Ada kesusahan di tengah kelimpahan
Orang
terkaya di dunia kartun ini selalu teliti akan semua koin emasnya. Dia selalu menjaga hartanya dengan berbagai
cara bahkan menjaga secara langsung di di dalam lumbung temat hartanya
berada. Rasa kuatir akan kehilangan satu
koin emasnya selalu ada, oleh karena itu ia selalu menjagan semuanya sendiri.
Orang
fasik dikatakan sebagai orang yang bodoh juga, oleh karena bertindak hanya
beradasarkann narulinya saja. Mereka
kerap mempertahankan apayang sifatnya sementara seperti harta benda ataupun
kedudukan, namun mengorbankan apa yang sifatnya abadi seperti keselamatan jiwa,
setelah kematian. Apakah kita juga
termasuk orang fasik yang mati – matian mempertahankan harta duniawi kita?
Orang
lain mungkin akan merasa iri melihat orang yang berharta berlimpah hidup dalam
kemewahan, namun kita sebagai orang percaya janganlah bersikap seperti
itu. Kemewahan mereka bukan berarti
tanpa pengorbanan yang setimpal, bahkan bisa jadi mereka akan mengalami pergumulan serta
kesusahan yang lebih lagi dibandingkan orang benar. Tidak ada salahnya menjadi orang yang
berlimpah harta, namun jangan menjadi fasik dan bodoh ketika berlimpah harta! Tetaplah
beriman dan mempercayakan harta kita kepada Tuhan Allah, dan bukan sepenuhnya
kita “genggam” sendiri!
Harta
benda adalah Anugerah Tuhan Allah, jadi serahkanlah semuanya dalam kendali tangan
Tuhan Allah! Dan bukan kendali tangan sendiri!
“Dalam kemewahan yang
berlimpah – limpah
Ia penuh kuatir;
Ia ditimpa kesusahan
dengan sangat dahsyat”
Ayub 20 : 22
God Bless You

No comments:
Post a Comment