Wednesday, January 17, 2018

(LaBer)JanjiMu


JanjiMu
Penulis: Redo Daeng Badjie

Verse 1
G                        Bm            
   Lebih dari para penjaga
Em                                   D
      Mengharap fajar pagi
C                       Bm                        Am
   Segenap asaku dan relung hati
                           D
Berharap padaMu

Verse 2
G                             Bm
   Walau ku tak dapat
Em                       D
     Melihat jalanMu
C                             Bm
   Namun kumemilih
                              Am
‘Tuk percaya penuh
                    D
PadaMu Yesus

Chorus
     G              Bm          Em  D
Kupercaya akan JanjiMu
C             Bm        Am     D
Tak sedetik pun aku ragu
         G                        Bm         Em D
Satu hal ku tahu bahwa janjiMu
C               Bm       Am            B         Em D
Tak akan pernah lekang oleh waktu
C            D     G
Pasti digenapi

Bridge
            Em                      D
Kar’na Kau yang berjanji
       G          A
Adalah setia
Am                                     D
      Engkau yang lebih tahu

Sumber : www.penyembah.com
“Tuhan tidak lalai menepati janji – Nya,
Sekalipun ada orang yang menggangapnya sebagai kelalaian
.................................................... ”
 2 Petrus 3 : 9


GOD bless u

Monday, January 15, 2018

(ArBer)Mengapa harus berlari di tengah hujan?

Mengapa harus berlari di tengah hujan?

Apakah kita pernah berlari saat hujan turun tanpa menggunakan payung? (seperti gambar di atas).  Alasan yang paling masuk akal untuk tetap berlari di tengah hujan meskipun tanpa payung adlah oleh karena waktu, namun demikian tentu ada juga harga yang harus dibayar, yaitu basah kuyup di sekujur tubuh.

Hujan bukan saja bisa mebasahi seluruh tubuh, namun dalam keadaan tertentu juga bisa menjadi asal muasal penyakit, seperti demam, flu, atau sakit kepala.  Hujan sebaiknya dihindari, dan jikalau memang terjadi hujan secara mendadak, maka siapkanlah payung.  Seandainyapun anda tidak membawa payung, anda tidak disarankan juga unutk terus berjalan di tengah hujan, akan tetapi berhentilah sejenak dan carilah tempat perteduhan!

Menurut pemazmur, Tuhan adalah tempat perteduhan dan perlindungan bagi umat – Nya.  Tuhan menjadikan siapapun tang berteduh menjadi tenang, hangat dan juga merasa aman.  Lalu apakah dalam kehidupan dunia ini kita juga kerap kali menulusuri “hujan” masalah dalam hidup kita tanpa mau berlindung ataupun berteduh kepada Tuhan?  Apakah kita kerap menerobos “hujan” tersebut oleh karena alasan waktu? Lalau apakah yang kita dapatkan, bukankah kita justru akan kebasahan air “hujan” tersebut?  Jikalau “hujan” permasalahan menghadangmu! Ingatlah akan satu hal bahwa Tuhan adalah tempat perteduhanmu! Sediakanlah waktu untuk diam dibawah Tempat Perteduhan yang mennenangkan tersebut! Maka anda akan mendapat tenaga baru dan tentunya juga terhindar dari kebasahan air hujan!

Mengapa anda terus berlari di tengah hujan, sedangkan tersedia bagimu tempat untuk berteduh!

 “Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu
Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu
Malapetaka tidak akan menimpa kamu,
Dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;”
  Mazmur 91 : 9 - 10

GOD Bless u

Sunday, January 14, 2018

(ArBer)Tongkat atau SI pemberi tongkat?

Tongkat atau SI pemberi tongkat?

Tongkat Musa memang bukan sembarangan tongkat.  Tongkat tersebut tentu bukan berfungsi untuk menopang musa untuk berjalan jauh dari Mesir menuju tanah perjanjian, namun tongkat tersebut adalah suatu tongkat yang berfungsi menjadi simbol penyertaan Tuhan Allah dan juga segala mukjizat – Nya.

Selain Harun, Tuhan menyertai segala pekerjaan Musa juga dengan “peralatan” khusus yaitu sebuah tongkat serba guna.  Tongkat tersebut dapat digunakan Musa untuk menunjukkan Mukjizat Tuhan.  Para ahli tenun mesir juga dikalahkan oleh Musa menggunakan tongkat – Nya, dan dengan tongkat tersebut pula, nyawa seseorang bisa terselamatkan ataupun juga tercabut.  Meskipun tongkat tersebut bisa dikatakan tongkat serba guna, namun tetap saja Musa tidak pernah menggunakannya dengan sembarangan, dan satu hal lagi Musa tidak menganggap tongkat tersbut lebih penting dari DIA yang memberikan tongkat tersebut!

Musa selalu meminta pertolongan kepada Tuhan ketika dia membutuhkan pertolongan ataupun dalam keadaan terdesak.  Sama sekali tidak pernah terbesit di benak Musa untuk mengandalkan tongkat ajaib tersebut.  Di dalam dunia ini tentu kita banyak mengandalkan barang - barang tertentu untuk mendukung kegiatan kita(seperti telpon pintar, kendaraan, komputer atau lain sebagainya), lalu apakah kita pernah “mendewakan” segala benda – benda mati tersebut?  Apakah kita lebih menggantungkan benda – benda tersebut dibandingkan Tuhan?  Sadarkah bahwa sebenarnya tanpa se – ijin Tuhan segala benda tersebut tidak akan berfungsi dengan maksimal?

Benda se – ajaib apapun tidak akan menandingi TUHAN yang Maha kuasa, jadi andalkanlah DIA yang Maha kuasa!
 “Tetapi firman TUHAN kepada Musa: ulurkanlah tangamu
Dan peganlah ekornya – Musa mengulurkan tanganya,
Ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya
Supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka
Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub
 Telah menampakkan diri kepadamu”
  Keluaran 4 : 4 - 5

GOD Bless u

Friday, January 12, 2018

(LaBer)Kar’naMu Ku Ada

Kar’naMu Ku Ada
(IFGF Praise)
Penulis: Artono, Gizelly Saragih


Nada Dasar: G
Verse 1
C                        G                            Em D
Kau yang terbaik di dalam hidupku
C               G                                     Em  D
Mataku s’lalu memandang wajahMu

Verse 2
C                          G                       Em D
Kau menuntunku di setiap waktu
C                        G                               Em D
TanganMu s’lalu menopang hidupku

Pre Chorus
          C                    G         Em                    D
PadaMu kupercaya, PadaMu kuberharap

Chorus
                             G
Kusembah Kau Allahku
                        Em                                C
Kubernyanyi bagiMu kar’naMu ku ada
                        Am                          D
Kar’naMu ku kuat tiada sepertiMu

                              G
Dan ku s’rahkan hidupku
                     Em                                 C
Kupercaya padaMu kar’naMu ku ada
                        Am                          D
Kar’naMu ku kuat tiada sepertiMu

Bridge
C                G      Em          D
  Ooo…oo..oo..ooo…oo..oo

Sumber : www.penyembah.com
“Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji – pujian
Dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu;
Dan oleh kehendak – Mu semuanya itu ada dan diciptakan ”
 Wahyu 4 : 11


GOD bless u

Thursday, January 11, 2018

(ArBer)Burung saja tahu kapan harus terbang kembali!

Burung saja tahu kapan harus terbang kembali!

Burung – burung biasanya bermigrasi secara kelompok pada musim – musim tertentu.  Burung – burung tersebut biasanya melakukan perjalanan panjang untuk dapat berkembak biak.  Mereka cenderung berpindah tempat dari tempat yang suhu udara dingin ke lokasi yang lebih hangat suhu udaranya.  Jadi dalam jangka waktu tertentu mereka sudah pasti melakukan perjalanan panjang(biasanya sebelum musin dingin tiba)

Burung – burung yang hanya mengandalkan isnting saja tahu kapan mereka harus bermigrasi, dan mereka tahu juga kapan waktunya untuk kembali ke tempat asal mereka.  Lalu bagiamanakah dengan kita semua?  Bukankah kita terkadang lupa akan tempat asal kita? Atau kita lupa bahwa kita adalah kepunyaan Tuhan, oleh karena kita telah ditebus – Nya dengan harga yang teramat mahal?

Kita Yeremia banyak berisikan tentang kebebalan bangsa Israel yang sepertinya tak kunjung usai.  Bangsa yang dikasihi Tuhan tersebut selalu menjauh dari Tuhan, namun demkian Tuhan selalu menjadi penyelamat mereka.  Setelah mereka selamat, dengan cepat mereka lupa lagi kepada Tuhan, dan kembali lari menjauh.  Apakah kehidupan kerohanian kita juga sama seperti itu?  Tuhan selalu menunggu kita utuk kembali kepada – Nya(sebab kita semua berasal dari – Nya) jadi tidak masalah sudah seberapa jauh kita pergi meninggalkan – Nya, Dia selalu menunjukkan jalan bagi kita unutk kembali, hanya saja maukah kita kembali kepada Tuhan?

Burung saja tahu jalan untuk kembali meskipun tidak ada petunjuk jalan yang dapat dimengertinya, masakah manusai tidak tahu jalan kembali sedangkan jalan keselamatan menuju Bapa sudah berada di depan mata?(Yesus Kristus)

 “Bahkan burung ranggun di udara mengetahui musimnya,
Burung terkukur, burung layang – layang dan burung bangau
Berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat – Ku
Tudak mengetahui hukum TUHAN”
  Yeremia 8 : 7

GOD Bless u

Wednesday, January 10, 2018

(ArBer)Salju di gurun Sahara

Salju di gurun Sahara

Gurun pasir terbesar tersebut (gambar di atas) tertutup oleh salju.  Fenomena tersebut memang lanka sekali, namun bukan berarti suatu yang dikatakan mustahil.  Para peneliti mencoba mengemukakan berbagai teori tentang gurun Sahara yang tertup salju tebal.  Satu yang pasti adalah, hal tersbut adalah pekerjaan tangan Tuhan.

Dunia tercipta sebelum manusai ada.  Sehabat apapun mansuia menafsirkan bagaimana dunia ini bisa ada, tetap saja manusia akan terus menemukan suatu kejanggalan teori yang tidak mungkin bisa terpecahkan.  Adakah manusia yang bisa menciptakan teori dari mana asal dari matahari? Dan sampai kapan bisa bersianar? Ataukah menjelaskan tentang keberadaan bintang – bintang di langit sana?  Manusia selalu mengembangkan ilmu pengetahaun untuk mencari jawabannya, namun demikian manusia juga membutuhkan iman untuk dapat menerima segala karya cipta Tuhan akan alam semsesta ini.

Manusia terkadang terlalu mengandalkan panca indera untuk bisa menerima sebuah kenyataan.  Apa yang dilihat, dirasa serta dapat dibuktikan bisa dikatakn fakta.  Padahal fakta akan keberadaan serta keperkasaan Tuhan juga bisa saja terbukti dengan mudah, jikalau manusia mau menerimanya dengan iman.  Beriman bukan berarti percaya begitu saja, namun beriman adalah percaya oleh karena sudah mengalaminya(meskipun bukan dari panca indera, misalnya kebahagian, kelegaan hati, ketenangan dan perasaanlain sebagainya).  Jadi berimanlah bahwa apa yang terlihat jelas di mata kita, berasal dari apa yang tidak dapat ditangkap mata kita, dan tentunya itu bersumber dari Tuhan Allah!

Tuhan Allah yang tidak terlihat telah membuktikan keberadaan – Nya melalui apa yang bisa kita lihat, jadi janganlah meragukan Tuhan Allah dan firman – Nya!

 “Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta
Telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat
Telah terjadi dari apa yang kita tidak dapat lihat”
  Ibrani  11 : 3

GOD Bless u

Tuesday, January 9, 2018

(ArBer)Menyusun rencana

Menyusun rencana

Siapa yang belum memiliki target untuk tahun ini? Jikalau belum ada target, cepatlah unutk menyusun target, dan mulailah sesegera mungkin “beraksi” untuk mencapai target tersebut.  Susunlah rencnan dengan matang, dan usahakanlah ada rencana cadangan untuk mengantisipasi jikalau rencana utama mencapai target gagal terealisasikan.

Menyusun berbagai rencana demi mencapai target adalah suatu keharusan.  Sebisa mungkin ada rencana cadangan, jialau nantinya terjadi hal – hal yang tidak diinginkan di masa mendatang.  Hanya satu hal yang jangan pernah kita lupakan juga adalah bahwa segala rencana yang sudah tersusun rapih tidak mungkin bisa berjalan, jakalau di luar kehendak Tuhan.  Jadi dalam menyueun rencana kita wajib menyertakan Tuhan dalam segala rencana kita.

Masa depan kita orang – orang percaya berada di tangan Tuhan yang Mahakuasa, lalau mengapakah setiap susunan dari rencana yang kita buat, hanya mengandalkan kemampuan kita sendiri?  Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada esok hari, jadi alangkah baiknya segala susunan rencana kita di hari ini, selalu kita bawa dalam nama Tuhan.  Keberhasilan kita untuk mencapai tujuan kita tidak tergantung kepada segala usaha kita saja, namun pasti ada campur tangan Tuhan! Jadi mulai saat ini ceritakanlah segala rencana kita di dalam doa kepada Tuhan terlebih dahulu, sebelum kita merealisasikannya dalam tindakan nyata!

Rencana terbaik apapun belum tentu mendapatkan hasil yang baik jikalau tidak disertai dengan usaha nyata! Dan usaha apapun tidak menjamin kita mendapatkan hasil maksimal, jikalau Tuhan tidak mengijinkannya!
 “Sebenarnya kamu harus berkata:
Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup
Dan berbuat ini dan itu”
  Yakobus  4 : 15

GOD Bless u