Sunday, January 18, 2009


(Arber)

Kehilangan Moment

Suatu hari pada sebuah keluarga terdengar dentingan piano yang harmoni. eluarga tersebut hari ini sedang kedatangan tamu. Sebastian baru berumur 12 tahun, namun bakatnya sudah terlihat dari permainanya. Hari ini keluarganya mendapat kunjungan dari Opa dan Omanya yang jauh - jauh datang dari desa. Sebastian yang sudah mengetahui kunjungan mereka tersebut beberapa hari sebelumnya berlatih keras untuk menunjukkan kebolehannya bermain piano. Berbeda dengan saudara kembarnya, Sabrina tidak sibuk sama sekali. Sabrina juga handal memainkan alat musik gesek biola. Sejak kecil kedua anak ini telah dibekali dengan latihan/ les - les untuk mendukung hobi mereka terhadap alat musik. kemampuan mereka berdua setara pada alat musik masing - masing. Sebastian selalu ingin berkompetisi dan menunjukkan kepada semua anggota keluarga jika dia lebih baik dari Sabrina, terutama kepada Opa dan Omanya yang jarang mereka temui. Biasanya hanya 1 x dalam sebulan mereka dikunjungi Opa - dan Oma mereka, karena memang jaraknya tempat tinggalnya yang jauh.
Setelah hari yang ditunggu datang Sebastian tidak membuang banyak waktu. Baru saja Opa dan Oma masuk ruang tamu, Sebastian langsung memamerkan kebolehannya bermain piano. Sabrina sendiri mengandeng kedua orang yang dihormatinya ke ruang tamu. Hampir setengah jam berlalu, Sebastian terus memainkan musik- musik Jazz favorit opa, namun tetap saja perhatian opa dan oma justru ditujukkan kepada Sabrina yang duduk ditengah mereka sambil berbisik - bisik dengan mereka. Sebastian akhirnya sadar, dia kurang diperhatikan Sebastan lalu menghentikan permainannya lalu mendekati Opa lalu bertanya"apakah Opa mendengarkan permainan saya? kenapa Opa sibuk berbisik dan tertawa kecil dengan Sabrina?" tanyanya?
Opa kemudian menjawab "Sebastian yang pandai, sejak kecil Opa sudah tahu kau mempunyai bakat yang luar biasa, dan Opa yang menyarankan kedua orang tuamu untuk melatih dan mengembangkan bakatmu". Sebastian terdiam, lalu Opa meneruskan kata-katanya "begitu juga dengan saudaramu Sabrina yang juga memiliki bakat bermain biola, tapi tahukah kamu apa perdeaandiantara kamu berdua?" tanya Opa. Sebastian hanya menggelengkan kepalanya. "Sabrina memilih saat yang tepat untuk menunjukkan kemampuannya kepada kami, sedangkan kau selalu menggebu-gebu ingin menunjukkan kebolehanmu kepada Opa dan Oma"jelas Opa lagi dengan senyum. "Hari ini Opa dan Oma mungkin hanya bisa berkunjung sekitar setu jam, karena setelah ini kami akan pergi ke berangkat ke tempat om kamu diluar negeri, untuk alasan itulah Opa dan Oma menghabiskan waktu untuk berbagi cerita dan pengalaman bermain musik dengan Sabrina bukan meminta Sabrina mempertunjukkan kebolehannya" tambahnya lagi, yang spontan membuat Sebastian memeluknya dan memintamaaf karena telah meminta waktu Opa da Omanya untuk menyaksikan kebolehannya, dan bukannya memberikan waktunya untuk mereka.
Sebagai seorang Kristen kita juga sering kehilangan moment, kta sering sibuk dengan pelayanan kita, dan kerapkehilangan saat - saat berharga dalam persekutuan dengan Tuhan. Contohnya Pada saat kita menghadiri kebaktian dengan teman kita terus bercapak- cakap disepanjang kebaktian membicarakan kegiatan kita setelah kebaktian, atau kita sibuk membicarakan paduan suara yang tampil kurang maksimal pada saat menyanyikan pujian. Pada saat kebaktian kita memang boleh duduk dengan sahabat/anggota keluarga kita namun bukan berarti kita konsenterasi kita tertuju pada hal - hal lain dan bukan kepada pujian dan penyembahan kita kepada-Nya.
kita juga bisa menikmati segala rangkaian acara peribadatan, namun tujuannya untuk memperdalam rasa cinta kita kepada-Nya, dan bukan hanya menyksika pertujukan orang - orang yang sudah diberikan tugas, sehingga tidak perlu kita komentari setiap rangkaian acara tersebut. Belajarlah menghormati suatu kebaktian dan Janganlah kita kehilangan moment untuk menyambut kebaktian yang intinya merupakan persekutuan kita dengan-Nya.

"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!
Aku ditinggikan diantara bangsa - bangsa

ditinggikan di bumi"

Mazmur 46:11


GOD Bless u


Thursday, January 15, 2009


(AeBer)

Damai itu Indah


Sangat ironis melihat perang yang terjadi antar Israel dan Palestina. Untuk alasan apapun sebenarnya perang tidak bisa dibenarkan. Apalagi perang terseut telah melanggar peraturan Internasional yang mengtur tata cara berperang seperti tentang penggunaan senjata yang dilarang, bangunan - bagunan fisik yang tidak boleh diserang sampai pada pihak - pihak yang harus dilindungi selama perang yaitu warga sipil. Kenyataan yang terjadi banyak hal tersebut yang dilanggar pada perang Israel melawan Palestina dan bahkan lebih parahnya lagi bantuanpun dilarang masuk, walaupun bantuan tersebut hanya berupa obat - obatan dan bahan makanan. Bila dilihat dari sudut pandang Kristiani perang dahulu digunakan untuk mengusir pihak yang ingin melenyepkan umat pilihan Tuhan, ada juga perang terjadi untuk merebut apa yang udah menjadi kepunyaan umt Tuhan, misalnya Tabut Perjanjian, walaupun sebenarnya Tuhan sangat membenci peperangan atau pertumpahan darah manusia. Akhirnya Bapa kita di Sorga menjanjikan seorang yang disebut Raja Damai ke dunia, tentu saja dengan tujuan memberikan arti dan rasa damai sesungguhnya. Yesus datang ke dunia untuk mengajarkan tentang kasih, Dia bahkan mengajarkan agar kita memberikan kiri bagi mereka yang menampar pipi kananmu, serta mengajarkan kita mengasihi serta berdoalah bagi mereka ang menaiaya kita. Dalam peperangan Israel dan Palestina boleh saja mereka mempunyai dalih - dalih tertentu untuk terus berperang, namun tetap saja banyak yang menjadi korban dari kebencian ke-dua pihak tersebut. Sebagai umat Kristiani kita harus terus mendoakan agar peperangan tersebut cepat selesai, karena sudah banyak memakan korban yang tidak berdosa. Dalam kehidupan sehari - hari mulailah kita hidup dengan teladan Yesus, dengan kasih kita hidup damai dengan setiap orang dilingkungan kita agar tercipta suatu keindahan hidup bersama. Memang sekarang kita belum melihat dampak yang signifikan dalam mewujudkan perdamaian dunia, namun jika suatu hari nanti Tuhan menghendaki kita menjadi pemimpin, maka kita akan berhati - hati dalam bertindak serta mengutamakan jalan damai pada setiap konflik.

"Apabila engkau mendekati suatu kota untuk berperang melawanya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepdanya" Ulangan 20:10

GOD Bless u



Tuesday, January 13, 2009


(ArBer)

Mengalir terus...

"Hidup ini haruslah mengalir", pernyataan tersebut benar, namun yang dipertanyakan adalah sampai mana kita mengalir? Sebagai manusia, kita hidup di dunia dan berhubungan dengan semua ciptaan-Nya. Setiap hari kita berhubungan dengan manusia lain serta tentu saja alam yang diciptakan-Nya. Aktivitas kita dengan sesama harus kita gunakan dengan sebaik - baiknya dengan membawa dampak positif bagi sesama. Hidup dikatakan mengalir apabila kita tidak statis atau diam di tempat. Maksudnya kita harus terus menggali potensi diri kita agar bisa belajar dan bertumbuh lebih baik. Belajar dan bertumbuh harus setiap hari, karena setiap hari selalu berbeda. Jika setiap hari kita hanya mengalami masalah yang selalu sama, berarti kita belum banyak belajar. Mengalir berarti tidak diam dan selalu bergerak, jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari - hari, maka kita harus selalu menghadapi masalah agar kita terus belajar untuk mencari solusi serta mengatasi masalah tersebut. Kita belajar dari orang lain setiap hari, melihat tingkah laku orang yang kita hormati, meniru cara orang terdekat dengan kita sampai melakukan perintah - perintah atasan kita. Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah dan bahkan harus jatuh dari ketinggian karena itu memang sudah hukum alam. Dalam proses pembelajaran yang mengalir juga kadang - kadang mengalami hal serupa, kadang kadang aliran kita perlahan karena terhambat, lalu cepat bahkan berubah deras sampai harus jatuh dari ketinggian. Kehidupan rohani kitapun tidak jauh berbeda, setiap hari kita mengalir dengan membaca firman-Nya, dan tidak mungkin kita membaca firman yang selalu sama setiap hari. Banyak hal lagi yang juga akan mempengaruhi"aliran" kita yang berubah dari perlahan sampai deras, lalu terhambat oleh ranting dan akhirnya sangat deras hingga terjun dari ketinggian. Melakukan pelayanan juga tidak selamanya mudah terkadang pelayanan kita bisa ditolak atau kurang dihargai. Satu hal yang perlu kita ingat segala jenis macam aliran yang kita alami, disaat yang ditentukan-Nya aliran kita akan sampai pada tempat yang baru dan tenang. Jadi janganlah takut berhubungan serta melayani banyak orang, karena selalu ada pembelajaran rohani yang akan membawa kita terus mengalir sampai pada "tempat" baru yang tenang.
Janganlah takut, mengalirlah terus dalam segala aspek kehidupan kita dan janganlah melawan arus, terjun dari tempat tinggi pun adalah karya Tuhan untuk membuat kita lebih baik dan mendiami tempat baru yang tentunya tenang serta membawa kebahagian baru yaitu kerajaan-Nya.
"Janganlah takut hai kamu kawanan kecil!
karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu
Kerajaan itu"
Lukas 12:32

GOD Bless u

Sunday, January 11, 2009


(ArBer)

Terus Bertumbuh...

Ada beberapa hal dalam tubuh kita yang pertumbuhannya akan berhenti pada masa - masa tertentu. Tinggi badan misalnya pada usia tertentu tidak akan bertumbuh lagi. Ada beberapa hal juga yang apabila sudah berhenti bertumbuh, namun bisa diusahakan lagi agar bertumbuh, dengan mengunakan ramuan atau terapi - terapi khusus, misalnya rambut. Tubuh manusia dapat diramalkan dan diketahui kapan organ - organ tersebut bertumbuh dan berhenti bertumbuh. Manusia adalah ciptaan sempurna Tuhan, Tuhan juga memberikan kita banyak hal selain tubuh jasmani,ada perasaan,keinginan,keyakinan dan harapan. Untuk semua hal tersebut manusia tidak dapat memprediksi kapan hal tersbut akan berhenti bertumbuh. Kita dapat mengolah pikiran kita dan perasaan kita untuk terus bertumbuh. Kuncinya adalah jangan membiarkan kita terlalu lama puas dengan segala keadaan kita. Bertumbuhlah terus, apabila secara pribadi kita sudah merasakan pertumbuhan, maka secepatnya kita mempengaruhi lingkungan sekitar kita. Mungkin orang - orang di sekitar kita banyak yang mengalami "penyakit pikiran" a.k.a stress, yang menyebabkan perasaan mereka tidak bertumbuh dan seolah mati dibunuh kekhawatiran hidup. Kita yang sudah merasa bertumbuh tiap hari harus belajar lagi menjadi saluran berkat bagi sesama kita, apa yang kita alami bisa menjadi contoh positif bagi mereka yang sedang mengalami pencobaan dan belum berhasil melewatinya. Tubuh kita bukanlah halangan bagi kita untuk bertumbuh, maka bertumbuhlah menuju hal positif dan mengikuti teladan Yesus,serta setelah merasakan manfaatnya bagi diri sendiri, maka belajarlah menjadi berkat bagi orang lain. Bila hal tersebut kita lakukan maka kita akan bertumbuh lagi, makin banyak kita mempengaruhi orang -orang sekitar, maka kita akan makin bertumbuh sebab tidaklah mudah mengenal seseorang apalagi menjadi berkat bagi orang lain
so...tunggu apalagi bertumbuhlah dalam iman kepada Yesus, setelah itu bertumbuhlah dalam melayani sesamamu....

"Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran
di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia,
Kristus yang adalah Kepala"
Efesus 4:15

GOD Bless you






Thursday, January 8, 2009


Waktuku bukan waktu-MU

Aku ingin berhasil...
aku ingin sembuh...
aku ingin bisa...
aku ingin itu...
aku ingin ini...

semakin kukejar semakin jauh harapan itu pergi
semakin tinggi ku naik, semakin banyak anak tangga kebahagiaan itu
ku bersabar sambil menghitung semua waktu yang ada
detik menjadi menit
menit menjadi jam
jam berkumpul menjadi hari
hari - hari terus berlalu
tidak ada perubahan...

hanya satu yang kupelajari aku tak dapat merubah waktu
aku hanya bisa menjalaninya apa yang ku bisa

sekarang aku ingat
sekarang aku berserah
sekarang aku sadar
waktu bukan untukku
waktu adalah milik-Mu ya Tuhan
Kau bisa menghentikan atau meneruskan waktu
sampai waktu-Mu yang indah
aku akan selalu menunggu...

Monday, January 5, 2009


(Arber)

Hari pertama = hari – hari selanjutnya


Kemarin banyak yang sudah memulai aktivitasnya setelah liburan natal dan tahun baru. Banyak kantor – kantor yang beroperasi maksimal. Beberapa kantor masih memanfaatkan euphoria tahun baru untuk melakukan halal bihalal,bahkan ada juga yang mengadakan perayaan kecil – kecilan sesame karyawan dengan acara tukar kado ataupun makan – makan. Sebenarnya semua tersebut tidaklah menyalahi aturan,namun ada hal yang lebih penting yaitu dengan secepatnya memanfaatkan semangat baru untuk bekerja lebih baik. Hari ini adalah hari kedua kita beraktivitas, kita anggaplah kemarin kita masih belum sepenuhnya bekerja, jadi ini adalah hari pertama kita bekerja. Sebenarnya apa yang kita kerjakan di hari pertama akan mencerminkan hari – hari selanjutnya sepanjang tahun ini. Tahun yang baru sudah dimulai, sebaiknya kita bekerjalebih baik lagi dari tahun – tahun sebelumnya, karena bekerja merupakan tugas kta secara praktis yang diberikan Tuhan. Adam juga melakukan hal serupa pada saat Tuhan memberikannya “pekerjaan” untuk merawat taman Eden serta menamai binatang – binatang. Tuhan ingin kita tidak saja mementingkan persekuuan atau kegiatan ke Agamaan saja, tetapi kita juga diharuskan bekerja menjaga hubungan dengan sesama serta menjaga alam lingkungan kita. Apa yang kita kerjakan dan lakukan setiap harinya jka kita lakukan dengan sunggh – sungguh maka hal tersebut juga menggambarkan ktaatan kita serta kasih kita kepada Tuhan serta segala ciptaan-Nya.

Jadi Bersemangatlah dihari pertama ini dan teruslah bersemangat untuk hari – hari selanjutnya…..


“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu

seperti untuk Tuhan,

dan bukan untuk manusia”

Kolese 3:23

GOD Bless u

Tuesday, December 30, 2008


(ArBer)

Tahun Baru yang tidak pernah baru….

Dalam hitungan jam lembaran kalender yang biasa kita sobek akan berakhir dilembaran terakhir. Tahun baru memang akan menjelang, siap tidak siap dia akan datang tanpa bisa kita tunda. Keadaan yang terjadi pada dunia sekarang ini membuat kita ingin menunda datangnya tahun baru. Dunia tidak semakin baik, bahkan menutrut prediksi banyak pihak dari ekonom, politikus, pebisnis, sampai para pelamar masa depan menyatakan bahwa tahun 2009 adalah tahun yang dipenuhi dengan kesulitan. Ironis banyak pemuka Agama juga ikut menyerukan bahwa tahun 2009 tidak akan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun ini. Seharusnya kita sebagai orang – orang percaya harus mendasarkan ucapan kita sesuai dengan iman dan firman. Pengkotbah sudah menyatakan jauh – jauh hari sebelumnya bahwa tidak ada yang baru dibawah matahari, yang sudah ada pernah ada, dan yang akan datang sesungguhnya telah ada sebelumnya.. Kita tidak perlu takut, tahun yang baru tidak akan membawa masalah baru atau kesulitan baru, karena kesulitan tersebut sebenarnya sudah pernah ada, jadi tak perlu dikhawatirkan.. Krisis global yang terjadi sekarang ini pernah terjadi, jika banyak pihak menyatakan tahun 2009 akan menjadi tahun dengan krisis terberat sepanjang sejarah kehidupan manusia itu juga sebenarnya pernah terjadi, namun karena keserakahan pelaku ekonomilah yang menyebabkan krisis global ini semakin berat. Tahun baru memang tidak pernah baru bagi dunia ini, tahun baru juga tidak memberikan harapan baru bagi mereka yang terus memikirkan dunia ini. Sebaliknya bagi mereka yang beriman kepada Tuhan serta berharap sepenuhnya kepada Dia dalam menjalani kehidupa di dunia ini, maka akan selalu ada pengharapan baru. Pengharapan baru tersebut akan tumbuh dalam Iman dan rasa percaya diri bahwa, apapun yang akan terjadi pada tahun yang baru, kita akan selalu ingat akan janji-Nya yang akan selalu menyertai kita, sama pada saat selama ini dia menjaga kita dengan cara – cara-Nya yang ajaib. Bahkan sampai detik ini kita masih ada itu karena penyertaan-Nya, baiklah kita selalu menguingat kasih serta perlindungan-Nya sepanjang tahun ini, dan hal tersebut tentunya akan membuat kita yakin bahwa Dia tetap akan menyertai kita apapun situasi dan kondisi tahun yang akan datang.

”Ingatlah perbuatan – perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya,

mukjizat – mukjizat-Nya,

dan penghukuman – penghukuman yang diucapkan-Nya”

Mazmur 105:5

GOD Bless u

&

Have a wonderfull New Year With JESUS