Akhirnya ditinggikan di atas tiang yang tinggi!
Tiang
yang rencannya akan dipakai untuk menghukum
musuhnya ternyata malahan dipakai untuk dirinya sendiri, itulah yang terjadi
pada Haman. Haman yang adalah pejabat
teras yang baru saja mendapat kedudukan serta kehormatan di depan raja hatrus
berakhir di tiang gantungan yang dibuatnya sendiri.
Sifat
erta sikap Haman yang sombong bisa menimpa siapa saja. Dari yang tadinya bukan siapa – siapa kemudian
menjadi “orang penting” bisa mebuat semua orang lupa “daratan”. Kemudian yang terjadi adalah sikap memandang
rendah sesama dan bahkan berani untuk merencanakan kejahatan terhadap
sesama. Intinya stiap orang rawan akan kesombongan
dan juga penyalah gunaan jabatan.
Semakin
tinggi serta penting seseorang akan membuat seseorang merasa diperlukan dan
menjadi yang paling utama. Padahal
semakin tinggi pencapaian akan diikuti tanggung jawab yang besar pula, sehingga
setiap gerak – geriknya juga akan menjadi perhatian orang lain. Berkaca dari Hamanyang terlalu “terbuai” akan
pencapaiannya sehingga memandang rendah pihak lain, kita seharusnya belajar
untuk rendah hati, sebab sehebat serta setinggi apapun pencapaian kita, tetap
saja kita tidak berhak merendahkan pihak lain.
Kita
akan dihormati jikalaiu memang pantas, jadi jangan memaksa orang untuk mau
menghormati kita!
“Pada hari itu
kelarlah Haman dengan hati riang dan gembira
Tetapi ketika Haman
meilhat Mordekhai ada di
Pintu gerbang istana
raja, tidak bangkit dan tidak bergerak
Menghormati dia, maka
pasanslah hati Haman kepada Mordekhai”
Ester 5 : 9
God Bless You

No comments:
Post a Comment