Merindukan boleh, namun jangan kembali ke masa lalu!
Sah –
sah saja apabila seseorang merindukan suatu keadan yang lebih baik dari saat
ini. Meskipun keadaan tersebut adalah
masa lalu, namun tetap saja dikenang oleh larena keadaan tersebut lebih baik
serta lebih menyenangkan, bahkan beberapa orang berharap bisa kembali ke masa
lalu tersebut.
Melihat
kondisi dunia saat ini yang serba tidak pasti, tidaklah heran banyak sekali
yang menganggap bahwa dunia di beberapa dekade sebelumnya lebih baik dari saat
ini. Beberapa orang bahkan ingin kembali
ke dalam keadaan tersebut, meskipun mereka sadar bahwa hal tersebut tidak
mungkin terjadi. Kita orang percayapun
terkadang terseret juga oleh opini seperti itu, betul begitu?
Pengkotbah
adalah seorang yang penuh hikmat, dan ia menilai segala sesuatu dengan obyektif
secara faktual. Ia tahu yang sekarang
ada dahulu telah ada, dan segala yang didunia ini tidak ada yang baru. Ketika kita merindukan masa lalu, kita sedang
membatasi perjuangan dan usaha kita untuk lebih baik lagi saat ini. Intinya kita malas ataupun menyerah untuk
berusaha lebih baik lagi, sehingga kita merasa hal yang terdahulu lebih
baik. Contohnya bangsa Israel yang terus
merindukan keadaan perbudakan, padahal Tuhan menyertai perjalanan mereka menuju
tempat yang lebih baik! Jadi
pelajarannya adalah janganlah cepat – cepat menilai masa lalu lebih baik dari
saat ini atau bahkan ingin kembali ke masa lalu, namun berusahalah serta
berimanlah kepada Tuhan dengan harapan saat ini bahkan masa depan akan lebih
baik lagi dalam kehendak- Nya!
Mengingat
masa lalu boleh saja, namun janhan berhenti berjuang untuk saat ini dan masa
depan!
“Janganlah mengatakan
: mengapa zaman dahulu
Lebih baik dari pada
zaman sekarang?
Karena bukannya
berdasarkan hikmat
Engkau menanyakan hal
itu”
Pengkotbah 7 : 10
God Bless You

No comments:
Post a Comment