Adakah saahabat yang sejati?
Kalimat
qoutes pada gambar di atas bila
direnungkan ternyata sulit juga menjawabnya.
Dalam keadaan sukacita dan gembira maka mudah saja kita mendapatkan
banyak teman. Sebaliknya ketika
menghadapi cobaan serta banyak penderitaan, maka akan sulit sekali menemukan
satu teman saja yang peduli.
Keadaan
dunia saat ini memang seperti itu, yaitu segala hal didasari oleh kepentingan
tertentu, atau atas dasar untung ataupun rugi.
Semakin menguntungkan maka akan semakin banyak orang yang terlibat,
namun ketika dianggap tidak menguntungkan ataupun bahkan merugikan maka akan
sulit sekali mencari pihak tertentu yang rela berkorban bersama – sama.
Yesus
sendiri hadir di dunia ini sebagai sehabat dari umat- Nya.
Sebagai sahabat Ia tidak memperhitungkan untung saja, Ia bahkan rugi
setelah mengorbankan nyawa- Nya sendiri demi keselamatan kita sahabat- Nya yang
penuh dosa! Jadi adakah koita mengikuti
teladan Kristus dalam menjalin persahabatan dengan sesama? atau masihkah kita menjalin
hubungan atas kepentingan semata? Yang siap kapan saja meninggalkan sahabat
kita ketika sudah tidak “menguntungkan” lagi?
Seorang
sahabat sejati akan meninggalkan kita apapun keadaanya!
“Ada teman yang
mendatangkan kecelakaan,
Tetapi ada juga
sehabat yang lebih karib
Dari pada saudara”
Amsal 18 : 24
God Bless You

No comments:
Post a Comment