Friday, December 5, 2014

(LaBer)Betapa hatiku



Betapa hatiku


 
           Em A 
Betapa hatiku 
 
           D
berterima kasih Yesus 
 
           Em A 
Kau mengasihiku
 
           D 
Kau memilikiku 
 
           G               A 
Hanya ini Tuhan persembahanku 
 
             F#m            Bm 
Segenap hidupku jiwa dan ragaku 
 
               Em             A 
Sbab tak kumiliki harta kekayaan 
 
               D 
Yang cukup berarti 
 
               D 
tuk kupersembahkan 
 
            G             A 
Hanya ini Tuhan permohonanku 
 
            F#m            Bm 
Terimalah Tuhan persembahanku 
 
               Em             A 
Pakailah hidupku sebagai alatMu 
 
              D 
seumur hidupku
 


“Sesudah itu berdirilah raja pada tempatnya
Dan diikatnyalah perjanjian di hadapan TUHAN
Untuk hidup dengan mengikuti TUHAN,
Dan tetap menuruti perintah - perintah -Nya
Peraturan - peraturan - Nya dengan segenap hatinya
Dan dengan segenap jiwanya
...........................
2 Tawarikh 34 : 31
GOD Bless u

Thursday, December 4, 2014

(ArBer)Menertibkan yang tidak tertib!



Menertibkan yang tidak tertib!

Sepekan belakang ini petugas kepolisian gencar melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor yang berlalu – lalang di jalan – jalan protocol.  Kegiatan ini dinamakan “operasi zebra”.  Tujuannya jelas yaitu untuk menertibkan para pengguna jalan yang tidak tertib, dan juga terhadap kendaraan yang mereka pakai(apakah sudah sesuai dengan surat serta standar keselamatan yang berlaku.

Polisi mempunyai fungsi menertibkan para pengguna jalan, sebab segala kejadian ataupun permasalahan lalu lintas merupakan salah satu fungsi dan tanggung jawab lembaga kepolisian.  Ketidak – tertiban adalah sumber bencana yang banyak merengaut jiwa di jalan raya, oleh karenanya penting sekali ditertibkan.  Lalu pertanyaanya adalah apakah polisi juga bertanggung jawab atas ketertiban lingkungan hidup sera pergaulan di sekitar kita?

Ketrtiban lingkungan hidup tentu harus dibebankan bagi kita semua.  Ketidak tertiban di lingkungan sekolah, lingkungan pekerjaan kita, rumah kita ataupun bahkan lingkungan gereja adalah tugas kita sebagai individu masyarakat dan juga sebagai anak – anak Tuhan! Kita tentu bertanya – tanya metode apa yang akan kita gunakan, bagaimana melakukan dan juga kapan waktu yang tepat untuk menertibkannya? Namun sebenarnya hal yang harus kita lakukan adalah hal sederhana yaitu dengan menegur mereka yang tidak tertib.  Rasul Paulus juga menasehati jemaat Korintus untuk aktif dalam menjaga ketertiban dan juga kesatuan demi kenyamanan serta kedamaian bersama, jadi mulai saat ini kita juga wajib turut serta secara aktif, apabila kita melihat ketidak - tertiban di sekitar kita, baik dalam berprilaku maupun berkata – kata!

Kita adalah bagian dari suatu ketertiban bersama dan atau juga ketidak – teriban, jadi lakukanlah segala cara untuk menghindari aspek kehidupan yang tidak tertib!

“Kami juga menasehati kamu
Saudar – saudara, tegorlah mereka
Yang hidup dengan tidak tertib
……………………………. ”
1 Korintus 5 : 14


GOD Bless u

Wednesday, December 3, 2014

(ArBer)Sakitnya tuh(akan tetap) di sini!



Sakitnya tuh(akan tetap) di sini!

“Sakitnya tuh di sini” itulah kalimat yang sedang “booming” di sesantero negeri ini.  Kalmat yang diambil dari judul sebuah lagu beraliran dangdut tersebut, mendadak menjadi terkenal, terutama bagi para netizen(para pengguna internet/dunia maya).

Sakait hati memang bukanlah penyakit turunan, menular atau bhakan kutukan.  Meski demikian sebenarnya sulit juga mencari formula ataupun obat yang pasti untuk menyembuhkan sakit hati tersebut.  Orang yang terlalu sakit hati lambat laun akan kehilangan akal sehatnya, dan bisa juga kehilangan nyawanya sendiri(apabila emmutuskan untuk mengakhiri hidup karena tidak tahan akan kesakita hati yang terlalu mendalam).  Intinya sakit hati juga bisa menjadi wabah bencana mematikan bagi manusia, jikalau mereka mudah sakit hati ataupun tidak mampu lepas dari gejala nyeri yang mendalam di dalam hati.

