Thursday, May 10, 2018

(ArBer)Belum selesai sampai di sini!


Belum selesai sampai di sini!

Sebelum era reformasi, Perundang – undangan dalam negeri ini belum mengatur lamanya jabatan publik yang dipegang orang – orang tertentu.  Setiap pemimpin publik dari yang terendah sampai di tingat pusat yang tertinggi bisa saja terus memegang jabatan tersebut tanpa waktu yang ditentukan.  Saat ini setiap jabatan strategis publik dalam pemerintahan sudah diatur sedemikian rupa dan seseorang hanya dibatasi selama dua kali masa bakti saja, setelahnya mereka tidak boleh dipilih lagi.

Masa bakti Yesus di dalam dunia ini juga tidaklah lama.  Yesus mengajar hanya dalam hitungan Tahun saja.  Yessus yang adalah Anak Allah bisa saja “memperpanjang” masa bakti – Nya di dalam dunia ini sebab Dia mempunyai otoritas tertinggi di dalam dunia ini dan juga kerajaan – Nya.  Hanya saja hal tersebut urung dilakukan oleh karena tugas dari Allah Bapa lah yang menjadi prioritas utama- Nya.

Yesus akhirnya mati menembus dosa kita semua, setelah itu apakah tugas – Nya berakhir? Tentu saja tidak, Dia berhasil masuk dalam kerajaan maut dan mendapatkan kunci kerajaan maut, setelah itu Dia bangkit kembali.  Setelah bangkit apakah Tugas – Nya selesai? Lagi lagi belum, sebab Dia tetap mengajar bahkan menguatkan murid – murid- Nya secara psikis.  Lalu kita tahu semua pada hari ini adalah peryaan – Nya naik ke dalam kerajaan Sorga, namun kemudian pertanyaan penting muncul lagi, yaitu apakah tugas dan masa bakti – Nya sudah selesai?tentu saja belum, sebab merkipun Dia memberikan printah abru bagi murid – muridNya, Dia sendiri tetap bekerja dalam mkendukung mereka semua menjalankan perintah – Nya tersebut, dan tentunya juga menyiapkan tempat tinggal bagi orang – orang percaya.

Percaya atau tidak sampai detik ini Yesus masih bekerja untuk kita semua orang percaya, dan masa bakti – Nya terhadap manusia yang dikasihi – Nya tak akan berakhir, meskipun kehidupan – Nya di dalam dunia ini telah berakhir!

 “Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru
Dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu
Dengan tanda – tanda yang menyertainya”
  Markus 16 : 20

GOD Bless u

(LaBer)Hanya Kau





Hanya Kau
Steve Tabalujan, Sari Simorangkir
Key: F

    F                 Bb/F
Kau telah buktikan cintaMu padaku

       C/E          Dm         Bb         C
Kau membayarku dengan hidupMu, ku beryukur

     F            Bb/F
Yang ada padaku semuanya milikMu

     Am             Dm         Gm         C
Kupersembahkan s'luruh hidupku di mezbahMu

Reff:
      F        Dm         Gm
Hanya Kau yang menjadi tempat jawaban

      C                 F/C   Bb/D
Hanya Kau tempatku berharap

C/E   F      Dm        Gm         A/C#
Berja-lan bersamaMu ku takkan goyah

        Dm          DmM7/C#  Dm7/C     G/B
S'bab tangan kasihMu    tersedia bagiku

Gm           C       F
S'lamanya Kau kucinta

Sumber : www.suaranafiri.com

“Sebab kepada – Mu, ya TUHAN, 
Aku berharap;
Engkaulah yang menjawab, ya Tuhan, Allahku”
 Mazmur 38 : 15
GOD Bless u

Tuesday, May 8, 2018

(PuBer)Janganlah gelisah, berharaplah kepada Tuhan!


Janganlah gelisah, berharaplah kepada Tuhan!

Badai menghadang di depan mata
Tak akan habis kuatir di jiwa
Pusaran gelombang melenyapkan kata
Pandangan ke depan sudah menjadi buta
Senyum girang digantikan lara
Kepedihan menghuni dada

Tuhan aku berseru hanya kepadamu
Neraka dunia sudah terlihat di depanku
Berilah kesempatan menembus salahku
Dosa – dosaku terbuka di hadapan Mu
Hanya kepada - Mu ku gantung jiwaku
TakutKu ku serahkan ke dalam tangan Mu

Hai jiwaku , Jiwamu adalah milik Tuhan
Serahkanlah kegelisahannya hanya kepada Tuhan

“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,
Dan menhapa engkau gelisah di dalam diriku?
Berharaplah kepada Allah!
Sebab aku bersyukur lagi kepada – Nya, penolongku dan Allahku!”
Mazmur 43 : 5
GOD Bless u

Monday, May 7, 2018

(ArBer)Pikir dahulu, sebelum merajam!


Pikir dahulu, sebelum merajam!

Aneh tapi nyata di era moderen seperti ini, hukuman rajam masih saja banyak dipraktekkan di negara – negara tertentu.  Hukuman ini jelas adalah unutk membuat jera, namun dilihat dari sisi humanisme, si tersangka atau terdakwa tidak mempunyai kesempatan untuk membela diri dalam sebuah sidang pengadilan, sehingga selalu dianggap tidak adil.  Siapapun yang tertuduh tidak akan bisa membela diri.

Dalam firman Tuhan, hal tersebut juga pernah terjadi.  Proses hukuman merajam dengan batu sengaja dilakukan banyak orang unutk mencobai Yesus tentang seorang yang kedapatan melakukan perbuatan zinah.  Yesus tahu mereka semua bermaksud menghukum bukan karena asa keadilan dan kebenaran , nmaun hanya unutk memuaskan diri bahwa diantara mereka ada seorang yang dianggap berdosa.  Reaksi Yesus di luar pikiran kita semua, Dia tidak melarang atau memperbolehkan, namun Dia memberikan kesempatan bagi siapapun yang bernafsu menghukum untuk intropeksi diri terlebih dahulu.

Lupakan masalah hukuman rajam, pada kenyataanya massa mudah sekali melakukan penghakiman di tempat, ketika mereka menangkap perampok ataupun jambret yang ketahuan sedang beraksi.  Sebagai negara hukum alangkah baiknya mereka yang dianggap bersalah diserahkan kepada pihak yang berwajib, dan bukan langsung menghukum mereka di tempat.  Bahkan yang lebih uniknya lagi , biasanya mereka yang main hakim sendiri jsutru bukanlah korban perampokan itu.  Jadi apakah kita juga termasuk orang yang terbiasa nafsu unutk menghukum orang yang bersalah? Sebelum kita menyalurkan nafsu tersebut, cobalah pikirkan lagi apakah kita sudah bersih dari kesalahan?

Siapa yang suka menghukum orang lain yang bersalah, belum tentu dia sendiri bebas dari hukuman, sebab bisa jadi hukuman yang diterimanya bisa berkali – kali lipat.

 “Dan ketika mereka terus  menerus bertanya kepada- Nya
Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka:
Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang
Pertama melempar batu kepada perempuan itu”
  Yohanes 8 : 7
GOD Bless u

(ArBer)Janganlah lupa berbuat benar



Quete di atas ada benar juga apabila direnungkan secara mendalam.  Si Iblis akan menang secara otomatis, jilalau orang benar tidak berbuat apapun juga.  Intinya orang benar yang tahu akan perbuatan kebenaran justru hanya diam tanpa melakukan apapun, adalah kesukaan si Iblis.

Iblis mempunyai misi sederhana dalam dunia ini yaitu membuat manusia hidup semaunya sendiri tanpa harus menuruti siapapun termasuk Tuhan.  Iblis tidak suka keteraturan apalagi ketaatan.  Iblis sadar misi yang mereka emban tidak mudah karena di dalam dunia ini maish banyak orang percaya yang mempertahankan iman mereka demi nama Kristus.  Hanya saja mereka yang mempertahankan iman terkadang hanya memkirkan diri sendiri, mereka adalah orang benar yang jarang mau berbuat kebenaran di tengah – tengah sesama.

Kita telah mengenal terang dan kebanaran melalui Tuhan Yesus Kristus, lalu apakah kita hanya menyimpan kebenaran tersebut seorang diri saja.  Kebanaran yang ada di dalam diri kita tentu saja bukan berakhir un utk kita sendiri.  Kita harus menjalankan kebenaran tersebut, agar kebenaran itu nyata di hadapan manusia.  Mereka yang melihat kebenaran tersebut akhirnya akan memluiakan nama Tuhan oleh karena perbuatan kebenaran yang telah kita lakukan secara nyata.  Jadi mengapa sebagai orang benar anda hanya diam saja dan tidak mau berbuat kebaikan dan kebanaran?

Mungkin tidak semua perbuatan baik kita mendapat tanggapan baik dari dunia ini, namun teruslah berbuat baik, oleh karena itu adalah perintah dari firman Tuhan!

 “Dan kamu saudara – saudara,
Janganlah jemu – jemu berbuat apa yang baik”
  2 Tesalonika 3 : 13
GOD Bless u

Sunday, May 6, 2018

(LaBer)PenyertaanMu


PenyertaanMu
Kamasean
Key: A



Intro :
D   E7/D  C#m  F#m
Bm  A/C#  D    E

Verse :
      A   E/G# F#m      D     A/C# E
PenyertaanMu Tuhan, segalanya bagiku

     A     E/G# F#m     Bm   E   A
HadirMu di hidupku, terutama bagiku

Chorus :
        D  E7/D        C#m  F#m
Anug'rahMu,    anug'rahMu

              Bm        E                A
Semua kar'na anug'rahMu,  bukan kar'na kekuatanku

        D  E7/D        C# C#/F  F#m
Anug'rahMu,    anug'rahMu     Tuhan

      Bm                   E
Kasih dan sayangMu, sumber kekuatan bagiku


Interlude :
A  E/G#  D  E

Bridge :
F#m            D   A/C#             E
  Anug'rahMu Tuhan,    cukuplah bagiku

F#m            D   A                E
  Anug'rahMu Tuhan,    cukuplah bagiku


Chorus
Interlude :
A  E/G#  F#m  C#m

Ending :
      Bm                   E            D/A   A
Kasih dan sayangMu, sumber kekuatan bagiku

Sumber: www.suaranafiri.com
“........................................
Dengarlah kepadaku, Asa dans eluruh Yehuda dan Benyamin!
TUHAN beserta dengan kamu bilamana kamu beserta dengan Dia
Bilamana kamu mencari – Nya, Ia berkenan ditemui olehmu,
Tetapi bilamana kamu meninggalkan – Nya, kamu akan ditinggalkan - Nya”
  2 Tawarikh 15 : 2

GOD bless u

Friday, May 4, 2018

(ArBer)Smart Wach


Smart Wach

Jam pintar(Smart Wach) seperti gambar di atas, sudah menjadi tren di kalangan mereka yang suka berolah raga.  Jam tesebut dikatakan jam pintar oleh karena bukan hanya sebagai penunjuk waktu, namun dapat mengetahui detak jantung, mengukur pembakaran kalori saat beraktivitas bahkan bisa menghitung setiap langkah kaki kita.  Jadi dengan alat tersebut kita dengan mudah mengkalkulasi metabolisme tubuh dalam keagiatan keseharian kita.

Tanpa jam pintar tersebut sebenarnya banyak cara manual yang bia kita lakukan seperti untuk menghitung detak jantung kita permenit.(dengan menekan nadi di tangan kita dan menghitung denyut nadinya)  Menghitung langkah kaki secara manual juga sepertinya tidak sulit, namun jikalau langkah kaki sudah banyak mungkin kita akan mudah lupa berapa langkah kaki terakhir kita.  Tidak sama dengan manusia yang mudah lupa, Tuhan Allah kita tidak pernah lupa akan kita sedetikpun.  Setiap langkah kaki kitapun terhitung oleh – Nya bahkan semenjak kita memulai langkah kaki pertama kita ketika balita.

Tuhan Maha mengetahui setiap gerak - gerik manusia ciptaan – Nya.  Segala jalan pikiran serta isi hati manusia Tuhan tahu dengan jelas.  Jadi bagi kita semua yang sekaran ini berdosa, janganlah lagi lari ataupun menutup diri kita.  Tuhan pasti tahu segala kejahatan kita, lalu mngapa kita tidak datang kepdada – Nya dan memohon pengampunan?  Jadi tidak perlu lagilah kita menutup – nutupi segala kesalahan kita, sebab Tuhan tahu semuanya itu bahkan maksud hati kitapun diketahuinya.  Datanglah kepada Dia sebab Dia Maha mengasihi, Dia akan mengampuni kita dan kembali memelihara setiap langkah kaki kita!

Allah tidak pernah berpaling sedikitpun dari kita, lalu mengapakah kita kerap kali iniin berpaling dari – Nya?

 “Bukankah Allah yang mengamat – amati jalanku
Dan mengitung segala langkahku?”
  Ayub 31 : 4
GOD Bless u