Wednesday, July 16, 2025

(ArBer)Demi menuruti kehendak TUHAN!

 


Demi menuruti kehendak TUHAN!

 

Salah satu tokoh Perjanjian Lama yang rela mengorbankan segalanya demi kehendak Tuhan Allah adalah nabi Musa.  Nabi Musa bukanlah sorang sembarangan sebab ia masih terhidup sebagai pangeran Mesir, yang kala itu terkenal dengan kekayaan negaranya yang berlimpah.

Masa kecil Musa memang tidaklah mudah, namun kemudian dalam masa yang sulit tersebut, malahan ia berkesempatan untuk masuk istana raja Firaun dan menjadi anak angkat dari putri Firaun.  Kesempatan emas yang tentu tidak akan dilepaskan siapapun saat itu dan mungkin juga saat ini.  Bukan hanya kaya, ia juga mempunyai kuasa serta kedudukan tinggi di mata rakyatnya.  Namun Musa dengan Iman rela meninggalkan semuanya itu demi umat Tuhan.

Musa tidak menjalani kehidupan yang lebih baik ketika ia memilih untuk ikut kehendak Tuhan Allah.  Malahan ia sendiri ditolak oleh bangsa yang dipimpinya tersebut.  Kenyataan hidupyang sulit ketika memilih jalan Tuhan ternyata tidak membuat iman Musa hancur, malahan Ia benar – benar menjalankan seluruh perintah Tuhan sampai akhir hayatnya.  Lalu bagimanakah dengan kita?  Apakah kita saat ini mengalami hal yang bertolak belakang dari sebelum kita mengikuti Kristus?  Masikah kita tetap mempertahankan iman kita?

Meninggalkan kenikmatan duniawi adalah musuh utama pertumbuhan iman!

 

“Karena ia lebih suka menderita sengsara

Dengan umat Allah dari pada

Untuk sementara menikmati kesenangan dosa”

Ibrani 11 : 25

 

God Bless You

(ArBer)Tidak sanggup bersaing dengan sehat

 


Tidak sanggup bersaing dengan sehat

 

Kompetisi wajar saja terjadi antar saudara kandung.  Wajar jugalah jikalau seseorang ingin menjadi lebih baik dibandingkan dengan sesamanya.  Hanya saja ada yang salah diantara “persaingan” Kain dan Habel terseubut yaitu persaingan tidak sehat yang didalamnya berisi kedengkian serta juga kebencian.

Sebenarnya adalah hal wajar jikalau hanya salah satu persembahan yang diterima Tuhan diantara persembahan Kain dan Habel.  Seharusnya Kain juga tidak boleh patah semangat, apabila persembahannya belum mendapat perhatian Tuhan.  Jikalau ia mau belajar dan bertanya kepada adiknya bagaimana mempersembahkan dengan baik dan benar, bisa jadi persembahan berikutnya, malahan persembahan Kain juga diterima Tuhan Allah. 

Intinya pada suatu kompetisi atau persaingan, kita perlu menimprovisasi diri sendiri.  Apa yang kurang sehingga kita belum “menang” harus kita tingkatkan lagi.  Apabila perlu malahan kita wajib belajar atau berguru dari sang juara! Dan bukannya malahan menyingkirkan sang juara dari kompetisi, seperti yang dilakukan Kain dengan membuhun Habel.  Ketika kita merasa ada yang lebih baik dari kita, janganlah berusaha menyingkirkannya sehingga yang terbaik menjadi milik kita!namun belajarlah untuk mengembangkan diri lebih lagi, sehingga kita mampu menyamai atau bahkan melampui yang terbaik!

Menyingkirkan yang terbaik dengan cara kotor dan curang tidak secara otomatis menjadikan kita lebih baik!

 

“Tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan- Nya

Lalu hati Kain menjadi sangat panas dan mukanya muram”

Kejadian 4 : 5

 

God Bless You

(LaBer)Nothing Is Impossible

 


Nothing Is Impossible 

(Planetshakers)

 

Chorus :

C                                               

  Through You I Can Do Anything

G

  I Can Do All Things

Am                             F

  ‘Cause It’s You Who Gives Me Strength

 

  Nothing Is Impossible

C

  Through You Blind Eyes Are Open

G

  Strongholds Are Broken

Am               F

  I Am Living By Faith

 

  Nothing Is Impossible

 

Interlude :

F  C  Dm  F

F  C  Dm  F

 

Verse :

C               Dm             F

  I’m Not Gonna Live By What I See

Am              G              F

  I’m Not Gonna Live By What I Feel

Am                 G                 F

  Deep Down I Know  That You’re Here With Me

Am                G           Dm  F

  And I Know That  You Can Do Anything

 

Bridge :

F                C

  I Believe, I Believe

Dm               F

  I Believe, I Believe In You

 

““I am the LORD, the God of all the peoples of the world.

Is anything too hard for me?”

Jeremiah 32 : 27

 

GOD Bless You

 

 

 

 

Tuesday, July 15, 2025

(ArBer)Kendalikan mulut = kendalikan keadaan

 


Kendalikan mulut = kendalikan keadaan

 

Bukan saja intonasi suara saja yang harus diperhatikan, perkataan yang dengan suara lembut juga haruslah manis di dengar dan menangkan.  Sebab jikalau sedang beradu argumen, amarah mudah sekali naik, dan harus dikendalikan dengan intonasi suara yang rendah serta juga perkataan yang tidak “pedas”.

Suatu forum diskusi dan dialog bisa saja menjadi perdebatan tiada akhir jikalau tidak diarahkan dengan baik oleh para pembicara ataupun nara sumbernya.  Dialog antar sesama yang awalnya berjalan baik, bisa saja menjadi berdebatan berujung caci maki jikalau isi pembicaraan hanya menjurus untuk menjatuhkan seseorang dengan kata – kata kasar.

Mulut kita bisa jadi pembawa damai, bisa jadi juga penyulut peperangan.  Semakin kita bisa mengekang mulut, maka hal – hal dalam kehidupan kita juga akan semakin banyak berjalan dengan baik.  Sebaliknya semakin mulut kita tidak terkendali dalam mengeluarkan banyak kata – kata tidak bermakna dan bahkan pedas menjurus kepada penghinaan.  Jadi pertengkeran, perselisiahan ataupun perdamaian bisa terwujud oleh apa yang kelaur dari dalam mulut kita, jadi perhatikanlah perkataan mulut kita!

Semakin kita sanggup mengendalikan mulut mita, semakin juga kita bisa mengendalikan keadaan di sekeliling kita!

 

“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman

Tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah”

Amsal 15 : 1

 

God Bless You

Sunday, July 13, 2025

(ArBer)Pentingnya memiliki sahabat karib!

 


Pentingnya memiliki sahabat karib!

 

Teman ataupun sahabat memang sulit untuk ditemukan, oleh karenanya itu kita perlu berteman dengan siapa saja.  Teman yang banyak tersebut pasti akan melahirkan seorang sahabat karib, nah sahabat karib itulah yang harus kita jaga hubungannya.

Pertemanan yang baik sebenarnya bukan dalam hal kuantitas, melainkan kualitas.  Kualitas pertemanan yang baik seperti seorang sahabat karib, tentunya melebihi puluhan ataupun bahkan ratusan teman.  Sahabat yang baik bukan hanya bersedia menemani segala suka duka kehidupan, namun juga rela berkorban bagi kita.  Jikalau kita sudah mempunyai sahabat yang demikian, maka tidak ada salahnya kita mengakui hubungan baik kita dengannya di hadapan khalayak ramai.

Paulus sendiri mengakui Titus sebagai sahabatnya yang baik   Seorang sahabat yang mendukungnya ketika melakukan perngabaran Injil.  Kepada jemaat Korintus, Rasul Paulus tidak segan – segan memperkenalkan bahkan memuji sahabatnya Titus.  Hal tersebut tentu bukan bentuk pencitraan diri Titus, namun lebih kepada pernyataan fakta bahwa Titus juga harus diperlakukan sama dengan dirinya, sebab baik ia maupun Titus sama – sama melakukan kehendak Tuhan pada jemaat- Nya!  Jadi sudahkah anda memperkenalkan sahabat karib yang selalu mendukung dan siap membantu kapan saja kepada lingkungan sosial kita?  Perkenalkanlah segera, sebab siapa tahu banyak juga yang membutuhkan uluran tangan sahabat anda tersebut!

Sahabat karib tidak banyak jumlahnya, namun tindakannya dalam membantu kita biasanya terlalu banyak untuk dicatat!

 

“Titus adalah temanku yang bekerja

Bersama – sama dengan aku untuk kamu;

Saudara – saudara kami yang lain itu adalah

Utusan jemaat – jemaat dan suatu kemuliaan bagi Kritsus”

2 Korintus 8 : 23

 

God Bless You

(LaBer)Penolong Yang Kuandalkan

 


Penolong Yang Kuandalkan 

(Purim)

 

Bait :

E                  B/D#

Di HadiratMu Kau Menerimaku

C#m    G#m

Apa Adanya

A                E/G#

Di HadiratMu Tak Kau Tolak

  F#m     B

Hati Yang Hancur

E                B/D#

Di HadiratMu Kau Memperhatikan

  C#m       G#m

Curahan Hatiku

A                E/G#

Di HadiratMu Kau Berikan

  F#m  B   E

Jalan  Keluar

 

Reff :

       E    B/D#      C#m    E/B

Kaulah Tuhanku Gunung Batu - ku

      A       E/G#

TanganMu Yang Kuat

       F#m         B

S'lalu Pegang Hidupku

       E    B/D#     C#m  E/B

Kaulah Tuhanku Kes'lamatanku

      A     E/G#

Kau Penolongku

         F#m  B        E

Yang S'lalu Dapat Kuandalkan

 

“Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata:

Tuhan adalah Penolongku.  Aku tidak akan takut

Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

Ibrani 13 : 6

 

GOD Bless You

 

 

 

 

Thursday, July 10, 2025

(ArBer) Jangan bermalas - malasan menjemput rezeki!

 


Jangan bermalas - malasan menjemput rezeki!

 

Tidak semua berkat ataupun anugerah Tuhan diberikan tanpa perlu ada usaha apapun dari kita.  Ada memang berkat- Nya yang hanya akan sampai ke tangan kita, jikalau tangan kita mau bergerak dan meraihnya sendiri.  Istilahnya rezeki dari Tuhan juga perlu “dijemput!”

Yosua kala itu memperingati bangsa Israel kala itu yang belum juga merebut wilayah yang telah Tuhan Allah serahkan kepada mereka.  Tuhan Allah memang menjanjikan tanah yang subur dan baik bagi bangsa itu, namun bukan berarti tanpa adanya usaha dari mereka itu sendiri.  Bangsa Israel harus merebut sendiri wilayah yang memang telah menjadi milik pusaka mereka yang telah diundi berdasarka suku – suku yang berasal dari keturunan Yakub.

Adakah saat ini kita juga terus menunggu berkat ataupun anugerah Tuhan datang dengan sendirinya tanpa adanya suatu usaha?  Belajarlah untuk tidak bermalas – malasan meraih apa yang memang sepantasnya kita dapatkan.  Janganlah menunda – nunda sesuatu yang bisa kita kerjakan saat ini, sebab kita tidak tahu dengan pasti hari esok.  Jikalau apa yang harus kita kerjakan ditunda dan hari esok yang kita inginkan tak kunjung datang, maka yang tersisa hanyalah penyesalan mendalam!

Orang yang rajin saja belum tentu meraih apa yang sudah ada di depan matanya, apalagi mereka yang bermalas – malasan!

 

“Sebab itu berkatalah Yosua kepada orang Israel

Berapa lama lagi kamu bermalas – malas

Sehingga tidak pergi menduduki negeri yang telah

Diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu?”

Yosua 18 : 3

 

God Bless You