Indikasi sakit hati sebenarnya bisa ditindak lanjuti dengan berbagai cara positif, seperti mengeluarkan uneg – uneg(isi pikiran yang menggangu) kepada orang yang dekat serta bisa dipercaya.  Apabila tidak ada yang bisa kita percaya, maka keluarkanlah seluruh curahan hati kita kepada Tuhan.  Janganlah membiarkan segala pikiran negatif kita terus merasuki hati serta menimbulkan kenyerian mendalam yang tiada henti.  Ingatlah hidup ini banyak dipenuhi hal positif yang indah dimanapun kita berada, jadi janganlah membuntukan jalan pikiran kita sendiri dengan memilih “menyuburkan” benih sakait hati! Sebab selama kita diam dan pasif saja menerima sakit tersebut, maka “sakitnya tuh akan tetap di sini(hati)”

Sesakit apapun hati kita, Tuhan pasti punya obat penawar yang ampuh menyembuhkan! Jadi datanglah segera kepada – Nya!

“Sesungguhnya orang bodoh

Dibunuh oleh sakit hati,

Dan orang bebal dimatikan oleh iri hati”

Ayub 2 : 5


GOD Bless u

Tuesday, December 2, 2014

(LaBer)Bapa Sorgawi



Bapa Sorgawi

Helena Hernawati G, Lisna G Arifin

Key: F
 



  F       Am      Dm      Am

Bapa Sorgawi ajar ku mengenal

    Bb       C7      F  C

Betapa dalamnya KasihMu

  F       Am      Dm       Am

Bapa Sorgawi buat ku mengerti

    Bb      C7     F  F7

Betapa KasihMu padaku



  Bb            C     Am         Dm

Semua yang terjadi di dalam hidupku

 Gm          C7       F           F7

Ajar ku menyadari Kau s'lalu sertaku

     Bb         C7    A          Dm

B'ri hatiku s'lalu bersyukur padaMu

   Gm        C7         Bb6 F

Karna rencanaMu indah bagi- ku
 
 (Sumber: www.suaranafiri.com)

“Aku berdoa, supaya kamu
Bersama – sama dengan segala orang kudus dapat memahami
Betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya
Dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu
…………………………………………………..”
Efesus 3 : 18-19
GOD Bless u

Monday, December 1, 2014

(ArBer)Hanya mampu mengusir burung saja!



Hanya mampu mengusir burung saja!

Apakah anda takut kepada “orang – orangan sawah” seperti gambar di atas? Manusia mungkin tidak takut, akan tetapi tidak demikian halnya dengan burung – burung yang biasa “memanen” hasil kebun manusia yang belum siap dipanen.  Dengan kata lain orang – orangan tersebit hanya mampu mengusir burung saja, dan tidak lebih dari itu.

Bicara mengenai orang – orangan sawah atau kebun, Tuhan Allah pernah menegur bangsa Israel melalui nabi Yeremia, berkaitan dengan hal tersebut.  Tuhan mengibaratkan berhala atau patung buatan manusia tersebut layaknya orang – orangan kebun yang tidak dapat bicara, melakukan sesuatu atau berbuat apapun.  Berhala tersebut hanya diam di mana manusia itu meletakkannya.  Oleh karena itu Tuhan tidak mungkin bisa dibandingkan kuasanya dengan “orang – orangan kebun” tersebut.

Di dalam dunia ini kita juga terjebak kepada “berhala – berhala” kehidupan yang kita anggap sakti dan mampu memberikan apa saja yang kita mau.(harta, tahta, nama besar ataupun kekuasaan).  Kita kerap kali lupa diri dan mengabdi ataupun mempercayakan diri kepada hal – hal duniawi seperti itu.  Kita lupa bahwa Tuhan Allah yang Empunya dunia ini berada di pihak kita!  Kuasa- Nya yang tidak terbatas terkadang kita ragukan, dan kita lebih mempercayai  berhala  - berhala dunia!   Bangsa Israel sudah merasakan “kena batunya” dikala Tuhan menghukumnya dalam pembuangan, jadi sudah seharausnya kita juga sadar bahwa segala hal yang ada di dalam dunia ini, tidak mungkin mempunyai kuasa yang melebihi kuasa Sang pencipta dunia ini! Jadi arahkanlah hati kita hanya kepada Dia Sang Maha kuasa sebenarnya!

Berhala buatan manusia hanya dapat berfungsi dengan campur tangan manusia, namun Kuasa Tuhan tidak tergantung oleh campur tangan manusia.

“Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun,
Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya,
Sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya,
Sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat,
Dan berbuat baikpun tidak dapat."”
Yeremia 10 : 5

GOD Bless u