Ku Percaya

          Am

Kau Berkuasa

         F         C/E

Membelah Samudra Untuk

     Dm        G

Jadi Jalan Bagiku

 

       C

Kupercaya

         Am

Kau Bekerja

         F        C/E

Mendatangkan Kebaikan

      Dm   G    C

Indah Pada Waktunya

 

“Dengan tangan yang kuat dan dengan lengan yang teracung!

Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia- Nya

Kepada Dia yang membelah Laut Teberau menjadi dua belahan

Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setia- Nya”

Mazmur  136 : 12 - 13

 

 

GOD Bless You

 

 

 

(ArBer)Jangan marah apabila ditolak!

 


Jangan marah apabila ditolak!

 

Bagaimana reaksi anda jikalau kebaikan ataupun bantuan yang ingin anda tawarkan kemudian ditolak mentah – mentah?  Banyak catatan dalam alkitab yang mencatatkan penolakan terhadap kedatangan Yesus Kristus ke daerah tertentu.  Kebanyakan bangsa ketika itu menolak Yesus oleh karena alasan sepele, seperti bangsa Samaria yang menolak- Nya hanya karena tau tujuan- Nya yang menuju Yerusalem.

Murid – Murid Yesus merasa jengkel dan marah akan penolakan dari orang Samaria kala itu.  Bahkan Yakobus dan Yohanes yang terbiasa melayani bersama Yesuspun menjadi naik pitam sehingga mereka meminta ijin kepada Kritsus untuk memusnahkan bangsa itu dengan berdoa agar api turun dari langit danemusnahkan mereka.  Apabila kita hidup di kala itu dan berada dalam situasi penolakan tersebut, pastilah kita akan melakukan hal serupa seperti murid – murid- Nya itu.

Kabar baiknya Yesus tetap mengandalkan kasih dalam melakukan pelayanan- Nya di dunia ini.  Yesus tidak mau memaksakan kehendak, apalagi mengancam dengan hukuman siapapun yang mau menolak- Nya.  Yesus tetap memberikan kebebasan bagi semua orang untuk menerima ataupun menolak ajaran kebenaran- Nya.  Jadi jikalau Yesus saja bisa ditolak, apalagi kita yang ingin menginjili sesama kita!  Penolakan pasti akan kita rasakan, namun reaksi kita akan penolakan tersebutlah yang terpenting di mata Tuhan Allah yang mengutus kita!

Penolakan adalah hal wajar, namun kemarahan serta dendam membara akibat penolakan tersebut, tidaklah wajar bagi anak - anak terang!

 

“Tetapi orang Samaria itu tidak mau menerima Dia

Karena perjalanan- Nya menuju Yerusalem

Ketika dua murid- Nya, yaitu Yohanes dan Yakobus melihat hal itu

Mereka berkata : Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami

Menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

Lukas 9 : 53 - 54

 

God Bless You