Monday, February 17, 2014

(ArBer)Musibah atau pencobaan biasa?



Musibah atau pencobaan biasa?

Gunung kelud yang erupsi pada tanggal 13 Febuari 2014 mengakibatkan dampak luar biasa di beberapa provinsi di pulau Jawa.  Abu yang disemburkan menyebabkan hujan abu di berbagai wilayah yang dekat dengan gunung tersebut dan radius dari hujan debu tersebut mencapai ratusan kilometer.  Gambar di atas adalah salah satu bukti nyata dampak buruk yang ditimbulkan dari erupsi gunung kelud.

Beberapa bandara ditutup total, berbagai maskapai penerbangan tidak berani mengoperasikan pesawat mereka.  Jalan – jalan raya tertutup oleh abu, bahkan jarak pandang untuk berkendaraanpun menjadi terbatas.  Banyak juga rumah, kebun serta ternak – ternak penduduk yang mati akibat erupsi gunung kelud.  Pengungsi – pengungsi banyak yang mengalami sesak nafas akibat hujan abu, bahkan mereka mengalami kekurangan air di tempat penampungan sementara.    Lalu pertanyaanya adalah mengapa mereka penduduk sekitar gunung kelud harus merasakan musibah tersebut? Apakah mereka lebih berdosa dibandingka para koruptor – koruptor kelas kakap?

Pertanyaan seperti itu tentu tidak perlu kita pertanyakan kepada Tuhan.  Kita sama sekali tidak mempunyai hak untuk menggugat atau melakukan banding atas segala kehendak- Nya.  Saat kita melihat hal tersebut sebagai suatu muibah atau hukuman, namun bisa jadi di mata Tuhan itu hanya pencobaan biasa!  Saat ini kita mungkin tidak tahu maksud dari segala pencobaan – pencobaan tersebut, namun percayalah pasti Tuhan tidak sembarangan mengijinkan pencobaan terjadi kepada umat – Nya.  Ingatlah bahwa Tuhan tidak hanya menyertai kita sepanjang pencobaan dalam hidup ini, bahkan sebelum pencobaan tersebut terjadi, Tuhan sudah “memilihkannya” untuk kita yang tidak melebihi kemampuan kita!

Kita boleh saja mengeluh, namun pantaskah kita mengeluh kepada Dia yang setia menemani kita dalam pencobaan hidup serta yang memberikan jalan keluar?

“………………………….
 Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan
Membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.
Pada waktu kamu dicobai Ia akan
 Memberikan kepadamu jalan ke luar,
Sehingga kamu dapat menanggungnya.”
1 Korintus 10:13

GOD Bless u

Sunday, February 16, 2014

(ArBer)Sulit masuk sorga



Sulit masuk sorga

Secara logika sepertinya tidak mungkin bagi se-ekor unta untuk masuk ke dalam lubang jarum.  Meskipun jarum tersbut berukuran besar, tetap saja seekor unta tidak mungkin bisa memasuki/ melewati lubang jarum tersebut.  Kira – kira itulah ilustrasi dari seekor unta yang ingin melewati luabng jarum(gambar di atas)

Menurut Firman Tuhan sesulit – sulitnya seekor unta masuk melalui lubang jarum, namun lebih sulit lagi se-orang yang kaya untuk masuk ke dalam kerajaan sorga!  Bukannya tidak ada orang kaya yang mendapatkan tempat di dalam kerajaan sorga(contoh di dalam firman Tuhan adalah Ayub), akan tetapi sebagian besar orang kaya tidak mendapatkan tempat dalam kerajaan sorga.  Lalu pertanyaanya adalah, apakah anda ingin menjadi seorang yang kaya?  Lalu setelah menjadi kaya apakah anda yakin akan diterima dalam kerjaan sorga?

Menjadi kaya, sukses dan berhasil dalm karir bukanlah sebuah kutukan, namun itu merupakan keharusan bagi kita semua.  Menurut pakar psikologis biasanya seseorang akan lebih bersemangat menjalankan kehidupan di saat mereka mempunyai tujuan serta pencapaian cita – cita hidup yang tinggi.  Seseorang yang ingin menjadi kaya biasanya akan bekerja lebih giat 2x lipat, dibandingkan mereka yang hidup tanpa tujuan atau hanya menjalankan rutinitas saja!  Permasalahannya sebenarnya bukan kepada pencapaian kekayaan, namun lebih kepada apa yang akan dilakukan setelah pencapaian tersebut tercapai.  Kenyataanya saat ini adalah banyak orang yang sudah menjadi kaya dalam materi, namun lupa akan Dia yang memberikan berkat.  Tuhan tidak menuntut kita “membayar” segala berkat- Nya dalam kehidupan kita! Tanpa memberikan perpuluhan pun, Tuhan tetap tak pernah kekurangan.  Tuhan hanya ingin kita bisa menjadi sumber berkat- Nya, ketika kita mendapatkan berkat lebih ataupun melimpah!  Dan jika segala harta materi yang kitab raih tidak lepas dari peran orang lain sesama manusia , lalu mengapakah kita tidak mau berbagi dengan sesama yang membutuhkan?  Ingatlah satu hal bahwa harta kita sesungguhnya bukanlah harta di dunia Ini, namun harta yang telah tersedia bagi kita berada di tempat yang abadi serta kekal(kerajaan sorga).

“………………….
Juallah segala yang kaumiliki
Dan bagi – bagikanlah kepada orang miskin,
Maka engkau akan beroleh harta di sorga, Kemudian
Datanglah ke mari dan ikutlah Aku
Ketika orang itu mendengar perkataan itu
Ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya”
Lukas 18:22-23

GOD Bless u

Friday, February 14, 2014

(LaBer)Kasih Pasti Lemah Lembut



Kasih Pasti Lemah Lembut


Drs. Yuda D. Mailo'ol
Key: G


G             Am                      D        C                  G
Kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan

G      G7      C          Cm         G            D            G
Ka-sih pasti murah hati, kasihMu kasihMu Tuhan

Reff:
 G                            Am
Ajarilah kami ini saling mengasihi

 D                           C                       G
Ajarilah kami ini saling mengampuni

 G            G7             C                Cm/Eb
Ajarilah kami ini kasihMu ya Tuhan

     G                    D           G
KasihMu kudus tiada batasnya



 (Sumber:suaranafiri.com)

“Barang siapa tidak mengasihi,
Ia tidak mengenal Allah,
Sebab Allah adalah kasih”
1 yohanes 4:8

GOD Bless u

Thursday, February 13, 2014

(Arber)Bumi yang kosong



Bumi yang kosong

Pernahkah berpikir bahwa bumi bisa menjadi kosong?  Kosong dalam arti sesungguhnya dimana tidak ada unsur alam dan juga unsur kehidupan.  Pasti banyak yang mengatakan bahwa itu tidak mungkin terjadi, namun kenyataanya bumi ini juga bisa “menua” dan mungkin saja bisa hancur.

Alam tidaklah abadi seperti Roh manusia yang mendiami tubuh ini.  Alam suatu saat akan hancur dan lenyap, apabila kita semua yang menempati alam ini tidak melestarikannya.  Contoh nyatanya adalah berbagai kejadian bencana alam seperti longsor, banjir, kebakaran hutan, cuaca ekstrim dan lain sebagainya.  Kesemuanya itu adalah akibat dari ulah manusia yang kerap lupa menjaga “keremajaan” alam ini.  Tentu kita tidak setuju bahwa kita adalah satu – satunya mahkluk ciptaan Tuhana yang merusak alam ini(selain binatang), namun kita tak bisa mengelak bahwa sebenarnya kita adalah satu – satunya mahkluk yang bisa mencegah kerusakan alam ini.

Mulai saat ini kita sudah harus mulai mendisiplinkan diri untuk menanggung tanggug jawab besar ini, yaitu menjaga kelestarian alam.  Kita mungkin merasa tidak ikut merusak alam dengan membabat habis hutan, atau melakukan pencemaran udara dan lain sebagainya, akan tetapi sikap cuek kita terhadap hal – hal kecil yang sederhana untuk menjaga alam sudah bisa dikatagorikan dengan merusak alam(misalnya memakai air se-enaknya, menggunakan energy listrik semaunya, ataupun Membuang sampah sembarangan)  Bumi ini ciptaan Tuhan sama seperti kita yang juga ciptaan Tuhan, oleh karena itu Tuhan tentu juga pasti mempunyai tujuan khusus untuk bumi ini.  Ya, bumi ini diciptakan untuk bisa ditinggali manusia serta ciptaan – Nya yang lain,  oleh bumi haruslah tetap berisi dan jangan sampai kosong!

Berbahagialah karena Allah menciptakan kita lengkap dengan tempat tinggal yang layak(bumi ini), oleh karena itu janganlah menjadikan bumi ini kosong ataupun sampai tidak layak ditinggali!

“Sebab beginilah firman TUHAN,
 Yang menciptakan langit
Dialah Allah yang membentuk bumi
Dan yang menjadikannya & yang menegakkannya
Dan Ia menciptakan bukan supaya kosong,
Tetapi Ia membentuknya untuk didiami
Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain”
Yesaya 45:18

GOD Bless u