Thursday, June 24, 2010

(ArBer)Tidak mungkin padam


Tidak mungkin padam


“Tidak mungkin padam” adalah kemungkinan kalimat yang keluar dari mulut kita disaat melihat gambar diatas. Bagaimana mugkin orang tersebut bisa memadamkan api yang berkobar sangat besar, hanya dengan air didalam ember tersebut? Beberapa ember berikutnyapun sepertinya tidak akan membawa pengaruh banyak pada api yang berkobar tersebut. Api yang telah berkobar sebesar itu sepertinya mustahil dipadamkan dengan siraman air dari ember. Kemungkinan diperlukan beberapa mobil pemadaman kebakaran untuk mejinakkan kobaran api tersebut.


Api yang kecil memang sepertinya mudah untuk dipadamkan, hanya dengan tiupan angina ataupun sedikit percikan air, maka padamlah api. Akan tetapi api yang kecil, apabila tidak cepat kita padamkan dampaknya akan buruk sekali. Apabila api sudah berkobar menjadi besar, maka apaun yang berada disekitarnya akan masuk kedalam panasnya kobaran tersebut, dan semakin banyak yang terbakar api tersebut akan semakin berkobar. Lidah kita juga diibaratkan seperti api(Yakobus 3:6), yang walaupun bagian tubuh paling kecil, akan tetapi juga bisa “menghanguskan” seluruh tubuh.


Lidah memang mempunayi kuasa untuk menjadi berkat atau kutuk bagi diri sendiri ataupun orang lain. Dengan menjaga lidah kita, sebenarnya kita sudah hidup menjauhi maut. Sebagaian besar dosa juga berasal dari apa yang keluar dari mulut, terutama yang dikendalikan lidah. Lidah yang tak bertulang adalah kendali dalam seluruh tubuh ini, oleh karenanya jangan sampai kita salah mengendalikan lidah kita. Mulai saat ini berdoa dan mintalah kuasa Tuhan menyertai lidah kita yang tak bertulang ini. Mintalah hikmat dari pada-Nya agar kata-kata yang keluar dari mulut kita tidak menyebabkan dosa yang nantinya akan “membakar” seluruh hidup kita.


Jangan membiarkan “api jahat” dari lidah kita terus membesar! Padamkanlah saat masih kecil, karena apabila sudah membesar, dibutuhkan “air kehidupan” yang banyak untuk memadamkannya.


“Siapa yang mau mencintai hidup

Dan melihat hari-hari baik

Ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat

Dan bibirnya terhadap

Ucapan-ucapan yang menipu”

1 Petrus 3:10


GOD Bless U

Wednesday, June 23, 2010

(ArBer)Belajar berdoa.


Belajar berdoa.


Doa adalah hal paling mudah yang bisa dilakukan oleh manusia untuk dapat berhubungan langsung dengan pencipta-Nya. Doa adalah bentuk komunikasi paling sederhana dan mudah, namun mempunyai kekuatan yang besar untuk merubah sesuatu. Doa adalah “jembatan” penghubung antara manusia dengan pencipta-Nya. Dan satu hal yang pasti hanya doa yang membuat kita mengerti akan kuasa kasih Tuhan.


Sejak usia dini sebaiknya anak-anak sudah harus diajarkan untuk berdoa. Berdoa tidak membutuhkan kata-kata ataupun kalimat yang tersusun rapi, jadi anak-anak kecilpun bisa berdoa kapan saja. Biasanya diusia dini anak-anak selalu mengandalkan orang tuanya dalam berbagai hal yang mereka ingini. Orang tua dipandang sebagai suatu sosok yang mampu mengabulkan semua permintaan mereka. Hal tersebut tidaklah salah, akan tetapi kita juga perlu menjelaskan kuasa yang lebih besar yaitu kusa doa. Dengan berdoa kita mengajarkan anak-anak kita bahwa ada kuasa lain yang lebih besar daripada diri manusia. Kita juga harus memberitahukan bahwa dengan berdoa, berarti mereka mempercayakan semuannya pada kuasa yang lebih besar tersebut segala sesuatu yang mereka ingini.


Pemikiran anak-anak masih terlalu palos, oleh karenanya kita harus mengisinya dengan hal-hal positif. Ajarilan mereka berdoa, dan kenalkanlah mereka kepada kasih serta kuasa Tuhan. Tuntunlah mereka untuk mengerti kuasa lain yang tak terlihat namun nyata dalam kehidupan ini. Satu hal yang terutama adalah memberikan contoh nyata secara langsung. Percuma kita mengajarkan mereka untuk berdoa, sedangkan mereka tidak pernah melihat kita berdoa.


Agar anak – anak dapat mengerti tentang makna doa, maka kita harus mencontohkan secara langsung cara memohon yang benar disaat berdoa! Yaitu dengan mengucap syukur dan berserah sepenuhnya pada kuasa Tuhan.


“…….

Berdoalah setiap waktu

Di dalam Roh

Dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu

Dengan permohonan yang tak

Putus-putusnya

…….”

Efesus 6:18


GOD Bless U

Tuesday, June 22, 2010

(ArBer)Jujur saja.


Jujur saja.


Papan iklan rumah makan tersebut(gambar diatas) menyimpan suatu keunikan. Keunikannya bukan terletak pada bentuk papan iklan ataupun ukurannya, namun keunikannya terletak pada informasi yang berada didalam papan iklan rumah makan tersebut. Nama rumah makan tersebut mungkin saja sengaja dibuat demikian agar membuat konsumen penasaran. Satu hal yang jelas rumah makan tersebut tidak akan mengatakan sejujurnya apabila benar masakan mereka memang tidak enak.


Kita juga sering kali mengalami dilematis dalam masalah kejujuran. Mungkin dalam satu sisi kita harus berkata jujur, namun di sisi lainnya, kejujuran akan membuat kita tidak diterima. Bukanlah perkara mudah untuk berani berkata jujur akan kekurangan-kekkurangan diri sendiri. Apalagi hal tersebut berdampak pada pekerjaan atau penghasilan kita. Sebagai contoh seorang sales kita tidak mjungkin terang-terangan memberitahukan kepada konsumen kekurangan dari barang-barang yang kita tawarkan dibandingkan dengan produk saingan kita. Lalu bagaimana caranya agar kita berbesar hati serta mampu menerima resiko apapun dengan perkataan jujur yang keluar dari mulut kita?


Apapun yang keluar dari mulut kita, itulah yang harus kita khawatirkan. Kata – kata yang keluar seharusnya adalah kata-kata yang bermakna dan sesuai dengan hari nurani kita. Percuma kita mengeluarkan kata-kata indah yang memuji akan tetapi hal tersebut bukan dari hati kita. Perkataan jujur memang terkadang menyakitkan atau tidak enak didengar, namun paling tidak itulah kenyataan dan ungkapan dari hati dan pikiran. Rasa bahagia pastinya akan selalu menyertai kita, apabila kita mangeluarkan apa yang ada dalam pikiran dan hati kita. Mulai saat ini janganlah takut untuk berkata dan berlaku jujur, dan yakinlah bahwa Tuhan sekali-kali tidak akan meninggalkan anak-anak-Nya yang hidup dalam kejujuran.


Kejujuran tidak selamanya memberikan suatu keuntungan, akan tetapi kejujuran pastinya akan menghasilkan suatu kebahagian.

“Perkataanku keluar dari hati yang jujur

Dan bibirku menyatakan

Dengan terang

Apa yang kuketahui”

Ayub 33:3


GOD Bless U

Monday, June 21, 2010

(ArBer)Semua mempunyai hak yang sama.


Semua mempunyai hak yang sama.


Setiap manusia yang dilahirkan didalam dunia ini, lahir dengan membawa suatu hak. Hak paling hakiki adalah hak untuk hidup, karena hak ini pemberian langsung dari Tuhan, dan hanya Dia yang bisa mengambil hak tersebut. Manusia mempunyai hak asasi yang sama dimata hukum, dan kesemuannya diatur dalam undang-undang. Walaupun beberapa sistem pemerintahan negara – negara tertentu, hak rakyatnya diatur sesuai dengan sistem perintahan yang dijalankan negarannya, akan tetapi hak-hak dasar setiap rakyatnya adalah sama.


Dimata Tuhan, semua manusia juga mempunyai hak yang sama. Kita semua berhak menerima pengampunan dosa. Tuhan Yesus tidak mati demi mereka yang percaya kepada-Nya saja, akan tetapi Dia mati demi semua orang yang berdosa. Jika semua manusia sudah mendapatkan kesempatan yang sama untuk menerima anugerah keselamatan dari pada Yesus, lalu bagaimanakah peran kita sebagai anak-anak terang untuk ikut serta mewujudkan hal tersebut?


Mulai saat ini kita hrus membuka mata kita seluas-luasnya! Tuhan memerintahkan kita untuk memperluas kerajaan-Nya dibuni ini, oleh karena itu kita harus memandang secara luas tugas dan tanggung jawab tersebut. Kita jangan terpaku hanya kepada pembangunan rohani saudara seiman di dalam linghkungan gereja, akan tetapi kita juga perlu “keluar” dari lingkungan tersebut serta mencari lebih banyak lagi mereka yang berhak menerima anugerah keselamatan, namun belum pernah mendengar akan anugerah tersebut. Banyak sekali orang-orang disekitar kita yang setiap harinya kita temui namun belum pernah mendengar tentang anugerah keselamatan yang ditawarkan Tuhan. Mereka mempunyai hak yang sama untuk menerima anugerah tersebut, namun semua itu tidak mungkin terjadi apabila kita enggan menjalankan peran kita untuk mengenalkan firman Tuhan, mengajak mereka ke Gereja atau paling tidak bersaksi akan kasih nyata anugerah-Nya dalam kehidupan kita.


Semua mempunyai hak yang sama untuk menerima anugerah keselamatan dari Yesus, namun tidak semua mendapatkan kesempatan itu, jika kita tidak ikut serta dalam mengambil tanggung jawab tersebut.


“Yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus

Bagi semua orang yang percaya.

Sebab tidak ada perbedaan

Karena semua orang telah berbuat dosa

Dan telah kehilangan kemuliaan Allah”

Roma 3:22-23


GOD Bless U

Sunday, June 20, 2010

(ArBer)Tetap rajin bekerja.


Tetap rajin bekerja.


Kondisi cuaca akhir – akhir ini sepertinya sudah sulit diprediksi. Saat memasuki musim kemarau seperti ini, hujan malah sering sekali turun, bahkan terkadang dalam intesitas tinggi. Kalau sudah demikian bayangan akan liburan musim panas yang menyenangkan sepertinya hanya akan menjadi impian yang tertunda. Jangankan liburan, untuk bekerja dalam suasana mendung dan gerimis setiap hari saja kita sudah malas.


Cuaca yang tidak mendukung akhir-akhir ini banyak memperngaruhi mood kita dalam bekerja. Bangun pagi yang biasa ditemani oleh hangatnya sinar matahari, kini berubah dengan suara tetesan – tetesan air yang membasahi jendela. Setelah mandipun bukan kesegaran yang dirasakan melainkan rasa menggigil kedinginan yang menyerang tubuh. Segala semangat dalam diripun seketika hilang begitu saja, dan akhirnya segala aktivitas sepanjang hari hanya dijalani dengan setengah hati.


Awalilah selalu dipagi hari dengan ucapan syukur kepada Tuhan. Oleh karena masih memberikan kepada kita tubuh yang sehat. Cuaca seideal apapun tidak akan banyak membantu kita apabila kita mengalami sakit penyakit. Hadapilah cuaca apapun dengan penuh semangat dan keyakina bahwa Tuhan pasti menyertai kita selalu sepanjang hari. Janganlah membiasakan diri hanya akan beraktivitas secara optimal apabila susananya baik danm emndukungb sesuai dengan keinginan kita! Justru sebenarnya kesungguhan kita dalam bekerja atau beraktivitas akan terlihat pada saat kita melakukannya secara maksimal di saat situasi dan kondisi tidak mendukung. Tuhan pasti akan selalu memberikan berkat lebih kepada anak-anak-Nya rajin dan tidak “gampangan”!


Walaupun dalam keadaan banjir, orang tersebut(pada gambar diatas)justru bekerja dengan rajin, maka sebagai balasannya dia akan mendapatkan lebih dari apa yang dia kerjakan disaat keadaan normal.


“Pada musim dingin

Si pemalas tidak membajak;

Jikalau ia mencari pada musim menuai

Maka tidak ada apa-apa”

Amsal 20:4


GOD Bless U

Friday, June 18, 2010

(ArBer)Aturan – aturan yang menyelamatkan.


Aturan – aturan yang menyelamatkan.


Sepertinya tidak ada rambu-rambu lalu lintas yang sejelas gambar diatas. Selain stop(berhenti), dilarang masuk, dilarang juga berbelok, ke kiri ataupun ke kanan. Dalam prespektif tertentu, sepertinya rambu-rambu lalu lintas tersebut tidak efektif karena banyak mengatur hal yang sama(hal yang tidak diperbolehkan). Akan tetapi terkadang kita tidak cukup peka bila dilaraang hanya sekali, perlu berkali-kali baru bisa menyadarkan diri kita.


Nenek moyang manusia yang diselamatkan Tuhan dari tanah mesir sudah menunjukkan ciri-ciri membrontak, dan tidak taat pada hukum. Musa sudah dengan sabar membimbing mereka keluar dari tanah mesir dan menemani mereka. Untuk dapat mengatur mereka yang jumlahnya banyak, nabi Musa juga sudah menerapkan aturan langsung yang disampaikan Tuhan Allah kepadanya. Aturan – aturan tersebut tentunya juga diadakan demi kebaikan dan keteraturan bersama. Namun sayang, hasilnya tetap saja umat Isreael terus memberontak dengan berbagai alasan yang mengada-ada.


Saat ini kita juga hidup yang dipenuhi berbagai macam aturan. Aturan – aturan tersebut tentunya adalah hal – hal yang berisikan hal-hal yang tidak boleh atau diperbolehkan untuk kita lakukan. Firman Tuhan juga sama halnya dengan aturan-aturan dunia, namun secara khusus firman Tuhan bukan hanya mengatur kehidupan yang baik di dalam dunia ini, akan tetapi juga kehidupan setelah kita meninggalkan dunia ini. Firman Tuhan haruslah jadi pedoman hidup kita dalam bertindak dan berprilaku. Firman Tuhan mungkin terlihat lebih kompleks dalam mengatur kehidupan manusia. Seperti itu tidak boleh, seperti ini berdosa, melakukan itu dilarang, tidak melakukan itu bersalah, kira-kira seperti itulah banyaknya aturan dalam firman Tuhan, meskipun demikian semua hal tersebutlah yang nantinya akan membawa kita dalam kehidupan yang berkenan dihadapan-Nya dalam dunia ini serta kehidupan kekal pada saat kita meninggalkan dunia ini.


Semakin banyak aturan akan semakin banyak membuat kita berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu, dan akhirnya hidup kita akan mencegah terjadinya hal-hal buruk baik selama kita hidup maupun nanti setelah meninggal..


“Hanya kuatkan dan teguhkan hatimu dengan sungguh-sungguh

Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum

Yang telah kuperintahkan kepadamu oleh hambaku Musa;

Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri

Supaya engkau beruntung kemanapun engkau pergi”

Yosua 1:7


GOD Bless U

Thursday, June 17, 2010

(ArBer)Menikmati setiap keadaan


Menikmati setiap keadaan


Bulan juni seharusnya masuk dalam bulan kemarau. Pertengahan tahun biasanya digunakan banyak orang untuk menikmati liburan, yaitu liburan musim panas. Biasanya bulan Juni juga bertepatan dengan selesainya agenda pendidikan, yang berarti mereka yang bersekolah akan libur sejenak sebelum masuk ke dalam agenda pendidikan atau tahun ajaran baru. Intinya bulan juni adalah momentum yang pas untuk menikmati liburan.


Berbicara tentang liburan, tahun ini sepertinya, bulan juni cuaca sangat tidak mendukung untuk menikmati liburan. Semenjak bulan mei kemarin, hujan selalu menyelimuti berbagai kota besar di Indonesia. Bahkan di negara tetangga seperti Singgapura, curah hujan yang tinggi menyebabkan kebanjiran. Beberapa tempat hiburan seperti mall dan plaza terendam air hampir setengah meter, dan menurut pemerintahan setempat hal tersebut adalah pertama kalinya terjadi di negara mereka. Lalu bagaimana kita menyikapi cuca yang tidak mendukung ini, di saat kita ingin menikmati liburan bersama-sama anggota keluarga?


Satu hal yang perlu kita lakukan adalah bersyukur atas setiap anugerah Tuhan terhadap kita dan keluarga kita. Dalam cuaca apapun, Tuhan selalu memelihara kkita, dan paling tidak dikeadaan cuca yang tidak menentu seperti ini, kita selalu diberikan kesehatan. Masalah liburan kita bisa menyikapinya dengan berunding bersama anggota untuk menentukan cara menyenangkan dalam menikmati liburan bersama. Tidak harus menuju suatu tempat tertentu atau dalam cuaca tertentu, selama setiap anggota keluarga dapat menghabiskan waktu bersama sukacita pastinya akan dirasakan. Menikmati liburan juga bisa dilakukan bersama untuk mengikuti kegiatan yang diadakan di Gereja. Biasanya di Gereja juga mengadakan banyak acara seperti Sekolah Injil Liburan atau Retreat keluarga. Intinya dalam keadaan apapun nikmatilah dengan penuh rasa syukur, maka sukacita kita akan berlimpah.


Percayalah Tuhan tidak akan mengurangi sukacita yang bisa kita rasakan dalam keadaan apapun, asal kita mau meminta kepada-Nya serta beusaha memanfaatkan setiap keadaan dengan penuh rasa syukur.


“…..

Mintalah

Maka kamu akan menerima

Supaya penuhlah

Sukacitamu”

Yohanes 16:24


GOD Bless U