Merasa paling hebat dan paling berarti
Semua
orang pasti mengenal poemain bintang pada foto di atas. Kehebatannya dalam mengolah si kulit bundar
sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, namun dibalik itu semua, pengaruhnya
terhadap tim ternyata melebihi sang pelatih.
Oleh karena status bintang dan kontribusinya, konon pelatih yang tidak
cocok dengannya harus bersiap angkat kaki dari klub yang dibelanya tersebut.
Bukan
nhanya di dunia olah raga saja hal tersebut bisa terjadi, di dunia
profesionalpun bisa saja terjadi hal demikian, di mana seorang yang merasa
berperan besar berhak menentukan ataupun mengatur pihak lainnya. Bukan tidak mungkin juga hal seperti itu
terjadi juga di dalam gereja ataupun rumah Tuhan. Bahkan sudah menjadi rahasia umum bahwa
terkadang majelis ataupun penatua yang ebrpengaruhlah yang menetukan arah
kebijakan dari seroang pendeta ataupun gembala sidang.
Surat
Paulus kepada jemaat di Galatia menekankan pentingnya kerja sama. Bahkan dikatakan jangan ada seorangpun yang
merasa dirinya lebih baik atau lebih berkontribusi terhadap Gereja dan juga
jemaat banyak. Rasul Paulus emnekankan
pentingnya sikap tahu diri dan juga tetap rendah hati agar semua dapat
bergandengan tangan demi tujuan bersama dan tujuan utama orang percaya yaitu
demi kemuliaan nama Kristus! Jadi
sebelum anda merasa lebih baik dari orang lain maka sadarilah bahwa Tuhanlah
yang layak dimuliakan serta dijunjung tinggi dan bukan salah satu manusia
ciptaan- Nya!
Sehebat
atau sebesar apapun kontribusi anda tetap saja semuanya adalah kontribusi dari
Tuhan Allah di dalam hdiup kita!jadi janganlah merasa paling berarti!
“Sebab kalau seorang
menyangka, bahwa ia berarti
Padahal sama sekalai
tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri
Baiklah tidap – tiap orang
menguji pekerjaanya sendiri;
Maka ia boleh
bermegah melihat keadaanya sendiri
Dan bukan melihat
keadaan orang lain”
Galatia 6 : 3 - 4
God Bless You






