Tuesday, August 5, 2025

(ArBer)Manfaat beediam diri di hadapan Tuhan

 


Manfaat beediam diri di hadapan Tuhan

 

Kapan terakhir anda berdiam diri dan hanya memikirkan Tuhan? tanpa permintaan, tanpa keluhan ataupun tanpa pengaduan?  Hanya berdiam diri memiirkan Tuhan, berserah dan hanya mengucap syukur serta berdoa.  Beberapa puluh menit saja kita berdiam di hadapan Tuhan, maka dampaknya akan bermanfaat dalam jangka panjang.

Dunia ini tidak pernah bisa diam saja.  Selalu ada kebisingan di sekitar kita, entah kebisingan suara sesama ataupun kebisingan dari suara lain seperti suara pertikaian, perpecahan, peperangan sampai dengan suara yang timbul dari bencana alam.  Suara – suara tersebut tentu akan memenuhi pikiran kita.  Sampai batasan tertentu kita masih bisa menerimanya, namun lebih dari itu, maka kita sendiri akan dilanda kekuatiran, stress sampai ketakutan.

Semakin kita emncari waktu tenang dan diam di dalam Tuhan, maka pengarus suara kebisingan dunia juga akan semakin sedikit yang menggangu pikiran kita.  Semakin kita berserah kepada- Nya, semakin juga tenang dalam menghadapi berbagai hal yang akan kita temui hari ini.  Satu yang pasti ketika kita diam, kita mengakui kelemahan kita dan juga menyadari betapa pentingnya Tuhan kita yang kuat.  Semakin kita sadar akan kuasa- Nya, maka akan semakin juga kita tenang sebab bersandar di lengan- Nya yang kuat.

 

Semakin kita menantikan Tuhan semakin cepat juga pertolongan-Nya menghampiri kita!

 

“Berdiam dirilah di hadapan TUHAN

Dan nantikanlah Dia;

...............................”

Mazmur 37 : 7

 

God Bless You

Monday, August 4, 2025

(ArBer)Murka, namun tetap akan dihibur

 


Murka, namun tetap akan dihibur

 

Siapa yang tidak pernah ditegur ataupun dimarahi oleh orang tua kita? Rasanya pasti tidak menyenangkan serta juga menyedihkan, namun kemudian jikalau kita dihiburnya kembali, maka kesedihan akan segera berhenti digantikan hati yang riang gembira.

Tuhan Allah layaknya juga orang tua yang tidak pernah berhenti memperhatikan kita semua.  Ketika umat- Nya berpaliong bdari- Nya, tentu saja Allah murka, akan tetapi tentu hal tersebut tidak berlangsung lama.  Tuhan Allah yang Maha kasih akan kembali menghibur dan mengasihi kembali umat – Nya yang telah berdosa bahkan telah mendapat hukuman- Nya.

Jikalau hari ini kita merasa berdosa, dan memang sedang menanggung konsekuensi atas kesalahan serta dosa kita, maka ingatlah satu hal, bahwa Tuhan pasti akan menghibur kita.  Tidak akan sampai selamanya kita dibiarkan menderita oleh karena kesalahan serta pelanggaran kita sendiri.  Tuhan yang memang murka akan dosa kita, pada saatnya nanti akan kembali menghibur serta menyanyangi kita, bahkan dosa serta pelanggaran kitapun tidak mungkin akan dingat- Nya lagi, jadi nantikanlah penghiburan- Nya datang!

Bersyukurlah sebab murka Tuhan tidak akan berlangsung lama, namun pengampunan serta kasih setia- Nya berlangsung selamanya!

 

“Pada waktu itu engkau akan berkata:

Aku mau bersyukur kepada- Mu, ya TUHAN

Karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku:

Tetapi murka- Mu telah surut dan Engkau menghibur aku”

Yesaya 12 : 1

 

God Bless You

Sunday, August 3, 2025

(LaBer)Aku Cinta PadaMu

 


Aku Cinta PadaMu 

(Cornelia Agatha)

 

Bait :

       C

Aku Cinta KepadaMu

        F

Yesus Tuhanku

         C

Hanya Engkau Yang Kurindu

        F

Didalam Hidupku

      C      G/B  Am

Aku Sayang KepadaMu

         Dm

Hanya Engkau Satu

G    C  Gm7  C

Tuhanku

 

Reff :

  F             G/F         Em       Am

Segalanya T’lah Kau Berikan Untukku

           Dm           G       C

Kau Buatku Berharga Dan Mulia DimataMu

        Fm           Bb           D#    G#

Tuhan Kupersembahkan Seluruh Hidupku

        Fm          Dm   G

Untuk LayaniMu Selalu

 

“Janji – Mu sangat teruji

Dan hambau – Mu mencintainya”

Mazmur 119 : 40

 

GOD Bless You

 

 

 

 

Thursday, July 31, 2025

(LaBer)Terima Kasih Untuk SalibMu

 


Terima Kasih Untuk SalibMu

Jeffrey S Tjancdra



Key: G

 

G               D/F#

Mahkota duri di kepalaMu

 

F         C

menebus pikiranku

 

Cm            G      Em

TanganMu berlubang paku

 

Am               D

menebus perbuatanku

 

G               D/F#

Bilur di sekujur tubuhMu

 

F            C

menyembuhkan sakitku

 

Cm             G     D/F#   Em

Tombak menusuk lam - bung - Mu

 

C          Am      D

mentahirkan hatiku

 

 

Chorus:

         G          D/F#

Begitu besar kasihMu padaku

          Em            Am

Hingga Kau pilih jalan salibMu

D          G             D     Em

PengorbananMu slamatkan hidupku

    Am      D          G

Trima kasih untuk salibMu

 

“Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia

Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala yang ada di bumi,

Maupun yang ada di sorga, setelah Ia mengadakan

Perdamian oleh darah salib Kristus”

Kolose 1 : 19 - 20

 

GOD Bless You

 

 

 

 

Tuesday, July 29, 2025

(ArBer)Minimal ada seseorang yang membantu!

 


Minimal ada seseorang yang membantu!

 

Film animasi di atas tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita semua.  Karakter utama dalam cerita fiksi tersebut dikabarkan seorang yang dijauhi orang sejak kecil, namun seiiring waktu berjalan ia berhasil mendapatkan teman, bahkan beberapa sahabat yang selalu dapat diandalkan.

Tidak selamanya hubungan pertemanan dapat berjalan dengan baik apa adanya, kadang kala ada saja masalah yang timbul, namun jikalau anda memiliki teman yang baik, maka hubungan pertemanan seharusnya tidak terganggu.  Kebutuhan untuk bersosialisasi adalah kebutuhan dasar manusia.  Siapapun di dunia ini tidak akan mampu hidup seorang diri. 

Kita membutuhkan teman ataupun rekan dalam perjalanan hidup ini.  Tidak perlu banyak, namun setidaknya kita mempunyai satu ataupun dua orang teman yang sanggup mengulurkan tangannya kepada kita, ketika kita jatuh.  Persoalan apapun dalam kehidupan ini akan terasa lebih mudah untuk dihadapi bersama dibandingkan seorang diri.  Jadi jangalah lupa untuk berteman ataupun menjadi teman baik bagi seseorang, sebab cepat atau lambat kita membutuhkan banyuan mereka ataupun juga sebaliknya.

Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan sesamanya, jikalaupun ada, tetap saja ia dibutuhkan orang lain.

 

“Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temanya

Tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak

Mempunyai orang lain untuk  mengankatnya!”

Pengkotbah  4 : 10

 

God Bless You

Monday, July 28, 2025

(PuBer)Ohh TUHAN, pencipta alam semeseta

 


Ohh TUHAN, pencipta alam semeseta

 

Langit terbentang luas buatan siapa

Isi bumi adalah karya tangan Tuhan

Angin berkumpul dan berpencar karana Dia

Manusiapun dalam kuasa tangan Tiuhan

 

Bukalah pintu pikiranmu

Kepala ini terisi harus terisi firman – Nya

Buka juga lubuk hati jiwamu

Biarlah kedamaian masuk kedalamnya

 

Tuhan semesta alam menyadarkan engkau

Isi hati orang benar berasal dari Tuhan

Tuhan memberitahukan agar manusia tahu

Hanya Dia yang maha kuasa dan maha menyelamatkan

 

Ohh Tuhan, Engkau sangat tinggi di hadapan kami manusia celaka

Ohh Tuhan, Engkau layak ditinggikan oleh karena kasih- Mu yang setia

 

“Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung – gunung

Dan menicptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia

Apa yang dipikirkan- Nya, yang membuat fajar  dan kegelapan

Dan yang berjejak di atas bukit – bukit bumi

TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama- Nya”

Amos 4 : 13

God Bless You

Sunday, July 27, 2025

(ArBer)Saksi terhadap perktaan sendiri

 


Saksi terhadap perktaan sendiri

 

Sebelum Yosua meninggal, ia mengumpulkan bangsa Israel dan mengikat perjanjian dengan mereka.  Yosua menjelaskan serta memberikan mereka pilihan untuk mengikuti Tuhan Allah, ataupun berpaling dari Tuhan Allah yang telah mengawal mereka keluar Mesir menuju tanah perjanjian.  Akhirnya mereka memutuskan memilih mengikuti Tuhan Allah, akan tetapi hal kemudian yang terjadi setelah kematian Yosua adalah mereka “menjilat ludah” mereka sendiri

Peribahasa "jangan menjilat ludah sendiri" artinya adalah jangan menarik kembali ucapan atau menginkari janji yang sudah diucapkan.  Padahal bangsa tersebut dikatkan menjadi saksi atas diri mereka sendiri ketika memilih untuk berbakti kepada Tuhan Allah dan meninggalkan berhala – berhala yang mereka sembah di Mesir, namun ketika pemimpin mereka meninggal, maka hati mereka langsung berpaling.

Sebenarnya kita juga tidak berbeda dengan bangsa Israel kala itu.  Kita terkadang memang menjadi saksi diri sendiri ketika mengucapkan janji setia terhadap firman Tuhan, namun kenyataanya jauh dari kata konsisten dalam menepatinya.  Ada saja hal – hal yang membuat kita kembali “menjilat ludah” kita, entah itu cobaan hidup ataupun godaan keinginan kedagingan.  Jadi mulai saat ini, belajarlah untuk tidak “mejilat ludah” sendiri! Apa yang sudah kita putuskan dan yakini, itulah yang akan terus kita pegang dengan penuh komitmen serta konsisten!  Hal tersebut memang tidak mudah, namun mintalah Roh Kuudus yang mengingatkan serta menyertai perjuangan kita!

Keinginan untuk “menjilat ludah” sendiri tidak akan terjadi jikalau kita sepenuhnya mengandalkan Tuhan!

 

“Kemudian berkatalaj Yosua kepada bangsa itu

Kamulah saksi terhadap dirimu sendiri, bahwa kamubtelah memilih TUHAN

Untuk beribadah kepada- Nya.  Jawab mereka: kamilah saksi”

Yosua  24 : 22

 

God Bless You