Sunday, April 6, 2014

(ArBer)“Ketinggalan pesawat”



“Ketinggalan pesawat”

Ketinggalan bus, kita masih bisa menaiki bus lainnya.  Paling lama sekitar 10 sampai 15 menit(tergantung jurusan dan tujuannya) berikutnya, pasti bus lain akan segera datang, namun tidak demikian dengan ketinggalan pesawat.  Selain harus menunggu flight berikutnya yang bisa memakan waktu ber jam – jam, kita juga akan mengalami kerugian sejumlah uang dari pembelian tiket yang sebelumnya.

Untuk tidak menjadi telat, kita harus benar – benar mempersiapkan diri sedemikian rupa, terutama sebelum kita berpergian.  Banyak hal harus kita rencanakan termasuk juga kemacetatn yang tentunya bisa membuat kita telat ke sekolah, kantor, atau juga telat untuk mengadakan rapat, presentasi, seminar atau kegiatan lainnya.  Intinya dibutuhkan persiapan matamng agar segala rencana berpergian ataupun kegiatan kita terlaksana tepat pada waktunya.

Tuhan juga menjanjikan tempat perhentian yang sempurna bagi kita semua makhluk ciptaan – Nya.  Akan tetapi tentu tidak semua bisa tepat waktu untuk sampai ke tempat perhentian yang telah disediakan – Nya.  Kita tentunya juga harus mempersiapkan diri sedemikan rupa agar kita tidak ketinggalan.  Jadi janganlah kita terlena oleh segala kenikmatan yang ditawarkan dunia ini, sebab pada saat kita terlena menikmatinya, bisa jadi kita akan terlambat untuk sampai di tempat perhentian – Nya!  Saat ini mungkin kita merasa waktu masih panjang(karena masih muda), namun jangan salah karena tidak satu manusiapun yang tahu kapan datangnya ajal mereka masing – masing.  Janganlah sampai waktu yang tersedia di dunia ini kita gunakan untuk hal – hal duniawi yang akan menghambat kita sampai ke tempat perhentian yang disediaka Tuhan!  Jadi cepatlah bertobatlah dan kembalilah ke jalan kebenaran Tuhan sebelum terlambat ataupun “ketinggalan peswat”! 

Waspadalahlah terhadap godaan – godaan yang dapat membuat anda terlena dan lupa waktu!

“Sebab itu, baiklah kita waspada,

Supaya jangan ada seorang diantara kamu

Yang dianggap ketinggalan,

Sekalipun janjinya akan masuk

Ke dalam perhentian- Nya masih berlaku”

Ibrani 4:1

GOD Bless u

Friday, April 4, 2014

(ArBer)Tidak perlu berteriak keras.




Tidak perlu berteriak keras.

Sepanjang minggu ini, setiap hari kita disajikan berbagai aktivitas pastai politik peserta pemilu.  Salah satu kegiatannya yang banyak diikuti anggota masyarakat adalah kegiatan kampanye ataupun orasi partai.  Para tokoh – tokoh patai berlomba berorasi untuk mendapatkan serta menyakinkan masyarakat untuk memilih partai mereka masing – masing, namun kemudian pertanyaanya adalah apakah orasi politik tersebut efektif untuk mendapatkan simpati pubik?

Biasanya kegiatan kampanya selalu menimbulkan hiruk pikuk masyarakat.  Ada sebagaian yang antusias, ada pula yang hanya “ikut – ikutan”, dan yang lebih parah lagi ada yang datang oleh karena bayaran tertentu.  Saat juru kampanya memaparkan visi misi mereka, mungkin hanya sebagian kecil yang antusia ataupun menyimak, sisanya mereka mungkin memberikan dukungan sorakan, namun tentunya dengan tujuan tertentu(mendapatkan amplop atau barang – barangb tertentu).  Jadi sebetulnya kampanye yang disampaikan dengan teriakan penuh semangat, saat ini sudah tidak cukup efektif.

Penyampaian pendapat, orasi ataupun pidato yang disampaikan dalam ruang tertutup dengan suasana lebih tenang dan santai, biasanya memiliki dampak yang lebih besar.  Dengan suasana yang kondusif orang – orang yang mendengarkan segala bentuk orasi ataupun pidato bisa lebih mengerti materi yang coba dipaparkan para juru kampanya.  Sama halnya dengan itu dalam kehidupan keseharian kita, dituntut juga untuk bisa menyampaikan pendapat dengan cara yang baik serta bijak.  Segala maksud baik kita bisa jadi disalah mengertikan oleh orang lain, jika kita sampaikan dengan nada yang tidak baik(dengan nada tinggi).   Apalagi sebagai orang – orang percaya, kita juga dituntut untuk bisa mengendalikan perkataan kita, agar setiap kabar kebenaran firman Tuhan bisa diterima “telinga – telinga” awam yang belum mengenal keselamatan!  Jadi mintalah kepada Tuhan hikmat dan kebijaksanaan agar kirta bisa menyampaikan segala kebenaran firman Tuhan dengan baik!  Dan kita juga harus banyak belajar dari para rohaniawan – rohaniawan di sekitar kita, agar kita juga bisa belajar berbagai cara pendekatan ataupun penyampaian maksud yang baik dan mudah diterima orang lain!

