Wednesday, August 19, 2026

(ArBer)Apakah Rut menantu yang durhaka?

 


Apakah Rut menantu yang durhaka?

 

Ketika Rut membantah ataupun melawan kehendak Noami yang adalah mertuanya, hal tersebut bisa saja dikatagorikan sebagai menantu yang durhaka.  Setidaknya apabila cerita tersebut ditaunagkan dalam sebuah film, maka Ruth adalah seorang antagonis yang tidak mengindahkan larangan ataupun perintah mertuanya.

Apabila cerita itu berhenti sampai dengan Rut yang menolak untuk meninggalkan mertuanya, bisa jadi Rut dianggap sebagai menantu yang tidak taat kepada mertuanya.  Akan tetapi ternyata cerita tidak berhenti di sana dan ternyata perlawanan Ruth kepada mertuanya adalah bagian dari kehendak Tuhan yang kelak menjaga umat – Nya dengan memberikan seorang raja yang bernama Daud.  Hanya saja satu yang eprlu kita ingat bahwa tindakan Ruth melawan bukanlah kesengajaan ataupun perbuatan yang mendatangkan dosa ataupun kejahatan.

Rut melawan perintah mertuanya dengan penuh kasih dan keberserahan seutuhnya.  Rut sadar bahwa jikalau ia meninggalkan mertuanya maka, sang mertua akan seorang diri pulang ke negerinya setelah perantauan.  Ruth mengasihi dengan sangat, sehingga ia sendiri “mengorbankan” masa depannya untuk ikut ke negeri yang asing baginya.  Kasihnya kepada mertuanya membuatnya menanggalkan segala ke-goisan diri dan bersedia dengan turlus mengikuti mertuanya kemanapun dan dalam keadaan apapun!  Jadi janganlah melawan mertuamu, jikalau tidak didasari dengan kasih yang tulus!

Menantu yang mengasihi mertuanya, terlihat dari sikapnya yang tidak egois dan rela berkorban!

 

“Tetapi kata Rut: Janganlah desak aku meninggalkan engkau

Dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana

Engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam

Di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah

Bangsaku dan Allahmulah Allahku”

 Rut 1 : 16

 

God Bless You

No comments: