Sunday, February 22, 2026

(ArBer) Orang tua menghilangkan nyawa anak

 


Orang tua menghilangkan nyawa anak

 

Anak – anak pasti pernah berbuat kenakalan ataupun kesalahan.  Adalah wajar jikalau mereka melakukan kesalahan, dan wajar juga bagi kita orang tuanya untuk menegur secara lisan atau bahkan melakukan kekerasan fisik yang sifatnya mendidik.  Kekerasan fisik yang tentunya disesuaikan dengan keadaan atau kondisi fisik sang anak, dan orang tua juga harus dalam keadaan tenang serta tidak dipenuhi amarah.

Fakta dilapangan terbukti ternyata masih ada saja orang tua yang mendidik dengan kekerasan fisik yang berlebihan, bahkan ada yang sampai membuat sang anak menderita cacat fisik sampai yang paling parah yaitu kehilanggan naywa mereka.  Lalu apakah memang dibenarkan orang tua bebas melakukan apa saja dengan dasar mendidik anak – anak?

Anak – anak adalah anugerah dari Tuhan allah yang sekaligus mengajarkan tanggug jawab kepada orang tua mereka.  Tanggung jawab yang bukan hanya ketika berada di dalam dunia ini saja, namun sampai pada ketika Tuhan memanggil sang orang tua kembali kepada- Nya!  Jadi pertimbangkanlah apa yang pantas dilakukan untuk mendidik anak – anak!  Tentukan cara apakah yang paling efektif dan efisien agar mereka dapat bertumbuh dengan benar, yang jelas cara yang tidak bertentangan dengan lebanaran firman Tuhan!

Ketika Tuhan mempercayakan anak, bukan berarti seutuhnya kehidupan anak tersebut milik kita, namun anak – anak teresebut tetaplah milik Tuhan yang harus benar – benar kita kasihi, jaga, didik dan rawat dengan baik!

 

“Hajarlah anakmu selama ada harapan,

Tetapi jangan engkau mengingini kematianya”

Amsal 19 : 18

 

God Bless You

No comments: