Menjual iman
Bukan
hanya Yesus secara fisik yang “terjual” ketika Yudas menyerahkan- Nya kepada
para pemika agama serta orang Farisi, akan tetapi ada pula yang ikut
terjual. secara fisik memang Yesuslah
yang ditukar dengan tiga puluh keping uang perak, namun juga ikatan emosi,
segala momen indah bersama Yesus dan juga iman yang menyakini Yesus sebagai
Mesias.
Menerima
uang dari para pemuka agama menandakan Yudas rela “melepaskan” segala hubungan
emosi bukan hanya dengan Yesus akan tetapi dengan segala murid – murid lainnya. Ia sadar pasti akan disebut penghianat, dan berarti
juga ia akan menyangkali imannya sendiri yang awalnya memang melayani oleh
karena percaya sepenuhnya kepada Yesus sebagai Rabi, Nabi dan juga adalah Anak
Allah.
Apa
yang Yudas pertarhkan demi menerima puluhan keping perak tersebut(sebenarnya
tidaklah seberapa) terkadang juga terjadi dalam kehidupan kita. Kita mudah sekali menukar iman kita dengan
hal – hal sepele seperti kenikmatan kedagingan, kesombongan diri atau bahkan
oleh kekuatiran sesaat. Kita baru sadar
setelah konsekuensinya muncul akibat kecerobohan kita yang “menjual” iman kita
dengan harga murah! Jadi sadarilah bahwa
Tuhan Yesus telah mengampuni kita dengan harga yang sangat mahal, dan tidak
mungkin bisa kita tukarkan segala pengorbanan – Nya dengan apapun di dalam
dunia ini!
Jikalau
memang iman kita kepada Yesus Kritus adalah iman yang murni serta sejati, maka
tidak mungkin kita bersedia menjualnya?
“Ia berkata : apa
yang hendak kamu berikan kepadaku,
Supaya aku
menyerahkan Dia kepada kamu?
Mereka membayar tiga
puluh uang perak kepadanya”
Matius 26 : 15
God Bless You

No comments:
Post a Comment