Sunday, November 8, 2020

(PuBer)Kembalilah kepada Dia, yang selalu menanti!

 


Kembalilah kepada Dia, yang selalu menanti!

 

Jalanmu masih panjang

Di depanmu masih ada yang menghadang

Tidak apa – apa tujuan belum terpandang

Kabut tebalpun tetap harus di terjang

 

Sebelum terlalu jauh engkau berlari

Dan tak menemukan apa yang kau cari

Mengapa engkau tak kembali

Kepada Dia yang selalu kokoh berdiri

 

Engkau semua yang mengandalkan nalar

Kembalilah kepada yang benar

Tuhan menerima semua yang terkapar

Dia selalu menunggumu dengan sabar

 

Kembalilah kepada Dia yang telah kau tinggalkan!

Kembaliliah kepada Dia yang tak pernah meninggalkanmu!

 

“Sebab itu katakanlah kepada mereka:

Beginilah firman TUHAN semestra alam: Kembalilah kepada- Ku,

Demimkian firman TUHAN semesta alam

Maka Aku pun akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam”

Zakharia 1 : 4

God Bless You

Friday, November 6, 2020

(LaBer)Cinta Dalam Hidupku

 

 


Cinta Dalam Hidupku
(Edward Chen)


Bait :
F        C/E         Dm         F/C         Bb
  Tak Pernah Tergantikan Tak Pernah Terpisahkan


      F/A      Gm    C11
  DiriMu Dihatiku


F     C/E       Dm      F/C        Bb
  Sekalipun Cobaan Mengoyahkan Imanku


        F/A          Gm      C
  Namun Ku Tetap Percaya PadaMu


D#                  Bb/D
  Takkan Pernah Berubah


Bbm/C#        C
  Setiaku PadaMu



Reff :
      F      C/E            Dm
S'Lamanya Engkaulah Yang Ku Puja


   F/C            Bb      F/A        Gm   C
Engkaulah Yang Terindah Didalam Hidupku


        F     C/E        Dm     F/C         Bb
Dan S`Lalu Ku Ingin BersamaMu Kurindukan CintaMu


      F/A         Gm        C          F
S`bab Hanya Engkaulah Cinta Dalam Hidupku

 

“Jawab Yesus kepadanya :

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu

Dan dengan segenap jiwamu

Dan dengan segenap akal budimu!

Matius 22 : 37

GOD BLESS YOU

 

Thursday, November 5, 2020

(ArBer) Murid dari "sekolah" manakah anda?

 


Murid dari "sekolah" manakah anda?

 

Melalui seragam sekolah kita bisa mengetahui murid – murid pada gambar di atas berasal dari sekolah mana.  Seragam sekolah adalah identitas penting yang menandakan seseorang orang tersebut masih berstatus murid sekolah.  Pertanyaanya jikalau kita adalah murid namun tidak memakai seragam, masihkah kita dikenali?

Kita yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat kita semua, secara otomatis sudah menjadi murid – murid dari pada- Nya.  Lalu identititas, ciri khas atau “seragam” apa yang bisa menyatakan bahwa kota adalah murid – murid-Nya?  Identitas kita bukan terlihat dari pakaian atau simbol tertentu yang melekat pada fisik kita, namun lebih kepada perbuatan yang kita lakukan dalam keseharian kita.  Perbuatan nyata tersebut adalah perbuatan kasih.

 Sebelum Yesus Kristus di salibkan Dia memberikan pesan khusus kepada murid – murid-Nya.  Yesus memberikan pesan agar mereka saling mengasihi.  Kasih adalah satu – satunya identitas kita sebagai seorang kristiani ataupun seorang yang adalah murid Kristus.  Segala dandanan fisik yang kita pakai tidaklah menjadikan kita murid- Nya, dan hanya perbuatan kasih kita yang bisa menunjukkan bahwa kita adalah orang – orang percaya yang telah mengakui- Nya sebagai Juruselamat serta bersedia hidup sesuai dengan kehendak- Nya.  Jadi janganlah lupa memakai “seragam” kasih disetiap wakt dan setiap saat!

Semakin anda mengasihi maka akan semakin jelas identititas anda berasal dari mana dan dari siapa anda menimba ilmu!

 

“Dengan demikian semua orang akan tahu

Bahwa kamu adalah murid – murid-Ku

Yaitu jikalau kamu saling mengasihi”

 Kisah Rasul 13 : 35

God Bless You

Wednesday, November 4, 2020

(LaBer)Kasihanilah Aku Yang Lemah

 


Kasihanilah Aku Yang Lemah

PKJ 40

 

la = C

 

     C#m       G#   F#m    C#m

Kasihanilah aku yang lemah,


       G#    F#m      C#m

ya Tuhan Maha kuasa.


        C#m     G#        F#m  C#m

Hapuskan semua kesalahanku,


    B             C#m

b’rilah anugerah.


         E                F#m

Oleh kasih dan kuasaMu


C#m           A      G#

kurasakan damaiMu.


       C#m          A        F#m       C#m

Aku tahu Kau s’lalu dekat padaku,


      G#        F#m G# C#m

limpahkan rahmatMu.

 

“Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan

Sebab kepada- Mulah aku berseru sepanjang hari”

Mazmur 86 : 3

GOD BLESS YOU

Monday, November 2, 2020

(ArBer) Tetaplah rendah hati!


 

Tetaplah rendah hati!

 

Perhatikanlah gambar yang ada di atas!  Jikalau orang yang mendapatkan penghargaan akan kerendah hatiannya tersebut menerima penghargaan tersebut, maka tentu saja bisa dikatakan ia tidak rendah hati lagi.

Rasul Petrus bukanlah seorang yang biasa, namun beliau dipercayai berbagai talenta.  Setidaknya tercatat di Injil juga Ia melakukan setidaknya beberapa mukjizat dalam pelyananya.  Beliau juga bahkan dipercaya oleh Tuhan menjadi btau karang dalam membangun jemaat Tuhan.  Meskipun demkian Ia tetap rendah hati dan bahkan menjauhi pujian manusia terhadap dirinya sendiri.

Seorang yang rendah hati seharusnya tetap rendah hati apapun yang terjadi.  Ia harus menanggalkan ke-egoisannya untuk merasakan pujian dari sesama.  Apapun talanta yang melekat dalam diri kita tentulah anugerah Tuhan.  Kita boleh saja menerima ucapan terima kasih dari sesama, namun jikalau dipuji alangkah baiknya kita kembalikan pujian tersebut kepada Tuhan Allah yang memberkati kita.  Semakin kita menghindari keindahan suara pujian, maka akan semakin kita menyadari bahwa kita hanya “alat” Tuhan di dalam dunia ini! Jadi janganlah senang menerima pujian !

Semakin kita menyadari kita hanyalah manusia lemah, maka akan semakin kita menyadari kuat kuasa serta peran Tuhan di dalam hidup kita!

 

“Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya:

Bangunlah, aku hanya manusia saja”

 Kisah Rasul 10 : 26

God Bless You

(ArBer) Jangan mengeluhkan hal buruk, sebelum bisa merubah kebiasan buruk!

 


Jangan mengeluhkan hal buruk, sebelum bisa merubah kebiasan buruk!

 

Coba jawab dengan jujur, siapa yang tidak mengeluh dalam keadaan seperti saat ini? Di mana pandemi virus corona melanda dan memaksa kehidupan normal berubah sampai 180 derajat?

Keluhan – keluhan yang sudah pasti akan keluar dari mulut kita adalah, “kapan pandemi ini berakhir?” lalu “kapan kita bisa kembali kepada keadaan semula?” atau bahkan ada yang mengeluh “mengapa Tuhan membiarkan semuanya ini terjadi?”.  Keluhan – keluhan  tersebut memang wajar terpikirkan, namun jikalau kita terlarut dalam pertanyaan serta keluhan – keluhan seperti di atas maka sebenarnya kita telah gagal menjadi seorang Kristiani.

Orang yang beriman tentu harus memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat suatu permasalahan.  Conntoh sederhannya adalah Ayub yang melihat suatu masalah lebih ke dalam diri sendiri, bukan keadaan “luar” yang menyebabkan terjadinya permasalahan.  Jadi daripada mengeluhkan keadaan dunia saat ini, lebih baik kita sadari apakah salah manusia sehingga keadaan pandemi ini bisa terjadi.  Intinya adalah kita harus melihat ke dalam diri kita terlebih dahulu apakah kita telah berdosa dan bersalah kepada Tuhan sehingga banyak permasalahan buruk terjadi.  Igatlah bahwa Tuhan tentu mempunyai rencana dalam segala seauatu yang terjadi di dalam hidup ini, baik yang baik maupun yang tidak baik.  Jadi siapa tahu keadaan tidak baik yang kita alami justru bisa menyadarkan kita akan segala dosa kita di dalam dunia ini yang belum terselesaikan di hadapan Tuhan.

Daripada mengeluh akan keadaan yang buruk, lebih baik kita memperbaiki dahulu apa yang salah dalam kehidupan kita!

 

“Mengapa orang hidup mengeluh?

Biarkanlah setiap orang mengeluh tentang dosanya!”

 Ratapan 3 : 39

God Bless You

Sunday, November 1, 2020

(ArBer)Yang penting tetap beribadah!


 

Yang penting tetap beribadah!

 

Ibadah online adalah salah satu alternatif nyata dalam pelayanan Gereja kepada jemaatnya.  Ibadah konvensional di dalam gednug Gereja, saat ini mungkin dibatasi untuk menekan penyebaran virus corona, namun demikian para pelayan Tuhan memikirkan alternatif agar jemaat Tuhan tetap dapat beribadah bersama dengan jemaat lain meskipun secara daring atau online.

Ibadah secara daring tidak melanggar ketentuan firman Tuhan, oleh karena ibadah bukan terbatas dalam ruangan secara fisik saja.  Di manapun umat Tuhan berkumpul bersama dalam waktu yang sama mereka dapat beribadah kepada Tuhan.  Lalu bagimanakah dengan anda? Apakah anda justru menjadikan alasan ibdah online untuk absen dalam rutinitas ibadah anda?

Ada saja jemaat yang mengeluhkan akan keterbatasan kouta internet, jaringan yang tidak mumpuni di daerah mereka, sampai dengan keterbatasan dalam penggunaan teknologi.  Kendala seperti di atas memang ada, namun bukanlah masalah serius yang signifikan.  Celakanya alasan tersebut menjadi alasan kuat untuk menjauhkan diri dalam pertemuan saudara se-iman.  Sebenarnya jikalau memang kita berniat mengikuti ibadah secara online, tentu pelayan Tuhan akan dengan senang ahti membantu agar kita dapat beribadah bersama secara online.  Teknologi sudah tersedia, dan bantuan akan kouta pasti juga akan ada, hanya tinggal niat saja, apakah niat beribadah atau melakukan pertemuan dengan suadara se-iman ada di dalam hati anda?

Dalam keadaan apapun, orang percaya tetap wajib untuk ikut dalam pertemuan ibadah dengan sesamanya, apapun serta bagimanapun caranya!

 

“Janganlah menjauhkan diri dari

Pertemuan – pertemuan ibadah kita

Seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang

Tetapi marilah kita saling menasehati dan semakin giat

Melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”

 Ibrani 10 : 25

God Bless You