Monday, February 23, 2026

(ArBer)Dilarang saling meghakimi, meskipun di dunia maya!

 


Dilarang saling meghakimi, meskipun di dunia maya!

 

Tidak jelas pihak mana yang terlebih dahulu memulai “perang virtual” yang jelas kini dunia maya dirmaikan oleh perang kata – kata kebencian berbua rasis antara negeri gingseng Korea dan negara – negara Asia tenggara.  Kedua kubu terur menerus melontarkan cacian, hinaan,sampai dengan fitnah dan saling menghakimi, yang jelas ke dua kubu tersebut tidak ada yang mau berdamai.

Meskipun hanya berupa perang komentar ataupun ujaran kebencian di dunia maya, naumn sama saja hal tersebut harus dihentikan.  Langsung ataupun tidak langsung dampaknya juga akan menjadi nyata dalam kehidupan sehari – hari, bahkan perpecahan juga akhirnya merembet terhadap diaspora – diaspora yang berada pada ke dua kubu tersebut.  Akhirnya mereka mendapat perlakuan rasis, ataupu  makian secara nyata, meskipun kebanyakan dari mereka tidak mengetahui apa penyebabnya.

Kita sebagai anak – anak terang sebisa mungkin tidak ikut serta dalam mengkomentari postingan – postingan di dunia maya yang bersifat fitnah, menghina ataupun menghakimi.  Sebisa mungkin kita malahan harus menjadi penengah dan pembawa damai baik di dunia maya maupun dunia nyata!  Apabila kita melihat adalnya pe,anggaran hukum di dalam bersosial media, maka laporkanlah, dan biarkan regulasi hukum yang mengaturnya yang memberikan sanksi tegas, dan jangan sekali – kali kita malahan menjadi hakim sendiri, sebab jikalau itu terjadi maka akan banyak “pengikut” kita yang bebruat demikian juga dan nantiya akan berujung “perang komentar” di duni maya.

Ketika kita difitnah ataupun dihakimi secara sepihak, maka janganlah kita membalas dengan melakukan hal yang serupa! Sebab nantinya hal tersebut akan terus berlanjut tanpa penyelesian konkret!

 

“Saudara – saudaraku, janganlah kamu saling menfitnah!

Barangsiapa menfitnah saudaranya atau menghakiminya

Ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau

Menghakimi hukum, maka engkau bukanlah

Penurut hukum, tetapi hakimnya”

Yakobus  4 : 11

 

God Bless You

No comments: