Tidak pantas untukn ditukar!
Sistem
pembayaran ketika manusia bertransaksi sebelum jaman moderen adalah dengan
menggunakan sistem “barter” atau dengan kata lain saling tukar menukar. Barang yang diinginkan harus ditukar oleh
barang yang sepadan juga, dengan demikian ada kepuasan antar ke-dua belah pihak
yang bertransaksi.
Tukar
menukar barang adalah hal biasa kala itu, namun bagaimana dengan menukarkan
Allah ataupun Tuhan? Meskipun kedengaran
cukup aneh namun hal ini ternyata telah dilakukan oleh umat Tuhan Allah itu
sendiri. Kitab Yesaya mencatatkan betapa
Tuhan kecewa dengan bangsa pilihan- Nya yang menukarkan Kemuliaannya dengan hal tidak berguna.
Wajar
saja Tuhan murka akan bangsa Israel sebab hal demikian malahan tidak dilakukan
oleh para penyembah berhala. Mereka yang
menyembah berhala yang sebenarnya hanya buatan manusia saja tidak menukarkan
allah mereka dengan hal – hal sepele seperti makanan, harta ataupun popularitas
tertentu. Lalu adakah kita juga saat ini
“menukarkan” iman dan pengharapan kita terhadap hal lain selain Yesus
Kritsus? Jika kita kerap melakukan hal
tersebut hanya demi kenikmatan sesaat, maka bertobatlah segera, dan jangan
membangkitkan murka Tuhan Allah!
Anugerah
pengampunan serta kasih Allah sebenarnya tidak ternilai harganya dan tidak
mungkin bisa ditukarkan oleh hal apapun!
“pernahkah suatu
bangsa menukarkan allahnya
Meskipun itu
sebenarnya bukan allah?
Tetapi umat- Ku
menukarkan Kemuliaanya
Dengan apa yang tidak
berguna”
Yeremia 2 : 11
God Bless You

No comments:
Post a Comment