Tuesday, February 3, 2026

(ArBer)Merasa paling hebat dan paling berarti

 


Merasa paling hebat dan paling berarti

 

Semua orang pasti mengenal poemain bintang pada foto di atas.  Kehebatannya dalam mengolah si kulit bundar sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, namun dibalik itu semua, pengaruhnya terhadap tim ternyata melebihi sang pelatih.  Oleh karena status bintang dan kontribusinya, konon pelatih yang tidak cocok dengannya harus bersiap angkat kaki dari klub yang dibelanya tersebut.

Bukan nhanya di dunia olah raga saja hal tersebut bisa terjadi, di dunia profesionalpun bisa saja terjadi hal demikian, di mana seorang yang merasa berperan besar berhak menentukan ataupun mengatur pihak lainnya.  Bukan tidak mungkin juga hal seperti itu terjadi juga di dalam gereja ataupun rumah Tuhan.  Bahkan sudah menjadi rahasia umum bahwa terkadang majelis ataupun penatua yang ebrpengaruhlah yang menetukan arah kebijakan dari seroang pendeta ataupun gembala sidang.

Surat Paulus kepada jemaat di Galatia menekankan pentingnya kerja sama.  Bahkan dikatakan jangan ada seorangpun yang merasa dirinya lebih baik atau lebih berkontribusi terhadap Gereja dan juga jemaat banyak.  Rasul Paulus emnekankan pentingnya sikap tahu diri dan juga tetap rendah hati agar semua dapat bergandengan tangan demi tujuan bersama dan tujuan utama orang percaya yaitu demi kemuliaan nama Kristus!  Jadi sebelum anda merasa lebih baik dari orang lain maka sadarilah bahwa Tuhanlah yang layak dimuliakan serta dijunjung tinggi dan bukan salah satu manusia ciptaan- Nya!

Sehebat atau sebesar apapun kontribusi anda tetap saja semuanya adalah kontribusi dari Tuhan Allah di dalam hdiup kita!jadi janganlah merasa paling berarti!

 

“Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti

Padahal sama sekalai tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri

Baiklah tidap – tiap orang menguji pekerjaanya sendiri;

Maka ia boleh bermegah melihat keadaanya sendiri

Dan bukan melihat keadaan orang lain”

Galatia 6 : 3 - 4

 

God Bless You

No comments:

Post a Comment