Raja yang sering berteriak saat memerintah bawahannya, biasanya adalah raja yang jarang dituruti perintahnya oleh bawahannya!

“Perkataan orang berhikmat yang
Didengar dengan tenang,
Lebih baik dari pada teriakan orang
Yang berkuasa di antara orang bodoh”
Pengkotbah 9:17

GOD Bless u

Thursday, April 3, 2014

(PuBer)Mau disuap?



Mau disuap?

Mata kiri melirik ke kiri
Telapak tangan terbuka lebar
Mata kanan mengikuti kata hati
Hati nurani tertutup nalar

Wajah membeku hatipun riang
Jemari gemetar genggamanpun kuat
Jiwa terkejut namun tetap girang
Tersaji jelas kenikmatan sesaat

Hadiah datang tanpa diminta
Mengarir deras tak ingin ditolak
Suap nikmat jugalah harta
Meski harus berkorban ahlak

Sungguh manis air pemberian
Segar juga percikannya
Waspadalah dalam pilihan
Suapan harta membutakan jiwa

Terimalah suapan apapun juga! jika sudah siap
Menerima hukuman apapun juga!

“Suap janganlah kauterima,

Sebab suap membuat buta mata orang –orang

Yang melihat dan memutarbalikkan

Perkara orang – orang yang benar”

Keluaran 23:8

GOD Bless u

(LaBer)DIA BUKA JALAN




DIA BUKA JALAN
4/4 DO=G Slow (Lambat)



G                    D             C            G
DIA BUKA JALAN SAAT TIADA JALAN

        C                         G
DENGAN CARA YANG AJAIB

A                  D
DIBUKANYA JALANKU

G                       D
DIA MENUNTUNKU

              C               G
DAN MEMELUK DIRIKU

        C                        G
DENGAN KASIH DAN KUASANYA

Am                       D                   G
DIA BUKA JALAN DIA BUKA JALAN

          Eb 
DI BELANTARA

        F                         Bb
DIA TETAP MENUNTUNKU

Eb                    F              G
SUNGAI DI GURUN KETEMUI

C                                 D
LANGIT BUMI KAN LENYAP

        Bm                    Em
TAPI FIRMANNYA TETAP

     C       D                    E      D
SAAT INI DIA BUKA JALAN


 (Sumber: www.mansinam.com)

“Bukankah Engkau yang mengeringkan air laut
Air samudera raya yang hebat?
Yang membuat laut yang dalam menjadi jalan,
Supaya orang – orang yang
Diselamatkan dapat menyeberang?”
Yesaya 51:10

GOD Bless u

Tuesday, April 1, 2014

(ArBer)Bisakah terbebas dari hukuman?



Bisakah terbebas dari hukuman?

Schapelle Leight Corby, yang juga dikenal sebagai ratu mariyuana asal Australia, baru – baru ini beritanya banyak muncul diberbagai media massa dan elektornik.  Terpidana kasus narkoba ini memang cukup sensasional, pasalnya dia tertangkap tangan membawa sekitar 4,2 mariyuana.  Beritanya menjadi sensasional setelah dia diputuskan bebas bersayarat, setelah divonis 20 tahun penjara, dan kemudian mendapatkan grasi dan beberapa kali remisi.   Kasus ini termasuk kasus langka dimana seseorang terpidana narkoba dengan barang sitaan di atas 3 kilogram bisa dibebaskan bersyarat.

Bagi Corby, tentu kebebasannya adalah sebuah kebahagian yang tidak terkira, oleh karena segala kesalahan serta pelanggaran hukum yang telah dilakukanya.  Meskipun sampai saat ini masih terjadi perdebatan, namun yang jelas Corby kini telah menghirup udara bebas dan tidak perlu menanggung hukuman atas kesalhannya di masa lalu.  Lalu pertanyaanya adalah kira – kira setujukah anda, bahwa seseorang tidak perlu menanggung hukuman dari kesalahan yang telah diperbuatnya?

Berbahagialah kita memiliki Tuhan yang Maha pengasih.  Tuhan bukan hanya panjang sabar namun Dia juga mengasihi kita semua, sehingga Dia rela mengorbankan Anak – Nya Tuhan Yesus untuk menanggung hukuman maut atas segala dosa kita.  Sebenarnya hukuman tidak mungkin hilang oleh karena itu adalah konsekuensi ataupun akibat dari perbuatan kita, hanya saja hukuman maut yang menunggu kita sudah dikalahkan- Nya!  Jadi pertanyaanya apakah kita sudah terbebes dari hukuman dosa? Dari hukuman maut tentu kita sudah, oleh karena kemurahan dan anugerah Tuhan, namun segala kesalahan kita tetap mengandung konsekuensi yang harus kita tanggung pada saat kita berhadapan langsung dengan Dia yang Maha besar.  Jadi jelaslah sudah bahwa anugerah sudah membebaskan kita dari hukuman maut akibat dosa –dosa kita terdahulu(termasuk dosa nenek moyang), namun hukuman atas segala kesalahan perbuatan kita saat ini masih menanti kita dikemudian hari.

Satu – satunya cara untuk terbebas dari hukuman adalah, dengan tidak melanggar hukum!

“TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa
Tetapi Ia tidak sekali – kali
Membebaskan dari hukuman
Orang yang bersalah
…………………………………………………”
Nahum 1:3

GOD Bless u