Monday, June 15, 2026

(ArBer)Seperti hewan yang harus ditarik - tarik

 


Seperti hewan yang harus ditarik - tarik 

 

Beberapa binatang memang harus ditarik agar mau mengikuti kehendak kita.  Sifat dasar dari mereka adalah bertahan hidup, dan bisa jadi manusia dianggap sebagai ancaman sehingga binatang tersebut harus dikendalikan menggunakan kekang atau apa saja yang membuat mereka bisa mengikuti kehendak kita.

Anehnya kita manusia juga terkadang memiliki sifat keras kepala seperti itu.  Celakanya kita menantang dan tidak mau menurut bukan kepada manusia melainkan kepada Tuhan Allah pencipta hidup kita sendiri.  Kita menolak segala kehendak serta ajaran- Nya, dan bahkan membutuhkan “tali kekang” agar bisa mengikuti kehendak Tuhan.

Tuhan tidak mungkin mengarahkan kita menuju jalan kebinasaan, sebaliknya Tuhan pasti senantiasa menuntun kita ke jalan kehidupan.  Ironisnya adalah, kita yang tidak mau dituntun- Nya serta kerap meninginkan jalan kita sendiri.  Meskipun terkadang Tuhan sudah menghunakan “tali kekang” kita juga masih bertahan atas kehendak kita dan tidak mau ditarik- Nya menuju jalan yang benar.  Jadi sudahkah kita menyadari persamaan kita dengan hewan – hewan yang kerap dikendalikan tali kekang? Maukah kita merubah sifat dan karakter keras kepala kita?

Tuhan selalu ingin menuntun umat- Nya ke jalan kebenaran dan hidup, hanya saja tidak semua umat- Nya mau dituntun- Nya! Apakah kita termasuk yang menolak dituntun- Nya?

 

“Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal

Yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang

Kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau”

Mazmur 32 : 9

 

God Bless You

No comments: