Thursday, July 5, 2012

(ArBer)Memaksakan kehendak


Memaksakan kehendak

Memaksakan kehendak adalah perbutan yang tidak terpuji.  Apabila memaksakan kehendak ke sasama manusia saja sudah salah apalagi memaksakan kehendak kepada Sang Maha Kuasa?  Meskipun demikan tetap saja banyak diantara kita yang kerap kali memaksakan kehendak kita di saat berdoa kepada Tuhan.

Saat kita berdoa, terkadang kita keliru dalam hal meminta.  Memberitahukan Tuhan segala keinginan kita tidaklah salah, namun permasalahannya kiita cenderung menuntut dibandingakan meminta dengan pasrah.  Meminta dengan pasrah berbeda dengan menuntut, apabila menuntut kita mengharapkan hasil sesuai dengan kehendak kita, maka saat meminta dengan pasrah, kita menyerahkan semuanya pada otoritas Sang Pemperi. 

Tuhan Yesuspun memmpunyai hak yang tidak terbatas, oleh karena Dia adalah Anak Allah yang amat dikasihi Bapa.  Tuhan Yesus bisa saja menontut agar Dia bebas dari hukuman penyaliban, akan tetapi Dia memilih untuk pasrah dan menyerahkan semuanya ke dalam tangan Bapa.  Kita semua sebagai orang – orang percaya juga sudah sepatutnya untuk mengikuti teladan Kristus. Dan dengan demikian kita akan mengetahui mana yang merupakan kehendak kita dan mana yang merupakan kehendak Tuhan.  Satu yang pasti kehendak dari pada Tuhan Allah tentunya lebih indah dan lebih baik dari segala kehendak yang kita inginkan.

Mintalah segala sesuatu dengan iman, bahwa Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik melebihi apa yang kita inginkan! Jadi janganlah menuntut Tuhan mengabulkan keinginan kita secara pribadi!

 “Ya Bapa- Ku
Jikalau Engkau mau
Ambillah cawan ini dari pada- Ku,
Tetapi bukanlah kehendak- Ku,
Melainkan kehndak- Mulah yang terjadi”
Lukas 22:42


GOD Bless u

Wednesday, July 4, 2012

(ArBer)Tidak perlu berpura- pura!



Tidak perlu berpura- pura!

Tidak salah jika dikatakan bahwa “dunia ini adalah panggung sandiwara”.  Setiap manusia adalah aktor ataupun aktris yang sedang mamainkan peran masing-masing di atas panggung kehidupan.  Sulit sekali membedakan manusia mana yang tidak memakai topeng, atau manusia mana yang mengekspresikan sifat aslinya dan tidak sedang berakting?

Demi sesuatu hal terkadang kita rela menyembunyikan identitas original kita sesungguhnya.  Kita selalu berusaha ramah terhadap atasan di tempat kerja, yang sebenarnya di dalam hati kita mereka adalah musuh terbesar kita.  Dalam berbagai aspek kita juga teramat sering menyembunyikan hal – hal buruk seperti benci, dendam, dengki, iri hati dan lain sebagainya, hanya demi nama baik, karir, harta dan lain sebagainya.  Lalu pertanyaanya apakah topeng kebaikan kita dapat menipu Tuhan yang maha tahu?

Manusia bisa saja dengan mudah kita perdayai!  Namun tidak demikian halnya dengan Sang pencipta alam semesta.  Bukan hanya perbuatan nyata dosa secara nyata yang akan mendapat hukuman maut, dosa “terselubung” pun akan mendapatkan hukuman setimpal.  Lalu untuk apa kita menyembunyikan perasaan hati atau ketidak nyamanan kita terhadap orang lain hanya demi sesuatu yang fana di muka bumi ini?  Bersikaplah jujur apa adanya! Janganlah menyembunyikan perasaan hati terhadap Tuhan ataupun sesama kita, terlebih lagi yang kita sembunyikan adalah sesuatu yang buruk dan menimbulkan benih dosa!  Ekspersikanlah keadaan hati kita apa adanya, dengan demikian kita tidak perlu menyimpan hal-hal buruk yang tidak pantas disimpan!

Berpura – pura senang di saat kita sedih, ataupun sebaliknya adalah gambaran nyata dari seorang pendusta, yang tentu saja memalukan nama Tuhan!


 “Tetapi kami menolak
segala perbuatan tersembunyi
Yang memalukan;
……………………”
2 Korintus 4:2


GOD Bless u

Tuesday, July 3, 2012

(ArBer)Mana janjimu?


Mana janjimu?

“Mana janjimu yang dahulu kau ucapkan?”, “mengapa sekarang kau meninggalkanku sendiri?”, itulah beberapa kalimat dialog dari sebuah film drama romantis remaja.  Tidak menepati janji dan meninggalkan pasangan kekasih,memang sedang menjadi trend kehidupan.  Bukan saja dalam sebuah cerita fiksi atau drama, dalam kehidupan nyatapun, hal tersebut sering terjadi,

Tidak menepati janji sudah menjadi hal biasa yang dianggap wajar.  Contohnya saja, pada saat pemilahan kepala daerah, setiap calon selalu menjanjikan hal ini dan itu, namun setelah meraih jabatannya sepertinya sulit sekali untuk menepati janji-janjinya semasa kampanye.  Demikian juga halnya dengan masalah tinggal meninggalkan, beberapa politisi yang terbukti bersalah dalam kasus korupsi, sudah pasti ditinggalkan oleh para kolega atau bahkan partainya.  Itulah kenyataan yang cukup ironis apabila kita mengandalkan sesama manusia.

