Membutuhkan dukungan sesama manusia!
Sifat kemanusian
Yesus sangat terlihat ketika Ia hendak disalibkan. Ia juga ternyata bisa gentar dan juga sedih
secara mendalam. Ia juga ternyata butuh
dukungan murid – murid- Nya untuk menemani dan juga bedoa. Ia yang begitu dekat dengan Bapa saja bisa
merasakan kegentaran, jadi wajarlah kita juga yang adalah manusia berdosa bisa
merasa gentar, takut, dan sedih juga.
Terkadang
kita bisa menyembunyikan perasaan hati kota di depan banyak orang, dan kita kerap
mencoba menahan kepedihan kita. Hal
tersebut dilakukan semata – mata agar kita terlihat sebagai pribadi yang kuat,
apalagi bagi kaum pria. Menangis sedih
apalagi meminta dukungan doa seperti halnya mengumbar kelemahan diri
sendiri. Akhirnya setelah menaggung
pergumulan seorang diri, maka timbulah banyak godaan dosa yang lebih besar
seperti mengakhiri penderitaan dengan membunuh diri.
Tidak
ada hubungannya menangis, sedih ataupun menyatakan kepedihan diri kepada sesama
dengan “membuka aib sendiri”. Kita yang
adalah makhluk komunal memang doharuskan berbagi kepada sesama. Entah itu berbagi kasih , sukacita, bagagia
samapia dengn juga berbagi pergumulan hidup.
Semakin kita mau membuka diri dan berbagi, maka akan semakin banyak juga
dukungan ataupun juga bahkan doa dari sesama yang nantinya akan menguatkan
kita! Jadi ingatlah bahwa terkadang
pergumulan hidup bukan hanya membuat kita semakin dekat dengan Tuhan tapi juga
dekat dengan sesama!
Kepedihan
dan kegentaran bisa jadi adalah cara Tuhan agar kita dapat merasakan kasih- Nya
melalui pertolongan dari sesama manusia!
“Dan Ia membawa Petrus
dan
Kedua anak Zebedeus
serta – Nya.
Maka mulailah Ia
merasa sedih dan gentar”
Matius 26 : 37
God Bless You

No comments:
Post a Comment