Wednesday, June 16, 2010

(ArBer)Tidak luntur


Tidak luntur


Sebuah baju ataupun kain yang bagus adalah ebuah kain yang warnanya tidak luntur, walaupun dicuci berkali-kali. Warna permenan yang menempal pada helai demi helai sebauah kain tersebut akan menambah nilai jual kain tersebut. Oleh karenanya biasanya harga yang ditawarkan juga tentunya juga mahal sesuai dengan kualitas warna pada kain tersebut. Masalah lunturnya warna pada kain bisa juga terjadi dalam kehidupan kerohanian kita, lalu bagaimana hal tersebut bisa terjadi?


Tuhan Yesus pernah memberi perumpamaan tentang benih yang jatuh diantara semak berduri(Lukas 8:7&14). Benih tersebut memang tumbuh, namun himpitan – himpitan dari semak duri disekitar mereka akhrinya menghimpit pertumbuhan benih tersebut. Perumpamaan tersebut ditujukan kepada kita sebagai orang percaya yang mengalami kelunturan iman, disaat kita belajar bertumbuh. Banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Bisa jadi karena kekecewaan kita akan nasib kurang baik kita didalam dunia ini(masalah ekonomi, sosial, ataupun penyakit). Akan tetapi ada hal lain juga yang membuat iman kita luntur misalnya harta yang berlimpah, nama baik, ataupun kenikmatan dunia lainnya.


Bukan saja hal buruk, terkadang hal yang baik sekalipun bisa membuat kita terlena akan lupa akan kehadiran-Nya dalam kehidupan kita. Bahkan seiring kita mnikmati keadaan tersebut kita juga mulai melupakan kasih setia dan perlindungan-Nya dalam kehidupan ini. Jika saat ini kita sedang mengalami hal serupa maka, kita harus secepatnya bertobat, sebelum kita semakin jauh dari Tuhan. “Duri-duri” yang menghimpit kehidupan kita tersebut bisa dengan cepat membuat iman kita luntur ataupun hilang sama sekali. Berdoalah dan mintalah pengampunan dari-Nya atas segala perbuatan kita yang dengan sengaja ataupun tidak sengaja melunturkan iman kepercayaan kita kepada-Nya.


Keimanan kita tidak akan mudah luntur apabila kita hidup dalam rasa syukur serta selalu fokus pada kebenaran firman Tuhan.


“….

Yang ditaburkan di tengah semak berduri

Itulah yang mendengar firman itu,

Lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan

Dan keinginan-keinginan akan hal yang lain

Masuklah menghimpit firman itu

Sehingga tidak berbuah”

Markus 4:17-18


GOD Bless U

Monday, June 14, 2010

(ArBer)Anak yang tidak diharapkan


Anak yang tidak diharapkan


Apabila gambar diatas menjadi kenyataan, maka bisa jadi tempat untuk menampung bayi yang tidak diinginkan tersebut terlalu kecil. Percaya atau tidak banyak orang tua yang tidak mengharapkan keberadaan seorang anak. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, mulai dari masalah ekonomi, budaya, ataupun masalah kesehatan. Ironisnya lagi banyak orang tua yang justru kecewa ketika gagal mendidik anak sama seperti yang mereka inginkan.


Anak memang sejak kecil diharapkan mampu menjadi generasi yang lebih baik. Semua orang tua selalu menaruh harapan setinggi-tingginya bagi buah hati mereka. Sebagai orang tua seharusnya kita juga belajar untuk menerima mereka apa adanya. Pembekalan memang perlu kita berikan kepada mereka sebagai penerus generasi mendatang. Akan tetapi bukan serta merta kita memaksakan mereka menjadi seperti apa yang kita inginkan. Karakter anak akan terbentuk dari beberapa faktor. Memang faktor paling dominant adalah faktor dari linkungan keluarga, namun faktor lain seperti ilmu pendidikan serta sosialisasi dengan lingkugan sekitar juga berpengaruh dalam pembentukan karakter mereka.


