Kira
– kira apa fungsi “panic button” pada gambar di
atas? Apakah setelah menekan tombol tersebut,
kepanikan ataupun kegelisahan kita akan segera hilang? Atau jangan – jangan tombol
tersebut justru malah menambah kepanikan?
Setenang
apapun karakter kepribadian seseorang, pasti ada saja yang bisa membuat orang
tersebut panik. Kepanikan biasanya
timbul oleh karena sesuatu hal yang datangnya tiba-tiba dan tidak siap untuk
dihadapi. Bisa juga sesuatu yang belum
terjadi, namun hal tersebut menimbulkan kekhawatiran yang berkepanjangan,
sehingga jiwa dan mental tidak dapat merasa tenang. Satu hal yang pasti adalah jika seseorang ingin
mengatasi kepanikan diri, tentu tombol tersebut bukan solusinya!
Raja
Daud dengan segala keperkasaan dan kepintarannya, ternyata sering juga
merasakan kepanikan yang luar biasa.
Meskipun dia tahu tidak akan mati di tangan musuhnya (janji Allah),
tetap saja dia sering merasa panik. Hal
positif yang bisa kita pelajari dari Raja Daud adalah bahwa saat ia panik, ia tahu apa solusinya. Daud hanya
percaya dan berpengharapan kepada Tuhan.
Dia tidak mencari isteri, penasehatnya ataupun panglima- panglimanya
yang gagah perkasa, sebab dia tahu hanya Tuhanlah sumber ketenangan jiwa. Lalu pertanyaannya kemudian adalah, kemanakah
kita saat kita panik ataupun khawatir? Apakah kita juga berusaha mencari “panic button” , atau kita justru hanya berlutut dengan
memejamkan mata untuk berdoa kepada Tuhan?
Percayalah
hanya Tuhan yang mampu mengalirkan ketenangan bagi hati dan jiwa kita! Di dunia
ini tidak mungkin ada yang bisa!
Hiruk
pikuk kampanye pemilihan kepala daerah sudah berlalu.Kepala daerah yang dijago – jagokan akan
membawa perubahan di Ibukota Negara ini juga telah terpilih.Lalu kemudian semua rakyat hanya bisa menunggu
realisasi dari janji-janji mereka semasa kampenye.
Bukan
rahasia lagi, bahwa menjadi pejabat pemerintahan mendatangkan keuntungan rezeki
yang berlipat berlipat – lipat ganda.Selain menjadi orang terkemuka/popular, mereka juga mudah menjadi kaya
akan harta materi.Meskipun salary yang diterima tiap bulannya sudah
cukup besar, tetap saja para pejabat mencari pemasukan – pemasukan lainnya
dengan berbagai cara.Akhirnya yang
terjadi adalah, bukannya sebagai pelayan rakyat, para pejabat justru dilayani
rakyat.
Tugas
penguasa adalah melayani rakyatnya, dan bukan sebaliknya.Apalagi seseorang yang terpilih ataupun
polpeler oleh karena bantuan rakyat.Saat ini akan dimulai “pemerintahan” baru di kota Jakarta.Kita sebagai orang – orang Kristiani wajib mendoakan
mereka yang menjabat dapat bekerja dan melayani dengan sebaik-baiknya.Kita juga wajib mengawal mereka dalam setiap
kegiatan mereka.Indonesia saat ini
sudah terpuruk oleh karena korupsi dan penghianatan para pejabat terhadap
rakyat pemilihnya, jadi kita hseharusnya paradigm tersebut dirubah!Mudah – mudahan dengan kehadiran orang-orang
terkemuka yang baru(Gubenur dan wakil) bisa mengubah paradigma-paradigma buruk
tersebut!Jadi dukung dan doakanlah
selalu.
Menjadi
seseorang penguasa yang populer/disukai banyak pihak tidaklah sesulit
menjadi penguasa yang mau melayani rakyat!
Tuhan
Allah menciptakan perempuan, oleh karena Tuhan Allah ingin manusia(laki-laki)
tidak hidup seorang diri serta mempunyai teman sepadan. Jadi sudah menjadi naluri alami jika setiap
pria ataupun wanita selalu berusaha melakukan apapun untuk mencari pendamping yang
cocok dari lawan jenis mereka masing-masing.
Jatuh
cinta banyak menghasilkan hal positif.
Saat jatuh cinta seseorang akan lebih bersemangat dalam melakukan
aktivitasnya. Jiwa dan mental seseorangpun
akan mengalami suatu perubahan yang positif.
Contoh sederhananya adalah, saat seseorang jatuh cinta, biasanya ia tidak akan mudah marah, namun akan lebih ramah. Selain itu ia juga pasti akan
lebih kreatif menggunakan otaknya untuk melahirkan ide – ide tertentu (paling
tidak ide-ide tertentu untuk mendapatkan perhatian dari lawan jenisnya). Bahkan ada yang mengatakan bahwa “satu-
satunya sikap manusia yang tidak bisa dijelaskan adalah pada saat mereka jatuh
cinta”
Sungguh
mengesankan saat seseorang menemukan belahan jiwa mereka, namun tentunya ada
hal utama yang tidak boleh mereka lupakan.
Sedalam apapun perasaan cinta antara dua anak manusia, tetap saja
Tuhanlah yang menjadi landasannya! Tuhan
seharusnya menjadi pondasi kekuatan rasa cinta antara kedua sejoli. Bahkan hal pertama yang harus dilakukan
mereka yang sedang jatuh cinta adalah datang terlebih dahulu kepada Tuhan!,
sebelum kepada pasangan yang dicintainya!
Mengapa harus demikian? Jawaban sederhana yang bisa diterima adalah
bahwa Tuhan menciptakan Hawa untuk Adam, dengan kata lain Tuhanlah yang
memberikan Adam pasangan. Jadi janganlah
kita memilih sendiri pasangan kita tanpa “restu” dari Tuhan Allah, sebab bisa
jadi Tuhan tidak menciptakan dia yang
kita cintai untuk menjadi pasangan hidup kita.
Sebelum segala pengorbanan kita kepada dia yang kita cintai menjadi
sia-sia, maka alangkah baiknya kita mencari dahulu Dia yang Maha mengetahui
segala kebutuhan kita, termasuk kebutuhan mendapatkan kekasih!
Mendapatkan
kekasih yang dapat membahagiakan kehidupan kita di dunia ini, serta mampu
menjaga kita agar tidak kehilangan tempat dalam kerajaan Allah, tidaklah mustahil untuk didapatkan, apabila
kita “mencarinya” bersama-sama dengan Yesus!
Stiap
orang yang sudah lanjut usia biasanya mengalami penurunan daya ingat.Penurunan daya ingat mungkin tidak bisa
diobati sepenuhnya, namun mereka yang sudah lanjut usia bisa memperlambat
datangnya penyakit pikun(kemampuan daya ingat yang sudah maksimal)
Saat
ini banyak sekali berdiri panti-panti jompo.Jumlah penghuni pantipun semakin bertambah dari tahun ke tahun.Fenomena ini sebenarnya cukup memprihatinkan
apabila dilihat dari segi hubungan kekeluargaan.Bayangkanlah apa perasaan orang tua yang
sudah bersusah payah membesarkan anak mereka? jika setelah anak mereka dewasa,
justru mereka sendiri “ditolaknya”.Namun demikian banyak juga orang lanjut usia yang masih tinggal bersama
seluruh anggota keluarganya, dan bahkan ada juga yang masih produktif.
Umur
sebenarnya bukanlah halangan bagi seseorang untuk produktif, baik tua maupun
muda.Orang muda jangan menggunakan
alasan masih belum berpengalaman, begitupun juga orang – orang yang sudah
lanjut usia apabila masih sehat, angan menghabisakan waktu hanya untuk
bersantai saja.Orang lanjut usia juga
masih bisa melakukan banyak hal, atau sedapat-dapatnya orang tua bisa
memberikan contoh serta teladan yang baik.Apalagi bagi orang lanjut usia yang sudah terbiasa hidup melayani Tuhan
dengan penuh hikmat dan bijaksana, bisa “menularkan” kesungguhan ibadah mereka
kepada generasi mendatang.Dengan
demikian bukan saja pikiran yang akan tetap sehat, fisikpun akan terasalebih bugar sebab sebagai seorang
lansia(lanjut usia) masih sanggup menghasilkan “buah-buah” kebaikan dalam
Kristus Yesus.
Masa
tua akan menjadi lebih berarti apabila, seseorang meneladankan hal – hal baik
kepada keturunan - keturunanya, dan bukan justru merepotkan mereka!