Tidak demikian halnya apabila kita mengandalkan Tuhan Allah pencipta alam semesta!  Dia memang tidak dapat dilihat dari kasat mata, namun Dia selalu menyertai setiap langkah kita!  Dalam keadaan apapun Dia tidak akan pernah meninggalkan kita!  Sama seperti yang dilakukan- Nya terhadap bangsa Israel yang terkenal dengan “keras kepalanya” Dia juga tentunya akan tetap bersama kita walaupun kita telah jatuh dalam dosa.  Sebagai umat- Nya yang harus kita lakukan hanyalah menyediakan ruang di dalam hati kita kepada- Nya! Karena setelah Dia menempati hati kiita, sekali – kali Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, sebab janji- Nya akan selalu ditepati- Nya!

Ingin mengenal pribadi yang tidak akan pernah melanggar janji-Nya? maka hanya Tuhan Allah  saja yang bisa mewujudkannya!

 “Sebab TUHAN, Allahmu adalah
Allah penyanyang, Ia tidak akan meninggalkan
Atau memusnahkan engkau
Dan Ia tidak akan melupakan perjanjian
Yang diikrarkan- Nya dengan
Sumpah kepada nenek moyangmu”
Ulangan 4:31


GOD Bless u

Monday, July 2, 2012

(ArBer)Masih produktif


 Masih produktif

Ada beberapa hal unik pada gambar di atas, yang pertama tentu saja adalah ikan yang berukuran besar tersebut.  Kemudian hal unik lainya adalah bahwa yang mendapatkan ikan tersebut adalah seorang wanita lansia.  Bahkan dengan usianya yang tidak produktif lagi, dia mampu menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Terkadang mereka yang sudah tidak dipandang bisa produktif lagi(faktor usia) justru menghasilkan lebih baik dari mereka yang masih berjiwa muda.  Ironisya hal tersebut juga tercermin dalam pelayanan dalam gereja.  Kelompok lansia justru lebih produktif dari pada para pemuda.  Mungkin dari aspek waktu, memang para pemuda terganjal oleh kesibukan lain(studi atau pekerjaan), namun hal tersebut bukan berarti harus mengurangi komitmen dalam pelayanan.

Dalam pelayanan bukan hanya dituntut kedisiplinan, namun juga komitmen serta kesungguhan hati dalam melayani.  Mereka yang sudah lanjut usia, juga terkadang bermasalah dengan hal kedisilpinan, namun pada saat melayani,mereka selalu sepenuh hati, olejh karena itulah terkadang mereka yang sudah lanjut usia lebih bisa memenangkan banyak jiwa bagi Kristus dibandingkan kita yang masih muda.  Petiklah pelajaran dari gambar di atas, yang menekankan bahwa usia tidak membatasi seseorang! Selagi muda kita harus berusaha sekuat tenaga, namun setelah kita bersusia lanjut, kita jangan menjadikan usia batasan untuk berkretivitas ataupun berproktivitas dalam segala hal termasuk dalam hal pelayanan!

Usia yang sudah tidak produktif seharusnya tidak mengidentifikasikan bahwa seseorang sudah tidak dapat produktif lagi!

 “Pada masa tua pun
Mereka masih berbuah
Menjadi gemuk segar”
Mazmur 92:14

GOD Bless u

Sunday, July 1, 2012

(ArBer)Hanya kuat sesaat.


Hanya kuat sesaat.


Tulang – tulang dalam tubuh tidak akan kuat sampai dengan selamanya.  Saat muda tulang atau seluruh bagian tubuh akan mencapai masa pertumbuhan maksimum, namun seiring bertambahnya usia, tulang dan seluruh organ tubuh juga akan mengalami penurunan kualitas serta fungsinya.  Jadi tidaklah heran apabila kita melihat seorang anak lebih kuat dari pada seseorang yang telah lanjut usia.

Kekuatan dalam tubuh sifatnya tidaklah kekal.  Saat raga ini terasa segar dan sehat, aktivitas apa saja dapat kita kerjakan.  Dengan tubuh yang kuat kita mampu menaklukan apa saja, bahkan terkadang kita tidak membutuhkan bantuan dari siapapun termasuk bantuan dari Tuhan.  Dengan segala kekuatan yang kita miliki (secara fisik dan mental) kita terkadang merasa mampu seorang diri untuk “mengangkat” segala beban masalah, tanpa perlu menerima uluran tangan dari pihak manapun.  Pertanyaanya adalah, sampai kapan kekuatan kita bisa diandalkan?

Manusia diciptakan penuh dengan keterbatasan.  Bisa jadi Tuhan Allah menciptakan manusia dengan segala keterbatasannya agar manusia bisa selalu mengandalkan- Nya yang tidak terbatas dalam segala hal.  Kenyataanya kita sering sekali merasa cukup kuat untuk menghadapi segala permasalahan seorang diri, sehingga tidak mengandalkan – Nya.  Jika itu yang terjadi, maka secepatnya kita harus merubah pola pikir kita!  Andalkanlah Tuhan dalam segala usaha kita! Terlepas dari segala kemampuan dan kekuatan yang kita miliki, kita tetap saja membutuhkan dukungan serta penyertaan Sang Maha kuat yang sebenarnya! Jadi janganlah terlalu bangga akan kekuatan kita, apalagi selalu mengandalkan kekuatan diri sendiri sepenuhnya!

Kekuatan orang paling kuat di dunia ini sekalipun sifatnya hanya sementara , dan hanya masalah waktu saja dimana segala kekuatan tersebut akan menjadi lemah, lalu bahkan hilang sama sekali!  


 “Tulang – tulangnya
Boleh penuh tenaga orang muda
Tetapi tenaga itupun akan
Membaringkan diri bersama dia dalam debu”
Ayub 20:11


GOD Bless u