Saturday, December 5, 2009

(ArBer)Jangan salah didik!


Jangan salah didik!


Anak – anak adalah seperti gelas kosong yang siap diisi apapun. Mereka masih murni dan kosong, sehingga apapun yang di masukkan akan menempati ruang dalam hati dan pikiran mereka. Seperti sebuah gelas yang kosong, mereka tidak memilih apa yang harus dimasukkan ke dalam gelas, akan tetapi mereka menerima segala sesuatu yang dimasukkan.


Kesalahan yang dibuat anak kecil, memang bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Orang tua mempunyai andil besar dalam pembentukan setiap karakter serta sikap anak-anak mereka. Sangatlah salah jika kita mengajarkan anak dengan tingkat disiplin tinggi layaknya seoraqng dewasa. Akan tetapi membiarkan mereka melakukan apa yang mereka senangi juga merupakan hal yang tidak baik. Fungsi kontrol orang tua dalam kehidupan modern ini sudah tidak begitu dipraktekkan lagi. Orang tua bisa saja menyerahkan tanggung jawabnya kepada orang-orang yang dipercayannya(orang tua atau saudara) atau orang-orang yang dibayarnya(baby sitter) untuk melakukan fungsinya ini. Kenyataanya saat anak – anak menyerap segala sesuatu, mereka masih belum bisa menetukan mana yang baik dan yang buruk, apapun yang diserapnya pastilah akan dipraktekkan. Bahkan hal buruk yang kita larangpun bisa saja mereka lakukan lagi, karena mereka hanya mengeluarkan apa yang telah mereka serap.


Sebagai orang tua seharusnya kita tidak lari dari kewajiban dalam mendidik anak-anak. Setiap anak – anak adalah penerus masa depan dunia, apa yang kita ajarkan bisa saja membawa dampak baik atau buruk di masa yang akan datang. Anak – anak membutuhkan banyak perhatian dan pengawasan dalam setiap didikian dan ajaran kita. Lebih penting lagi apa yang kita ajarkan haruslah konsisten dengan apa yang kita contohkan kepada anak-anak.


Jangan mendidik serta mengajarkan anak-anak membawa senjata jika ingin dunia ini bebas dari perang!


“Didiklah anakmu,

Maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu

Dan mendatangkan sukacita kepadamu”

Amsal 29:17


GOD Bless u

Friday, December 4, 2009

(ArBer) Kenapa harus bunuh diri?


Kenapa harus bunuh diri?


Beberapa minggu ini Jakarta dihebohkan oleh beberpa kasus bunuh diri. Uniknya lagi bunuh diri tersbut banyak terjadi di dalam mall. Sudah tiga kali mall di Jakarta menjadi sasaran bagi mereka yang ingin mengakhiri hidup. Setelah Grand Indonesia dan Senayan City, hari ini bunuh diri dalam mall juga terjadi di Mangga Dua Sqoure. Pertanyaanya mungking bukanlah mengapa mereka harus mencari sensasi dengan melakukan bunuh diri di dalam mall?, akan tetapi mengapa mereka bisa sampai nekat ingin mengakhiri hidup mereka?


Kehidupan akan selalu dipenuhi perpasalahan. Tidak ada manusia yang bisa selalu merasakan senang serta bahagia setiap waktu, ada kalanya harta juga bisa membuat manusia menjadi bosan. Bahkan orang paling sehat di bumi ini juga pastilah pernah merasakan kesedihan atau bahkan ketakutan. Sebenarnya hidup ini sudah diatur sedemikian rupa agar manusia dapat berkembang. Tanpa ada masalah, kita tidak mungkin bisa merasakan syukur atas apa yang sudah kita miliki. Masalah memang sesaat membuat kita menderita, namun proses tersebut mematangkan pikiran, sikap dan mental kita. Kesudahan dari masalah yang kita hadapi tersebut pastilah sesuatu yang menguntungkan, entah itu kita jadi lebih bersyukur, lebih tabah, atau bahkan lebih bijak lagi dalam menjalani hidup ini.


Satu hal yang pastinya keliru adalah bahwa, bunuh diri sebenarnya tidak menyelesaikan masalah sedikitpun, bahkan bunuh diri bisa membawa kita kedalam masalah baru yang benar-benar tidak akan terselesaikan, yaitu hukuman dalam kerajaan maut.. Mulai hari ini janganlah menjadi seorang yang pesimistis, anggaplah segala masalah pastilah berlalu! Kemudian mulailah berdoa dan berusaha lebih mengenal Tuhan, karena hanya di dalam Tuhan lah terbuka jalan bagi masalah yang sudah buntu.


Iblis saja tidak diberi ijin untuk mengambil nyawa manusia, lalu kenapa kita berani mengambil hak dari Tuhan sang Pencipta dan Pemberi nafas kehidupan?


“maka firman TUHAN kepada Iblis

nah ia dalam kuasamu

hanya sayangkan nyawanya”

Ayub 2:6


GOD Bless u

Thursday, December 3, 2009

(ArBer) Perlengkapan yang komplit


Perlengkapan yang komplit


Ada pepatah mangatakan “jangan maju ke medan perang tanpa persenjataan komplit, maju berperang dengan semanagat saja, hanya mempercepat kekalahan”. Jika di telaah lebih dalam lagi, ada benarnya juga pepatah tersebut. Semangat tinggi memang diperlukan dalam menghadapi suatu medan pertempuran, akan tetapi jika kita tak mengetahui taktik perang dan lebih parahnya lagi kalau kita bertempur tanpa persenjataan lengkap, maka sudah pasti kita hanya mengantar nyawa saja dalam pertempuran tersebut.


Untuk membawa seseorang yang belum mengenal Tuhan, untunk beribadah ke Gereja juga memerlukan taktik dan tentunya “persenjataan” lengkap. Kita tidak bisa serta merta dengan kobaran semangat tinggi, langsung “menggiring” orang-orang di sekitar kita untuk menghadiri sebuah KKR ataupun kebaktian malam natal. Kita harus mempersiapkan diri kita dengan senjata Allah, yaitu injil yang berupa firman Allah. Bukan berarti dengan memegang Alkitab kita bisa langsung mempengaruhi mereka, akan tetapi kita perlu menerapkan cara-cara alkitabiah dalam memberitakan firman serta kasih-Nya. Selain membawa perlengkapan perang, sebenarnya kita juga harus membakali diri kita agar bisa mempergunakan “senjata” yang kita bawa.


Menjelang akhir tahun seperti ini banyak Gereja – gereja yang mengadakan KKR. Sebagai orang-orang yang sudah hidup dalam terang Tuhan kita juga dihimbau untuk mengajak jiwa-jiwa yang masih belum mengenal terang. Sebelum kita mengambil bagian pelayanan tersebut alangkah baiknya kita mengintropeksi diri ita terlebih dahulu! Apakah kita sendiri sudah siap untuk dijadikan contoh nyata dalam hidup kasih yang selama ini diajarkan Tuhan kita? Lalu apakah kita sudah tahu dengan apa serta bagaimana caranya kita mengenalkan terang kasih-Nya kepada mereka tanpa menyalahkan/menghakimi kehidupan mereka selama ini yang masih tersesat dalam kegelapan duniawi.


Jangan terburu – buru unuk ikut terjun dalam peperangan sedangkan perlengkapan perang saja belum kita kenakan!


“Sebab itu ambillah sluruh perlengkapan senjata Allah

supaya kamu dapat mengadakan

perlawanan pada hari yang jahat itu

dan tetap berdiri setelah kamu

menyelesaikan segala sesuatu”

Efesus 6:13


GOD Bless u

Tuesday, December 1, 2009

(ArBer)Jebakan yang menggiurkan


Jebakan yang menggiurkan


Serangga yang masuk dalam jebakan tersebut(gambar di atas), sudah pasti tidak akan bertahan lama lagi hidupnya. Tumbuhan tersebut sekilas sangat menggiurkan bagi serangga, namun setelah mereka menghinggapi tanaman tersebut, mereka sudah tidak bisa melepaskan diri lagi. Tumbuhan – tumbuhan yang sepertinya memberikan madu segar malah justru membawa kematian kepada serangga yang menghingapinya.


Dunia ini tentu saja banyak menawarkan hal seperti itu. Banyak sekali hal yang sepertinya akan membawa kebahagian, namun sebenarnya hal tersebutlah yan nantinya akan membawa kita ke dalam maut. Salah memilih akan berdampak fatal, jika kita tidak menguji benar apa yang akan kita pilih. Contohnyatanya dalam hal berinvestasi, jika kita salah memilih investasi pada saat seperti ini, maka dampaknya akan sangat, bahkan dalam hitungan menit bisa saja kita kehilangan seluruh harta kita. Jadi bukan keuntungan yang didapat, bisa jadi seluruh hasil jerih payah kita hilang lenyap dibawa orang lain yang tak bertanggung jawab. Salah satu kasus yang sekarang cukup menghebohkan adalah kasus investasi pada bank century yang banyak merugikan nasabahnya.


Setiap program investasi memang selalu menjanjikan banyak sekali keuntungan, namun belum tentu resikonya juga kecil. Kita harus dengan cermat dalam memilih, jangan mudah tertipu hanya pada penampilan serta janji - janji yang belum tentu bisa diwujudkan. Belajarlah untuk mengenal dahlu apa yang akan kita pilih, setelah kita mengetahui dengan jelas kita juga harus selalu membawanya dalam doa sebelm membuat suatu keuptusan. Dengan mengandalkan Tuhan dalam setiap pilihan hidup kita, akan membawa kita berinvestasi dengan benar bukan saja didunia ini, melainkan juga dalam kerajaan-Nya kelak.


Tumbahan tersebut tidak memilih serangga yang akan menghinggapinya, namun sebenarnya serangga tersebutlah yang memilih masuk dalam jebakan tumbuhan tersebut…maka hati-hatilah dangan jebakan yang terlihat menggiurkan!


“Supaya orang lain

jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu

dan hasil susah payahmu

jangan masuk kerumah orang yang tak dikenal”

Amsal 5:10


GOD Bless u

Sunday, November 29, 2009

(ArBer) Keuntungan besar atau resiko besar?



Keuntungan besar atau resiko besar?


Gambar diatas memang terlihat terlalu ekstrim, tapi jangan salah, hal tersebut sering terjadi di sekitar kita. Mungkin hal tersebut adalah aplikasi secara nyata dari hukum ekonomi yaitu dengan pengorbanan/modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Dengan membawa barang sebanyak-banyaknya, maka pengemudi sepeda motor tersebut akan menghemat biaya bensin yang akan dikeluarkannya. Ongkos perjalanan untuk beberapa kali bisa di keluarkan hanya sekali saja, dengan catatan membawa seluruh barang hanya dalam sekali jalan. Hemat memang boleh saja demi keuntungan yang lebih besar, akan tetapi sebenarnya jika hal tersebut dilakukan maka resikonya juga akan lebih besar.


Berapa banyak diantara kita yang masih terus saja berusaha mendapatkan keuntungan besar, dengan membahayakan diri sendiri? Wajar saja, penghasilan kita saat ini belum bisa mencukupi kebutuhan hidup yang terus meningkat. Pada saat – saat seperti ini kita dituntut untuk sebisa mungkin dalam mengatur keunagan kita. Selalin itu kesempatan untuk mencari pemasukan dari rutinitas sehari – hari juga sedikit banyak bisa membantu peningkatan pendapatan. Mungkin permasalahan utamannya adalah kita terlalu terobsesi untuk dapat secepatnya memcukupi kebutuhan kita agar selanjutnya secepat mungkin memperoleh keuntungan yang lebih banyak lagi. Jika sudah demikian banyak hal berdosa yang akhirnya dilakukan, seperti korupsi, penipuan, sampai kepada “suap – menyuap” dalam berbisnis. Sudah pasti jika hal-hal tidak terpuji itu dilakukan jelas akan ada resiko besar yang sudah menunggu. Bisa saja bukan keuntungan besar yang didapatkan, melainkan masalah besar berupa hukuman penjara, serta ditambah lagi hukuman atas segala dosa tersebut.


Belajarlah untuk dapat hidup penuh dengan hikmat. Memanfaatkan segala kesempatan bukan berarti harus mengambil segala kesempatan tersebut. Kenalilah potensi dan kemampuan kita, serta jangan terlalu gegabah dalam mengejar materi dunia yang fana ini.! Banyaknya materi yang kita dapatkan akan membawa kita dalam pertanggung jawaban yang lebih banyak juga saat kita berhadapan dengan Tuhan setelah kehidupan ini.


Terlalu memaksakan dalam mendapatkan banyak keuntungan dengan cara-cara tidak wajar, justru akan menyebabkan terhalangnya berkat-berkat Tuhan kepada kita.


“Lebih baik penghasilan sedikit

disertai kebenaran

dari pada penghasilan banyak

tanpa keadilan”

Amsal 16:8


GOD Bless u

Friday, November 27, 2009

(ArBer)Bukan penampilan saja.


Bukan penampilan saja.


Untuk menjadi seorang polisi, sudah pasti haruslah mempunyai tampilan fisik yang kuat dan prima. Fisik yang kuat dan tngguh sangat diperlukan, karena wilayah kegiatan kepolisian sebagian besar dihabiskan dilapangan terbuka(bukan kantor)serta berinteraksi langsung dengan lingkungan serta banyak orang. Syarat fisik memang diutamakan bagi mereka yang ingin terjung menekuni profesi ini, akan tetapi saat ini kemampuan fisik saja tidak cukup, tanpa didukung syarat psikis lainnya. Polisi yang berbadan tegap dan gagah, sepertinya tidak akan banyak berguna jika kenyataannya mereka memiliki mental yang leman dan bobrok. Bahkan fungsinya sebagai pelindung masyarakat umum akan berubah menjadi pelindung orang tertentu saja(tergantung keperluan orang yang membayarnya). Walaupun hanya oknum – oknum tertentu saja, akan tetapi hal tersebut mencoreng citra kepolisian.


Kita sendiri bisa saja jatuh dalam kondisi tersebut. Menjaga penampilan memang tidaklah salah, akan tetapi hal tersebut saja tidak cukup tanpa diikuti oleh sikap mental berwibawa yang dipenuhi hikmat serta pengetahuan. Pada saat kita beraktivitas mungkin kita selalu berusaha tampil serapi mungkin, akan tetapi jika kita tidak membekali diri dengan kata-kata yang sopan serta gerakan tubuh yang santun, maka cepat atau lambat kita akan kehilangan kewibaan dan akan ditinggalkan pelanggan atau bahkan rekan kerja kita. Mulai hari ini mintalah bimbingan Tuhan agar kita dapat menata sikap kita sebaik kita menata penampilan kita didepan banyak orang!


Polisi yang berbadan tegap dan selalu berpenampilan rapi saja akan dipandang sebelah mata, jika tidak mempunyai wibawa dan mudah diajak kompromi. Oleh karena itu janganlah berkompromi lagi, kita harus menjaga penampilan kita didepan umum! Sama halnya dengan itu kita juga jangan berkompromi dengan sikap mental yang tidak baik!


“Orang bijak lebih berwibawa

Dari pada orang kuat,

Juga orang yang berpengetahuan

Dari pada orang yang tegap kuat”

Amsal 24:5


GOD Bless u

Wednesday, November 25, 2009

(ArBer)Saling menghormati = kasih


Saling menghormati = kasih


Orang jepang menunjukkan rasa hormatnya kepada orang lain dengan menundukkan kepala mereka. Menundukkan kepala juga mempunyai arti penting, yaitu berserah dengan rendah hati, atau menganggap bahwa dirinya tidak lebih baik dari orang yang diberi hormat.


Salah satu sifat kasih adalah selalu rendah hati. Rendah hati berarti tidak menyombongkan diri sendiri, serta memberi kesempatan pada orang lain untuk menempatkan diri mereka di posisi yang layak dihormati. Dalam praktik kehidupan sehari-hari, hal ini mudah sekali dibicarakan, namun sangat sulit untuk dilakukan. Cobalah kita cek dari diri kita terdahulu, kapan kita menyahut panggilan orang tua kita dengan kata-kata halus?(ya…ada apa mi/pi) Atau kah selama ini kita menjawab panggilan mereka layaknya dengan teman – teman kita?(iye…kenape?)

Rasa hormat kepada orang lain adalah suatu investasi jangka panjang. Rasa hormat tersebut suatu saat akan memantul dan kembali ke kita. Percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari tidak semua orang tua yang berdiri dalam bus diberi kesempatan untuk duduk oleh anak muda yang sedang duduk. Biasanya gerak-gerik yang halus serta sopan dari orang tua tersebutlah yang akan membuat mereka dipersilahkan duduk oleh anak muda tersebut.


Dimanapun kita berada sikap hormat adalah sesuatu hal yang wajib selalu kita bawa. Bahkan sikap menghormati orang lain yang langsung dibalas dengan penghormatan pula akan membentuk suatu sinergi kasih yang mengalahkan segala kejahatan.Mulailah untuk menghormati orang lain dengan menghormati orang yang justru paling mengenal kita! Lalu kemudian sikap tersebut lama kelamaan akan menjadikan kita terbiasa untuk memberi hormat lebih dahulu bagi orang lain.


Jika kedua angsa pada foto tersebut tak saling menunduk dengan hormat, maka leher mereka tidak mungkin bisa membentuk lambang kasih yang sempurna itu.


“Hendaklah kamu saling mengasihi

Sebagai saudara

Dan saling mendahului

Dalam memberi hormat”

Roma 12:10


GOD Bless u