Sebagai orang tua yang menetapkan dasar-dasar kasih Kristus alangkah baiknya kita, berusaha bijak dalam membentuk karakter mereka. Hikmat, kebijaksanaan dan pengertian perlu kita ajarkan dan turunkan kepada mereka, akan tetapi akal, budi serta ilmu pengetahuan adalah faktor lain yang harus mereka pelajari sendiri. Dengan demikian anak-anak akan membentuk karakter yang kuat sesuai dengan ilmu yang mereka terima namun tetap berhikmat sesuai dengan ajaran kasih Kristus yang kita ajarkan dan latih dari semenjak kecil. Bekal tersebut akhirnya akan mendukung pola pikir mereka untuk menerima dan mempelajari sesuatu yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan.


Dari pada memberikan cap buruk terhadap perkembangan anak-anak kita, alangkah bijaksananya apabila kita juga belajar menjadi orang tua seperti apa yang mereka harapkan, yaitu yang menyayangi dan mendidik mereka tanapa syarat khusus.


“Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku

Supaya tahun hidupmu menjadi banyak

Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu,

Aku memimpin engkau di jalan yang lurus”

Amsal 4:10-11


GOD Bless U

(ArBer)Pemandu yang dihindari


Pemandu yang dihindari


Pemndu atau bahasa Inggrisnya guide , sangat diperlukan jasanya dalam sebuah perjalanan, terutama bagi turis-turis asing yang masih buta akan suatu obyek wisata tertentu. Selain menguasai lokasi wisata, guide juga membantu turisdalam berkomunikasi atau menerjemahkan bahasa. Tanpa guide mungkin perjalanan tidak akan terasa puas, karena tidak mengetahui keunikan – keunikan tempat wisata yang dituju serta latar belakang budaya ataupun sejarah tempat wisata tersebut. Pengelola tempat wisata pastilah selalu menyediakan guide untuk menemani para pengunjung. Berhubungan dengan guide tersebut, pertanyaannya adalah apakah setelah kita meninggal tersedia guide yang menemani kita menuju tujuan akhir kita?


Sebenarnya jawabanya adalah tergantung tujuan akhir mana yang akan kita tuju. Apabila tujuan akhir kita adalah sorga, sudah pasti kita akn disambut langsung oleh sang Empunya Sorga, disana segalanya serba sempurna dan indah. Semuanya mempunyai kegiatan yang sama yaitu memuji dan memuliakan nama-Nya. Tidak ada kesulitan dalam berbahasa, juga tidak perlu lagi guide, untuk menjelaskan alasan kita berbahagia serta bersuka cita didalam kerajaan Sorga. Akan tetapi jika tujuan akhir kita nantinya adalah nerak, maka kita pastinya tidak akan dibiarkan sendiri masuk dalam dunia penderitaan tersebut. Pasti ada guide yang mengatur arah tujuan kita sesuai dengan kelakuan dan dosa kita. Guide tersebut tentulah tidak menyenangkan karena mereka akan mengawal kita dengan kasar serta memaksa kita menerima segala siksaan sesuai dengan perbuatan dosa disaaat kita hidup. Intinya guide tersebut berbanding terbalik perlakuannya terhadap kita dibandingkan guide parawisata didalam dunia.


Seharusnya kita sudah harus sadar dari saat ini, bahwa tidak ada kesenangan dalam nereka. Perbuatan – perbutan dosa memang sangat nikmat untuk kedagingan kita, namun setelah kita meninggal justru kedagingan kitalah yang akan disiksa dalam neraka. Bukan hanya sekali atau beberapa kali, siksaan tersebut bersifat kekal adanya. Bertobatlah secepatnya dan kembalilah hidup sesuai dengan firman dan kehendak-Nya, karena sebenarnya Tuhan telah menyediakan tempat indah dalam kerajaan-Nya, dan satu hal yang pasti saat kita masuk dalam kerajaan-Nya, Tuhan sendirilah yang akan langsung menyambut kita dan meemenuhi sukacita kita menjadi kehidupan kekal yang bahagia serta abadi.


Sebaik apapun “guide” yang menemani kita, apabila tujuannya adalah nereka maka kita wajib menghindari dan menolaknya.


“Dan mereka ini akan masuk

Ke tempat siksaan yang kekal

Tetapi orang benar

Ke dalam hidup yang kekal”

Matius 25:46


GOD Bless U

Sunday, June 13, 2010

(ArBer)Sang pengendali.


Sang pengendali.


Kehidupan perpolitikan Indonesia masih jauh dari bentuk ideal. Para dewan atau pimpinan pemerintahan masih belum sepenuhnya milik rakyat. Dari rakyat mereka bisa meraih psosisi tersebut, akan tetapu rakyat justru tidak bisa mengendalikan para pilihan-pilihan mereka yang dipilih untuk mengurus negara dan kepentingan banyak orang. Kenyataanya ternyata malah sebaliknya para politikus atau anggota dewanlah yang mengendalikan cara/pola pikir masyarakat luas.


Sebelum dipilih rakyat, mereka(para peimpim pemerintahan/anggota dewan) meminta restu dengan banyak menawarkan ide-ide serta target-target luar biasa demi kepentingan bangsa. Setelah terpilih mereka sepertinya lepas dari kendali rakyat, bahkan sebaliknya mereka berusaha mengendalikan pola pikir rakyat demi keuntungan diri sendiri ataupun kelompok(partai/organisasi tertentu). Banyak hal dilakukan untuk menutupi “borok” mereka, dan dengan gampang mereka mengendalikan orang-orang tertentu untuk dijadikan kambing hitam atau “wayang orang” untuk disalahkan.(cthnya pengaturan suatu kasus yang dilakukan oleh mafia-mafia kasus) Hal tersebut dilakukan demi menjaga suasana kondusif pada masyarakat luas. Apabila kedudukan sudahmenjadi prioritas hidup apapun pastinya akan dilakukan demi mempertahankan kedudukan tersebut.


Sebagai seorang yang beriman, tidak ada salahnya kita terjun aktih di ranah politik dan pemerintahan. Satu hal yang pasti apapun posisi yang dipercayakan kepada kita, harus kita pertanggung jawabkan kepada TUHAN serta mereka yang telan memilih kita. Janganlah kita terbiasa mengendalikan bawahan-bawahan kita ataupun masyarakat awam yang tidak banyak memahami masalah politik dan pemerintahan. Mintalah himat dan pengertiandari Tuhan disaat kita dipercaya menduduki posisi tertentu yang menyangkut harkat hidup banyak orang. Berserahlah pada-Nya dan biarlah DIA yang mengendalikan akal serta pikiran kita.


Janganlah jadi pengendali banyak orang, sebelum kita merelakan diri kita dikendalikan oleh hikmat serta kebijaksanaan dari TUHAN. Janganlah menjadi pengendali sesat, tetapi jadilah pengendali yang mengendalikan banyak orang menuju terang kasih-Nya.


“Sebab orang-orang yang mengendalikan bangsa ini

Adalah penyesat dan orang-orang

Yang dikendalikan mereka menjadi kacau

Sebab itu Tuhan tidak bersukacita

….”

Yesaya 9:16-17


GOD Bless U

Saturday, June 12, 2010

(ArBer)Gila Bola


Gila Bola


Ajang besar olah raga sepak bola yaitu piala dunia(world cup) baru saja dimulai. Ajang ini bisa dikatakan ajang terbesar olah raga antar Negara-negara dunia yang paling popular setelah ajang olimpiade. Bahkah negara- negara disetiap benua selalu berusaha menjadi tuang rumah piala dunia, karena sealing ajang tersebut penuh dengan gengsi, piala dunia juga akan membawa pemasukan devisa yang besar bagi negera penyelenggara.


Keunikan dari piala dunia ini adalah jumlah penonton yang banyak. Bukan hanya di stadion, diluar setadion seperti di jalan dan rumah-rumah semua menyaksikan ajang besar ini. Bahkan hampir seluruh negara menyiarkan secara langsung pertandingan-pertandingan dalam ajang besar tersebut. Tidak terkecuali di Indonesia, walaupun negara ini belum pernah menicicipi ajang besar dunia tersebut, tetap saja euforia penanyangan pertandingan piala dunia sangat terasa di seluruh media massa maupun elektronik. Lalu bagaimana kita sebagai orang percaya menanggapi fenomena ini?


Olah raga adalah bahasa universal bagis seluruh penduduk dunia dengan segala keaneka ragaman. Dalam olah raga juga terkandung semangat pantang menyerah, persaudaraan, sportifitas serta kerja sama. Banyak hal positif yangt bisa kita petik dari olah raga. Dalam ajang piala dunia inii, kita juga bisa mengadakan nonton baerng dengan saudara-saudara seiman kita. Kegiatan tersebut tentunya positif karena akan membawa kita untuk saling mengenal antar saudara seiman, serta memacu semangat kita masing-masing untuk mau rajin berolah raga. Oleh karena selain membutuhkan rohani yang sehat, pelayanan didalam Tuhan juga memerlukan kesehatan jasmani. Banyak hal yang bisa adakan dengan adanya momentum paila dunia ini, untuk mempererat tali kasih didalam Tuhan. Satu hal yang harus kita ingat yaitu janganlah kita “tenggelam” dalam menikmati ajang piala dunia ini. Janganlah kita menjadi “gila bola” karena ajang ini, sehingga kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman-Nya!(misalnya ikut taruhan, berjudi, lupa istirahat ataupun tidak maksimal dalam bekerja) Mintalah hikmat dan pengertian dari Tuhan agar Dia mengingatkan kita untuk tidak membuang waktu berlebihan untuk menyaksikan ajang sepak bola piala dunia.


Olah raga sepak bola juga bisa “menghancurkan” keimanan kita, apabila kita meluangkan waktu terlalu banyak untuk menyaksikannya.


“Ah, kiranya Engkau

…..

Dan menetapkan waktu bagiku

Kemudian mengingatkan aku pula!”

Ayub 14:13


GOD Bless U

Friday, June 11, 2010

(ArBer)Menyiksa tubuh sendiri


Menyiksa tubuh sendiri


Gambar diatas adalah gambar yang diambil pada saat perayaan hari besar kepercayaan tertentu di negeara Thailand. Dalam upacara tersebut, akan ditampilkan berbagai hal ekstrim yang diantaranya adalah menancapkan segala benda tajam ke bagian tubuh manusia. Tentu saja tidak sembarangan orang yang bisa melakukannya, hanya mereka yang telah berpuasa dan didoakan menurut kepercayaan mereka yang bisa dan mampu menjalani ritual tersebut. Maksud sebenarnya dari ritual tersebut sebenarnya bukan untuk sengaja menyakiti tubuh sendiri, akan tetapi ritual tersebut seperti sebuah pembuktian bahwa mereka yang percaya kepada dewa-dewa mereka akan selalu dilindungi, walaupun mengalami penyiksaan secara fisik. Mungkin pertanyaan yang akan timbul adalah, apakah setelah menjalani ritual tersebut, tidak akan ada luka yang tertinggal dalam tubuh mereka?


Sebenarnya tanpa suatu ritual tertentu kita juga sering menyiksa tubuh ini. Sekilas mungkin kita menganggap kita tidak melakukan hal-hal ekstrim seperti pada gambar diatas, namun banyak hal lain yang kita tidak sadari akan tetapi bisa menyiksa tubuh ini. Contoh sederhananya adalah tidak menjaga kesehatan, ataupun mempergunakan tubuh ini secara berlebihan untuk kegiatan tertentu seperti melakukan pekerjaan ataupun hal sederhana seperti melakukan hobi kita(cth. Bermain game atau internet samapi lupa untuk makan ataupun mandi) Banyak lagi contoh-contoh sederhana apabila terkadang manusia tidak terlalu memperdulikan fisik tubuh yang digunakannya setiap hari.


Tubuh dan fisik kita tidaklah terbuat dari bahan logam yang kuat. Daging dalam tubuh ini ada keterbatasannya, begitu juga dengan tulang, saraf dan seluruh organ tubuh kita. Tuhan mengijinkan kita beraktivitas dengan tubuh ini, dan tentunya disertai dengan keharusan kita untuk mempertanggung jawabkannya. Apa yang kita lakukan dengan tubuh ini tentu harusnya bermanfaat, lebih dari itu kita juga wajib menjaga tubuh ini, karena tubuh ini juga merupakan Bait Allah yang suci. Mulai hari ini rawatlah tubuh yang Tuhan pinjamkan ini, agar kita dapat mendapatkan waktu lebih panjang lagi dalam “meminjam” tubuh ini. Dengan waktu yang lebih panjang tersebut, kita bisa memaksimalkan kemampuan tubuh ini untuk melakukan kehendak serta perintah-Nya selama berada didunia ini.


Selain mengasihi Tuhan dan sesama, kita juga wajib mengasihi diri sendiri! Jadi rawatlah tubuh kita, dan jangan sengaja menyiksanya!


“Orang yang murah hati

Berbuat baik kepada diri sendiri

Tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri”

Amsal 11:17


GOD Bless U

Thursday, June 10, 2010

(ArBer)Membalikkan keadaan.


Membalikkan keadaan.


Apabila gambar diatas tersebut benar adanya, maka hal tersebut merupakan kejadian unik, dimana sekor macan tutul yang notabennya adalah pemangsa, malah dikejar oleh buruannya. Dalam keadaan normal pastilah rusa tersebut lari terbirit-birit menhindari kejaran sang macan tutul, namun ada saatnya pemangsalah yang justru dikerjar mangsanya.


Umat manusia juga, tidak luput dari kejaran “pemangsa”. Pemangsa yang dimaksud tentunya adalah si iblis yang selalu menggoda kita setiap saat dengan berbagai tipu muslihat yang menggiurkan. Kemanapun kita pergi didunia ini, pastilah banyak godaan – godaan duniawi. Saat kita menikmati kenikmatan-kenikmatan duniawi, secara tidak sadar kita sudah menjadi incaran pemangsa, dan hanya masalah waktu kita akan “diterkam” oleh sang pemangsa tersebut. Tidak mudah untuk melepaskan diri dari si iblis apalagi sampai kita berbalik mengejar atau mengusir iblis.


Walaupun demikian kita tidak pernah sendirian didalam dunia ini. Tuhan Yesus telah berjanji akan menyertai kita samapai hari kedatangan-Nya yang ke dua kali. Asalkan kita mempunyai Iman yang kuat dan rajin bersekutu dengan saudara-saudara seiman, maka kita bisa saja membalikkan keadaan. Jadi mulai hari ini berdoalah dan bacalah selalu firman Tuhan! Waspadalah selalu akan ancaman sang pemangsa, janganlah menuruti segala tawaran kenikmatan dunia yang sebenarnya adalah jebakan maut! Lebih dari itu teguhkanlah Iman kita untuk berani melawan mereka!


Untuk melawan pemangsa(si iblis), diperlukan keberanian dari diri sendiri dan disertai kekuatan dari Tuhan.


“….

Lawanmu si iblis, berjalan keliling

Sama seperti singa yang mengaum-aum

Dan mencari orang yang dapat ditelannya

Lawanlah dia dengan iman yang teguh

…..”

1 Petrus 5:8-9


GOD Bless U