Wednesday, August 17, 2022

(ArBer) Mengisi kemerdekaan, dan bukan menyalahgunakannya!

 


Mengisi kemerdekaan, dan bukan menyalahgunakannya!

 

Tidak teras tahun ini bangsa kita telah memasuki HUT Kemerdekaan yang ke- 77.  Artinya kita sudah merasakan kemerdekaan dan kebebasan dari belengu penjajah selama 77 tahun.  Lalu pertanyaanya adalah apakah kita hanya”menikmati” saja kemeredekaan yang telah diraih para pahlawan bangsa?atau lebih parahnya lagi, kita malahan menyalahgunakannya?

Kemerdekaan yang telah diraih dengan susah payah harusnuya dimaknai dengan berbagai macam hal positif.  Tidak dalah kita menikmati “hasil” perjuangan pahlawan bangsa, namun demikian kita juga bpunya tugas untuk menjaga kemerdekaan yang telah diraih ini.  Kita yang telah merdeka janganlah justru menyalah gunakan kemerdekaan ini dengan melakukan hal – hal negatif yang nanyinya mengancam kesatuan bangsa ini, seperti dengan meneruskan kabar hoax , mempraktekkan intoleransi di masyarakat, sampai dengan bersikap apatis terhadap aturan penguasa!  Kita memang bebas untuk memilih apa yang harus dilakukan, namun dalam setiap pilihan kita tentu ada konsekuensi yang akan dihasilkan.

Sebagai orang percaya kita wajib menjaga kemerdekaan bangsa ini dengan hal yang justuru bisa mengeratkan hubungan antar sesama bangsa.  Sama seperti menjaga kemerdekaan negara ini dengan berbagai hal positif, kemerdekaan dari dosa yang telah kita peroleh oleh karena pengorbanan Yesus Kristus juga perlu kita jaga selalu.  Kita janganlah mau mendekati dosa ataupun dibelenggu oleh dosa lagi, sebab Dia hanya sekali saja berkorban untuk memerdekkan kita dari upah dosa!  Dan tidak akan ada pengorbanan untuk kedua kalinya, jadi sekali merdeka dari dosa, tetaplah merdeka!

Menyalahgunakan kemerdekaan = belum merdeka sepenuhnya!

“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti

Mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu

Untuk menyelubingi kejahatan – kejahatan mereka

Tetapi hiduplah sebagai hamba Allah”

 1 Petrus 2 : 16

God Bless You

Monday, August 15, 2022

(ArBer) Niatnya hanya membakar laba - laba kecil

 


Niatnya hanya membakar laba - laba kecil

 

Seorang yang bernama Cory Allan Martin berumur 26 tahun, harus berurusan dengan kepolisian oleh karena sesuatu hal kecil yang dilakukannya.  Pemuda asal negeri paman Sam tersebut ternyata menyebabkan hutan didaerahnya terbakar seluas hektaran.  Penyebabnya hanya masalah sepele oleh karena ia sebenarnya bermaksud membakar laba – laba kecil, namun kemudian api membesar dan lalu membakar seluruh hutan.

Api yang kecil memang jangan pernah disepelekan!  Api kecil yang tertiup angin akan menjadi besar, bahkan dalam waktu yang lama, api akan menjadi besar bahkan sampai sulit dipadamkan.  Dalam kitab Yakobus, Api yang kecil diibaratkan dengan lidah yang berada di dalam mulut manusia.

Kita jangan pernah meremehkan api kecil, sebab dalam beberapa keadaan tertentu, api tersebut akan berubah menjadi lautan api yang mampu membakar habis apa saja.  Sama halnya dengan itu, lidah kita juga bisa memusnahkan sesama kita, jikalau kita tidak dapat mengendalikannya!  Jadi janganlah coba – coba memberi kesempatan lidah kita untuk menjadi besar.  Janganlah lidah api kita membakar perasaan sesama kita atau bahkan sampai memusnahkan karakter sesama!

Api dan lidah adalah sama, jagalah selagi kecil, dan matikanlah sebelum menjadi besar!

“Demikianlah juga lidah, walaupun

Suaru anggota kecil dari tubuh, namun dapat

Memegahkan perkara – perkara yang besar

Lihatlah, betapa pun kecilnua api, ia dapat

Membakar hutan yang besar”

 Yakobus 3 : 13

God Bless You

Sunday, August 14, 2022

(LaBer)Temukanku

 


Temukanku 

(IFGF Praise)

 

Intro :

Bb  Dm  F  C

Bb  Dm  C

 

Bait :

  Bb

S'mua Terjadi Dalam Hidupku

F

Tak Kan Luput Dari KasihMu

Am          Bb

Kau, Besertaku

 

Bb

Tak S'kalipun Kau Tinggalkanku

F

Menolongku Dalam Sesakku

Am          Bb

Kau, Bersamaku

 

  Bb        F              C

Saat Kuterjatuh Kau Angkatku

  Bb          Dm            C

Saat Kau Hampiri Ku Terkagum

 

Reff :

  F

Kini Kurasakan Kau Hadir

  Am

Kini Kurasakan Kau Nyata

  Dm

KasihMu Besar Temukan Aku

  Bb

Beri Harapan Untuk Ku Hidup

 

  F

Kini Kurasakan Kau Hadir

  Am

Kini Kurasakan Kau Nyata

  Dm

KasihMu Besar Temukan Aku

  Bb

Beri Harapan Untuk Ku Hidup

 

Musik :

Bb  F/A  Bb  Dm  C

 

Bridge :

Bb              F/A

  Kau Temukanku, Kau Ubahkanku

Bb              Dm     C

  Kau Jadikanku Baru S'pertiMu

 

 

 

Oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan

Yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya

Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa

Dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai

Kita dalam kebenaran dan kasih

2 Yohanes 1 : 2 - 3

 

GOD Bless You

Friday, August 12, 2022

(ArBer)Bersabar memang tidak enak!

 


Bersabar memang tidak enak!

 

Mudah sekali mengucapkan kata sabar, akan tetapi tidak mudah untuk dapat mempunyai sikap sabar, sebab sikap sabar selalu diikuti berbagai sifat lainnya yang sama sekali tidak enak untuk dilakukan.

Bagi diri sendiri kesabaran tentu tidaklah mengenakkan sebab harus menahan diri untuk meluapkan segala kekesalan.  Sebaliknya bagi orang lain, kesabaran yang diterimanya justru akan merubah dirinya, untuk bertindak serupa dalam keadaan tertentu.  Intinya pengorbanan ke-egoan seseorang demi orang lain pasti akan menghasilkan hal baik yang bisa diteruskan terus – menerus ke sesama manusia.  Satu hal yang sama dengan itu ialah bahwa kemarahan ataupun ke-egoisan juga akan menular dengan mudah kepada sesama jikalau ditunjukkan dengan nyata.

Kesabaran tentu disukai oleh Tuhan Allah, bahkan kesabaran juga bagian dari pada buah roh.  Orang – orang percaya tidak dilarang untuk marah ataupun menunjukkan amarahnya, namun demikian kita semua diharapkan untuk mengutamakan bersabar terlebih dahulu terhadap sesama kita!  Memang ada perasaan sakit ataupun kekesalan yang datang dikala harus bersabar menghadapi sesama, namun dibalik kesabaran tersebt,justru ada “hadiah” istemewa dari Tuhan Allah oleh karena telah mengikuti teladan- Nya untuk sabar dan rela berkorban bagi banyak orang!

Kesakitan serta kesesakan di hati kita, ketika harus bersabar akan tergantikan oleh sukacita tiada tara, ketika Tuhan Allah mengakui kita sebagai umat yang dikasihi- Nya!

“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain,

Dan ampunilah seorang akan yang lain apabila

Yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain,

Sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu

Kamu perbuatlah juga demikian”

 Kolose 3 : 13

God Bless You

Thursday, August 11, 2022

(LaBer)Sampaikan Pada Yesus

 


Sampaikan Pada Yesus

 (Melitha Sidabutar)

 

Bait :

G#       A#m     G#/C

Saat Dunia Kecewakan

C#          D#/C#  Cm

Dan Tak Ada Satu - pun

     Fm  A#m

Yang Peduli

      D#

Dia Peduli

 

G#       A#m       G#/C

Saat Dunia Menyakitkan

C#             D#/C#

Bahkan Yang Terdekat

Cm          Fm    A#m

Pergi Meninggalkanku

     D#

Dia Ada

 

Reff :

      G#         Cm

Sampaikan Pada Yesus

       Fm         D#

Segala Beban Hidupmu

    A#m       G#/C

Dia Hanya Sejauh Doa

  A#/D        D#

Saat Kau Berseru

 

      G#         Cm

Sampaikan Pada Yesus

        Fm       D#

Dia Mengerti Hatimu

        A#m      G#/C

Dia Mengerti Air Matamu

    C#  A#m  D#  G#

Dan Memulih - kanmu

 

 

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada- Ku

Karena Aku lemah lembut dan rendah hati

Dan rendah hati dan jiwamu akan mendapatkan ketenangan

Sebab kuk yang Kupasang itu enak

Dan beban – Ku pun ringan

Matius 11 : 29 - 30

 

GOD Bless You

(ArBer)Pengorbanan serta kasih Bapa kepada anak- Nya!

 


Pengorbanan serta kasih Bapa kepada anak- Nya!

 

Gambar di atas melukiskan pengorbanan seorang ayah ataupun bapa kepada anaknya.  Apa yang kurang bagi anaknya, selalu dicukupkan oleh sang bapa, meskipun terkadang harus “kehilangan” sesuatu yang ada padanya, yang penting semua kekurangan sang anak berhasil ditutupi maka itu sudah cukup.

Seorang bapayang amat mengasihi anaknya biasanya rela melakukan apa saj demi keberlangsungan hidup anak – anaknya.  Apapun taruhannya, seorang bapak selalu berusaha yang terbaik untuk menghadirkan ketenangan, keamanan, maupun kenyamanan bagi buah hatinya.  Apabila bapa yang ada di dalam dunia ini saja siap berkorban apapun demi anak – anak mereka, apalagikan Bapa kita di sorga yang adalah sang sumber kasih itu sendiri.

Kasih Allah Bapa tentu saja melebihi kasih daripada bapa di dunia ini.  Tuhan Allah Bapa bahkan rele berkorban merendahkan diri turun ke dalam dunia ini.  Bukannya datang sebagai Raja, namun malahan datang untuk direndahkan serta mati demi umat manusia.  Bukan hanya menutupi kekurangan kita anak – anak- Nya saja, namun Allah Bapa juga mengaruniakan keselamatan yang tidak mungkin dapat diraih umat manusia.  Jadi bukan hanya lolos dari hukuman maut akibat dosa, kasih Allah Bapa juga mengaruniakan damai sejahtera bagi umat manusia.  Jadi apalagikah yang tidak Tuhan Allah Bapa berikan bagi kita semua?

Sebesar – besarnya kasih bapa kita kepada kita di dalam dunia ini tidak akan melebihi kasih Allah Bapa kepada kita semua ciptaan- Nya!

 

“Lihatlah betapa besarnya kasih

Yang dikaruniakan Bapa kepada kita

..................................”

 1 Yohanes 3 : 1

God Bless You

Wednesday, August 10, 2022

(ArBer)Ingin mati sebelum watunya?

 


Ingin mati sebelum watunya?

 

Anak – anak jaman sekarang memang tidak main – main untuk membuat suatu konten agar dapat terkenal di dunia maya.  Mereka rela mempertaruhkan apa saja agar dapat menjawab “tantangan” dari pada followers mereka, termasuk mempertaruhkan nyawa mereka sendiri!

Gambar di atas adalah salah satu contoh nyata yang tidak perlu diikuti siapapun juga.  Demi sebuah konten anak – anak remaja bersedia menghadang truk yang sedang melintas untuk mendapatkan “jepretan foto” yang terbaik.  Hasilnya bukanya menjadi terkenal, malahan nyawa remaja tersebut yang melayang sia – sia begitu saja.  Itulah contoh anak – anak muda bodoh yang ingin cepat mati sebelum waktunya.

Sebagian kita mungkin tidak membuat sebuah konten berbahaya seperti pada gambar di atas, namun kebiasaan buruk kita juga terkadang bisa berakhir buruk dalam hidup kita, seperti tidak menjaga kesehatan tubuh, ataupun juga tidak menjaga sikap maupun prilaku dihadapan sesama.  Intinya banyak hal sepele yang jikalau kita lakukan malahan akan berujung maut, jadi janganlah berlaku bodoh dan membuat malaikat maut menjemput koita lebih cepat sebelum waktunya! Namun manfaatkan hidup ini untuk melakukan kehendak Tuhan sampai dengan waktu Dia memanggil kita kembali!

Orang bodoh kerap menyia – nyiakan hidupnya untuk hal – hal bodoh!  Sedangkan orang benar selalu memanfaatkan detik demi detik waktunya untuk mewujudkan kehendak Tuhan penciptanya!

 

“Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh!

Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu?”

 Pengkotbah 7 : 17

God Bless You