Thursday, July 16, 2026

(ArBer)Merindukan boleh, namun jangan kembali ke masa lalu!

 


Merindukan boleh, namun jangan kembali ke masa lalu!

 

Sah – sah saja apabila seseorang merindukan suatu keadan yang lebih baik dari saat ini.  Meskipun keadaan tersebut adalah masa lalu, namun tetap saja dikenang oleh larena keadaan tersebut lebih baik serta lebih menyenangkan, bahkan beberapa orang berharap bisa kembali ke masa lalu tersebut.

Melihat kondisi dunia saat ini yang serba tidak pasti, tidaklah heran banyak sekali yang menganggap bahwa dunia di beberapa dekade sebelumnya lebih baik dari saat ini.  Beberapa orang bahkan ingin kembali ke dalam keadaan tersebut, meskipun mereka sadar bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi.  Kita orang percayapun terkadang terseret juga oleh opini seperti itu, betul begitu?

Pengkotbah adalah seorang yang penuh hikmat, dan ia menilai segala sesuatu dengan obyektif secara faktual.  Ia tahu yang sekarang ada dahulu telah ada, dan segala yang didunia ini tidak ada yang baru.  Ketika kita merindukan masa lalu, kita sedang membatasi perjuangan dan usaha kita untuk lebih baik lagi saat ini.  Intinya kita malas ataupun menyerah untuk berusaha lebih baik lagi, sehingga kita merasa hal yang terdahulu lebih baik.  Contohnya bangsa Israel yang terus merindukan keadaan perbudakan, padahal Tuhan menyertai perjalanan mereka menuju tempat yang lebih baik!  Jadi pelajarannya adalah janganlah cepat – cepat menilai masa lalu lebih baik dari saat ini atau bahkan ingin kembali ke masa lalu, namun berusahalah serta berimanlah kepada Tuhan dengan harapan saat ini bahkan masa depan akan lebih baik lagi dalam kehendak- Nya!

Mengingat masa lalu boleh saja, namun janhan berhenti berjuang untuk saat ini dan masa depan!

 

“Janganlah mengatakan : mengapa zaman dahulu

Lebih baik dari pada zaman sekarang?

Karena bukannya berdasarkan hikmat

Engkau menanyakan hal itu”

Pengkotbah 7 : 10

 

God Bless You

No comments: