Friday, January 24, 2014

(LaBer)ARTI KEHADIRAN-MU



ARTI KEHADIRAN-MU
Jonathan Prawira
D=Do



D                     A/C#              Bm  A/C#
  JALAN-MU TAK TERSELAMI

D                     A               Em  D/F#
  OLEH SETIAP HATI KAMI

G                   D/F#                 A
  NAMUN SATU HAL KU PERCAYA

 Em             G                         A
  ADA RENCANA YANG INDAH

D                    A/C#               Bm  A/C#
  TIADA TERDUGA KASIH-MU

D                       A                   Em  D/F#
  HERAN DAN BESAR BAGIKU

G              D/F#              A
  ARTI KEHADIRAN-MU S'LALU

 Em               G                     A
  NYATA DI DALAM HIDUPKU

  REFF :
                 D                         Bm                    G               A            D
  PENYERTAAN-MU SEMPURNA, RANCANGAN-MU PENUH DAMAI

                 G        D/F#     Bm          E7                         A
  AMAN DAN SEJAHTERA WALAU DI TENGAH BADAI

              F#m                    Bm                G         A          Bm
  INGIN KU S'LALU BERSAMA, RASAKAN KEINDAHAN

              G      A                      D
  ARTI KEHADIRAN-MU TUHAN




(sumber: www.kidung.com)

“Akhirnya, saudara-saudaraku,
Bersukacitalah, sudahakanlah dirimu supaya sempurna.
Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu
Dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah
Sumber kasih dan damai sejahtera
Akan menyertai kamu"
2 Korintus 13:11


GOD Bless u

Thursday, January 23, 2014

(ArBer)Jangan hilang dari Gereja!



Jangan hilang dari Gereja!

Kompleksnya aktivitas kita banyak dijadikan alasan untuk melewatkan kebaktian di dalam Rumah Tuhan.  Entah itu alasan pekerjaan, kegiatan sosial, kegiatan kekeluargaan sampai berbagai alsan sederhana seperti hujan, gantuk, telat bangun dan lain sebagainya sering terucap dari bibir kita semua.  Akibat nyatanya Gereja menjadi sepi, dan pertumbuhan imanpun akan terhambat.

Lama – kelamaan Gereja hanya akan berfungsi sebagai materi nyata(hanya sebuah gedung), sedangkan esensi dari Gereja yang merupakan rumah doa dan juga Rumah Tuhan sudah menjadi pudar.  Saat hal tersebut terjadi, kita adalah actor utama yang menyebabkannya.  Mungking kita dapat menyagkal bahwa kita hanya bagian kecil dari ratusan jemaat, namun bagaimanapun juga, ketidak hadiran kita sam saja dengan mengurangi persekutuan antar orang – orang percaya.

Dalam era moderen yang super sibuk ini kadang  - kadang orang percacaya hanya memiliki satu hari, yaitu di hari sabat untuk bersekutu dengan saudara se – iman lainnya.  Apabila momen tersebut dilewatkan begitu saja, maka persekutuan antar jemaat tidak akan terjadi.  Jika persekutuan antar jemaat saja renggang, bagaimna mungkin kita akan bisa berhubungan erat(bersekutu) dengan Tuhan?  Kita semua tentu punya alibi masing – masing disaat tidak dapat hadir pada kebaktian hari minggu, namun ingatlah bahwa kegiatan persekutuan dalam Rumah Tuhan tidak sebatas pada hari tersebut saja!  Setiap hari tentunya ada banyak kegiatan seperti berdoa bersama(pagi ataupun malam), latihan paduan suara, persekutuan doa, pendalaman alkitab  dan lain sebagainya.  Jadi sebenarnya banyak kesempatan bagi kita untuk bisa datang ke rumah Tuhan untuk bersekutu dengan sesama saudara se-iman!  Mulai hari ini, sediakanlah waktu untk beribadah, jikalaupun tidak memungkinkan, maka tetaplah bersekutu dengan sesama saudara seiman dalam berbagai rangkaian kegiatan yang diadakan dalan ruman Tuhan! Dengan demikian kita akan terus menjaga persekutan antar sesama yang akan terus mendorong pertumbuhan iman yang nyata dalam kasih Kristus!

Semua jemaat mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan persekutuan pada sebuah Gereja, jadi kehadiran anda tetaplah penting!

“………………
Semua orang percaya selalu berkumpul
 Di Serambi Salomo
Dalam persekutuan yang erat”
Kisah Rasul 5:12


GOD Bless u

Wednesday, January 22, 2014

(ArBer)Bukan persembahan yang benar



Bukan persembahan yang benar

Pada jaman dahulu, salah satu hal yang dilakukan untuk menyatakan kesalahan serta meminta pengampunan, maka manusia diwajibkan mempersembahkan korban bakaran.  Akan tetapi  korban yang dipersembahkan bukanlah korban manusia, melainkan korban dari binatang.  Jadi gambar di atas tentulah tidak mungkin terjadi sebab tidak dibenarkan di mata Tuhan!

Pada perjanian baru setelah pengorbanan Anak Allah yang tunggal Yesus Kristus, maka mempersembahkan korban bakaran sudah mulai ditinggalkan oleh karena pengorbanan Yesus telah menghapus dosa seluruh umat manusia.  Meskipun demikian para Rasul tetap mengajarkan pengorbanan yang berkenan dihadapan Tuhan, yaitu pengorbanan tubuh manusia itu sendiri(mengikuti teladan Kristus).  Bedanya hanya bukan mengorbankan diri untuk mati, melainkan mengorbankan tubuh yang hidup sebagai persembahan kepada- Nya.  Ironisnya saat ini banyak sakte – sakte tertentu yang mengatas-namakan Tuhan untuk mengorbankan diri mereka serta  mati bersama demi pengampunan dosa!

Sederhanannya pengorbanan yang hidup adalah dengan tubuh ragawi yang kita miliki saat ini, dipergunakan untuk mengerjakan keselamatan yang diajarkan Yesus selama Dia hidup.  Kita harus menggunakan tubuh ini sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, dan menjaganya untuk tetap kudus dan tidak bercemar oleh dosa duniawi!  Sepertinya hal tersebut memang tidaklah mudah, namun tentu itulah hal yang menyenangkan dan diharapkan Tuhan Allah bagi kita semua untuk dipersembahkan kepada- Nya!  Jadi kita tidak perlu benar – benar bunuh diri agar dosa kita diampuni, namun hanya dengan hiduplah sesuai dengan kehenda- Nya serta menggunakan tubuh ini untuk melakukan apa saja yang baik serta benar demi kemuliaan nama- Nya!

Mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan berbeda dengan bunuh diri!  Bunuh diri adalah mengakhiri hidup, sedangkan mempersembahkan hidup kepada Tuhan adalah mengawali hidup baru yang berkenan dihadapan- Nya!

“Karena itu saudara – saudara,
Demi kemurahan Allah aku menasehati kamu
Supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai
Persembahan yang hidup, yang kudus
Dan yang berkenan kepada Allah:
Itu adalah ibadahmu yang sejati”
Roma 12:1

GOD Bless u

Tuesday, January 21, 2014

(ArBer)Berusaha menghalangi pintu masuk


Berusaha menghalangi pintu masuk

Apa yang anda rasakan ketika hendak masuk ke sebuah ruangan tertentu namun kita dihalang - halangi?  Pasti sebagian besar kita akan merasa jengkel dan kesal, bahkan bisa jadi kita memaksa masuk pintu tersebut walupun ada orang yang menghalang – halangi ataupun berusaha menutup pintu tersebut.

Tuhan Yesus meng-analogikan orang – Farisi serta ahli Taurat  sebagai orang – orang yang terbiasa  menghalangi ataupun sengaja menutup pintu bagi banyak orang menuju kerajaan Sorga?  Sindiran tersebut tentu ada dsarnya, oleh karena mereka kerap kali bersikap sombong(sebab merasa paling suci dan patut dihormati/dipuji) dan berusaha mengarahkan banyak orang sesuai dengan keinginan mereka (bukan sesuai dengan ajaran yang mereka terima).  Mereka mengerti dan paham akan ajaran serta hukum Taurat, namun mereka tidak mengerti esensinya, sehingga mereka pun mentaati hukum tersebut bukan demin Tuhan Sang Empunya hukum, namun demi diri sendiri agar mendapat pujian dari sesama manusia!

