Sunday, March 1, 2026

(ArBer)Menjual iman

 


Menjual iman

 

Bukan hanya Yesus secara fisik yang “terjual” ketika Yudas menyerahkan- Nya kepada para pemika agama serta orang Farisi, akan tetapi ada pula yang ikut terjual.  secara fisik memang Yesuslah yang ditukar dengan tiga puluh keping uang perak, namun juga ikatan emosi, segala momen indah bersama Yesus dan juga iman yang menyakini Yesus sebagai Mesias.

Menerima uang dari para pemuka agama menandakan Yudas rela “melepaskan” segala hubungan emosi bukan hanya dengan Yesus akan tetapi dengan segala murid – murid lainnya.  Ia sadar pasti akan disebut penghianat, dan berarti juga ia akan menyangkali imannya sendiri yang awalnya memang melayani oleh karena percaya sepenuhnya kepada Yesus sebagai Rabi, Nabi dan juga adalah Anak Allah.

Apa yang Yudas pertarhkan demi menerima puluhan keping perak tersebut(sebenarnya tidaklah seberapa) terkadang juga terjadi dalam kehidupan kita.  Kita mudah sekali menukar iman kita dengan hal – hal sepele seperti kenikmatan kedagingan, kesombongan diri atau bahkan oleh kekuatiran sesaat.  Kita baru sadar setelah konsekuensinya muncul akibat kecerobohan kita yang “menjual” iman kita dengan harga murah!  Jadi sadarilah bahwa Tuhan Yesus telah mengampuni kita dengan harga yang sangat mahal, dan tidak mungkin bisa kita tukarkan segala pengorbanan – Nya dengan apapun di dalam dunia ini!

Jikalau memang iman kita kepada Yesus Kritus adalah iman yang murni serta sejati, maka tidak mungkin kita bersedia menjualnya?

 

“Ia berkata : apa yang hendak kamu berikan kepadaku,

Supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?

Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya”

Matius 26 : 15

 

God Bless You

No comments: