Monday, September 10, 2012

(ArBer) Gedung yang membanggakan.


Gedung yang membanggakan.


Gedung World Trade Center (WTC) atau yang dikenal dengan “menara kembar” terletak di negeri paman Sam tersebut dibangun pada tahun 1970. Ada sekitar 490 perusahaan lebih yang berkantor di dua gedung kembar itu. Gambar di atas menunjukkan pemandangan “sunrise” yang indah dikala matahari siap “naik” diantara dua bangunan gagah tersebut.


Pemandangan indah tersebut tentu sekarang sudah menjadi sebuah kenangan belaka saja. Gedung kembar yang amat dibanggakan Negara Amerika tersebut sudah hancur akibat korban dari terorisme. Kehancuran dua gedung kembar tersebut juga memakan kurang lebih 2.800 korban jiwa yang berasal dari berbagai Negara. Kerugian materi akibat kejadian tersebut juga sangatlah fantastis, oleh karena dua menara tersebut adalah salah satu pusat transaksi bisnis terbesar di dunia.


Meskipun Amerika serikat pernah sesumbar bahwa hanya merekalah yang mampu mendirikan bangunan secangih dan segagah menara kemabar tersebut, namun kenyataanya mereka juga harus menerima kenyataan pahit, bahwa semuanya hancur dalam sekejap saja. Segala kemegahan ataupun keindahan karya tangan manusia tidaklah akan pernah abadi. Tuhan sangat membenci kesombangan ataupun kecongkakkan. Manusia bisa saja membuat apapun, bahkan bangunan yang tingginya sampai ke langit, namun tanpa seijin Tuhan sehebat apapun karya manusia, hal tersebut tidak akan terwujud ataupun bertahan lama. Mulai saat ini ucapkanlah syukur kepada Tuhan terlebih dahulu atas segala hasil karya tangan dan pikiran kita! Dan janganlah mengakui segalanya adalah buah hasil karya kita seutuhnya! Sebab tanpa campur tangan Tuhan, mungkin semuanya tidak akan terwujud.


Kesombongan timbul karena kita merasa paling hebat, padahal yang terhebat di muka bumi ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Dia yang Maha sempurna!


“ Tetapi sekarang

Kamu memegahkan diri dalam congkakmu

Dan semua kemegahan

Yang demikian adalah salah”

Yakobus 4:16


GOD Bless u

(ArBer) Apa yang ada di dalam benakmu?



Apa yang ada di dalam benakmu?


Apabila ada sebuah alat yang mampu mendeteksi apa isi pikiran seseorang, pastinya alat tersebut akan laku keras. Perusahaan pastinya akan berlomba – lomba untuk mendapatkan alat tersebut untuk bisa mengetahui isi pikiran karyawan mereka. Ibu rumah tanggapun sepertinya akan memakai alat tersebut untuk mengetahui isi pikiran suami mereka masing-masing untuk mengetahui apakah ada wanita lain dalam benak sang suami.


Setiap manusia memikirkan bermacam – macam hal yang berbeda. Ada yang menghabiskan seluruh “ruangan” dalam benak mereka hanya untuk karir mereka, ada juga yang selalu memikirkan cara untuk menjadi kaya, ada lagi yang hanya memikirkan mendapatkan pasangan hidup yang “sempurna”. Jadi kesimpulan yang bisa diambil adalah sebagian besar manusia memikirkan lebih banyak hal-hal duniawi. Apakah kita juga termasuk manusia yang lebih banyak memikirkan hal – hal kedagingan?


Sudah seharusnya setiap kita yang telah hidup baru(bertobat dan dibaptis) harus memikirkan perkara – perkara di atas! Pikiran kita pun harus terfokus kepada Firman Tuhan dan kehendak- Nya. Roh yang memenuhi hati kita juga seharusnya melahirkan buah roh dalam pikiran serta tingkah laku kita! Hal – hal duniawi yang bersifat kedagingan tidak akan membuat hidup kita bahagia, dan juga tidak menjamin kita bebas dari hukuman di kala kita meninggalkan dunia ini! Sebaliknya hasil dari buah Roh sudah pasti membahagiakan jiwa kita(walaupun belum tentu memuaskan raga kita.) Dan tentunya akan memberikan jaminan pasti untuk hidup kekal bersama- Nya dalam kerajaan Sorga. Jadi janganlah memorsikan lebih banyak pikiran kita terhadap hal – hal duniawi, karena semuanya itu akan ditinggalkan saat kita meninggalkan dunia ini, akan tetapi arahkanlah pikiran kita terhadap hal-hal rohani yang bersifat abadi!


Jika kita mengaku sudah dipimpin Roh Kudus dalam kehidupan ini, pasti apa yang kita pikirkan adalah hal – hal rohani ataupun buah roh yang menyenangkan hati Tuhan! Jadi apakah hidup kita sudah dipimpin Roh Kudus?


“ Sebab mereka yang hidup menurut daging,

Memikirkan hal – hal

Yang dari daging;

Mereka yang hidup menurut roh,

Memikirkan hal – hal yang dari roh.”

Roma 8:5


GOD Bless u

Friday, September 7, 2012

(LaBer)Satu dalam kasih


Satu Dalam Kasih

Yehuda Singers

Key = E

Tempo 106

Verse :

_____F#m_B______ E___C#m

Begitu indah terjalin mesra


_____F#m_____ B_______ E

Satu dalam kasih kita bersaudara


_____F#m B_____ E_____ C#m

Begitu indah terjalin mesra


_____F#m ____B________ E

Satu dalam kasih kita bersaudara


Chorus :


_________A_____ B ____G#m___ C#m

Di dalam kasih Yesus kita bersaudara


________F#m____ B_____ E

Tanpa ada rasa curiga dan saling terbuka


________A______ B_____ G#m ____C#m

Di dalam kasih Yesus kita bersaudara


______F#m _____B

Mari kita jalin bersama


F#m______________ B__________E

Sampai Tuhan Yesus datang kedua kalinya


"Supaya hati mereka terhibur

Dan bersatu dalam kasih,

Sehingga mereka memperoleh segala

kekayaan dan keyakinan,

Dan mengenal Rahasia Allah, yaitu

Yesus Kristus"

Kolese 2:2


GOD Bless u

(ArBer) Tidak ada perlakuan khusus.


Tidak ada perlakuan khusus.


Selalu ada perlakuan khusus bagi orang – orang tertentu, apalagi orang tersebut adalah seorang pejabat, atau seorang disegani. Untuk fasilitas umum saja, biasanya seorang pejabat pasti mendapatkan tempat khusus, walaupun tidak semua pejabat, dan gambar di atas adalah salah satu contoh pejabat yang tidak menginginkan perlakuan khusus.


Dalam dunia ini, manusia selalu mendapat perlakuan khusus dari sesamanya. Walaupun tidak semua orang mendapatkan perlakuan khusus, akan tetapi biasanya orang – orang berpengaruh dan kaya pasti akan selalu mendapatkan perlakuan khusus. Ironisnya terkadang banyak yang sengaja “meminta” perlakuan khusus di saat mereka malas mengikuti prosedur atau sistem/peraturan yang berlaku saat itu, sehingga di satu sisi tercermin dengan jelas gambaran ketidak adilan. Jika manusia kerap memperlakukan khusus orang – orang berpengaruh maupun kaya raya, maka tidak demikian halnya di mata Tuhan.


Tuhan pasti dan akan selalu adil kepada semua ciptaan-Nya! Dia sama sekali tidak memandang bulu. Apabila kita mengatakan bahwa ada Nabi – Nabi atau para Rasul yang mendapat perlakuan khusus dari Allah, maka sebelum memprotes tentunya kita juga harus melihat dahulu tanggung jawab mereka selama menjadi “penyambung lidah” Allah yang teramat berat. Intinya kita semua harus sadar, bahwa tidak mungkin akan nada perlakuan khusus bagi siapa saja yang tidak hidup sesuai dengan kehendak- Nya, meskipun dia pejabat tinggi Negara, orang paling kaya ataupun selebritas dunia, semua akan ditolak- Nya untuk masuk dalam kerajaan sorga. Jadi sudahkah kita hidup sesuai dengan kehendak Allah? Jika belum maka Bertobatlah sebab dia juga tidak memandang bulu bagi siapapun yang ingin bertobat pasti akan mendapatkan Anugerah keselamatan- Nya, sekalipun orang tersebut adalah orang yang paling berdosa di dunia ini!


Tuhan yang tidak memandang bulu menunjukkan bahwa keadilan-Nya berlaku absolut, dari dahulu sampai selama-lamanya!


“ Sebab Allah

Tidak memandang bulu”

Roma 2:11


GOD Bless u