Tuesday, January 12, 2010

(ArBer) Menikmati kebersamaan


Menikmati kebersamaan


Gambar diatas adalah salah satu gambar yang unik. Unik karena sebuah mobil kecil yang biasa hanya bisa ditempati beberapa orang, bisa ditempati lebih dari lima orang. Namun tetap ada hal positih bisa diambil, yaitu kecerian dan kebahagian seluruh penumpang mobil tersebut. Berpergian dengan karabat ataupun keluarga memang menyenangkan.


Memasuki tahun baru, kita selalu disibukkan dengan berbagai macam kegiatan. Pekerjaan sepertinya sudah menunggu kita sampai 12 bulan yang akan datang. Stress bisa muncul kapan saja, jika kita tidak pandai dalam mengatur pikiran kita. Pikiran yang terlalu penat membutuhkan beberapa saat untuk istirahat. Berkumpul bersama saudara atau sahabat untuk menikmati liburan merupakan salah satu cara untuk “mengistirahatkan” pikiran penat kita. Kita tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk berpergian ke tempat yang jauh, akan tetapi kehadiran kerabat-kerabat serta suasana kebersamaan adalah esensi sebenarnya dari liburan bersama.


Susana kebersamaan dalah suatu hal positif. Jemaat mula – mula di Korintus juga melakukan hal serupa, mereka berkumpul bersama dan saling berbagi, sehingga ada suasana kebersamaan antar jemaat. Banyak hal yang bisa lakukan disaat kita berkumpul bersama dengan kerabat ataupun saudara seiman. Kita bisa saling berbagi pengalaman, berkat, ataupun cerita – cerita pembangkit motivasi. Satu hal yang pasti dengan menikmati kebersamaan, kita akan memperkuat tali kasih antar sesama kita.


Kebersamaan akan mengusir rasa stress dalam pikiran. Sedangkan stress bisa jadi adalah akibat dari kurangnya kita berkumpul bersama.


“Dengan bertekun dan dengan sehati

mereka berkumpul….

Dan makan bersama-sama dengan gembira

Dan dengan tulus hati”

Kisah Para Rasul 2:46


GOD Bless u

Sunday, January 10, 2010

(ArBer)Bisa melawan cuaca buruk?


Bisa melawan cuaca buruk?


Setiap ingin mengadakan acara di luar ruangan(outdoor), biasanya kita memerlukan seorang pawang hujan. Pawang hujan tersebut berfungsi untuk menjauhakan awan gelap ataupun tiupan angin, yang intinya menjauhakan hujan dari tempat dimana kita mengadakan acara. Jika berjalan dengan lancar maka sepanjang acara kita akan terbebas dari hujan, namun kenyataanya tidak semua pawang hujan berhasil menghalau hujan.


Pawang hujan memang mempunyai keahlian khusus dalam menjauhkan hujan ataupun memanggil hujan, akan tetapi kuasa terhadap keadaan cuaca seutuhnya terletak pada kuasa Tuhan. Manusia bisa saja memprediksi ataupun mengantisipasi, akan tetapi datangnya berbagai cuaca tersebut serta kapan berhentinya semua tergantung oleh sang Empunya alam semesta. Sebagai contoh cuaca bersalju yang melanda daratan Eropa, tidak mampu diantisipasi secara kesrluruhan. Manusia bisa saja membuat teknologi canggih untuk mengetahui cuaca yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, akan tetapi tetap saja perkiraan – perkiraan tersebut belum ada yang mencapaikepastiaan sebesar 100%.


Awal bulan ini bnyak Negara-negara dilanda berbagai musibah yang disebabkan oleh cuaca yang cukup extrim. Benua Eropa dan sebagaian Asia dipenuhi salju dengan suhu terendah disepanjang satu dekade. Indonesia sendiri mulai “didatangi” huajan yang disertai dengan angina kencang. Dalam ekadaan seperti ini, kita harus berpikir menggunakan hati serta pikiran dengan pikiran kita mencari tahu info cuaca terkini, lalu kemudian kita mempersiapkan sebaik mungkin kemungkinan terburuk yang akan kita hadapi(misalnya apabila banjir). Dengan hati kita harus selalu bersyukur serta berserah kepada-Nya dalam keadaan apapun, karena jika Dia berkenan maka kita bisa saja terhindar dari cuaca buruk


Tidak ada teknologi yang bisa membantu kita melawan cuaca buruk, hanya dengan doa serta iman kita bisa meminta belas kasihan-Nyauntuk menjauhakan kita dari cuaca buruk


“Sebab kasih-Mu besar mengatasi langit

Dan setia-Mu sampai ke awan-awan”

Mazmur 108:4


GOD Bless u

Thursday, January 7, 2010

(ArBer)Lupa segala – galanya.


Lupa segala – galanya.


Banyak hal yang harus kita fokuskan dalam kehidupan ini. Tentnuya kita memilih apa yang terbaik dan terutama untuk kita jadikan fokus. Pilihlah hal yang benar – benar dapat memberikan kegunaan bagi kita di dunia ini, sertta tentunya berguna bagi kehidupan kita mendatang dalam kerajaan-Nya!


Saat in banyak sekali dari kita yang mempriosritaskan kegiatan. Salah satunya kita terlalu berfokus pada hal – hal duniawi, masih bagus jika hal duniawi tersebut berguna bagi kehidupan kita(cth: sibuk bekerja mencari uang), akan tetapi kita terkadang justru melakukan kegiatan yang sama sekali tidak berguna bagi kehidupan kita(cth: berfoya-foya, dunia malam atau kecandua game online). Kegiatan – kegiatan tersebut terkadang membuat kita lupa bahwa sebenarnya masih banyak hal yang harus kita kerjakan selain membuang waktu pada hal sepele tersebut. Awalnya pada saat kita menyukai sesuatu memang rasanya wajar saja menghabisakan waktu beberapa jam, akan tetapi ketika kita merasa kerasan melakukannya kita mulai kecanduan. Seseorang yang sudah kecanduan akan lupa terhadap apapun, dari lupa waktu, makan atau berapapun materi yang dikeluarkan untuk menikmati kegiatannya tersebut.


Sebagai anak-anak muda yang hidup didalam terang kasih Tuhan, kita harus benar-benar bisa membagi waktu. Ada saatnya kita bekerja, beristirahat dengan keluarga serta melakukan kegiatan Rohani dengan saudara-saudara seiman. Fokus terhadap satu hal boleh saja tetapi prioritaskanlah hal – hal yang berkenan kepada-Nya, agar segala fokus kegiatan kita berguna serta tidak sia-sia.


Melakukan apa yang kita senangi atau sukai bukan berarti kita melupakan DIA yang menciptakan semuanya itu untuk kita!


“Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu

Sebelum tiba hari-hari yang malang

Dan mendekat tahun-tahun yang kau katakan

Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya”

Pengkotbah 12:1


GOD Bless u

Wednesday, January 6, 2010

(ArBer) Sungai indah dengan warna warni pelangi



Sungai indah dengan warna warni pelangi


Sungai indah pada gambar diatas bernama Caño Cristales – “River of five colors”, terdapat di Kolombia, Amerika Selatan. sungai indah dengan penuh warna seperti pelangi ini memang merupakan sebuah sungai yang nyata dan memang cukup langka. Tidak tau dan tidak dijelaskan asal muasal warna yang terlihat dipermukaan sungai Caño Cristales, tapi yang pasti adalah, memang sungai ini sangat elok.


Karya nyata Tuhan melalui alam ini sungguh ajaib. Bahkan sebuah sungai dapat memancarkan warna-warna indah bagaikan warna pelangi yang biasa muncul di langit setelah turun hujan. Sungguh sebuah keindahan yang tiada tandingannya, bahkan masnuisa dengan segala akal dan kemampuannya belum bisa menciptakan atau menyamai karya Tuhan ini. Sebagai manusia kita juga patut bersyukur karena Tuhan sebenarnya menyediakan tempat dibumi ini yang bukan hanya untuk kita tempati, akan tetapi juga untuk kita nikmati keindahannya.


Awal tahun ini sudah kita lewati satu minggu, adakah kita sudah bersyukur atas alam yang masih Tuhan sediakan untuk kita ini? Ataukah justru kita mengawali tahun ini dengan terjebak “proposal” rencana – rencana yang akan kita bawa kepada-Nya untuk mendapatkan ijin-Nya? Berdiamlah sejenak dan nikmatilah hembusan udara dimana kita berada, dan syukurilah bahwa kita masih disediakan udara yang tak terbatas.


Alam yang indah ini adalah bukti nyata bahwa Tuhan selalu menyediakan yang terbaik untuk manusia nikmati. Nikmatilah karya-Nya, maka keajaiban-Nya akan kita rasakan!


“Biarlah mereka beryukur kepada TUHAN

karena kasih setia-Nya

karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib

terhadap anak-anak manusia”

Mazmur 107:31


GOD Bless u

Tuesday, January 5, 2010

(ArBer)Tidak selamanya lemah


Tidak selamanya lemah.


Gambar diatas mungkin bukanlah kejadian sebenarnya, akan tetapi hal tersebut mungkin saja terjadi. Seorang wanita yang sedang kesal atau marah, bisa saja melakukan hal demikian atau lebih parah lagi. Walaupun wanita dikatan kaum yang lemah secara fisik, bukan berarti mereka tidak bisa melakukan apa yang laki-laki bisa lakukan.


Satu pelajaran yang bisa diambil adalah, tidak selamahnya mereka yang kita anggap “lemah” selamanya akan diam saja bila terus kita tindas. Terkadang di rumah kita biasa menyalahkan pembantu kita, supir ataupun penjaga keamanan kita apabila ada hal yang tidak sesuai dengan kehendak kita. Padahal belum tentu itu kesalahan mereka, bisa jadi kita salah mengintruksikannya, akan tetapi kita merasa “kuat” karena kita yang menggaji mereka. Jika sudah demikian maka kita harus berhati – hati, mungkin mereka diam saja pada saat dimaahi, akan tetapi akar pahit yang terkumpul di hati mereka suatu saat pasti akan diluapkannya.


Tuhan Yesus memberikan taladan yang bagus, pada saat dia mengetahui Petrus akan menyangkal-Nya, dia tidak menekannya akan tetapi Petrus malah didoakan-Nya. Sebenarnya tekeanan-tekanan bagi mereka yang lemah sangat bertentangan dengan hukum kasih Tuhan. Hal – hal buruk tersebut nantinya bukan saja membuat mereka(orang yang merasa kita tekan) jauh dari kita, akan tetapi bisa membuat kita juga jauh dari kasih perlindungan Tuhan.


Tidak selamanya diam itu berarti setuju/menerima, bisa jadi dengan diam seseorang menunggu kesempatan yang tepat untuk membalas segala perbuatan kita, oleh karena itu waspadalah dalam bertindak dan berkata!


“Janganlah memandang rendah

Saudaramu…”

Obaja 1:12


GOD Bless u

Monday, January 4, 2010

(ArBer)Hanya menunggu?


Hanya menunggu?


Menunggu adalah kegiatan yang sangat membosankan. Menunggu adalah suatu keadaan dimana kita tidak dapat berbuat apa-apa sebelum waktunya tiba. Ada yang berpendapat bahwa kehidupan di dunia ini sebenarnya adalah kegatan manusia untuk menunggu kematiaanya serta pergi ke alam yang berbeda. Apakah kita termasuk manusia yang hanya menunggu waktu kematian kita tiba?

