Tuesday, April 14, 2026

(ArBer)Masih adakah yang benar - benar hidup kudus?

 


Masih adakah yang benar - benar hidup kudus?

 

Pernyataan mantan pejabat pemerintahan(gambar di atas) cukup mengejutkan banyak pihak.  Lalu benarkah memang tidak ada pejabat di negeri ini yang hidup serta bekerja dengan jujur? Jikalau memang tidak ada yang jujur bagaimana mungkinkah negara ini masih mampu bertahan?

Sistem yang bobrok membuat banyak orang tergoda untuk berbuat kejahatan, terutama kejahatan yang menguntungkan diri sendiri.  Celakanya banyak orang jujur justrtu tak kuasa melawan kuatnya arus ketidak adilan di dalam negeri ini.  Jadi dari pada mereka melawan arus dan merugikan diri sendiri, akhirnya mereka juga terjerumus mengikuti arus ketidak jujuran serta kedtidak adilan.

Dalam kita wahyu, Tuha menghardik jemaat Sardis, yang hidup dalam keberdosaan serta mementingkan hal duniawi.  Akan tetapi ad juga mererka yang tetap memilih hidup bersih dan kudus di hadapan Tuhan Allah, dan merekalah yang nantinya akan berjalan dengan Allah yang suci dan kudus.  Lalu bagiamanakah dengan kita saat ini? Apakah kita memilih berjalan bersama dengan kebobrokan dunia ini demi kepuasan kedagingan kita? Atau justru memilih menderita di dunia ini, namun kelak dapat berjalan bersama Dia yang suci serta kudus?

Memilih untuk tetap hidup suci dan kudus tidaklah mudah, dan tidaklah populer di dalam dunia ini!  Jadi apa pilihanmu?

 

“Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang

Tidak mencemarkan pakaiannya;

Mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih

Karena mereka dalah layak untuk itu”

Wahyu 3 : 4

 

God Bless You

No comments: