Sunday, September 23, 2012

(ArBer)Meminimalisir kecurangan.

-->
Meminimalisir kecurangan.

Pemilihan Pilkada di DKI Jakarta memang baru saja berlalu.  Kegiatan lima tahunan ini berjalan dengan sukses dan damai.  Meskipun demikian masih banyak sekali pengaduan dari masyarakat yang masuk melalui posko pengaduan yang disediakan oleh PANWASLU(Panitia Pengawas Pemilu).  Kesimpulan yang bisa diambil adalah Pilkada DKI Jakarta sebenarnya belum 100% bebas dari kecurangan.

Kecurangan  sangat bertumbuh subur di iklim demokrasi seperti di Indonesia ini.  Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memilih maupun dipilih.  Celakanya terkadang terdapat oknum – oknum tertentu yang ingin mendapatkan popularitas secara instan, tanpa pembuktian kenerja dan kemampuan terlebih dahulu.  Akhirnya apapun akan dilakukan demi mendapatkan dukungan, sekalipun menggunakan cara-cara yang curang serta melanggar peraturan hukum.  Kemudian pertanyaannya adalah, apakah kita berani berkompetisi dengan jujur jika ada kesempatan bagi kita untuk berkompetisi memperebutkan jabatan penting dalam pemerintahan?

Banyak orang yang berani menandatangani deklarasi kejujuran atau anti kecurangan, namun tidak banyak yang benar – benar mewujudkannya.  Akan selalu terbuka kesempatan untuk berbuat curang di kala kita sendiri tidak memegang teguh prinsip kejujuran.  Diperlukan kekuatan iman untuk menghindari cara – cara curang demi meraih suatu ambisi hidup.  Terkadang upaya maksimal tidaklah cukup tanpa adanya ijin resmi dari Tuhan Sang Sumber berkat.  Jadi janganlah terpancing cara – cara instan untuk meraih suatu ambisi atau jabatan tertentu, sebab jika bukan se–ijin Tuhan, upaya apapun yang kita usahakan tidak akan membawa hasil, sekalipun itu hal – hal yang melanggar peraturan(kecurangan).

Kecurangan biasanya timbul di kala seseorang merasa usaha maksimalnya tidak akan membuahkan hasil yang maksimal!  Jadi selain usaha maksimal andalkanlah Tuhan, agar hasilnya juga menjadi jauh lebih maksimal!




“Jangan curang
Tetapi hendaklah selalu tulus dan setia,
Supaya dengan demikian mereka dalam segala hal
Memuliakan ajaran Allah
Juruselamat kita”
Titus 2:10


GOD Bless u

Friday, September 21, 2012

(LaBer)Biarpun Gunung Gunung Beranjak

Biarpun Gunung Gunung Beranjak
Key = F
Tempo 130

Verse :

F_____________________ Am
Biarpun gunung-gunung beranjak

Bb__________________ F
Dan bukit bukit pun bergoyang

Gm____________ F/A ______Dm ___Gm___ C
(1) Namun kasih setia-Mu tak akan beranjak dariku

Gm____________ F/A______ Dm____Gm__C__F
(2) Namun kasih setia-Mu tak akan beranjak dariku


Chorus :
F_______________ Gm
Tak akan beranjak tak akan bergoyang

C_________________F
Tak akan beranjak tak akan bergoyang

F____________ Gm__________ C______F
Demikianlah firman Tuhan yang mengasihiku





“Sebab biarpun gunung – gunung beranjak
Dan bukit – bukit bergoyang
Tetapi kasih setia- Ku
Tidak akan beranjak dari padamu
Dan perjanjian damai- Ku tidak akan bergoyang
Firman TUHAN, yang mengasihi engkau”
Yesaya 54:10

GOD Bless u

Thursday, September 20, 2012

(ArBer)Apakah anda termasuk seorang yang primitif?



Apakah anda termasuk seorang yang primitif?

Pemandangan seperti gambar kartun di atas sudah biasa kita saksikan.  Selain dapat disaksikan pada layar televisi, hal seperti itu juga dapat kita saksikan melalui media masa lainnya seperti surat kabar.  Ironisnya kekerasan antar sesama masyarakat juga dapat disaksikan secara langsung hampir disetiap harinya.(baik tawuran pelajar, anata warga, maupun antar kelompok organisasi massa)

Peradaban moderen seharusnya membawa pemikiran moderen dalam menyelesaikan perselisihan ataupun persengketaan.  Menyelesaikan masalah dengan otot sebenarnya adalah cermin kedangkalan mental seseorang.  Kekerasan fisik dengan mengandalkan otot menggambarkan bahwa umat manusia masih primitif, sebab belum mampu memaksimalkan fungsi otak.  Lalu bagaimanakah menurut pandangan pengajaran Kekristenanan?

Ajaran kekeristenan secara umum sangatlah jelas menantang sekali penggunaan kekerasan dalam penyelesaian suatu masalah ataupu perselisihan.  Pada perjanjian lama memang dikatakan bahwa “mata ganti mata, dan gigi ganti gigi”, akan tetapi konteks tersebut hanya berlaku bagi Tuhan untuk manusia.  Maksudnya adalah agar manusia tidak melakukan dosa terhadap sesama, sebab akan mendapatkan hukuman yang setimpal dari Tuhan Allah.  Bahkan perjanjian baru justru menggenapkan pentingnya peran kasih terhadap umat manusia.  Pengorbanan Yesus membuktikan bahwa kasih harus dikedepankan dalam hal apapun dan tentunya hal ini juga berlaku terhadap hubungan sesama manusia.  Jadi jelaslah sudah bahwa kekerasan fisik tidak menjamin sebuah perselisiahan dapat diseselaikan dengan baik! Sebab biasanya akan selalu muncul dendam lanjutan.  Hanya kasih yang mampu mewujudkan kedamian sebenarnya.

Meskipun harus menderita, Tuhan Yesus rela menjadi contoh nyata peran kasih dalam dunia ini, oleh karenanya sebagai manusia, kita pun wajib mempraktekkannya, jadi janganlah suka menggunakan kekerasan fisik!

“Orang yang menggunakan kekerasan
Menyesatkan sesama,
Dan membawa dia di jalan
Yang tidak baik”
Amsal 16:29


GOD Bless u

Tuesday, September 18, 2012

(ArBer) Jalan- Nya yang sempurna!



Jalan- Nya yang sempurna!

Siapapun tentunya akan sepakat mengatakan bahwa jembatan pada gambar di atas sangatlah indah dan bisa dikatakan sempurna.  Melewati sebuah muara, jalan yang  didesain melengkung tersebut terlihat semakin indah.  Itulah adalah buah karya arsitek-arsitek berpengalaman yang tidak hanya mengutamakan fungsi jalan, namun juga mengabungkanya dengan unsur seni dan estetika.

Jalan yang indah tersebut, mungkin hanya satu dari ratusan karya manusia yang dirancang dengan gabungan konsep dan seni modern.  Ada ratusan bangunan, jalan ataupun gedung indah karya anak manusia yang bisa membuat siapa saja terkagum – kagum.  Itu baru buah karya tangan anak manusia, bayangkanlah bagaimana indahnya buah karya daripada Tuhan Pencipta Alam Semesta!.

Hidup kita dipenuhi berbagai macam dinamika kehidupan.  Tidak selamanya kehidupan kita mengalami sukacita, terkadang dukacitapun datang tanpa diundang.  Meskipun demikian, tentunya kita jangan terlalu berlarut akan dukacita kita, pandanglah awan ataupun segala keindahan alam disekitar kita.  Lihatlah bahwa segala yang Tuhan ciptakan adalah sempurna adanya.  Kita tidak mungkin dilupakan- Nya, apalagi jika kita hidup seturut kehendak-Nya!  Jadi tenangkanlah jiwa kita yang sedang bergejolak oleh karena permaslahan hidup, dengan mendekatkan diri lagi dengan-Nya.  Dia yang menciptakan segala isi dunia ini sempurna, pastinya juga sudah menyediakan jalan sempurna dalam kehidupan kita.

Karya manusia yang sempurna hanya bisa dinikmati selama berada di dunia ini saja, namun karya Tuhan yang sempurna akan tetap bisa dinikmati bagi semua orang yang berlindung kepada-Nya, meskipun sudah meninggalkan dunia ini!

“Adapun Allah,
Jalan- Nya sempurna;
Sabda TUHAN itu murni;
Dia menjadi perisai bagi semua orang
Yang berlindung pada- Nya”
2 Samuel 22:31


GOD Bless u

Monday, September 17, 2012

(ArBer) Akibat kesalahan sendiri!



Akibat dari kesalahan sendiri!


Buaya pada gambar diatas tidak perlu banyak berusaha, sebab makanan yang dinginkannya “datang” dengan sendirinya. Ikan tersebut harus kehilangan hidupnya akibat dari kesalahannya sendiri yang melompat ke dalam mulut pemangsanya. Sebagai manusia kita bisa saja menertawakan kebodohan ikan tersebut, namun sadar ataupun tidak, kitapun kerap kali mempraktekkan hal tersebut!


Meskipun kita mengetahui serta paham benar dengan segala konsekuensi yang akan kita terima jika melakukan perbuatan dosa, akan tetapi hal tersebut tidak menjamin kita untuk tidak melakukan kesalahn tersebut. Ironisnya justru banyak diantara kita yang dengan sengaja melakukan dosa, walaupun telah melihat dengan jelas mereka(orang-orang berdosa) yang mendapat hukuman setimpal dari segala dosa mereka.


Apa yang kita tabur, tentunya itulah yang akan kita tuai. Segala perbuatan kita tentu akan melahirkan konsekuensi yang tentunya akan kita terima secara pribadi. Menurut hukum Taurat apabila kita melakukan hal yang jahat dihadapan Tuhan Allah, sudah pasti kita pribadilah yang akan menanggung konsekuensi tersebut. Kematian Yesus memang menghapuskan segala tanggungan dosa kita, namun hal tersebut tentu tidak menjamin kita tidak dihakimi saat kita berhadapan dengan- Nya! Jadi mulai saat ini ingatlah bahwa Tuhan sendiri tidak akan mencegah, apabila kita memang memilih untuk hidup menentang segala Fiman dan ajaran-Nya, namun tentunya kita juga harus tahu bahwa pada saatnya nanti kita sendirilah yang akan menanggung segala konsekuensi dari pilihan kita tersebut!


Hanya ada dua pilihan dalam hidup ini, yaitu menghindari maut atau justru datang kepada maut! Dan dua-duanya mengandung konsekuensi yang harus kita tanggung seorang diri!


“Jikalau seseorang berbuat dosa

Dengan melakukan salah satu hal

Yang dilarang TUHAN tanpa mengetahuinya

Maka ia bersalah dan

Harus menanggung kesalahannya sendiri”

Imamat 5:17


GOD Bless u