Pada saat kita menunggu kedatangan sebuah kereta, mungkin kita tidak berani mengambil resiko melakukan kegiatan lain atau berada terlalu jauh dari stasiun. Kedatangan kereta biasanya sesuai dengan jadwalnya, apabila terlambatpun mungkin hanya 15-30 menit. Biasanya kita lebih memilih diam di tempat kedatangan kereta tersebut dibandingkan melakukan kegiatan lain. Akan tetapi kehidupan ini tidaklah semonoton kita pada saat menunggu kereta. Kehidupan kita tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir. Mungkin kita sering menunda apa yang harus kita lakukan dengan pertimbangan waktunya belum tepat, namun hal tersebut malah nantinya akan membuat kita “terlambat” jika ajal telah datang menjemput.

Sebagi orang kristiani, kita juga bisa dikatagorikan dalam orang-orang percaya yang menunggu kedatangan-Nya yang kedua kali, dan kemudian pertanyaanya adalah apakah yang kita lakukan untuk mengisi waktu menunggu kita? Mulai saat ini berdoalah untuk meminta bimbingan Tuhan agar kita dapat mengisi kehidupan kita didunia ini sesuai dengan perintah-Nya. Menunggu kedatangan-Nya bukan berarti kita bersikap pasif tanpa melakukan kehendak-Nya.

Sudah terlalu banyak orang yang menghabiskan waktu untuk menunggu, maka seharusnya kita tidak pasif menunggu melainkan aktif melakukan perintah-Nya dan jikalau kedatangan-Nya lebih cepat dari perkiraan, maka kita sudah menyelesaikan
tugas kita dalam kehidupan ini.


“Beritakanlah firman,
Siap sedialah baik ataupun tidak baik waktunya
Nyatakanlah apa yang salah
Tegorlah dan nasihatilah dengan segala
Kesabaran dan pengajaran”
2 Timotius 4:2

GOD Bless u

Saturday, January 2, 2010

(ArBer) Berdoa seperti anak kecil.



Berdoa seperti anak kecil.


Seperti biasa, saat mengakhiri tahun , benak kita selalu dipenuhi banyak rencana-rencana serta harapan-harapan indah. Susunan – susunan angka juga memenuhi pikiran. Anggaran – anggaran keuangan membuat benak kita harus terus menerus berhitung. Jika hal ini yang terjadi, maka sebenarnya kita sudah menyia-nyiakan waktu di akhir tahun ini.


Hal paling tepat untuk mengawali tahun yang baru ini adalah dengan berdoa. Doa kita akan membawa kita kepada ketenangan serta pikiran – pikiran positif yang disertai iman yang kuat. Doa akan membawa kita untuk lebih dekat dengan Tuhan serta membawa kita untuk melibatkan Tuhan dalam segala rencana kita. Doa juga lebih penting dari susunan rencana yang kita tulis atau kita masukkan dalam jurnal. Bisa jadi setelah kita berdoa, pikiran kita akan terbuka sehingga akan memudahkan dalam merancang rencana satu tahun kedepan. Satu hal juga yang perlu kita perhatikan adalah, pada saat kita berdoa, berdoalah seperti anak kecil. Anak kecil biasanya berdoa dengan tulus akan segala keinginan mereka. Mereka meminta tapi tidak menuntut, mereka menceritakan apa yang akan mereka pikirkan bukan apa yang mereka ingini, serta mereka meminta dengan kesadaran bahwa mereka belum bisa melakukan apapun tanpa Tuhan.


Mulailah untuk merencanakan hari –hari kedepan kita dengan Sang Empunya hari esok. Berdolah sebelum kita mulai merancang apa yang ada di otak kita. Ingatlah akan satu hal, bahwa kita berdoa bukan untuk merubah Tuhan, akan tetapi sebaliknya, dengan berdoa kita menyerahkan diri agar Tuhan yang merubah kita sesuai rancangan-Nya.


Berdoa dengan iman seperti anak kecil akan membawa kita kepada kedewasaan iman yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.


“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu

dan tidak ada rencana-Mu yang gagal”

Ayub 42:2


GOD Bless u