Thursday, February 6, 2014

(Arber)"Caleg" yang cinta damai



"Caleg" yang cinta damai

Ada – ada saja cara para calon legeslatif mempromosikan dirinya agar dapat dipilih masyarakat luas.  Baliho atau spanduk di atas adalah salah satu contohnya.  Calon legeslatif tersebut tentunya tidak benar – benar bisa mendamaikan Obama(presiden Amerika serikat) dengan Osama(pemimpin Al qaeda yang dianggap teroris internasional oleh Amerika serikat), namun promosinya sebagai juru damai merupakan ide ysng cukup kreatif untuk mendapatkan simpati rakyat.

Ya, saat ini juru damai memang sangat diperlukan.  Menjelang Pemilihan Umum, banyak sekali calon legeslatif ataupun partai politik yang saling “serang – menyerang” secara bergantian.  Semua kelemahan lawan diungkapkan ke publik agar salah satu caleg ataupun partai tertentu kehilangan suara pemilih mereka.   Jika sudah demikan akhirnya pesta demokrasi yang seharusnya berjalan damai demi persatuan dan kesatuan, akan berujung konfliki serta dendam yang berkepanjangan.  Oleh karena itulah memang diperlukan orang  - orang yang bisa menjadi penengah maupun juru damai di tengah – tengah hiruk pikuk menjelan pemilhan umum.

Kita sebagai orang  - orang beriman juga diwajibkan untuk bisa menjadi juru damai di tengah – tengah kehidupan bermasyarakat kita!  Banyak sekali saat ini orang Kristen yang tidak mau pusing dengan urusan sesama mereka yang sedang berkonflik(misalnya tetangga yang bertengkar).  Mereka biasanya menolak mendamaikan tetangganya dengan dalih tidak mau mencampuri urusan orang lain, padahal sebagai orang Kristen kita wajib menjadi sumber damai bagi mereka yang tidak hidup berdamai dengan sesamanya!  Untuk menjadi juru damai memang bukanlah hal yang mudah, kita harus bersikap adil, penuh kesabaran dan berani untuk tegas!   Akan tetapi itulah kewajiban kita sebagai anak – anak Allah di dalam dunia ini!  Jadi janganlah lagi kita menutup mata, telinga ataupun lidah kita di saat kita diperlukan untuk menjadi juru damai bagi mereka yang sedang berkonflik!  Namun mulailah untuk berani mengambil tanggung jawab tersebut(sebagai juru damai).

Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk membawa kedamaian bagi umat manusia, oleh karena itu kita juga wajib mengikuti teladanya!

“Berbahagialah orang
Yang membawa damai
Karena mereka akan disebut
Anak – anak Allah”
Matius 5:9

GOD Bless u

Wednesday, February 5, 2014

(ArBer)Orang yang rajin tak mungkin kelaparan.



Orang yang rajin tak mungkin kelaparan.

Sebagai Negara berkembang pemandangan seperti itu sunggulah sebuah ironi kehidupan sosial.  Bagaimana mungikn sebuah ibu kota Negara yang metropolitan ini masih menyisakan kaum  - kaum marginal yang mencari sesuap nasi di tempat yang tidak seharusnya(jalan umum ataupun raya yang seharsunya bukan menjadi tempat mobilitas kegiatan manusia melainkan kendaraan umum dan pribadi).  Lalu apakah pemerintah tidak mampu mengendalikan mereka yang mengamen dan lain sebagainya(yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna jalan umum)?

Pemerintah sudah banyak mengeluarkan peraturan daerah untuk mengendalikan para pengamen tersebut, namun hal tersebut menjadi tidak efektif di kala pendidikan belum menyentuh ataupun menjadi panutan kaum – kaum marginal yang secara ekonomi berada di bawah rata- rata.  Saat pendidikan dan etika moral dalam bermasyarakat tidak menyentuh mereka, maka focus utama kehidupan mereka hanya akan terpaku kepada kebutuhan utama mereka seperti mendapatkan makanan.  Hal tersebut tentulan tidak salah, namun kemudian menjadi sangat salah saat mereka mengharapkan makanan dengan usaha yang seadanya.

 Lapangan pekerjaan memang tidak banyak yang tersedia bagi mereka yang kurang berpendidikan, namun buakan berarti mereka tidak mampu menghasilkan uang dari kerajinan serta kreativitas mereka.  Selama mau berusaha, tentu selalu aka nada jalan kelauar, meskipun tidak semua keberhasilan bisa didapatkan secara instan.  Intinya ruang kreativitas untuk berkarya selalu terbuka lebar bagi mereka yang mau tekun berusaha!  Beda dengan lapangan pekerjaan yang terbatas, ruang untuk berkreativitas selalu terbuka lebar bahkan kesempatan untuk menjadi orang sukses melalui cara ini tidak pernah terbatas!  Jadi jelaslah sudah bahwa jika seseorang mau berusaha dengan tekun, maka selalu akahn tercipta kesempatan untuk menjadi orang  - orang sukses.  Jadi tinggalkanlah kemalasan dan bertekunlan dalan segala hal yang menghasilkan!

Ingatlah bahwa Tuhan sebenanya tidak menjadikan seseorang miskin ataupun kelaparan! Namun bisa jadi itu semua terjadi oleh karena kelambanan tangan mereka sendiri dalam bekerja ataupun berkarya!

“TUHAN tidak membiarkan
Orang benar menderita kelaparan
Tetapi keinginan orang fasik ditolak- Nya
Tangan yang lamban membuat miskin
Tetapi tangan orang rajin menjadikanya kaya”
Amsal 10:3-4

GOD Bless u

Tuesday, February 4, 2014

(PuBer)Bukan untuk dikenal

Bukan untuk dikenal



Aku peduli,
Terhadap kesusahan mereka

Aku peduli,
Terhadap tangisan mereka

Aku peduli,
Terhadap derita mereka

Aku peduli,
Terhadap kekurangan mereka

Aku peduli,
Terhadap kelemahan mereka

Aku peduli,
Terhadap saudara – saudaraku

....................................

Aku tidak peduli,
Meskipun tidak dilihat

Aku tidak peduli,
Meskipun tidak didengar

Aku tidak peduli, 
Meskipun tidak diketahui

Aku tidak peduli,
Meskipun tidak disanjung

Aku tidak peduli, 
Meskipun tidak dihargai

Aku tidak peduli,
Meskipun tidak dikenal


Lebih baik bersedekah dengan tersembunyi
Namun atas dasar kasih yang nyata, dan bukan sebaliknya!

“Hendaklah sedekahmu itu
Diberikan dengan tersembunyi,
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
Akan membalasnya kepadamu”
Matius 6:4

GOD Bless u

Monday, February 3, 2014

(ArBer)Sudahkah anda "dikubur"?



Sudahkah anda "dikubur"?

Bukan anak – anak kecil saja yang suka bermain kubur – kuburan di dalam pasir, orang dewasa biasanya juga suka akan hal tersebut.  Selain membuat bangunan dari pasir, permainan lainnya saat orang  - orang bertamasya di pinggir pantai adalah dengan bermain kubur – kuburan di dalam pasir.  Selain bisa merasakan kehangatan pasir saat dikubur, sensasi lainnya adalah saat orang yang dikubur tersebut berusaha bangit dari tumbukan pasir yang banyak.  Intinya permainan kubur – kuburan di dalam psir ini cukup menyenangkan untuk dilakukan di pinggir pantai yang berpasir.

Bicara tentang kubur mengubur, yang terlintas di benak kita pastilah ada hubungannya dengan orang yang sudah meninggal dunia.  Tanpa kita sadari sebenarnya orang yang belum meninggal dunia un sebenarnya harus dikuburkan.  Dikuburkan yang dimaksud tentu bukanlah dalam arti secara harafiah melainkan dalam sebuah simbol tertentu, terutama bagi kita semua orang – orang percaya.

Penguburan yang dimaksud adalah penguburan kita atas segala dosa – dosa kita, yang disimbolkan dengan pembaptisan.  Tanpa pembaptisan, kita dikatakan belum memiliki hidup baru di dalam Dia!  Kita juga harus dibangkitkan yaitu bangun dari keterpurukan dosa –dosa lama kita.  Dengan demikian kita mengenal adanya penguburan secara rohani serta kebangkitannya di dalam pembaptisan did alma nama Tuhan Yesus Kristus yang juga telah mati, dikuburkan lalu bangkit!  Lalu pertanyaanya adalah sudahkah kita merelakan hati serta jiwa kita dikuburkan dalam baptisan?  Jika belum kita wajib melakukkannya sebab memang betul Tuhan Yesus sudah menyelamatkan kita dari hukuman maut dosa, namun untuk mengubur serta membersihkan segala dosa kita, kitalah yang wajib melakukannya melalui pertobatan di dalam baptisan!

Anda akan disebut lahir baru, jika anda telah mengalami kebangkitan dari penguburan oleh karena kematian dosa!

“Karena dengan Dia
Kamu dikuburkan dalam baptisan
Dan di dalam dia kamu dibangkitkan juga
Oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah
Yang telah membangkitkan Dia dari orang mati”
Kolese 2:12

GOD Bless u

Sunday, February 2, 2014

(ArBer)Pasti sukses!



Pasti sukses!

Tahun baru Imlek baru saja dirayakan, dan menurut penanggalan china maka tahun ini disimbolkan dengan tahun kuda(shio kuda).  Lalu bagaimana peruntungan kita di tahun ini, apakah tahun ini akan menjanjikan hal yang lebih baik dari tahun lalu(shio ular), atau bahkan sebaliknya tahun ini akan lebih sulut dibandingkan tahun lalu?

Menjelang imlek biasanya para peramal nasib menjadi incaran banyak orang.  Mereka ingin segera mengetahui peruntungan mereka di tahun yang baru ini.  Mereka biasanya selalu bersemangat saat menemui suhu atau para peramal tersebut, namun ironisnya tidak sedikit yang terlihat badan lemas muka galau setelah selesai menemui peramal.  Sudah pasti penyebabnya adalah bahwa ramalan akan nasib mereka yang tidak begitu bagus di tahun kuda ini.  Lalu jika kita yang mengalami hal tersebut bagaimanakah cara kirta menyikapinya?

Seburuk apapun ramalannya semuanya tidak akan terjadi jika kita mau berusaha sebaik mungkin! Begitu pula sebaliknya sebagus apapun nasib kita, jika kita malas berusaha, maka kesuksesan pun tak dapat diraih!  Intinya ramalan bukanlah suatu nasib yang harus kita terima mentah – mentah, namun lebibh merupakan peringatan agar bisa lebih waspada serta bertekun lagi dalam segala usaha!  Lihatlah tokoh Esau di dalam Perjanjian lama, dimana dia kehilangan berkat dari Ishak.  Apakah selamanya dia(Esau) akan bernasib buruk selamanya?  Jawabanya tentu tidak, sebab menurut Ishak, dia pun akan berhasil atau terlepas dari beban nasib buruk jikalau dia mau bersungguh  - sungguh berusaha!  Jadi jelaslah sudah bahwa dalam keadaan serta situasi apapun kita wajib berusaha dengan sekuat tenaga secara konsisten!  Saat situasi membaik, kita jangan mudah terlena! Akan tetapi harus tetap berwaspada!  Saat situasi sulit, maka kita harus meningkakan lagi usaha kita berlipat ganda, agar kesuksesan yang kita impikan bisa kita dapatkan! dan yang terurtama ingatlah akan satu hal bahwa Tuhan maha adil! dan berkat melimpah tetap akan selalu jatuh ke tangan mereka yang mau benar - benar berusaha dengan tekun serta rendah hati dihadapan- Nya!

Kesuksesan akan diraih apabila kita kita tekun berusaha, namun kesusesan akan raib jika malas berusaha!

“………….
Tetapi akan terjadi kelak,
Apabila engkau berusaha sungguh – sungguh
Maka engaku akan melemparkan
Kuk itu dari tengkukmu”
Kejadian 27:40

GOD Bless u