Masih adakah yang benar - benar hidup kudus?
Pernyataan
mantan pejabat pemerintahan(gambar di atas) cukup mengejutkan banyak
pihak. Lalu benarkah memang tidak ada
pejabat di negeri ini yang hidup serta bekerja dengan jujur? Jikalau memang
tidak ada yang jujur bagaimana mungkinkah negara ini masih mampu bertahan?
Sistem
yang bobrok membuat banyak orang tergoda untuk berbuat kejahatan, terutama kejahatan
yang menguntungkan diri sendiri. Celakanya
banyak orang jujur justrtu tak kuasa melawan kuatnya arus ketidak adilan di
dalam negeri ini. Jadi dari pada mereka
melawan arus dan merugikan diri sendiri, akhirnya mereka juga terjerumus
mengikuti arus ketidak jujuran serta kedtidak adilan.
Dalam
kita wahyu, Tuha menghardik jemaat Sardis, yang hidup dalam keberdosaan serta
mementingkan hal duniawi. Akan tetapi ad
juga mererka yang tetap memilih hidup bersih dan kudus di hadapan Tuhan Allah,
dan merekalah yang nantinya akan berjalan dengan Allah yang suci dan
kudus. Lalu bagiamanakah dengan kita
saat ini? Apakah kita memilih berjalan bersama dengan kebobrokan dunia ini demi
kepuasan kedagingan kita? Atau justru memilih menderita di dunia ini, namun
kelak dapat berjalan bersama Dia yang suci serta kudus?
Memilih
untuk tetap hidup suci dan kudus tidaklah mudah, dan tidaklah populer di dalam
dunia ini! Jadi apa pilihanmu?
“Tetapi di Sardis ada
beberapa orang yang
Tidak mencemarkan
pakaiannya;
Mereka akan berjalan
dengan Aku dalam pakaian putih
Karena mereka dalah
layak untuk itu”
Wahyu 3 : 4
God Bless You

No comments:
Post a Comment