Transaksi tukar menukar barang
Dahulu kala
manusia melakukan transaksi dengan sesama menggunakan metode tukar menukar
barang. Sebelum terciptnya uang kertas
ataupun dalam bentuk benda padat lainnya, manusia kerap saling berbelanja
menggunakan bayaran yang juga adalah barang, jadi membeli barang dengan
menggunakan barang yang kira – kira nilainya sama.
Berbicara
tentang tukar menukar ternyata ada juga yang tidak ternilai sekalipun ditukar
oleh emas tua ataupun permata. Sesuatu
yang tidak dapat ditukar tersebut adalah hikmta dan juga akal budi. Hikmat hanya dapat diperoleh dari pengenalan
kita dengan Yang maha kuasa, sebab kedekatan dengan Sialah kita mampu
memperoleh hikmat dan juga pengertian.
Hikmat
yang dari Tuhan Allah agar kita mamou bertindak, berkata – kata ataupun
berpikir sesuai dengan kebebnaran firman- Nya adalah sesuatu yang berharga dan
langka. Faktanya hal tersebut masih
belum banyak diketahui orang percaya, dan malahan pengenalan akan Kristus
terkadang “ditukar” oleh berbagai tawaran kenikmatan sementara dari dunia
ini. Jadi apakah kita sudah memperoleh
hikmat dari pada- Nya?jikalau belum mintalah kepada Sang empunya hikmat, dan jikalau
sudah maka peganglah hal tersebut dan jangan pernah ditukarkan apapun yang
berasal dari dalam dunia ini!
Transaksi
tukar menukar terjadi jikalau ada kesetaraan nilai anatar keduanya, jikalau
salah satu harganya tak ternilai maka tidak akan terjadi transaksi tukar
menukar.
“Tidak dapat dimbangi
oleh emas,
Atau kaca, ataupun
ditukar dengan
Permata dari emas tua”
Ayub 28 : 17
God Bless You

No comments:
Post a Comment