Thursday, September 5, 2013

(ArBer)Masih belum kapok?

-->
Masih belum kapok?

Penjara saat ini bukan lagi menjadi tempat yang ditakuti.  Fungsi penjara yang  awalnya untuk memberikan hukuman kurungan dengan maksud mereka yang melanggar hukum bisa tersadar dan tidak mengulanginya lagi sudah tidak maksimal sudah mulai berubah.  Dengan demikian para terhukum bukannya sadar malahan bisa bebas melakukan aksi kejahatan kembali.  (contohnya adalah seorang yang dihukum akibat mengedarkan narkoba, justru bisa memproduksi serta menjual narkoba dengan bebas di dalam penjara)

Hukuman diberikan kepada mereka yang melanggar hukum untuk memberikan efek jera.  Bagi mereka yang sudah merasakan hukuman pastinya akan merasa kapok untuk melakukan pelanggaran hukum lagi. Akan tetapi ada orang – orang yang tidak jera dengan hukuman yang mereka peroleh, ironisnya lagi sembari menjalankan hukumannya mereka malahan melakukan pelangaran hukum baru lainnya.  Apakah kitab termasuk dari orang – orang tersebut?

Kita saat ini mungkin tidak dalam posisi melanggar hukum dunia yang tertulis, tetapi apakah kita sadar bahwa kita msih kerap mengecewakan Tuhan dengan melanggar perintah- Nya?  Bisa jadi kita sadar kita sedang “dihukum” Tuhan oleh karena dosa kita di masa lalu, namun apakah hal tersebut membuat kita kapok?  Atauy justru segala hukuman – hukuman “ringan” dari Tuhan Allah malah membuat kita menjadi biasa sehingga tidak terasa?  Dan akhirnya kita malah kembali melakukan pelanggaran dosa lagi.  Tuhan Sang maha pengasih sakan selalu membuka mpintu pertobatan bagi kita semua, jadi jangalah menyia-nyiakannya!  Kembalilah pada Tuhan dan janganlah senang menikmati “teguran” dari Tuhan, sebab saat teguran ringan tidak menyadarkan kita maka sebenarnya hukuman yang keras sudah menanti kita!  Kabar buruknya lagi adalah tidak ada satupun mahkluk di dunia ini yang sanggup menghadapi hukuman dari Tuhan, jadi janganlah memancing Tuhan menghukum kita dengan keras!

Apabila hukuman dunia tidak membuat seseorang jera ataupun kapok, maka bersiaplah mendapatkan hukuman sebebenarnya dari Tuhan Allah!

 “Jika kamu dalam keadaan
Yang demikianpun tidak mau Kuajar
Dan hidupmu tetap bertentangan dengan Daku,
Maka Akupun akan bertindak melawan kamu
Dan aku sendiri akan menghukum kamu
Tujuh kali lipat karena dosamu”
Imamat 26:23-24

GOD Bless u

Wednesday, September 4, 2013

(ArBer)Tenanglah hai jiwaku!


Tenanglah hai jiwaku!

Lepaskanlah bawaanmu
Letakkanlah di samping kirimu
Tariklah dalam – dalam nafasmu
Biarkanlah memutih pikiranmu

Janganlah menangis hai jiwaku
Sebab semua akan berlalu
Janganlah gelisah hai jiwaku
Sebab harapan tetap ada selalu

Bebaskanlah penderitaanmu
Rasakanlah ketenanganmu
Tinggalkanlah resahmu
Carilah Penyelamatmu

Relakanlah TUHAN membimbingmu
Hai jiwaku yang baru
Kembalilah tenang hai jiwaku
Dan biarkanlah Tuhan menjagamu

Ketenangan jiwa hanya bisa didapat
Di dalam TUHAN Sang sumber ketenangan!

“Kembalilah tenang, hai jiwaku
Sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu
Ya, Engkau telah meluputkan
Aku dari pada maut,
Dan mataku dari pada air mata,
Dan kakiku dari pada tersandung”
Maamur  116:7-8




GOD Bless U



Tuesday, September 3, 2013

(ArBer)Jati diri anak muda

Jati diri anak muda

“Masa – masa remaja adalah masa untuk mencari jati diri” itulah kata – kata orang tua melihat segala kompleksitas kegiatan para remaja.  Jiwa muda mereka terkadang bukan hanya membuat mereka kreatif untuk hal – hal yang berguna bagi masa depan mereka, akan tetapi juga kreatif untuk menunjukkan identitas diri yang mereka ciptakan sendiri.

Anak – anak muda saat ini senang sekali untuk mendapatkan julukan “anak gaul”.  Demi mendapatkan julukan tersebut, mereka selalu berusaha untuk tampil “segaul” mungkin.  Intinya mereka ingin sekali emndapat perhatian dari siapa saja yang melihatnya, hanya saja mereka menunjukkan justru bukan dari segi karya maupun prestasi, melainkan dari segi lain yang memang sedang up date(contohnya mengikuti perkembangan fashion, perkembangan media sosial di dunia maya, perkembangan gadget dan lain sebagainya).  Akhirnya pusat perhatian anak – anak muda jaman sekarang hanya tertuju kepada hal – hal diluar pengembangan kemampuan diri mereka masing – masing (seperti pencapaian prestasi akedemik yang baik, ataupun pembentukan mental serta karekter yang rohani sejak usia muda).

Mengikuti perkembangan jaman bukannya tidak diperbolehkan, akan tetapi keinginan untuk terus mengikuti perkembangan jaman bisa mengikis identitas diri yang sebenarnya.  Saat kita menjadi seorang pelajar, maka sudah seharusnya kita mengkhususkan diri untuk belajar.  Saat kita bekerja maka fokus kita tetap adalah bekerja dengan baik serta berusaha meraih prestasi terbaik yang bisa kita lakukan dilingkungan kerja kita!  Intinya sebagai anak muda kita memang banyak digoda oleh hal – hal baru yang sepertinya menunukkan jalan hidup kita, namun jika tidak hati – hati kita bisa saja terjebak dalam identitas palsu di jalan yang salah tersebut!  Mulai hari ini datanglah kepada Tuhan terlebih dahulu sebelum memutuskan jalan ataupun tindakan apa yang hatrus kita ambil dalam kehidupan ini!  Relakanlah Dia untuk memimpin masa muda kita di dalam dunia yang jahat ini!  Saat Dia memimpin hidup kita, maka Roh Kudus pastinya juga akan membantu kita menguasai diri dalam segala hal, termasuk godaan nafsu duniawi!  Percayalah tanpa penguasaan diri di masa muda, maka di masa – masa mendatang kita akan sulit untuk melepaskan diri dari nafsu dunaiwi, atau bahkan sudah jatuh lebih dalam lagi sehingga sulit untuk kembali.

Mencari jati diri tidak harus berkiblat kepada perkembangan duniawi!  Firman Tuhan juga bisa menjadi panduan hidup yang tepat bagi mereka yang sedang mencari jadi diri.

 “Demikian juga orang – orang muda;
Nasihatilah mereka supaya
Menguasai diri dalam segala hal”
Titus 2:6

GOD Bless u

Monday, September 2, 2013

(ArBer)Ketidak-adilan hidup


Ketidak-adilan hidup

Gambar di atas adalah fakta realita yang terjadi dalam kehidupan ini.  Itupun hanya sebagian kecil kesenjangan sosial yang terjadi antara si kaya dan si miskin.  Masih banyak hal lagi yang menjadi “gap” pemisah antara orang berada dan mereka yang miskin.

Saat mata memandang banyak perbedaan anatara si kaya dan miskin, mungkin sejenak tersirat kita memikirkan “apakah semua ini terjadi sesuai dengan kehendak  Tuhan?”  Lalu kemudian kita mulai menanyakan pertanyaan umum yang meragukan otoritas kuasa Tuhan, yaitu “mengapa Tuhan sungguh tidak adil?, sehingga tidak semua manusia bisa merasakan kebahagian dalam hidup ini?” atau “mengapa hanya orang – orang tertentu yang bisa merasakan indahnya hidup ini?”  Kemudian akan muncul lagi berbagai pertanyaan yang intinya menanyakan akan segala sesuatu yang tidak ideal menurut pemikiran kita namun tersaji jelas di depan mata!(seperti kelaparan, peperangan, penindasan kepada kaum yang lemah, diskriminasi, krisis ekonomi dan lain sebagainya)

Tuhan tentu menciptakan semua dalam dunia ini secara sempurna.  Sama sekali dia tidak menciptakan suatu keadaan yang tidak adil.  Semua manusiapun diciptakan sama menurut rupa serta gambar- Nya, dan yang paling menakjubkan adalah kasih anugerahnya yang sama kepada siapapun juga termasuk kepada mereka yang beredosa ataupun belum mengenal/menerima- Nya sebabagi Juruselamat.  Itulah kenyataan yang harus kita terima bahwa Dia akan selalu adil dan tetap adil selama- lamanya terhadap seluruh ciptaan- Nya!  Jadi jelaslah bahwa segala hal yang terjadi didunia ini disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri! Namun demikian bukan bearti kita tidak bisa merubah dunia yang sudah kacau balau ini.  Kita masih memiliki kesempatan “memperbaiki” dunia ini apabila kita semua mau bersatu untuk hidup berdasarkan kasih sejati Allah yang sempuna!  Maukah kita ikut aktif memperbaiki dunia ini? atau hanya tetap mau memprotes Tuhan?  

Kematian Yesus Kristus untuk menembus seluruh dosa umat manusia, adalah bukti ke-adilan Tuhan Allah pencipta alam semesta!

 “Jika demikian
Apakah yang hendak kita katakan?
Apakah Allah tidak adil?
Mustahil!”
Roma 9:14

GOD Bless u

Sunday, September 1, 2013

(ArBer)Uangku banyak!


Uangku banyak!

Krisis ekonomi tidak selamanya mendatangkan derita bagi banyak orang.  Bagi mereka yang berani mengambil resiko(spekulan), keadaan krisis ekonomi ini justru bisa mendatangkan rejeki yang berlimpah.  Lihat saja para pemain valuta asing, ataupun logam(emas) mulai yang sudah lama mempertahankan harga mereka.  Saat mata uang Negara lebih lemah dari mata uang asing, maka saat itulah mereka dapat menjual mata unag asing ataupun logam mulia mereka untuk mendapaytkan keuntungan yang cukup besar.

Saat – saat krisis ekonomi global seperti sekarang ini, memang setiap orang dituntut bukan hanya kerja keras namun juga kreatif dalam memanfaatkan kesempatan yang ada.  Semakin kreatif kita bekerja dan berkarya, maka kesempatan untuk mendapatkan keuntungan akan jauh lebih banyak dari keadaan normal(saat tidak menghadapi krisis ekonomi).  Hanya saja janganlah lupa bahwa segala pendapatan harta yang berlipat ganda seharusnya tidak membuat kita “lupa daratan”.

Siapapun pasti akan memanfaatkan kesempatan untuk bisa menghasilkan unag ataupun harta sebanyak mungkin.  Firman Tuhan sendiri juga tidak melarang secara tegas bagi mereka yang ingin berusaha  menjadi seorang yang kaya.  Hanya saja semua itu tentu ada batasannya.  Batasan yang jelas adalah saat hati serta pikiran kita hanya berisi segala harta kita, maka saat itulah sebenarnya kita sudah menjadi hamba unag tersebut.  Menjadi hamba uang pasti lambat laun akan menyerat kita meninggalkan segala waktu berkualitas yang kita miliki pada awalnya, misalnya waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, waktu berkumpul bersama keluarga kita, waktu untuk menjaga kebugaran tubuh, dan lain sebagainya.  Ironisnya banyak sekali mereka yang telah mengumpulkan unag banyak justru tidak dapat menikmatinya dengan tenang. Misalnya karena menderita penyakit, menghadapi konflik rumah tangga, dan lain sebagainya.  Jadi mulai hari ini kita harus belajar untuk berkata cukup dalam bersusah payah mengajar gelimang harta dunia!  Tuhan tidak menginginkan umatnya hidup berkekurangan(oleh karena itu kita semua wajib bekerja keras), namun Dia lebih menginkan kita semua hidup berkecukupan dan kabar baiknya lagi bahkan Dia sendiri jugalah yang akan melebihkan kita semua. Akan tetapi kelebihan tersebut semata-mata bukan terfokus dalam harta kita, melainkan dalam kasih serta penyertaan- Nya dalam hidup kita.

Janganlah terobsesi menjadi hamba uang! Lebih baik jadilah hamba Yesus Kristus yang setia!

 “Janganlah kamu menjadi hamba uang
Dan cukupkanlah dirimu
Dengan apa yang ada padamu
……………………”
Ibrani 13:5

GOD Bless u