Tuesday, March 10, 2026

(ArBer)Tidak pantas untuk ditukar!

 


Tidak pantas untukn ditukar!

 

Sistem pembayaran ketika manusia bertransaksi sebelum jaman moderen adalah dengan menggunakan sistem “barter” atau dengan kata lain saling tukar menukar.  Barang yang diinginkan harus ditukar oleh barang yang sepadan juga, dengan demikian ada kepuasan antar ke-dua belah pihak yang bertransaksi.

Tukar menukar barang adalah hal biasa kala itu, namun bagaimana dengan menukarkan Allah ataupun Tuhan?  Meskipun kedengaran cukup aneh namun hal ini ternyata telah dilakukan oleh umat Tuhan Allah itu sendiri.  Kitab Yesaya mencatatkan betapa Tuhan kecewa dengan bangsa pilihan- Nya yang menukarkan Kemuliaannya dengan hal tidak berguna.

Wajar saja Tuhan murka akan bangsa Israel sebab hal demikian malahan tidak dilakukan oleh para penyembah berhala.  Mereka yang menyembah berhala yang sebenarnya hanya buatan manusia saja tidak menukarkan allah mereka dengan hal – hal sepele seperti makanan, harta ataupun popularitas tertentu.  Lalu adakah kita juga saat ini “menukarkan” iman dan pengharapan kita terhadap hal lain selain Yesus Kritsus?  Jika kita kerap melakukan hal tersebut hanya demi kenikmatan sesaat, maka bertobatlah segera, dan jangan membangkitkan murka Tuhan Allah!

Anugerah pengampunan serta kasih Allah sebenarnya tidak ternilai harganya dan tidak mungkin bisa ditukarkan oleh hal apapun!

 

“pernahkah suatu bangsa menukarkan allahnya

Meskipun itu sebenarnya bukan allah?

Tetapi umat- Ku menukarkan Kemuliaanya

Dengan apa yang tidak berguna”

Yeremia  2 : 11

 

God Bless You

No comments: