Friday, June 24, 2022

(ArBer)Jangan membuat TUHAN kita cemburu!

 


Jangan membuat TUHAN kita cemburu!

 

Siapa yang tidak kecewa, marah, sedih jikalau melihat pasangan sendiri bersamaan dengan orang lain?  Rasa cemburu pastilah muncul oleh karena pasangan tersebut masih mempunyai perasaan mendalam.  Jikalau sudah tidak perasaan pastilah akan menjadi biasa aja, jikalau melihat pasangan bersama dengan orang lain!

Apabila manusia yang tidak menciptakan saja kerap merasa cemburu ketika pasangannya berselingkuh, apalagikah Tuhan Allah?  Tuhan yang menciptakan manusia seorang diri pastilah akan cemburu ketika melihat manusia ciptaan- Nya justru menyembah allah lain.  Lalu bukankah Tuhan Allah maha kasih masakah tetap bisa cemburu juga?  Jawabannya sederhana yaitu oleh akrena kasih yang luar biasa, perasaan cemburu tersebut akan selalu ada.

Rasa cemburu Tuhan Allah tidak bermakna negatif semata – mata untuk menhukum umat- Nya, namun untuk mendisiplinkan umat Tuhan!  Tuhan mau semua umat- Nya hidup dengan berdisiplin serta mematuhi semua ketetapan serta perinta Tuhan.  Tuhanpun tau bahwa pada akhirnya manusia ciptaan- Nya akan berpaling dari- Nya! Sehingga Tuhan sudah merelakan Anak- Nya demi dosa yang dilakukan umat- Nya!  Jadi sadarilah dan janganlah coba – coba membuat Tuhan Allah cemburu, sebab hyukuman- Nya tetap berlaku bagi ketidak disiplinan kita!

Dosa kita memang akan diampuni- Nya, namun tidak dengan tindakan kita! Sebab semua tindakan kita akan dibawa ke dalam perseidangan serta mendapat hukuman setimpal!

 

“Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain

Karena TUHAN, yang nama- Nya Cemburuan

Adalah Allah yang cemburu”

 Keluaran 34 : 14

God Bless You

Thursday, June 23, 2022

(ArBer)Jadilah rajin di hadapan Tuhan!

 


Jadilah rajin di hadapan Tuhan!

 

Menurut suatu penelitian ilmiah sebenarnya tidak ada orang yang benar – benar rajin.  Kerajinan dalam bidang terentu selalu dibarengi kemalasan dalam hal tertentu lainnya, misalnya orang yang rajin bekerja, belum tentu rajin menabung, atau orang yang rajin berbuat baik belum tentu rajin bekerja.

Kemalasan apapun yang kita miliki yang pasti kiota tidak boleh malas untuk hidup melakukan kehendak Tuhan.  Kita tidak dapat melakukan kehendak- Nya tanpa pengenalan mendalam akan firman- Nya!  Lalu kemudian kita tidak akan mengenal dalam terhadap firman – Nya jikalau kita tidak rajin membaca firman- Nya!  Jadi kesemuannya itu haruslah dilakukan secara konsisten dan konsekuen!  Dan jikalau seudah demikian kerajinan kita pun akan mendatangkan suatu upah yang luar biasa.

Lalu muncul pertanyaan, apakah kerajinan kita melakukannya akan mendapat balasan “setimpal” oleh Tuhan?  pertanyaan ini tidak bisa kiota pastikan jawabannya ketika berada di dalam dunia ini, namun bisa dipastikan kerajinan tersebut akan mendapatkan balasan yang lebih indah ketika di dalam kerajaan Sorga.  Rasul Paulus adalah bukti nyata orang yang rajin bahkan melebihi Rasul – Rasul lainnya, namun tetap menderita di dalam dunia ini.  Hanya saja visi Rasul Paulus dalam kerajinannya melayani adalah jelas demi kemuliaan Tuhan di dalam dunia ini, serta demi mahkota kehidupan baginya nanti di kerajaan sorga!

Jangan malas lagi melakukan kehendak Tuhan!  Sebab kita tahu upah bagi mereka yang rajin serta bersungguh – sungguh melakukan kehendak- Nya!

 

“Apakah mereka pelayan Kritsus?

Aku berkata seperti orang gila - aku lebih lagi!

Aku lebih banyak berjerih lelah;

Lebih sering di dalam penjara ; didera di luar batas;

Kerap kali dalam bahaya maut”

 2 Korintus 11 : 23

God Bless You

(LaBer)Take My Life, and Let It Be Consecrated

 


Take My Life, and Let It Be Consecrated

Frances R. Havergal, Henri A. Cesar Malan



Tempo: 4/4

 

Key: E

 

Intro: E B C#m A B E

 

E         B   C#m        C#m/A     B   E

Pakai hidupku ini, s'luruh roh dan jiwaku,

E     B     A   E    C#m  A    E    B

Pakai tanganku ini,   hatiku digerakkan,

E   C#m    E

digerakkan kasih-Mu.

 

2. Pakai kakiku ini, tiap langkah ikut-Mu,

pakai suaraku ini, selamanya memuji,

memuji Kristus Tuhan.

 

3. Pakai mulutku ini, memb'ritakan Injil-Mu,

pakai hartaku ini, seluruhnya bagi-Mu,

bagi-Mu kurelalah.

 

4. Pakai kasihku ini, kusembahkan pada-Mu,

pakai diriku ini, selamanya bagi-Mu,

bagi-Mu kusembahkan.

 

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor

Biarlah rohmu menyala – nyala dan layanilah Tuhan”

Roma 12 : 11

 

 

GOD Bless You

Wednesday, June 22, 2022

(ArBer)Harusnya ada perubahan drastis!

 


Harusnya ada perubahan drastis!

 

Sosok Petrus yang sebelum Yesus disalibkan ternyata berbeda dengan sosoknya setelah Yesus mati, bangkit dan naik ke sorga.  Petrus yang sebelumnya suka dipuji, egois dan terlalu percaya diri, berubah 180 derajat seketika setelah Yesus naik ke sorga dan mempercayakan umat- Nya kepada Petrus.

Petrus pada kitab kisah para Rasul adalah Petrus yang mempunyai tipe pemimpin, berani namun juga lembut serta rendah hati.  Petrus sudah berani tampil dan berbicara atas nama Yesus di depan khalyak banyak.  Petrus juga percaya diri dalam hal melakukan mukjizat seperti penyembuhan.  Satu yang paling berubah adalah ketika Petrus disembah oleh seorang perwira, dia menolaknya dan mengakui kedudukannya yang hanyalah manusia biasa yang tidak layak mendapat perlakuan tersebut.

Berapa lamapun kita sudah mengaku mengenals erta menerima Yesus sebagai Juruselamat, namun belum ada perubahan drasti dalam hidup kita, maka semuanya percuma saja.  Mengakui Yesus sebagai Juruselamat adalah langkah awal dan bukan akhir!  Kita yang masih ada di dalam dunia ini harus hidup oleh iman tersebut dan kemudian menghasilkan buah iman yang sesuai dengan kehendak- Nya!  Jadi haruslah ada perubahan drastis di dalam berkata, bersikap maupun berprilaku!  Jikalau tidak maka sia – sia saja kita mengakui serta menerima-Nya sebagai Juruselamat kita!

Jikalau tidak ada perubahan sama sekali dalam kehidupan ini! Maka sebenarnya kita tidak benar – benar mengakui Yesus dan menerima Yesus sebagai Juruselamat umat manusia!

 

“Tetapi Petrus mengakkan dia, katanya;

Bangunlah aku hanya manusia biasa”

 Kisah Para Rasul 10 : 24

God Bless You

Tuesday, June 21, 2022

(ArBer)Ketika permasalahan hidup terlalu banyak

 


Ketika permasalahan hidup terlalu banyak

 

Siapa yang tidak mau hidup dengan harta berlimpah serta dikarunia kesahatan dan juga damai sejahtera?  Nyatanya manusia selalu saja mempunyai masalah dalam menjalani kehidupannya, terkecuali ketika manusia tersebut sudah tidak bernyawa lagi maka masalah secara otomatis juga akan hilang begitu saja.

Sudut pandang akan suatu masalah harus dirubah.  Ketika kita melihat permasalahan sebagai suatu yang tidak menyenangkan serta menyakitkan, maka kita akan terus menerus menghindari serta membencinya.  Akan tetapi jikalau kita melihat suatu permasalahan sebagai ujian iman dalam kehidupan ini, maka kita nantinya akan bersyukur jikalau sudah berhasil melewati permasalahan tersebut.

Orang percaya tidak perlu menghindari masalah, sebab hal tersbeut bisa jadi petanda bahwa Tuhan Allah memang mengasihi kita serta menginginkan kita bertumbuh dalam iman.  Ujian – ujian kehidupan tersebut mungkin tidak bisa kita hindari, namun demikian bukan berarti tidak bisa kita atasi.  Percayalah bahwa Tuhan juga turut bekerja serta menyertai ketika kita sedang menghadapi permasalahan ataupun ujian dalam kehidupan ini, jadi tetaplah percaya kepada  Tuhan, serta tetaplah jalani apapun yang kita hadapi di dalam kehidupan ini!

Selama kita memandang masalah adalah sebagai ujian ataupun teguran dari Tuhan Allah, maka kita akan kita tidak akan ragu serta takut menghadapinya!

“Sesungguhnya, berbahagialah manusia di tegur Allah

Sebab itu janganlah engkau menolak

Didikan Yang Mahakuasa”

 Ayub 5 : 17

God Bless You

Monday, June 20, 2022

(LaBer)Berdiam DikakiMu

 


Berdiam DikakiMu 

(Bethel Worship)

 

Bait :

G                D/F#

  Ku Berdiam DikakiMu

G               D/F#

  Masuki HadiratMu

G                D/F#

  Ku Lihat KemulianMu

        Em        A

  Ku Mencari WajahMu

 

G                D/F#

  Ku Berdiam DikakiMu

G               D/F#

  Masuki HadiratMu

G                D/F#

  Ku Lihat KemulianMu

      Em         A

  Menerangi Hidupku

 

Reff :

       D           A/C#

Segala Yang Ku Ingini

      Bm          A

Kutemukan Di DalamMu

     G       A

KasihMu CintaMu

              D      A

Tak Pernah Berhenti

 

       D          A/C#

Segala Yang Kuingini

      Bm          A

Kutemukan Di DalamMu

     G       A

KasihMu CintaMu

              D

Tak Pernah Berhenti

 

“Mari kita pergi ke kediaman- Nya,

Sujud menyembah pada tumpuan kaki - Nya”

Mazmur 132 : 7

 

 

GOD Bless You

Sunday, June 19, 2022

(ArBer) Takut kehilangan harta benda

 


Takut kehilangan harta benda

 

Tidak ada salahnya melindungi harta benda yang telah kita hasilkan di sepanjang hidup ini, namun jikalau kautir berlebihan dan sampai dengan paranoid akan kehilangan harta benda, maka hal tersebut sudah tidak sehat lagi bagi mental dan jiwa.

Semakin banyak harta benda memang memerlukan semakin banyak perlindungan untuk harta benda tersebut, entah melindunginya seorang diri ataupun menyerahkan kepada pihak tertentu seperti Bank, atau lembaga keuangan tertentu.  Setiap orang tidak dibatasi dalam memiliki harta benda, namun jikalau oleh karena harta benda tersebut seseorang malahan menjadi tersiksa,stress atau mengalami gangguan mental kecemasan, maka harta benda tersebut kenyataanya tidak mendatangkan kebahagian ataupun damai sukacita di dalam hati.

Akhirnya kebahagian justru datang dari orang – orang sederhana yang lebih mengasihi Tuhan serta memrioritaskan- Nya dalam kehidupan.  Harta benda secukupnya tidak masalah asalkan membawa ketenangan hati serta kedamaian jiwa.  Lalu bagaimanakah keadaan kita saat ini? Apakah kecemasan akan harta kita lebih besar dari kecemasan kita untuk selalu dekat dengan Tuhan Allah?  Arahkanlah seganap pikiran serta akal budi kita untuk sesuatu yang berharga kekal selamanya!  

Jangan terlau cemas kehilangan benda yang fana, namun cemaslah jikalau mulai kehilangan hubungan yang intim dengan Tuhan Allah!

“Lebih baik sedikit barang

 Dengan disertai takut akan TUHAN

Dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan”

 Amsal 15 : 16

God Bless You