Thursday, April 4, 2013

(ArBer)Berani ambil resiko demi sesuatu yang berharga!



Berani ambil resiko demi sesuatu yang berharga!

Foto di atas adalah gambaran nyata, bahwa seseorang akan mempertahankan mati – matian demi sesuatu yang berharga dalam hidupnya.  Makanan tersebut mungkin adalah sesuatu yang berharga bagi orang tua tersebut, sebab itu dia mempertahankannya dengan sekuat tenaga dari orang – orang sekitar yang ingin memilikinya juga.

Gambaran di atas mungkin adalah penderitaan teringan(dikeroyok ataupun dipukuli massa) bagi orang – orang percaya yang teguh pada pengajaran serta pendirian imannya kepada Kristus.  Orang – orang percaya kerap kali mendapatkan siksaan atauypun  penderitaan yang lebih parah dari sekedar menerima “pukulan” fisik.  Para Rasul terdahulu bahkan mendapat siksaan fisik, dan mental psikis yang lebih berat dari apa yang sedang dihadapi orang – orang percaya dewasa ini.   Meskipun demikian para Rasul juga telah membuktikan bahwa ganjaran dari manusia yang mereka terima oleh karena iman mereka kepada Tuhan tidak mendukakan mereka, melainkan mendatangkan sukacita.

Sukacita yang mereka rasakan adalah sukacita yang mereka dapatkan dari Roh Penghibur yang telah dimateraikan dalam diri mereka oleh Tuhan Yesus sendiri sebelum kenaikan- Nya ke sorga.  Jadi bukan hanya “menghajar” orang – orang percaya, demi pemurnian iman, Tuhan juga menyertai dan memberikan penghiburan.  Satu lagi hal yang dijanjikan Tuhan adalah setelah orang – orang percaya dihajar- Nya dan berhasil bertahan, maka mereka semua akan mendapatkan kasih Allah, dan bahkan akan diperlakukan seperti seorang anak dihadapan Allah.  Jadi sungguh indah menderita serta mendapat ganjaran oleh karena nama Tuhan, sebab semuanya tidak akan pernah sia – sia di mata Tuhan Allah!

Rela dan berani menderita demi mendapatkan hal sekuler hanya membawa kesenangan sesaat, namun  jika demi nama Tuhan maka akan membuat kita mendapatkan pengakuan dan kasih sempurna dari Tuhan Allah.

 “Karena Tuhan menghajar orang
Yang dikasihi- Nya
Dan Ia menyesah orang
Yang diakui- Nya sebagai anak
Jika kamu harus menanggung ganjaran;
Allah akan memperlakukan kamu
Seperti anak
……………….........”
Ibrani 12:6-7

GOD Bless u

Wednesday, April 3, 2013

(PuBer)TUHAN tunjukkanlah wajah- Mu


TUHAN tunjukkanlah wajah- Mu


Diriku tertinggal
Ataukah sengaja ditinggal
Harapanku sudah gagal
Umurku hampir dipenggal

Mencari saudara
Ditinggal manusia
Mencari keselamatan jiwa
Ditinggal Sang maha Kuasa

Dimanakah tempat mengadu
Saat ancaman saling beradu?
Bagaikan semut lawan serdadu
Jiwa ini tidak akan mampu

Tuhan tolong hamba- Mu ini
Sebab Engkau penyelamat sejati
Tunjukkanlah jawaban pasti
Agar timbul tenang di hati

Janganlah lagi Engkau murka
Sebab hidupku sudah banyak prahara
Ampunilah jiwaku yang berdosa
hai Penyelamatku di sepanjang masa
Jika Tuhan menyembunyikan wajah – Nya
Pasti manusia itu sendirilah penyebabnya



 “Janganlah menyembunyikan
Wajah- Mu kepadaku
Janganlah menolak
Hamba- Mu ini dengan murka;
Engkaulah pertolonganku, janganlah
Membuang aku dan janganlah
Meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!”
Mazmur 9:27




GOD Bless U

Tuesday, April 2, 2013

(ArBer)Kasih tidak mungkin menceraikan!


Kasih tidak mungkin menceraikan!

Perceraian bukanlah sesuatu yang langka lagi.  Bukan hanya dunia selebriti, namun banyak juga orang – orang awam yang pernah merasakan bencana ini.  Ironisnya saat ini umat Tuhan juga sudah tidak asing lagi dengan kata cerai, bahkan ada oknum Pendeta yang mengijinkan terjadinya perceraian.

Perceraian tentu bukanlah gaya hidup, akan tetapi perceraian selalu dijadikan solusi pertama saat pasangan hidup sudah tidak sanggup lagi.  Kasih yang mempersatukan pasangan suami isteri mudah sekali luntur hanya karena kurang komunikasi, perbedaan pandangan akan suatu hal, ketidak puasan akan pasangan masing-masing, atau adanya godaan dari pihak ke tiga, intinya hal – hal yang sebenarnya tidak akan terjadi apabila cinta kasih mula – mula tetap dipertahankan.   Lebih parah lagi ada pasangan suami isteri yang sepakat bercerai oleh karena dasar rasa sayang atau kasih kepada pasangan mereka masing – masing.   Lalu pertanyaanya jika masih saling mengasihi dan mmenyayangi untuk apa berpisah?

Saat bercerai seseorang mungkin merasa lega, karena paling tidak prahara rumah tangga sudah tidak menggangu dan menimbulkan stress lagi(baik kepada psangan ataupun diri sendiri), akan tetapi hal tersebut justru menimbulkan permasalahan baru.   Bisa jadi perceraian tersebut menimbulkan trauma terhadap keturunan mereka(jika ada), belum lagi “cap – cap ” dari masyarakat yang memandang remeh(terutama bagi kaum wanita yang telah menjadi seorang janda).  Bukan hanya itu Tuhanpun membenci perceraian, bahkan Yesus sendiri mengatakan bahwa siapapun yang telah dipersatukan Allah jangan dipisahkan manusia.  Jadi mulai hari ini kita harus terus menjaga kasih dan kesetian kita terhadap pasangan masing – masing!  Masalah dalam rumah tangga memang akan selalu ada, namun demikian penyertaan Tuhan juga tentunya akan selalu ada, jadi serahkan dan mintalah bimbingan Tuhan dalam setiap permasalhan kita, dan dengan demikian kata cerai sekali – kali tidak akan keluar dari mulut kita!

Allah yang maha pengasih adalah Allah yang setia juga, jadi bagi kita yang mengaku beriman kepada- Nya, kasih dan keseitan juga mutlak ada dalam hidup kita!



 “Janganlah kiranya kasih dan setia
Meninggalkan engkau!
Kalungkanlah itu pada lehermu,
Tuliskanlah itu pada loh hatimu
Maka engkau akan mendapatkan kasih
Dan penghargaan dalam pandangan
Allah serta manusia”
Amsal 3:3-4

GOD Bless u

Monday, April 1, 2013

(ArBer)Yesus = Bapa kita yang di sorga


Yesus = Bapa kita yang di sorga


Perbedaan tangga kecil dan besar tersebut hanya terletak pada kaki penopangnya.(gambar di atas)  Tangga kecil hanya memiliki dua kaki, sedangkan yang besar disebelah kiri terdapat empat kaki.  Meskipun fungsi dan rankanya sama, namun tangga kecil tersebut sepertinya tidak mengakui bahwa tangga besar tersebut adalah”bapaknya”.

Yesus mengakui Bapa- Nya yang di Sorga, dan dalam setiap kesempatan selalu mengucap syukur kepada- Nya.  Mereka yang percaya kepada Tuhan juga percaya kepada Bapa di Sorga yang Maha kuasa, akan tetapi mereka tidak menyadari bahwa Yesus sendiri adalah cerminan nyata pribadi Allah Bapa yang ada di dakam sorga.  Ahli – ahli tauratpun tidak mengakui Yesus, dan menganggap- Nya menghujat nama Allah saat mengakui bahwa Dia dan Allah Bapa adalah satu.

Pada kenyataannya Yesus dan Allah Bapa adalah satu priadi yang sama.  Barangsiapa yang ingin datang kepada Bapa, maka harus terlebih dahulu datang kepada Yesus.  Melalui Yesuslah satu – satunya jalan bagi kita semua untuk datang kepada Bapa!  Jadi jika saat ini kita menganggap Yesus tidak lebih besar dari Bapa, maka persepsi tersebut haruslah kita luruskan.  Tuhan Yesus dan Bapa adalah pribadi sama yang memiliki fungsi berbeda(sama seperti Roh Kudus).   Jadi segala hormat dan pujian kepada Allah Bapa, layak juga di tujukkan kepada Yesus Anak- Nya yang tunggal Tuhan kita!  Dan ingatlah selalu bahwa penolakan terhadap Anak(Yesus) sama saja dengan penolakan terhadap Allah Bapa!

Sama seperti Bapa, Yesus juga amat sangat mengasihi kita jadi sudah selayak- Nya Yesus juga mendapat tempat paling utama dalam hidup kita!


 “Supaya semua orang
menghormati Anak sama seperti
mereka menghormati Bapa.
Barangsiapa tidak menghormati Anak,
Ia juga tidak menghormati Bapa
Yang mengutus Dia”
Yohanes 5:23

GOD Bless u