Tuesday, November 8, 2011

(ArBer)Tugas orang yang kuat


Tugas orang yang kuat


Dalam setiap perjalanan mereka (asterix dan obelix), Obelix selalu mendapatkan tugas membawa bekal ataupun perlengkapan kebutuhan mereka selama perjalanan. Asterix sebenarnya bisa saja menjadi kuat dan mengangkat semua perlengkapannya seorang diri, namun dalam posisi “lemah” obelixlah yang membantu asterix.


Pada kenyataannya setiap orang tentu memiliki kelemahan. Tidak ada satu manusiapun yang bisa hidup tanpa mengandalkan manusia lainnya. Mungkin kita kuat dalam satu hal, namun belum tentu kita juga kuat dalam hal lainya. Tuhan menciptakan dunia ini dengan penuh kesimbangan. Ada siang dan ada malam, ada panas dan ada dingin. Begitu pula dengan semua makhluk ciptaan-Nya, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing agar bisa saling melengkapi.


Sebagai anak-anak Tuhan kita juga seharusnya berlaku demikian, yaitu selalu berusaha menjadi penanggung bagi mereka yang lemah. Selama kita “kuat” kita wajib mengulurkan tangan bagi mereka yang lemah! setelah yang lemah dikuatkan, maka dia juga tentunya tidak akan segan membantu orang lain yang lemah juga. Dengan demikian maka kasih akan terus mengalir. Kasih yang terus mengalir tentunya akan menghasilkan suatu pengharapan akan adanya sukacita dan damai. Dan akhirnya sukacita dan damai dalam hati yang berasal dari kasih Kristus akan membuat iman kita kuat serta tidak akan pernah tergoyahkan dari cobaan berat apapun di muka bumi ini.


Saat kita diberikan “kekuatan” lebih dari Tuhan, itu berarti ada tugas khusus dari Tuhan yang harus kita tanggung! Jadi jangan egois dan memakai “kekuatan” tersebut untuk diri sendiri saja!


“Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan

Orang yang tidak kuat

Dan jangan kita sendiri mencari

Kesenangan kita sendiri”

Roma 15:1


GOD Bless u

Monday, November 7, 2011

(ArBer)Tanggung jawab manusia.


Tanggung jawab manusia.


Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini bumi planet tempat tinggal kita sedang mengalami masalah serius. Masalah serius yang bisa mengancam eksistensi seluruh makhluk hidup di dalamnya termasuk juga manusia. Ancaman tersebut adalah pemanasan global yang kian hari kian menunjukkan makin bertambahnya suhu bumi.


Dampak pemanasan tersebutpun bisa langsung kita saksikan dengan jelas yaitu melalui mencainya es pada kutub utara. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga bisa langsung merasakan sengatan matahari serta suhu ekstrim pada siang atau malam hari. Bencana-bencana alam juga makin sering terjadi di berbagai belahan dunia. Intinya eksistensi seluruh makhluk hidup bisa terancam punah dalam waktu singkat. Kerusakan alam memang sepenuhnya adalah tanggung jawab manusia sebagai makhluk paling mulia(berakal budi) Lalu kapankah waktunya manusia bisa sadar dan menghentikan kebiasaan mengeksploitasi alam tanpa menjaga kelestarian bumi ini?


Alam memang menyediakan segala yang dibutuhkan manusia, namun manusia terkadang lupa diri dan mengganggap bahwa alam selalu menyediakan tanpa batas. Tuhan memang tidak memberikan batas manusia untuk memanfaatkan kekayaan alam, akan tetapi Dia memberikan batasan tentang cara memanfaatkan alam. Mengambil hasil alam tentulah diperbolehkan asal dilakukan dengan cara yang benar dan disertai dengan pelestarian lingkungan alam. Sadarilah satu hal, bahwa dosa kita terhadap Tuhan dan sesama memang akan kita tanggung seorang diri! Namun dosa kita terhadap alam bukan hanya kita saja yang menanggungnya akan tetapi seluruh makhluk hidup di planet bumi ini, bahkan sampai keturunan kita yang akan datang! Jadi mulai saat belajarlah untuk lebih menghormati alam ini seperti kita menghormati Dia yang menyediakan alam ini! Jangan merusaknya akan tetapi manfaatkan dan lestarikan alam ini!


Bumi telah menyediakan yang terbaik bagi kehidupan seluruh makhluk hidup termasuk manusia, jadi jangan sampai oleh karena rancangan serta perbuatan kita yang tidak semestinya, bumi malah tertimpa malapetaka!


“Dengarlah, hai bumi!

Sungguh ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka

Akibat rancangan-rancangan mereka

Sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-ku

Dan menolak pengajaran-Ku”

Yeremia 6:19


GOD Bless u

Sunday, November 6, 2011

(ArBer)Tempat untuk "menumpang"?


Tempat untuk “menumpang”?


Di negara kita tercinta, tentu tidak ada rambu-rambu lalu lintas seperti gambar di atas. Mungkin dikarenakan, memang tidak diperlukan tempat khusus untuk menumpang, atau bisa jadi tidak ada istilah kata tumpang menumpang di negara ini! Apalagi jika ingin menumpang dengan gratis!


Walaupun tumpang menumpang jarang terlihat di kota-kota besar, namun kemungkinan tidak di daerah pedesaan. Banyak penduduk di daerah terpencil yang masih mengandalkan sesama dalam beraktivitas termasuk mengandalkan kendaraan. Kemungkinan besar tidak adanya istilah tumpang menumpang dalam kota besar seperti Jakarta adalah budaya individualisme yang cenderung matrealistis. Pada umumnya kebanyakan penduduk daerah perkotaan tidak terlalu peduli dengan masalah orang lain bahkan cenderung mengharapkan imbalan jika ingin memberikan bantuan.


Bisa jadi kita adalah salah satu yang termasuk dalam orang-orang yang perhitungan dalam memberikan bantuan. Atau bisa jadi kita memang memberikan tumpangan, akan tetapi hanya terhadap orang-orang tertentu(tergantung imbalan atau hal menguntungan lainnya). Orang yang dikatakan mengasihi Dia, dianologikan Yesus sebagai orang yang memberikan tumpangan kepada sesama manusia tanpa terkecuali bahkan terhadap mereka yang miskin serta kekurangan. Murid Yesus yaitu Rasul Petrus, juga mengajarkan bahwa kita jangan memberi tumpangan dengan bersungut-sungut(tidak rela/mengharapkan sesuautu ataupun terpaksa).(1 Petrus 4:9). Intinya adalah kasih kita kepada Tuhan akan terpancar melalui kasih persaudaraan kita terhadap sesama. Mulai saat ini kurangilah sifat individualistis kita, karena walaupun saat ini kita tidak membutuhkan “tumpangan” orang lain, namun suatu saat kita pasti membutuhkannya, jadi janganlah pelit memberi “tumpangan”(bantuan, perhatian ataupun empati tanpa pamrih).


Karena tidak ada tempat “menumpang” khusus di negeri ini, maka berilah “tumpangan” senantiasa dimanapun dan kapanpun tanpa membeda-bedakan serta mengharapkan imbalan!


“Periharalah kasih persaudaraan!

Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang,

Sebab dengan berbuat demikian

Beberapa orang yang tidak diketahuinya

Telah menjamu malaikat - malaikat”

Ibrani 13:1-2


GOD Bless u

Friday, November 4, 2011

(LAguBERkat)Karya Terbesar


Karya Terbesar

Do =F, 4/4
8 beat
. =71-74

Intro : F Dm F Dm



F Dm
Kasih yang terindah
Gm C

Hati yang mulia
Am Dm Gm
Hanya kutemukan di dalam-Mu

C
Yesusku

Gm Gm/F C/E
Pujian da -ri hatiku

Eb Dm

Selalu di setiap waktuku
Gm Am
Tiada pernah berubah
Gm C
Kasihku


F Bb/F

Karya terbesar dalam hidupku

Gm C

Pengorbanan-Mu yang s’lamatkanku


F Bb/F

Engkaulah harta yang tak ternilai


Gm C

Yang kumiliki dan kuhargai

Gm C F

Yesus Engkau kukagumi

Bridge :

C# Cm A#m

Kematian-Mu menghidupkanku


C# Cm A#m

Dan kupastikan pengorbanan-Mu
A#/F C
Tak akan pernah sia-sia

"Ia sendiri telah memikul dosa dalam tubuh-Nya di kayu salib
Supaya kita, yang telah mati terhadap dosa

Hidup untuk kebenaran.

Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh"

1 Petrus 2:24


GOD Bless u

Thursday, November 3, 2011

(ArBer)Yang mana yang harus ditolong?


Yang mana yang harus ditolong?


Bukan pak tua itu saja yang bingung harus menolong yang mana(gambar di atas), kemungkinan kita sendiri juga akan menghadapi sebuah keputusan dilematis. Semua orang di dalam danau tersebut tentunya harus diselamatkan, tetapi yang manakah yang harus diselamatkan, sedangkan hanya ada satu penyelamat di tengah-tengah sekelompok orang yang meminta tolong?


Manusia memang mempunyai kemampuan terbatas. Pahlawan super hero (dalam komik/cerita fiksi) tidak akan mampu menyelamatkan seruan meminta tolong yang terlalu banyak. Dunia yang begitu luas serta berbagai macam problema kehidupan tidak akan mampu ditangani oleh seorang manusia biasa. Walaupun mansuia mempunyai kemampuan khusus yang super hebat, tetap saja dia sama dengan manusia lainnya, yang ada batasnya dan bahkan terkadang dia sendiri membutuhkan pertolongan.


Percayalah bahwa hanya Tuhan pencipta manusia yang tidak terbatas! Melalui Yesus, Dia telah membuktikan bahwa kemampuan-Nya tidak terbatas untuk menolong seluruh ciptaan-Nya dari hukuman dosa. Pengorbanan Yesus membuktikan bahwa Dia menjawab dan menolong siapa saja yang berseru kepada-Nya. Jadi mulai saat ini datang dan berserulah kepada Tuhan, untuk meminta pertolongan dari segala problematika kehidupan kita! Dia yang dipenuhi kasih setia, dan pastinya tidak akan bingung untuk menolong kita orang – orang berdosa, karena Dia memang mampu menolong kita semua sekaligus!


Tuhan yang tidak pernah memilih siapa saja yang dosanya pantas diampuni, tentunya juga akan menolong siapa saja yang datang dan berseru kepada-Nya


“Sebab Engkau, ya Tuhan

Baik dan suka mengampuni dan

Berlimpah kasih setia

Bagi semua orang yang berseru kepada-Mu”

Mazmur 86:5


GOD Bless u

Wednesday, November 2, 2011

(ArBer)Meninggikan badan boleh saja, asal jangan sampai tinggi hati!

Meninggikan badan boleh saja, asal jangan sampai tinggi hati!

Siapapun tentunya ingin memiliki badan yang sehat dan proporsional. Apalagi ditambah dengan tinggi badan yang di atas rata-rata, tentunya penampilan seseorang akan terlihat semakin “keren”. Mempunyai tubuh tinggi semampai memang terlihat “keren”, tapi awas, bisa jadi hatinya juga akan semakin “meninggi"(sombong/congkak)!


Berpenampilan menawan terkadang memang membuat seseorang lupa “daratan”. Bukan hanya itu, banyak sekali faktor lain dimana kebanggaan seseorang yang berlebihan menyebabkan diri mereka terjebak dalam paham “remehisme”, atau dengan kata lain kebiasaan yang selalu meremehkan orang lain oleh karena kemampuan atau potensi dirinya yang tidak dimiliki orang-orang sekitar mereka. Apakah kita adalah salah satu dari mereka yang mudah tinggi hati dan mudah menggangap rendah orang-orang sekitar kita?


Rasa bangga akan potensi diri ataupun pencapaian dari usaha kita adalah wajar adanya. Rasa bangga juga akan memelihara semangat untuk berusaha terus menjaga kualitas untuk lebih baik. Kesalahan justru muncul pada saat kita mulai membandingkan diri dengan orang-orang sekeliling kita yang belum menjadi seperti kita(berhasil). Terkadang bukannya kita membantu mereka mencapai kualitas diri yang lebih baik, malahan kita cenderung merendahkan mereka karena ingin merasa selalu “tinggi”. Mulai saat ini belajarlah untuk bisa mengendalikan diri kita apabila kita diberikan berkat lebih dari Tuhan! Janganlah mudah terpancing dengan pujian-pujian orang sekitar kita yang lama-kelamaan akan membuat kita tinggi hati! Belajarlah untuk selalu rendah hati, dan mengarahkan segala pujian tersebut hanya kepada kemuliaan Tuhan yang memang dan teramat sangat pantas ditinggikan!


Banyak cara untuk meninggikan tubuh seseorang, namun hanya ada satu cara untuk merendahkan hati seseorang terhadap yang lain, yaitu dengan taat kepada Firman Tuhan!


“…….

Dan kamu semua rendahkanlah dirimu

Seorang terhadap yang lain sebab:

Allah menentang orang yang congkak,

Tetapi mengasihani orang yang rendah hati”

1 Petrus 5:5


GOD Bless u

Tuesday, November 1, 2011

(ArBer)Agar tidak runtuh!


Agar rumah tangga tidak runtuh!


Apakah sebuah rumah akan tetap dikatakan rumah apabila rumah tersebut terbelah dua dan terpisah? Sama halnya dengan sebuah keluarga, jika terjadi perpecahan di antara anggota keluarga, maka pada hakekatnya, sebenarnya mereka(sesama anggota keluarga) sudah tidak berkeluarga lagi.


Banyak sekali faktor penyebab terjadinya perpecahan dalam keluarga. Bisa jadi penyebabnya adalah masalah keuangan, perbedaan prinsip, keegoisan ataupun bahkan masalah keimanan/rohani. Apapun penyebabnya yang jelas akibatnya sangatlah fatal. Mungkin ada orang yang mengatakan bahwa mereka berpisah(suami/isteri) dengan baik-baik serta anak –anak dapat menerima keadaan mereka, akan tetapi hal tersebut bukan jaminan mereka bisa melepaskan begitu saja aib tersebut dan melanjutkan kehidupan dengan mudah.


Keluarga Kristen juga kerap mengalami masalah seperti ini. Memang keluarga Kristen pantang untunk bercerai, akan tetapi dalam kenyataannya banyak keluarga Kristen yang justru hidup terpisah antar anggota keluarga mereka masing-masing. Sebagai orang-orang yang sudah dewasa iman, seharusnya kita bisa mengatasi perpecahan dalam sebuah keluarga/rumah tangga. Sertakanlah Tuhan melalui gembala atau pembimbing rohani dalam setiap permasalahan keluarga! Secara instan mungkin belum bisa menghadirkan solusi tepat, namun percayalah paling tidak keluarga tidak akan sampai terpecah belah. Sebab keluarga yang meminta Tuhan menjadi “penengah” dalam setiap permasalahannya, cepat atau lambat pasti akan mendapatkan keluarganya utuh kembali.


Setiap keluarga pasti tidak lepas dari permasalahan baik skala kecil maupun besar, namun ingatlah satu hal bahwa kita harus secepatnya datang kepada Tuhan, sebelum rumah tangga kita terbelah dua atau bahkan sampai runtuh total!


“…………

Setiap kerajaan

Yang terpecah-pecah pasti binasa

Dan setiap rumah tangga yang terpecah- pecah pasti runtuh”

Lukas 11:17


GOD Bless u