Tuesday, March 31, 2026

(ArBer) Membutuhkan dukungan sesama manusia!

 


Membutuhkan dukungan sesama manusia!

 

Sifat kemanusian Yesus sangat terlihat ketika Ia hendak disalibkan.  Ia juga ternyata bisa gentar dan juga sedih secara mendalam.  Ia juga ternyata butuh dukungan murid – murid- Nya untuk menemani dan juga bedoa.  Ia yang begitu dekat dengan Bapa saja bisa merasakan kegentaran, jadi wajarlah kita juga yang adalah manusia berdosa bisa merasa gentar, takut, dan sedih juga.

Terkadang kita bisa menyembunyikan perasaan hati kota di depan banyak orang, dan kita kerap mencoba menahan kepedihan kita.  Hal tersebut dilakukan semata – mata agar kita terlihat sebagai pribadi yang kuat, apalagi bagi kaum pria.  Menangis sedih apalagi meminta dukungan doa seperti halnya mengumbar kelemahan diri sendiri.  Akhirnya setelah menaggung pergumulan seorang diri, maka timbulah banyak godaan dosa yang lebih besar seperti mengakhiri penderitaan dengan membunuh diri.

Tidak ada hubungannya menangis, sedih ataupun menyatakan kepedihan diri kepada sesama dengan “membuka aib sendiri”.  Kita yang adalah makhluk komunal memang doharuskan berbagi kepada sesama.  Entah itu berbagi kasih , sukacita, bagagia samapia dengn juga berbagi pergumulan hidup.  Semakin kita mau membuka diri dan berbagi, maka akan semakin banyak juga dukungan ataupun juga bahkan doa dari sesama yang nantinya akan menguatkan kita!  Jadi ingatlah bahwa terkadang pergumulan hidup bukan hanya membuat kita semakin dekat dengan Tuhan tapi juga dekat dengan sesama!

Kepedihan dan kegentaran bisa jadi adalah cara Tuhan agar kita dapat merasakan kasih- Nya melalui pertolongan dari sesama manusia!

 

“Dan Ia membawa Petrus dan

Kedua anak Zebedeus serta – Nya.

Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar”

Matius 26 : 37

 

God Bless You

No comments: