Wednesday, December 9, 2009

(ArBer) Bermimpi di saat bekerja.


Bermimpi di saat bekerja.


Hari – hari menjelang libur akhir tahun sudah semakin mendekat. Konsenterasi pikiran pun sudah mulai terbelah dua. Satu sisi mungkin kita masih harus menyiapkan laporan akhir tahun pekerjaan kita, namun di sisi sebaliknya bayangan liburan dan mengakhiri tahun ini dengan kerabat juga mengusik pikiran. Keadaan seperti ini pastiya akan banyak menyita waktu serta pikiran kita. Bisa jadi menjelang akhir tahun ini kita bukanya semakin tenang dalam bekerja, melainkan makin stress dengan pekerjaan yang belum selesai serta rencana liburan akhir tahun.


Selama masih ada waktu bagi kita untuk menyelesaikan kewajiban kita, maka seharusnya hal tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin. Liburan panjang memang akan menghampiri kita, tapi bukan berarti kita sudah membawa diri kita ke “alam” liburan. Selama liburan tersebut belum datang, sebaiknya kita juga jangan menghampirinya secara terburu-buru. Dampak dari keinginan kita untuk bisa cepat berlibur, bisa mengakibatkan turunya kualitas serta konsenterasi kita dalam bekerja. Konsenterasi dalam pekerjaan yang sudah menurun, akan membuat kita mudah sekali berbuat salah. Jika sudah demikian, jangankan menikmati liburan panjang, bisa jadi kita harus kerja extra time di saat hari libur benar-benar datang.


Bekerjalah dengan penuh semangat! di penghujung akhir-akhir tahun ini. Evaluasi diri serta pekerjaan akan lebih memberikan ketenangan, dibandingkan dengan memikirkan terlalu berlebihan akan datangnya hari libur. Sebelum bermimpi tentang liburan panjang, lebih baik kita mempersiapkan diri kita dengan menyelesaikan seluruh pekerjaan yang tertunda agar, pada saat hari libur, kita benar- benar bisa berlibur!


“Selesaikanlah pekerjaanmu di luar,

siapkanlah itu di ladang;

baru kemudian dirikanlah rumah”

Amsal 24:27


GOD Bless u

(ArBer) Korupsi! Musuh bersama…


Korupsi! Musuh bersama…


Sebagian orang mungkin hari ini malas beraktivitas. Penyebabnya tentu saja satu hal, yaitu rencana demo besar-besaran untuk memperingati hari anti korupsi. Hari ini diperingati sebagai hari anti korupsi sedunia. Makna memperingati hari anti korupsi ini adalah, mengingatkan kembali bahwa terdapat satu moment dimana kita besama – sama menyatakan, menyatukan, serta ikut mengawasi atau bahkan ikut menyelesaikan misi bersama untuk membrantas kejahatan korupsi.


Peringatan ini tentu saja harus kita gaungkan bersama dimana pun kita berada. Lebih tepatnya lagi hari peringatan ini haruslah selalu kita ingat karena hari ini mengandung banyak makna. Bagi diri sendiri, makna hari ini adalah, kembali merevisi tujuan hidup kita terutama dalam hal bekerja untuk mencari nafkah hidup. Jika tujuan kita bekerja untuk mencari atau memenuhi kebutuhan hidup hal tersebut memang benar, tapi kita harus lihat lagi bagaimana cara kita melakukan pekerjaan dalam mendapatkan keuntungan materi? Periksalah lagi apakah kita telah terpengeruh oleh budaya korupsi? Baik korupsi waktu, korupsi tenaga ataupun bahkan korupsi dalam arti sebenarnya yaitu mendapatkan materi yang sebenarnya bukan milik kita. Lalu bagi lingkungan sekitar kita hari peringatan ini akan menjadi ajang untuk saling menyadarkan apakah diantara kita ada yang masih bebas melakukan korupsi. Dengan bergandengan tangan bersama membrantas budaya korupsi ini, akan membuktikan bahwa kita tidak egois. Mungkin kita buka pelaku atau korban dari korupsi, akan tetapi kita harus peka terhadap orang – orang “kecil” disekitar kita yang telah kehilangan hak mereka.


Kita sebagai umat pilihan Allah, haruslah hidup saling perduli serta mengingatkan dengan penuh kasih. Jika kita tahu dampat negatif dari korupsi, sebaiknya selain kita menghindarinya kita juga bisa membantu ataupun mencegah hal tersebut tidak terjadi dalam lingkungan kita sehari – hari. Apabila setiap manusia sudah diatur berkat dan rezekinya oleh Tuhan, lalu kenapa masih ada diantara kita yang ingin memiliki hak orang lain yang hidupnya lebih sederhana dari kita?


Membebaskan diri kita dari godaan korupsi saja tidak cukup, apabila kita masih tinggal dilingkungan yang dipenuhi koruptor. Ayo kita lawan bersama!


“Apabila engkau melihat,

bahwa lembu atau saudaramu tersesat,

janganlah engkau pura – pura tidak tahu

haruslah engkau benar – benar

mengembalikannya kepada saudaramu itu”

Ulangan 22:1


GOD Bless u

Monday, December 7, 2009

(ArBer)Masih mau jadi sampah?


Masih mau jadi sampah?


Kumpulan sampah seperti diatas, sangat tidak sedap dipandang mata. Selain kotor dan tentunya beraroma busuk, samah – sampah tersebut akan menyebabkan penyumbatan. Sampah tersebut jika tidak ada yang mengangkatnya, selamanya akan tetap berada disana serta menimbulkan permaslahan serius.


Dalam kehidupan ini kita terdapat kesempatan bagi kita untuk menjadi “sampah”. Maksudnya tentu bukan secara harafiah(kotor,bau atau busuk) akan tetapi lebih kepada sikap dan tingkah laku kita yang sama dengan sampah. Kita bisa dikatakan sampah adalah apabila tidak ada lagi kelebihan yang bisa pergunakan dalam hidup ini. Apabila setiap hari kita menghabiskan waktu untuk hal – hal yang tidak penting(kontra produktif), bisa jadi kita sudah siap menjadi sampah. Atau apabila setiap hari kita berkumpul dan bergaul dengan teman – teman yang visinya sama yaitu menikmati dunia serta menghabiskan waktu didunia ini, maka kita sebenarnya sudah ada dalam tumpukan sampah tersebut. Setelah kita bertumpukan dengan “sampah-sampah” lainnya, maka kita akan menjadi sumber keresahan lingkungan sekitar kita, oleh karena kita tidak ada aktivitas tetap, hidaup hanya menghabiskan waktu, tidak menghasilkan(materi ataupun ide – ide cemerlang untuk kebersamaan), dan bahkan pada keadaan tertentu(misalnya musim hujan) akan timbul masalah yang berdamak luas(banjir). Maksudnya adalah apabila terjadi krisis ekonomi, maka penumpukkan pengannguran yang berlebihan akan menimbulkan masalah sosial berupa peningkatan jumlah kejahatan.


Bukalah mata,pikiran dan hati kita lebar-lebar. Bagi mereka yang sudah mempunyai aktivitas tetap dan menghasilkan saja terkadang masih banyak mengalami masalah hidup yang berat, apalagi kita yang hidupnya selalu “enjoy…saja…”. Sudah seharusnya kita hidup jauh dari sifat-sifat sampah. Kita harus mengisi kehidupan ini dengan tindakan, pemikiran dan perbuatan yang benar – benar bermanfaat, jika belum bermanfaat bagi banyak orang paling tidak tindakan kita sudah bermanfaat bagi kita dan keluarga.


Jadilah bijak dan taruhlah pemikiran kita didalam terang kasih-Nya ! jangan mau menjadi menjadi “sampah”, karena didunia ini sudah terlalu banyak "sampah"!


“Jadi akhirnya, saudara –saudara

Semua yang mulia,….

Semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji

Pikirkanlah semuanya itu”

Filipi 4:8


GOD Bless u

Saturday, December 5, 2009

(ArBer)Jangan salah didik!


Jangan salah didik!


Anak – anak adalah seperti gelas kosong yang siap diisi apapun. Mereka masih murni dan kosong, sehingga apapun yang di masukkan akan menempati ruang dalam hati dan pikiran mereka. Seperti sebuah gelas yang kosong, mereka tidak memilih apa yang harus dimasukkan ke dalam gelas, akan tetapi mereka menerima segala sesuatu yang dimasukkan.


Kesalahan yang dibuat anak kecil, memang bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Orang tua mempunyai andil besar dalam pembentukan setiap karakter serta sikap anak-anak mereka. Sangatlah salah jika kita mengajarkan anak dengan tingkat disiplin tinggi layaknya seoraqng dewasa. Akan tetapi membiarkan mereka melakukan apa yang mereka senangi juga merupakan hal yang tidak baik. Fungsi kontrol orang tua dalam kehidupan modern ini sudah tidak begitu dipraktekkan lagi. Orang tua bisa saja menyerahkan tanggung jawabnya kepada orang-orang yang dipercayannya(orang tua atau saudara) atau orang-orang yang dibayarnya(baby sitter) untuk melakukan fungsinya ini. Kenyataanya saat anak – anak menyerap segala sesuatu, mereka masih belum bisa menetukan mana yang baik dan yang buruk, apapun yang diserapnya pastilah akan dipraktekkan. Bahkan hal buruk yang kita larangpun bisa saja mereka lakukan lagi, karena mereka hanya mengeluarkan apa yang telah mereka serap.


Sebagai orang tua seharusnya kita tidak lari dari kewajiban dalam mendidik anak-anak. Setiap anak – anak adalah penerus masa depan dunia, apa yang kita ajarkan bisa saja membawa dampak baik atau buruk di masa yang akan datang. Anak – anak membutuhkan banyak perhatian dan pengawasan dalam setiap didikian dan ajaran kita. Lebih penting lagi apa yang kita ajarkan haruslah konsisten dengan apa yang kita contohkan kepada anak-anak.


Jangan mendidik serta mengajarkan anak-anak membawa senjata jika ingin dunia ini bebas dari perang!


“Didiklah anakmu,

Maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu

Dan mendatangkan sukacita kepadamu”

Amsal 29:17


GOD Bless u

Friday, December 4, 2009

(ArBer) Kenapa harus bunuh diri?


Kenapa harus bunuh diri?


Beberapa minggu ini Jakarta dihebohkan oleh beberpa kasus bunuh diri. Uniknya lagi bunuh diri tersbut banyak terjadi di dalam mall. Sudah tiga kali mall di Jakarta menjadi sasaran bagi mereka yang ingin mengakhiri hidup. Setelah Grand Indonesia dan Senayan City, hari ini bunuh diri dalam mall juga terjadi di Mangga Dua Sqoure. Pertanyaanya mungking bukanlah mengapa mereka harus mencari sensasi dengan melakukan bunuh diri di dalam mall?, akan tetapi mengapa mereka bisa sampai nekat ingin mengakhiri hidup mereka?


Kehidupan akan selalu dipenuhi perpasalahan. Tidak ada manusia yang bisa selalu merasakan senang serta bahagia setiap waktu, ada kalanya harta juga bisa membuat manusia menjadi bosan. Bahkan orang paling sehat di bumi ini juga pastilah pernah merasakan kesedihan atau bahkan ketakutan. Sebenarnya hidup ini sudah diatur sedemikian rupa agar manusia dapat berkembang. Tanpa ada masalah, kita tidak mungkin bisa merasakan syukur atas apa yang sudah kita miliki. Masalah memang sesaat membuat kita menderita, namun proses tersebut mematangkan pikiran, sikap dan mental kita. Kesudahan dari masalah yang kita hadapi tersebut pastilah sesuatu yang menguntungkan, entah itu kita jadi lebih bersyukur, lebih tabah, atau bahkan lebih bijak lagi dalam menjalani hidup ini.


Satu hal yang pastinya keliru adalah bahwa, bunuh diri sebenarnya tidak menyelesaikan masalah sedikitpun, bahkan bunuh diri bisa membawa kita kedalam masalah baru yang benar-benar tidak akan terselesaikan, yaitu hukuman dalam kerajaan maut.. Mulai hari ini janganlah menjadi seorang yang pesimistis, anggaplah segala masalah pastilah berlalu! Kemudian mulailah berdoa dan berusaha lebih mengenal Tuhan, karena hanya di dalam Tuhan lah terbuka jalan bagi masalah yang sudah buntu.


Iblis saja tidak diberi ijin untuk mengambil nyawa manusia, lalu kenapa kita berani mengambil hak dari Tuhan sang Pencipta dan Pemberi nafas kehidupan?


“maka firman TUHAN kepada Iblis

nah ia dalam kuasamu

hanya sayangkan nyawanya”

Ayub 2:6


GOD Bless u

Thursday, December 3, 2009

(ArBer) Perlengkapan yang komplit


Perlengkapan yang komplit


Ada pepatah mangatakan “jangan maju ke medan perang tanpa persenjataan komplit, maju berperang dengan semanagat saja, hanya mempercepat kekalahan”. Jika di telaah lebih dalam lagi, ada benarnya juga pepatah tersebut. Semangat tinggi memang diperlukan dalam menghadapi suatu medan pertempuran, akan tetapi jika kita tak mengetahui taktik perang dan lebih parahnya lagi kalau kita bertempur tanpa persenjataan lengkap, maka sudah pasti kita hanya mengantar nyawa saja dalam pertempuran tersebut.


Untuk membawa seseorang yang belum mengenal Tuhan, untunk beribadah ke Gereja juga memerlukan taktik dan tentunya “persenjataan” lengkap. Kita tidak bisa serta merta dengan kobaran semangat tinggi, langsung “menggiring” orang-orang di sekitar kita untuk menghadiri sebuah KKR ataupun kebaktian malam natal. Kita harus mempersiapkan diri kita dengan senjata Allah, yaitu injil yang berupa firman Allah. Bukan berarti dengan memegang Alkitab kita bisa langsung mempengaruhi mereka, akan tetapi kita perlu menerapkan cara-cara alkitabiah dalam memberitakan firman serta kasih-Nya. Selain membawa perlengkapan perang, sebenarnya kita juga harus membakali diri kita agar bisa mempergunakan “senjata” yang kita bawa.


Menjelang akhir tahun seperti ini banyak Gereja – gereja yang mengadakan KKR. Sebagai orang-orang yang sudah hidup dalam terang Tuhan kita juga dihimbau untuk mengajak jiwa-jiwa yang masih belum mengenal terang. Sebelum kita mengambil bagian pelayanan tersebut alangkah baiknya kita mengintropeksi diri ita terlebih dahulu! Apakah kita sendiri sudah siap untuk dijadikan contoh nyata dalam hidup kasih yang selama ini diajarkan Tuhan kita? Lalu apakah kita sudah tahu dengan apa serta bagaimana caranya kita mengenalkan terang kasih-Nya kepada mereka tanpa menyalahkan/menghakimi kehidupan mereka selama ini yang masih tersesat dalam kegelapan duniawi.


Jangan terburu – buru unuk ikut terjun dalam peperangan sedangkan perlengkapan perang saja belum kita kenakan!


“Sebab itu ambillah sluruh perlengkapan senjata Allah

supaya kamu dapat mengadakan

perlawanan pada hari yang jahat itu

dan tetap berdiri setelah kamu

menyelesaikan segala sesuatu”

Efesus 6:13


GOD Bless u

Tuesday, December 1, 2009

(ArBer)Jebakan yang menggiurkan


Jebakan yang menggiurkan


Serangga yang masuk dalam jebakan tersebut(gambar di atas), sudah pasti tidak akan bertahan lama lagi hidupnya. Tumbuhan tersebut sekilas sangat menggiurkan bagi serangga, namun setelah mereka menghinggapi tanaman tersebut, mereka sudah tidak bisa melepaskan diri lagi. Tumbuhan – tumbuhan yang sepertinya memberikan madu segar malah justru membawa kematian kepada serangga yang menghingapinya.


Dunia ini tentu saja banyak menawarkan hal seperti itu. Banyak sekali hal yang sepertinya akan membawa kebahagian, namun sebenarnya hal tersebutlah yan nantinya akan membawa kita ke dalam maut. Salah memilih akan berdampak fatal, jika kita tidak menguji benar apa yang akan kita pilih. Contohnyatanya dalam hal berinvestasi, jika kita salah memilih investasi pada saat seperti ini, maka dampaknya akan sangat, bahkan dalam hitungan menit bisa saja kita kehilangan seluruh harta kita. Jadi bukan keuntungan yang didapat, bisa jadi seluruh hasil jerih payah kita hilang lenyap dibawa orang lain yang tak bertanggung jawab. Salah satu kasus yang sekarang cukup menghebohkan adalah kasus investasi pada bank century yang banyak merugikan nasabahnya.


Setiap program investasi memang selalu menjanjikan banyak sekali keuntungan, namun belum tentu resikonya juga kecil. Kita harus dengan cermat dalam memilih, jangan mudah tertipu hanya pada penampilan serta janji - janji yang belum tentu bisa diwujudkan. Belajarlah untuk mengenal dahlu apa yang akan kita pilih, setelah kita mengetahui dengan jelas kita juga harus selalu membawanya dalam doa sebelm membuat suatu keuptusan. Dengan mengandalkan Tuhan dalam setiap pilihan hidup kita, akan membawa kita berinvestasi dengan benar bukan saja didunia ini, melainkan juga dalam kerajaan-Nya kelak.


Tumbahan tersebut tidak memilih serangga yang akan menghinggapinya, namun sebenarnya serangga tersebutlah yang memilih masuk dalam jebakan tumbuhan tersebut…maka hati-hatilah dangan jebakan yang terlihat menggiurkan!


“Supaya orang lain

jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu

dan hasil susah payahmu

jangan masuk kerumah orang yang tak dikenal”

Amsal 5:10


GOD Bless u