Menghibur seorang sahabat
Ayub
mempunyai banyak sekali teman, namun ketika ia menghadapi banyak pergumulan
hidup hanya beberapa saja yang tetap mau berteman dengannya. Ada beberapa orang yang bahkan meluangkan
waktu untuk menemani serta memberikan penghiburan. Hanya saja tidak semua penghiburan mereka
membuat Ayub kuat, namun malahan banyak penghiburan mereka yang palsu yang
bahkan se-akan – akan menyalahkan Ayub sendiri sehingga hidupnya menjadi sulit
seperti itu.
Kita
tentunya mempunyai juga banyak teman, dan diantara mereka ada yang menjadi
teman baik ataupun sahabat setia kita.
Pertanyaannya adalah apakah diantara sahabat kita yang setia tersebut
ada yang sudah benar – benar menunjukkan sikapnya ketika kita menderita
pergymulan? Atau hanya sekedar mengatakan kata – kata penghiburan namun enggan
untuk membantu kita?
Kita
sendiri juga harus belajar menjadi sahabat yang baik serta sejati, yaitu mereka
yang mau berempati serta turut ke dalam kesedihan sesama. Bukan hanya berempati, namun juga menguatkan
mereka yang patah semangat, yang tentunya dengan kata – kata penghiburan. Setelah itu kita juga harus mendoakan serta
menanyakan secara lansgung adakah yang bisa kita perbuat untuk membantunnya? (meskipun
tentunya kita harus berkorban) Jikalau kita sudah melakukan demikian maka sudah
pasti kita sudah menjadi sahabat sejati yang baik dan sesuai dengan kehendak-
Nya!
Penghiburan
yang terbaik kepada seorang sahabat adalah penghiburan yang disertai dengan doa tulus dan
tindakan nyata!
“Alangkah hampanya
penghiburanmu bagiku!
Semua jawabanmu
hanyalah tipu daya belaka!”
Ayub 21 : 34
God Bless You

No comments:
Post a Comment