Kita mungkin kesal, jalah tujuan kita dihalang – halangi seseorang, ataupun pintu akses masuk kita ditutup seseorang, namun pernahkah kita membayangkan kalau orang tersebut kita sendiri(menghalangi atau menutup into akses).  Kita boleh mengaku sebabagi anak Tuhan yang tta dalam pelayanan, namun belum tentu hati kita benar  - benar tertuju pada Tuhan saat melayani maupun mempraktekkan Firman – Nya.  Bisa jadi kita melakukannya hanya karena gengsi, bahwa orang tua kita adalah pelayan – pelayan Tuhan, atau bisa juga demi eksistensi diri sendiri agar dipandang kudus dan suci dimata orang lain? apapun alasan kita yang jelas janganlah sampai kita menjadi batu sandungan atau penghalang maupun penutup into bagi mereka yang benar – benar menpunyai tujuan untuk masuk ke dalam kerajaan Allah!

Kita dikatakan menghalangi orang menuju Tuhan, apabila kita menjadi pelaku firman yang ingin selalu dipuji!  Jadi layanilah dengan satu tujuan yaitu kemulian nama Tuhan!

“Celakalah kamu hai,
Ahli – ahli Taurat dan orang – orang Farisi,
Hai kamu orang  - orang munafik,
Karena kamu menutup pintu – pintu
Kerajaan sorga di depan orang
Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi
Mereka yang berusaha masuk”
Matius 23:13


GOD Bless u

Monday, January 20, 2014

(ArBer)Menyiksa tubuh.



Menyiksa tubuh.

Jarang tidur adalah penyakit yang biasanya disebabkan oleh kinginan diri sendiri.  Dalam beberapa kasus penyakit kurang tidur bisa juga disebabkan dari banyakknya pekerjaan kantor, ataupun permasalahan hidup, namun intinya jarang tidur adalah pilihan bukan keharusan..

Baru – baru ini seorang wanita meninggal dunia oleh karena tetap terjaga selama 48 jam lebih.  Wanita tersebut sedang terlibat dalam penyelesaian suatu tugas dari tempat dia bekerja.  Untuk bisa tetap terjaga, maka dia mengkonsumsi minuman energi.  Minuman energi yang dikonsumsi berlebihan itulah yang akhirnya membuat dia kehilangan nyawanya.  Kelelahan sesaat mungkin bisa diatasi dengan minuman energy, namun memanfaatkan minuman energi untuk mencegah kelelahan sama saja membunuh diri sendiri, sebab istirahat dengan tidur adalah obat paling mujarab untuk memulihkan stamina dan energi tubuh.  Jadi sebenarnya sengaja untuk jarang tidur adalah sebuah “kejahatan” terhadap diri sendiri, sebab bisa membunuh diri sendiri dengan siksaan yang perlahan – lahan.

Kita juga terkadang menyiksa tubuh kita dengan hal – hal tidak penting.  Misalnya sengaja begadang hanya untuk menyaksikan televisi, terlalu banyak mengkunsumsi makanan manis atau kolesterol, jarang berolah raga sampai membaca atau menonton televisi dalam pencahayaan yang redup.  Tentu masih banyak contoh lainnya, intinya kita merasa tubuh ini adalah tanggung jawab diri sendiri, sehingga berhak untuk melakukan apap saja.  Apakah betul demikian?  Tentulah tidak demikian, sebab tubuh kita iini adalah juga bait Roha Kudus.  Roh Kudus yang dikaruniakan Tuhan Allah harus mempunyai “wadah” di dalam diri manusia, dan tubuh jasmani kita inilah wadah utamanya.  Jika sudah demikian maka, kita juga sebenarnya bertanggung jawab atas segala tindakan kita terhadap tubuh kita ini!  Mulai hari ini kita harus merawat dengan benar tubuh jasmani ini, agar bisa dipergunakan Roh Kudus untuk meneruskan pekerjaan Tuhan Yesus!  Saat kita sakit sebenarnya bukan hanya kita saja yang menderita, namun Roh Kuduspun akan mengalami hal serupa, dan jika kita sudah mendukakan Roh Kudus , maka sebenarnya kita telah berbuat dosa.  Jadi pertimbangkanlah berkali – kali lagi sebelum “menyiksa” bait Roh Kudus Tuhan, sebab berat konsekuensinya!

Jiwa manusialah yang meminjam raga duniawi ini, sebab pemilik utamanya adalah Roh Kudus!

“Atau tidak tahukah kamu,
Bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus
Yang kamu peroleh dari Allah
Dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri”
1 Korintus 6:19

GOD Bless u