Thursday, September 6, 2012

(PuBer)Ternyata bukan milikku


Ternyata bukan mlikku



Ku lihat alam hijau

Sangkaku bisa ku simpan

Ku lihat Air Biru

Sangkaku bisa ku jadikan teman


Hangat matahari kurasakan setiap hari

Sinarnya menerangi setiap mata

Tapi matahari bisa dicuri

Digantikan bulan bulan yang duka


Aku ingin matahariku kembali

Aku ingin selalu tersenyum

Aku ingin tetap berdiri

Dan semua tetap ku genggam


Apa daya aku tak mampu

Menahan semua milik Tuhan

Semua yang ada dalam hidupku

Ternyata harus kukembalikan


Tuhan Empunya kehidupan

Berhak mengambil kembali

Semua yang terlihat hanya pinjaman

Hanya kasih-Nya yang abadi


“………..

Apa yang ada di seluruh kolong langit

Adalah kepunyaan - Ku”

Ayub 41:11


GOD Bless u

Wednesday, September 5, 2012

(ArBer) Lepaskanlah kami dari pada yang jahat.



Lepaskanlah kami dari pada yang jahat.


Bisakah manusia terlepas dari gangguan si jahat(iblis)? Selama kita masih hidup di dalam dunia ini hal tersebut tentunya mustahil. Selama nyawa kita “terjebak” dalam raga duniawi ini, pencobaan dari si jahat akan senantiasa menyapa umat manusia.


Tuhan Yesus sendiripun mengalami pencobaan saat Dia berada dalam duinia ini. Lebih buruknya lagi Dia mengalai pencobaan yang langsung dikerjakan oleh si jahat(Yesus berhadapan langsung dengan iblis). Kita sebagai umat manusia mungkin tidak langsung berhadapan dengan iblis/setan. Kebanyakan dari kita hanya mendapat pencobaan oleh karena keinginan kedagingan kita sendiri. Singkat kata iblis hanya memanipulasi kita melalui sesama kita maupun barang atau benda – benda mati disekitar kita(misalnya benda berharga atau harta)


Tuhan Yesus mengalami pencobaan yang teramat berat, namun Dia berhasil melewatinya dan bahkan mengalahkan iblis. Pencobaan yang kita hadapi saat ini tentu saja tidak lebih berat dari pada pencobaan yang Dia alami, jadi sudah semestinya kitapun juga bisa memenangi pencobaan tersebut. Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kita doa yang isinya tersirat kelemahan kita terhadap pencobaan dan meminta Allah yang maha kuasa untuk melepaskan kita dari pencobaan. Jadi sebenarnya Dia juga mengetahui kita tidak akan pernah aman selama di dalam dunia ini, namun kita jangan lemah iman ataupun hilang pengharapan. Datanglah kepada Tuhan Allah yang maha kuasa, maka kita pasti akan selalu ditemani- Nya dalam melewati pencobaan dari si jahat tersebut. Jika Dia sudah dipihak kita, pencobaan apapun dari si jahat, tentunya tidak akan mengalahkan kita!


Pencobaan akan selalu ada, begitu juga penyertaan dari Sang maha kuasa, jadi mintalah selalu pertolongan dan penyertaan- Nya.


“ Dan janganlah membawa kami

Ke dalam pencobaan

Tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat

…………………………”

Matius 6:13


GOD Bless u

Tuesday, September 4, 2012

(ArBer) Mana gembalanya?


<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Mana gembalanya?


Tentunya kita semua akan setuju untuk menilai bahwa gambar di atas kurang “sempurna”. Gambar tersebut akan menjadi “sempurna” apabila terdapat seseorang gembala. Tanpa seorang gembala kawanan domba tersebut akan mudah tercerai-berai, tersesat atau bahkan menjadi korban binatang buas.


Kita umat Alllah adalah laksana kawanan domba. Sebagai kawanan domba Allah kita tentunya membutuhkan pemimpin, yang bukan hanya pemimpin dalam Gereja, akan tetapi pimpinan dalam skala sosial seperti pemimpin dalam pemerintahan. Ironisnya banyak pemimpin yang kita harapkan justru terlibat kasus pelanggaran hukum. Jika sudah demikian, di manakah kita dapat mencari pemimpin yang baik? Yang bukan hanya bisa memimpin kita namun juga bisa memberikan teladan ynag baik?


Jika kita mencari pemimpin yang berdasarkan kualifikasi kitasecara subyektif, mungkin akan sulit menemukan pemimpin yang bisa diandalkan. Kita harus menyerahkan semuanya kepada Dia yang maha Kuasa! Kita boleh saja memilih sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan, namun kita juga membawanya dalam doa dan meminta campur tangan Tuhan. Tuhan yang maha pengasih tentunya tidak akan diam di saat domba – domba- Nya memerlukan seorang “gembala”. Dia pasti akan memilih dan menyediakan seorang gembala yang sesuai dengan kehendak- Nya, asal kitapun harus dengan bijak dalam memilih kandidat pemimpinya dan tentunya menyerahkannya kepada Tuhan.


Percayakanlah kepada Dia setiap kandidat yang kita anggap layak untuk memimpin, dan kemudian terimalah dengan hati lapang siapapun yang akan Dia pilih untuk memimpin kita!


“ Aku akan mengankat bagimu

Gembala – gembala yang sesuai dengan hati- Ku;

Mereka akan menggembalakan kamu dengan

pengetahuan dan pengertian”

Yeremia 3:15


GOD Bless u

Monday, September 3, 2012

(ArBer) Jangan menambahkan sembarangan!



Jangan menambahkan sembarangan!


Perhatikan gambar di atas! Arti dari kata “involved” akan berubah seketika di saat seorang tentara PBB (united nation) berdiri di sampingnya. Sengaja ataupun tidak, nyatanya tentara tersebut sudah menambahkan kata Involved dengan “un”, sehingga artinyapun akan berbeda jauh.


Melayani Tuhan adalah keharusan bagi kita semua yang telah disematkan- Nya. Sebisa mungkin kita harus mengenalkan kasih Tuhan serta menyebarkan Firman- Nya di manapun kita berada. Menyebarkan Firman Tuhan memang tidak sesulit yang kita bayangkan, namun menyebarkan Firman- Nya juga butuh ketelitian. Menambahi atau menguranginya bisa menimbulkan dampak buruk bagi mereka yang beriman dangkal.


Kita patut untuk berhati-hati dan lebih teliti dalam menjelaskan isi dari Firman Tuhan. Tidak perlu takut dalam menjelaskan Firman Tuhan, namun kita juga tidak perlu memaksakan diri apabila kita sendiri belum mengerti benar apa yang ingin kita bagikan atau jelaskan kepada sesama kita yang belum mengenal Tuhan. Tidak ada salahnya kita meminta penjelasan atau belajar secara khusus dengan para rohaniawan yang lebih mengerti akan isi Firman Tuhan. Dengan “bekal” demikian tentu apa yang kita sampaikan kepada orang lain akan menimbulkan dampak yang lebih baik dibandingkan kita menjelaskan Firman Tuhan secara sembarangan atau seadanya saja. Jadi kenalilah lebih dahulu Firman Tuhan sebelum kita mnegenalkan Firman Tuhan kepada orang lain!


Manambahi atau mengurangi Firman Tuhan hanya akan menjadi batu sandungan bagi kita dan sesama kita untuk lebih dekat dengan Tuhan. Jadi pastikan kita menjelaskan Firman Tuhan sebaik - baiknya sesuai dengan kehendak para Penulisnya serta tentunya Tuhan sang Sumber Firman itu sendiri


“ Jangan menambahi firman- Nya,

Supaya engkau tidak ditegur- Nya dan

Dianggap pendusta”

Amsal 30:6


GOD Bless u