Wednesday, October 21, 2026

(ArBer) Pejabat yang sembarangan berbicara

 


Pejabat yang sembarangan berbicara

 

Entah apa yang terjadi dengan pimpinan negeri ini.  Mereka selalu mengubar kata – kata yang kesannya menipu rakyatnya sendiri.  Mereka tidak ingin fakta lapangan banyak diketahui masyarakat luas, namun demikian mereka juga menolak fakta yang dipaparkan masyarakat dengan berbagai alasan.

Ketika bencana terjadi di enegri ini, banyak pejabat tinggi yang malahan menyebut bahwa bencana tersebut dibesar – besarkan media sosial.  Ada lagi yang mengtakan bahwa jangan terlalu percaya dnegan perkembangan serta informasi media sosial.  Intinya mereka berusaha “menipu” dengan mengatakan keadaan terkendali dan baik – baik saja, namun padahal keadaan serta fakta dilapangan malahan terjadi sebaliknya.

Pintar berorasi dan berpidato belum tentu menjamin isinya sesuai dengan kenyataan.  Banyak mereka yang pandai berpidatao malahan memutar balikkan fakta.  Sungguh alangkah jahatnya para pejabat, jikalau terus menerus hanya menyerukan keadaan yang terkendali padahal nyatanya tidak.  Bagi kita semua juga berlaku hal yang sama, yaitu janganlah kepandaian mengolah kata kita tidak diikuti hati nurani yang bersih dan benar.  Janganlah sampai kita juga sama seprti pejabat – pejabat tersebut yang kerap mengucapkan sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi lapangan!

Jikalau kita belum mengetahui keadaan ataupun fakta sebenarnya, janganlah sembarangan bibirmu sembarangan berkata – kata yang jahat!

 

“Jagalah lidahmu terhadap yang jahat

Dan bibirmu terhadap ucapan – ucapan menipu”

Mazmur 34 : 14

 

God Bless You

No comments: