Tuesday, June 9, 2026

(ArBer)Akhirnya ditinggikan di atas tiang yang tinggi!

 


Akhirnya ditinggikan di atas tiang yang tinggi!

 

Tiang yang rencannya akan dipakai untuk menghukum  musuhnya ternyata malahan dipakai untuk dirinya sendiri, itulah yang terjadi pada Haman.  Haman yang adalah pejabat teras yang baru saja mendapat kedudukan serta kehormatan di depan raja hatrus berakhir di tiang gantungan yang dibuatnya sendiri.

Sifat erta sikap Haman yang sombong bisa menimpa siapa saja.  Dari yang tadinya bukan siapa – siapa kemudian menjadi “orang penting” bisa mebuat semua orang lupa “daratan”.  Kemudian yang terjadi adalah sikap memandang rendah sesama dan bahkan berani untuk merencanakan kejahatan terhadap sesama.  Intinya stiap orang rawan akan kesombongan dan juga penyalah gunaan jabatan.

Semakin tinggi serta penting seseorang akan membuat seseorang merasa diperlukan dan menjadi yang paling utama.  Padahal semakin tinggi pencapaian akan diikuti tanggung jawab yang besar pula, sehingga setiap gerak – geriknya juga akan menjadi perhatian orang lain.  Berkaca dari Hamanyang terlalu “terbuai” akan pencapaiannya sehingga memandang rendah pihak lain, kita seharusnya belajar untuk rendah hati, sebab sehebat serta setinggi apapun pencapaian kita, tetap saja kita tidak berhak merendahkan pihak lain.

Kita akan dihormati jikalaiu memang pantas, jadi jangan memaksa orang untuk mau menghormati kita!

 

“Pada hari itu kelarlah Haman dengan hati riang dan gembira

Tetapi ketika Haman meilhat Mordekhai ada di

Pintu gerbang istana raja, tidak bangkit dan tidak bergerak

Menghormati dia, maka pasanslah hati Haman kepada Mordekhai”

Ester 5 : 9

 

God Bless You

No comments: