Thursday, June 21, 2012

(ArBer)Berdoalah untuk kotamu!


Berdoalah untuk kotamu!

Ibukota Jakarta akan segera berumur 485 tahun.  Sebuah umur yang tidak bisa lagi dikatakan muda.  Sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga menjadi pusat untuk berbagai hal lain seperti pusat bisnis, pendidikan, hiburan dan lain – lain.  Kemudian pertanyaanya adalah apakah kota Jakarta juga menjadi pusat doa syafaat dari orang – orang percaya?

Doa tidak bisa terpisahkan dari kehidupan orang – orang percaya.  Dalam segala rutinitas, orang – orang percaya selalu mengandalkan doa sebelum memulianya.  Tanpa disadari kemudian doa yang dipanjatkan rata – rata hanya berkaitan dengan individu atau kemunitas orang percaya saja.  Sedangkan berdoa untuk kota, Negara serta segala aspek pendukung bangsa Indonesia yang besar ini, jarang sekali menjadi fokus doa orang – orang percaya.  Mungkin kita juga termasuk salah satu orang yang tidak pernah mendoakan kota dimana kita berada.  Segala doa dan permohonan kita hanya terbatas pada kebutuhan pribadi, Gereja ataupun komunitas sesama orang – orang percaya. 

Sudah saatnya bagi kita untuk merubah kebiasaan lama kita dalam berdoa.  Mulailah untuk emndoakan tempat dimana kita berada!  Sebab di mana kita berada, tentu ada tanggung jawab yang kita pikul untuk memajukan atau mendukung kesejahteraan kota tersebut(selain memenangkan banyak jiwa).  Kita bisa memberikan andil dalam kemajuan atau kebobrokan suatu kota.   Jadi percaya atau tidak doa untuk kota di mana kita dapat mempengaruhi perubahan rohani para pemimpin atau bahkan para penghuni kota tersebut.  Percayalah satu hal bahwa, dengan mendoakan kota di mana kita berada, hal tersebut sama saja dengan mendoakan kemanan, kenyamanan serta kesehjateraan bagi kita sendiri di kota itu!

Apabila setiap orang mendoakan kota Jakarta, maka tentu saja kota Jakarta akan menjadi juga pusat doa bagi orang – orang percaya.  Jika itu terjadi, maka kota Jakarta bisa menjadi terang dunia bagi kota – kota lainnya di Indonesia, atau bahkan dunia!

 “Usahakanlah kesejahteraan kota
Ke mana Aku buang,
Dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN
Sebab kesehjateraannya adalah
kesehjateraanmu”
Yeremia 29:7


GOD Bless u

Wednesday, June 20, 2012

(ArBer)Mengingatkan dengan penuh kasih


Mengingatkan dengan penuh kasih

Kesalahan tidak mungkin terhindari dari kehidupan ini.  Kecil ataupun besar, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan.  Kesalahan terkadang tidaklah disadari oleh seseorang, sampai ada pihak lain yang mnegingatkannya. 

Namun, permasalahan baru justru muncul, pada saat seseorang mengingatkan orang lain akan kesalahan mereka.  Mereka yang melakukan kesalahan biasanya akan berusaha defensive saat orang lain mengingatkan atau menegur mereka atas kesalahan yang dilakukannya.  Walaupun sulit mengingatkan untuk mereka yang bersalah, tetap saja kita sebagai seseorang yang penuh kasih harus melakukan hal tersebut, sebab semuanya itu demi kebiakan semua pihak.

Untuk melakukan hal baik saja, kita masih mendapat pertentangan.  Memang tidak mudah bagi kita untuk mengubah atau paling tidak meluruskan jalan mereka yang mulai menyimpang.  Selalu saja ada anggapan – anggapan negatif untuk segala usaha serta perhatian kita.  Sebagai anak terang, kita tidak perlu tersinggung ataupun menyerah dalam memberi nasihat, jika semua usaha yang kita lalkukan berdasarkan firman dan kasih Tuhan.  Teruslah menasehati dengan penuh kasih serta mengingatkan sesama kita yang mulai melupkan Tuhan! Satu hal yang harus diingat adalah sebelum kita menasehati mereka, kita wajib terlebih dahulu mengkoreksi diri kita, apakah motivasi kita dalam mengingatkan kesalahan mereka!  Jangan sampai kita mengingat kesalahan mereka hanya karena kita merasa diri paling benar atau lebih baik dari mereka!

Bukan karena kita sempurna, sehingga kita boleh menasehati mereka yang bersalah, namun karena kita telah menerima kasih anugerah Allah, sehingga kita pun wajib mengasihi mereka yang bersalah dengan menasehati mereka!

 “Namun, karena kasih karunia
Yang telah dianugerahkan Allah kepadaku
Aku ada di sini dengan agak berani
Telah menulis kepadamu untuk
 mengingatkan kamu”
Roma 15:15


GOD Bless u

Tuesday, June 19, 2012

(ArBer)Sudah lansiakah anda?

Sudah lansiakah anda?

Judul di atas adalah pertanyaan terbaik untuk mereka yang sedang duduk di tempat khusus lansia(pada gambar di atas).  Tanpa memperdulikan seorang lansia yang sedang duduk di sudut ruangan, mereka semua sepertinya merasa sudah pantas di sebut sebagai lansia.

Lansia adalah orang – orang dewasa yang telah memasuki umur diatas 50 tahun, dengan kta lain mereka sudah memasuki usia yang bisa dikatakan sedang dalam usia tidak produktif lagi dalam bekerja.  Dikatakan tidak produktif  lagi sebab kemampuan fisik mereka sudah berkurang.  Kemampuan fisik yang mulai terbatas belum tentu juga mencerminkan kemampuan berpikir serta mental yang juga mulai terbatas.  Bahkan terkadang justru mereka yang sudah lansialah yang lebih bijaksana dan penuh hikmat saat memutuskan atau menentukan sesuatu hal.

Sebagai anak – anak muda, kita seharusnya bersyukur bahwa kita masih dikelilingi para lansia(baik orang tua kita, guru kita, pembimbing rohani dan lain – lain).  Keberadaan mereka janganlah kita pandang sebelah mata dengan memposisikan mereka hanya sebagai panutan ataupun contoh teladan saja!  Mintahlah juga pendapat ataupun nasihat mereka di kala kita memerlukan pertimbangan untuk mencari solusi dalam permasalahan kita!  Percayalah bahwa para lansia sudah lebih banyak memnghadapi berbagai masalah, dan jika mereka masih ada saat ini, hal tersebut berarti mereka mampu melewati segala masalah tersebut!  Jadi janganlah ragu untuk meminta pendapat mereka, sebab bisa jadi Tuhan memakai mereka untuk mengarahkan kita anak – anak muda yang masih “hijau”.

Menghormati lansia berarti memberikan mereka “tempat” khusus yang terhormat, dan bukannya menempatkannya tempat khusus yang justru tidak terlihat siapapun!



 “Engkau harus bangun berdiri
Di hadapan orang ubanan
Dan engkau harus menaruh hormat
 kepada orang tua
dan engkau harus takut akan
Allahmu, Akulah TUHAN”
Imamat 32:19


GOD Bless u

Monday, June 18, 2012

(PuBer)Kesalahanku!


Kesalahanku!


Saat matahari bersinar cerah
Aku bersembunyi di balik selimut
Saat bulan bersinar terang
Aku hanya bermain dalam mimpi

Angin sejuk sedang berhembus di taman
Namun aku menutup jendela
Anak-anak kecil sedang tertawa riang di taman
Namun aku hanya diam menatap

Tak kusangka akan seperti ini
Hidup ini terpenjara dosa
Tak kuduga jiwaku terjebak
Hanya karena salah memilih

Dosaku mungkin tak terampuni
Aku baru saja menyesal
Dosaku upah dari kesalahanku
Akulah penyebabnya, bukan Dia!



 “Ya, aku mengaku kesalahanku
Aku cemas karena dosaku”
Mazmur 38:18


GOD Bless U

Sunday, June 17, 2012

(ArBer)Laki – laki mana yang tidak tergoda?


Laki – laki mana yang tidak tergoda?

Daya pikat wanita yang berparas cantik, biasanya sulit ditolak oleh kamum Adam.  Sepertinya indera penglihatan seorang pria akan secara otomatis memandang menuju ke- arah wanita cantik yang kebetulan melintas di hadapan mereka.  Apabila memandang wanita tersebut dilarang, mungkin itulah godaan terberat kaum laki-laki.

 Kita semua tentunya setuju bahwa Yusuf adalah seorang pria dewasa yang normal.(tidak mengalami kelainan orientasi seksual).  Sebagai pria dewasa tentunya dia pasti tertarik dengan lawan jenisnya.  Istri dari seorang pegawai kerajaan Firaun tentunya juga bukan seorang wanita biasa.  Dia tentunya mempunyai paras yang cantik, sebab sama seperti suaminya dia pasti sering keluar masuk istana oleh akarena jabatan sang suami dalam kerajaan Firaun.  Apabila Yusuf tidak mengenal Tuhan Allah yang dikenalkan oleh Yakub Ayahnya itu, sudah pasti dia akan jatuh ke dalam dosa saat Isteri Potifar mengajaknya untuk "tidur".  Namun kenyataanya Yusuf lebih takut berbuat dosa terhadap Yuhan Allah, dibandingkan menikmati “sajian pemuas birahi” yang datang bagaikan “hadiah gratis”

Sebagai manusia yang lemah dalam hal kedagingan, kita harus benar – benar waspada dalam mengendalikan keinginan kita.  Terkadang hal – hal menggiurkan akan datang melintas secara kebetulan.  Di saat – saat seperti itulah keimanan kita dipertaruhkan dalam “meja judi” antara dosa dan ketaatan.  Tentu bukanlah perkara mudah untuk melawan ataupun tidak menerima segala hal duniawi yang datangnya secara gratis serta tentunya memuaskan kedagingan, namun bukan berati hal tersebut adalah mustahil.  Satu hal yang pasti, semakin mata kita di fokuskan kepada Injil Tuhan, maka pandangan kita akan godaan duniawi akan semakin terbatas!  Jadi kuatkanlah iman melalui pembacaan firman Tuhan, agar roh dalam tubuh ini mengalahkan kedagingan kita!

Apabila semua kaum Adam lebih mudah tergoda oleh kecantikan kaum hawa, maka alangkah baik-Nya seluruh kaum Adam harus lebih beriman kuat dari pada kaum hawa!


 “……..
Sebab engkau isterinya.
Bagaimankah mungkin aku melakukan
Kejahatan yang besar ini
Dan berbuat dosa terhadap Allah?”
Kejadian 39:9


GOD Bless u