Saturday, September 12, 2009

Puisi Hati


TUHAN seorang diri



Aku meminta hanya sekali

Aku meminta hanya kali ini

Aku berharap saat ini

Agar TUHAN mau memberi


Walaupun hanya di saat ini

Walaupun hanya kali ini

Aku ingin sekali


Tak pantaskah aku memiliki

Apa daya yang kumiliki

Aku tak diberi

TUHAN berdiam diri


Apa arti semua ini

Mengapa aku sendiri

Apakah aku diadili?


Aku sadar seorang diri

Ternyata hanya TUHAN yang abadi

Aku menerima kenyataan ini

Hanya TUHAN sendiri yang mengerti


Seorang diri DIA telah menciptakan semuanya

Seorang diri DIA mampu melenyapkan semuanya



“Beginilah firman TUHAN,

penebusmu yang membentuk engkau sejak dari kandungan;

Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu,

Yang seorang diri membentangkan langit

yang menghamparkan bumi

Siapakah yang mampu mendampingi Aku?”

Yesaya 45:3


GOD Bless u

Wednesday, September 9, 2009

(ArBer) Makanan lebih.


Makanan lebih.


Program all u can eat di sebuah restoran memang banyak diancar banyak orang. Program tersebut dirasakan sangat menguntungkan, karena dengan pengeluaran yang tidak terlalu besar kita bisa mendapatkan aneka ragam makanan. Lebih dari itu makanan yang bisa kita makan juga berlebihan atau dengan kata lain tidak terbatas jumlahnya.


Makan sepuasnya memang bukan suatu larangan atau sesuatu yang diharamkan. Makan menu apapun sepertinya memang tidak dihalangkan selama kita mampu membayarnya. Ada hal yang mungkin terkadang kita lupakan pada saat kita makan sepuasnya yaitu terlalu rakus ingin menikmati berbagai jenis makanan. Perut kita mempunyai volume terbatas, belum lagi berbagai jenis rasa makanan yang bercampur menjadi satu dalam perut kita, tentunya akan membuat kita merasa mual. Tidak jarang dari kita yang muntah setelah keluar dari restoran, ataupun sulit berjalan karena isi perut yang terlalu banyak, dengan kata lain makanan yang kita konsumsi tersebut akan menjadi kenikmatan lidah sesaat namun kemudian menjadi sia-sia.


Sebagai anak-anak Tuhan kita harus mengucapkan syukur senantiasa atas berkat-berkat-Nya hari lepas hari. Makanan yang mungkin sekarang ada di hadapan kita adalah salah satu bentuk kasih-Nya kepada kita semua. Berdoalah setiap kita ingin menikmati makanan, jangan sampai makanan tersebut justru yang memperbudak pikiran kita dan akhirnya kita menjadi rakus dan tamak! Makanlah semampu kita jika kita diperbolehkan makan apa saja dan sepuasnya, ingatlah satu hal makanan yang kita sia-siakan bisa jadi akan sangat berharga bagi mereka yang kelaparan.

“kalau engkau mendapat madu,

makanlah secukupnya

jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu,

lalu memuntahkannya”

Amsal 25:16


GOD Bless u

Tuesday, September 8, 2009

(ArBer) Hidup mandiri


meta name="Generator" content="Microsoft Word 10">

Hidup mandiri


Wanita memang sepertinya fasih dengan pekerjaan rumah tangga, namun bukan berarti para pria tidak mampu mengerjakannya. Para pria seharusnya juga belajar untuk hidup mandiri dan mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Wanita menuntut emansipasi atau persamaan hak dengan pria. Persamaan hak tersebut bukan saja dalam masalah kesempatan bekerja atau berkarir, namun termasuk juga di dalamnya persamaan dalam kewajiban untuk mengurus rumah tangga.


Saat ini persentase wanita yang bekerja sudah hampir setara dengan pria. Wanita dituntut bukan saja bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga, akan tetapi juga bekerja keras mencari nafkah. Kemudian bagaimana dengan tuntutan bagi para pria? Para pria juga seharusnya belajar untuk hidup mandiri. Mengerjakan pekerjaan rumah bukanlah suatu hal yang sulit, akan tetapi akan menjadi sangat berat jika kita hanya membayangkan di dalam benak saja.


Sebagai pasangan keluarga kristiani, alangkah baiknya masing – masing pasangan belajar untuk hidup mandiri. Bagi para istri, janganlah terlalu banyak menuntut suami dalam memenuhi kebutuhan nafkah keluarga. Kerjakanlah hal-hal sederhana seperti keterampilan membuat kue, menjahit, ataupun hobi – hobi lainnya yang tidak memerlukan banyak modal ataupun tenaga! Hal – hal sederhana tersebut bila dikerjakan dengan konsisten, maka akan menghasilkan suatu barang yang nyata. Walaupun sebenarnya rezeki dari ketrampilan tersebut tidak sebesar kerja keras suami, namun tetap saja tambahan tersebut akan sangat berguna bagi kebutuhan keluarga. Sebaliknya bagi para suami, mengerjakan sedikit saja pekerjaan rumah tangga sudah pasti akan banyak membantu para istri. Mulailah hidup mandiri dari dalam diri sendiri maka kuasa Tuhan akan menjadikan kemandirian kita berguna bagi orang yang kita kasihi dan juga orang lain!


“…agar mereka yang sudah percaya kepada Allah

sungguh-sungguh berusaha

melakukan pekerjaan yang baik

itulah yang baik dan berguna bagi manusia”

Titus 3:8


GOD Bless u

Monday, September 7, 2009


Membuat jalan sendiri


Bagi sebagian orang yang jenius, mungkin tidak ada kata “jalan buntu”. Dengan berbagai cara, dan kemampuan berpikirnya, biasanya orang jenius mampu menemukan jalan keluar. Bahkan apabila jalan yang tersedia sudah buntu, maka mereka akan membuat jalan mereka sendiri. Intinya tidak akan pernah ada jalan buntu.


Manusia dikaruniai otak untuk berpikir dan sebagai pusat pengontrol seluruh organ tubuh lainnya. Akal pikiran yang diciptakan Allah kepada manusia sangatlah sempurna dibandingkan makhluk-makhluk ciptaan lain. Permasalahan apapun hampir bisa ditemukan jalan keluarnya oleh manusia. Mungkin beberapa abad lalu penyakit malaria merupakan penyakit mematikan namun sekarang penyakit tersebut bukan lagi menjadi penyakit mematikan. Kemajuan daya pikir manusia secara langsung mempengaruhi gaya hidup mereka juga. Akhirnya pengharapan akan adanya suatu keajaiban dari Allah sudah ditinggalkan banyak umat manusia.


Tidak ada yang salah jika kita mengembangkan dan melatih daya pikir kita. Bisa jadi pemikiran kita bisa banyak membantu sesama manusia untuk dapat bertahan hidup serta meraih kebahagiaan. Tetapi ingatlah satu hal, hanya DIA lah jalan kebenaran dan hidup. Mencari jalan keluar di saat terjadi permasalahan adalah kewajiban kita, jangan sampai kita mempunyai mental yang mudah menyerah. Namun janganlah memaksakan untuk membuat jalan sendiri tanpa iman yang selalu berserah kepada-Nya.


“Kata Yesus kepadanya

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup

Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa

Kalau tidak melalui Aku”

Yohanes 14:6


GOD Bless u

Sunday, September 6, 2009

(ArBer) Tertiban “mercedes runtuh"


Tertiban “mercedes runtuh"


Tertiban durian runtuh, merupakan suatu pameo kuno tentang seseorang yang tidak disangka-sangka mendapatkan rejeki yang besar. Jika tertiban buah durian saja sudah merupakan suatu rezeki, apalagi kalau tertimpa sebuah mobil Mercedes?


Sejenak coba kita kesampingkan analogi tersebut dan membayangkan kejadian nyatanya. Durian adalah buah yang mempunyai aroma dan rasa yang begitu menarik, bahkan buah ini termasuk salah satu buah termahal yang paling banyak diminati. Lalu permasalahannya bukan pada buahnya, namun kulit yang membungkus buah-buah “memabukkan” tersebut. Semua tahu bahwa kulit durian berbentuk runcing dan bisa menusuk siapa saja yang tidak berhati-hati memegangnya. Bayangkan saja apa yang akan terjadi apabila sebuah durian dengan berat 2 kg menimpa kepala kita, apakah ini yang dimaksud dengan rezeki? Mobil Mercedes juga merupakan sebuah merek mobil yang tentunya cukup luxulury dengan kelas tertentu. Tetapi sangatlah jelas, siapapun tidak mau tertimpa kendaraan tersebut, karena bukan rejeki yang didapat melainkan petaka.


Dalam hidup ini sudah menjadi hal wajar jika kita selalu berharap yang terbaik dari Tuhan kita. Hari demi hari selalu kita lewati dengan penuh doa agar kita mendapatkan berkat yang berlimpah serta tercapai tujuan hidup kita. Meminta “durian runtuh” memang bukan hal yang salah, akan tetapi jika kita tidak siap saat durian matang dan jatuh bisa saja menjadi suatu hal yang tidak baik(kalau tertimpa). Janji Tuhan adalah janji kemuliaan dan kebahagiaan untuk seluruh umat manusia, akan tetapi belum tentu semua orang siap jika Tuhan menurunkan hujan berkat-Nya. Berkat Tuhan yang datangnya berlimpah dan sesuai dengan waktu-Nya terkadang justru malah membuat kita sombong. Kesombongan tersebutlah yang akan menjadi petaka dalam kehidupan kita.


Jangan terlalu banyak berharap tetapi berfokuslah pada kerja keras kita serta tentunya kesiapan iman kita dalam menerima berkat-berkat-Nya! Lebih baik kita mendapatkan buah kecil yang mampu kita tangkap apabila buah itu terjatuh dari pohon, dibandingkan mendapatkan buah durian tetapi kita tidak mampu menangkapnya apabila terjatuh dari pohon.


“Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup

dengan hati nurani yang murni

di hadapan Allah dan manusia”

Kisah Para Rasul 24:16


GOD Bless u

Thursday, September 3, 2009

(ArBer) Jangan berlari!


Jangan berlari!


Suasana panik sempat kita rasakan beberapa hari yang lalu. Gempa berskala 7.3 skla ritcher mengguncang sebagian pulau Jawa termasuk DKI Jakarta. Gempa yang melanda Jakarta dirasakan sekitar pukul 15:00 WIB. Guncangan yang sangat kencang bisa dirasakan beberapa menit. Guncangan hebat tersebut bahkan membuat kaca gedung – gedung bertingkat pecah berantakan serta terdapat retakan di beberapa bagian bangunan. Guncangan membuat sejumlah orang yang berada di gedung-gedung bertingkat panik dan berebutan untuk lari keluar gedung.


Suasana panik saat terjadi gempa memang sangat wajar terjadi, namun dalam keadaan tersebut, kita harus tetap berpikiran tenang. Pikiran yang kalut serta takut akan membuat kita tidak terkendali dan melakukan apa saja untuk menyelamatkan diri. Salah satu hal yang pasti kita lakukan adalah berlari sekuat dan sejauh mungkin keluar dari dalam gedung. Satu hal yang tentunya sudah kita lupakan adalah jika semua berlari dengan panik, maka akan menyebabkan kepanikan baru. Bayangkan saja apabila ada yang terjatuh, pastilah orang tersebut akan terinjak-injak. Bisa jadi saat ada seseorang terjatuh, orang – orang yang berlari di belakanganpun akan tersandung kemudian terjatuh juga, maka kepanikan baru akan terjadi, bahkan parahnya lagi bisa menimbulkan korban jiwa.


Gempa yang terjadi beberapa hari lalu mungkin juga peringatan yang paling halus dari Tuhan pencipta alam semesta. Selain jangan berlari pada saat ingin keluar dari gedung bertingkat, kita juga seharusnya tidak “berlari” menjauhi perintah-perintah Tuhan. Manusia sudah terlalu jauh berlari dari pencipta-Nya. Mungkin saja setiap harinya manusia sibuk dengan kegiatan dan rutinitas untuk bertahan hidup di dalam dunia fana ini.


Alangkah baiknya kita mulai memeriksa kembali hidup kita serta belajar untuk semakin dekat dengan sang pencipta alam semesta. Kedekatan dengan Tuhan akan membuat kita tenang menghadapi segala hal yang akan terjadi di dunia ini. Kita tenang karena apapun yang akan terjadi di dunia ini kita sudah mendapatkan jaminan hidup kekal. Pada saat Tuhan memberikan peringatan, maka janganlah berlari menjauh, akan tetapi berpaling dan berlarilah mendekat kepada-Nya!


“Marilah kita menyelidiki

dan memeriksa hidup kita,

dan berpaling kepada TUHAN”

Ratapan 3:40


GOD Bless u

Wednesday, September 2, 2009

(ArBer) Mengangkat beban yang terlalu enteng.


Mengangkat beban yang terlalu enteng.


Seorang anak kecil tentu bukanlah tandingan bagi seorang pemain sumo. Bisa dibayangkan seorang pe sumo yang mempunyai berat badan diatas ratusan kilo jika berhadapan dengan seorang anak kecil yang berat badanya mungkin hanya puluhan kilo gram. Bisa jadi pe sumo tersebut hanya membutuhkan satu tangan untuk mengangkat anak kecil tersebut.


Permasalahan dalam hidup kita dapat dianalogikan dengan seorang pe somo yang berbadan besar atau justru anak kecil yang terlalu ringan untuk diangkat. Permasalahan sebenarnya dalam setiap permasalahan justru bukan pada seerapa besar permasalahan itu sendiri, melainkan terletak pada seberapa besar kemampuan kita untuk menghadapi beban tersebut. Tuhan Yesus adalah kekuatan dan pengharapan terbesar dalam hidup ini. Terus mengandalkan-Nya adalah bentuk kekuatan terbesar kita.


Pe sumo tersebut mmampu mengangkat anak kecil karena memang badan serta kekuatannya yang lebih besar dibandingkan anak kecil tersebut. Jikalau permasalahan kita sebesar ataupun seberat badan pe sumo tersebut, sudah pasti permasalahn kita lambat laun akan “menggankat” kita. Sebaliknya jika kita sendiri mempunyai kekuatan yang besar bahkan tidak terbatas melalui kasih Tuhan, maka permasalahan seberat apapun akan terasa ringan.


Percayalah seantiasa didalam iman bahwa kuasa Tuhan pasti lenih besar dari permasalahan kita. Dengan iman yang besar tersebut maka masalah yang menghampiri kita akan menjadi ringan serta lebih mudah diangkat.


“Bapa-Ku yang memberikan mereka kepada-Ku,

lebih besar dari siapapun,

dan seorangpun tidak dapat

merebut mereka dari tangan Bapa”

Yohanes 10:29


GOD Bless u