Apakah Rut menantu yang durhaka?
Ketika
Rut membantah ataupun melawan kehendak Noami yang adalah mertuanya, hal
tersebut bisa saja dikatagorikan sebagai menantu yang durhaka. Setidaknya apabila cerita tersebut ditaunagkan
dalam sebuah film, maka Ruth adalah seorang antagonis yang tidak mengindahkan
larangan ataupun perintah mertuanya.
Apabila
cerita itu berhenti sampai dengan Rut yang menolak untuk meninggalkan
mertuanya, bisa jadi Rut dianggap sebagai menantu yang tidak taat kepada
mertuanya. Akan tetapi ternyata cerita
tidak berhenti di sana dan ternyata perlawanan Ruth kepada mertuanya adalah
bagian dari kehendak Tuhan yang kelak menjaga umat – Nya dengan memberikan
seorang raja yang bernama Daud. Hanya
saja satu yang eprlu kita ingat bahwa tindakan Ruth melawan bukanlah
kesengajaan ataupun perbuatan yang mendatangkan dosa ataupun kejahatan.
Rut
melawan perintah mertuanya dengan penuh kasih dan keberserahan seutuhnya. Rut sadar bahwa jikalau ia meninggalkan
mertuanya maka, sang mertua akan seorang diri pulang ke negerinya setelah
perantauan. Ruth mengasihi dengan
sangat, sehingga ia sendiri “mengorbankan” masa depannya untuk ikut ke negeri
yang asing baginya. Kasihnya kepada
mertuanya membuatnya menanggalkan segala ke-goisan diri dan bersedia dengan
turlus mengikuti mertuanya kemanapun dan dalam keadaan apapun! Jadi janganlah melawan mertuamu, jikalau
tidak didasari dengan kasih yang tulus!
Menantu
yang mengasihi mertuanya, terlihat dari sikapnya yang tidak egois dan rela
berkorban!
“Tetapi kata Rut:
Janganlah desak aku meninggalkan engkau
Dan pulang dengan
tidak mengikuti engkau; sebab ke mana
Engkau pergi, ke situ
jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam
Di situ jugalah aku
bermalam: bangsamulah
Bangsaku dan
Allahmulah Allahku”
Rut 1 : 16
God Bless You

No comments:
Post a Comment