Tuesday, March 26, 2013

(ArBer)Menyangkal Yesus sebelum ayam berkokok.


Menyangkal Yesus sebelum ayam berkokok.


Logikanya apabila ayam berkokok, maka  pasti hari telah menjelang pagi.  Ayam berkokok secara rutin biasanya saat matahari mulai naik di pagi hari.  Jadi paling tidak ayam jantan selalu berkokok satu kali dalam sehari, yaitu saat matahari terbit di pagi hari.

Rasul Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok.  Jadi dalam rentan waktu kurang dari 24 jam dia telah tiga kali menyangkal Yesus(jika patokannya ayam berkokok sekali dalam satu hari).  Lalu kemudian pertanyaanya adalah, apabila seorang murid Yesus yang selalu mengikuti- Nya saja masih tergoda untuk menyelamatkan diri dengan menyangkal Dia yang adalah Tuhan kita, apalagikah kita semua yang masih kerap jatuh bangun dalam dosa?

Apabila dihitung, mungkin dalam sehari ada lebih dari tiga puluh kali kita menyangkal- Nya.   Mungkin kita tidak menyangkalnya secara harafiah, namun perbuatan, sikap dan tindakan kita yang masih berfokus akan kepentingan diri sendiri sudah termasuk penyangkalan akan iman kita ynag tentunya juga merupakan penyangkalan akan Dia sang Juruselamat.  Mulai saat ini perliharalah iman kita dengan baik dan benar!  Luangkanlah waktu lebih banyak untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan!  Sebagai anak – anak terang, kita akan banyak menghadapi pencobaan yang menguji iman kita kepada Dia yang kita yakaini! Jadi bersiaplah untuk menghadapi pencobaan iman tersebut, dan janganlah kita kalah oleh pencobaan tersebut! Apalagi harus sampai menyangkal Dia yang Maha pengasih itu!

Kita mungkin mengira Petrus adalah seorang pengecut yang tidak berani mengakui Yesus, namun jika kita sendiri yang berada dalam situasi tersebut, maka kita juga pasti akan menyangkal Dia, bahkan bisa ljai ebih dari tiga kali sebelum ayam berkokok!


 “Maka teringatlan Petrus
Akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya:
Sebelum ayam berkokok,
Engkau telah menyangkal Aku tiga kali
Lalu ia pergi ke luar
 Dan menangis dengan sedihnya”
Matius 26:75

GOD Bless u

Monday, March 25, 2013

(ArBer)Makanan yang secukupnya.


Makanan yang secukupnya.


Paus tersebut tentunya tidak akan merasa kenyang jika hanya memakan seekor ikan kecil(gambar di atas).  Bahkan fakta sebenarnya di habitat aslinya adalah bahwa anjing laut tersebutlah makanan utama dari ikan paus pembunuh.  Ikan kecil yang anjing laut berikan kepada paus tesebut sebenarnya adalah makanan yang cocok untuk anjing laut itu sendiri, meskipun demikian ikan paus menerima makanan “kecil” tersebut meskipun tersedia makanan “utama” di depan matanya.

Ikan paus yang bersedia menerima makanan secukupnya pada gambar di atas patutlah dicontoh oleh kita semua!  Manusia terkadang lebih memilih memuaskan nafsu jasmani, dibandingkan untuk mencukupi kebutuhan jasmani.  Pemuasan nafsu jasmani ataupun kedagingan akan menimbulkan sebuah ketergantungan.  Ketergantungan selanjutnya akan menjadikan manusia”budak” atas nafsunya sendiri, sehingga bukanmlagi pikiran yang mengendalikan keinginan, melainkan sebaliknya yaitu keinginan yang mengendalikan pikiran serta akal sehat.

Memang sulit untuk meraih segala hal yang kita inginkan ataupun kita capai dalam dunia ini, akan tetapi lebih sulit lagi meninggalkan hal – hal duniawi yang sudah kita raih tersebut!  Jadi mulai hari ini, belajarlah untuk mencukupi segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan dunniawi ataupun jasmani semata!  Namun sebaliknya carilah kerajaan Tuhan dan kebenarannya dengan sepenuh hati dan segenap jiwa raga kita!  Apabila fokus kita kepada hal – hal rohani semaikin besar maka secara otomatis fokus kita akan hal – hal duniwai akan semakin kecil.  Akhirnya kecukupan akan menjadi fokus dalam pemenuhan kebutuhan hidup secara jasmani, dan bukan kerakusan lagi.

Saat kita merasa hanya perlu hidup cukup akan segala hal di dalam dunia ini, maka kelak kita akan menerima berkat yang lebih dalam kerajan- Nya



 “Berikanlah kami
 setiap hari
Makanan kami yang secukupnya”
Lukas 11:3

GOD Bless u

Sunday, March 24, 2013

(ArBer)Sekedar kenal atau kenal betul?



Sekedar kenal atau kenal betul?


Semakin dekat hubungan seseorang dengan sesamanya, sudah seharusnya semakin pula mereka saling mengenal antara satu dengan yang lainya.  Bukan hanya kebiasaan sehari – hari, namun karakter pribadi mereka juga sudah bukan rahasia lagi.  Jadi sudah tidak ada hal lagi yang perlu ditutupi oleh karena mereka sudah saling mengenal luar dan dalam.

Semakin kita ingin menjalin suatu hubungan yang dekat dengan seseorang, akan semakin besar pula rasa keingin tahuan kita tentang orang tersebut.  Bukan hanya kebiasaan baiknya saja yang kita ketahui, bahkan kebiasaan buruk dan hal – hal sepelepun selalu ingin kita ketahui.  Saat tidak ada rahasia lagi yang tersimpan dalam hubungan kita, maka saat itulah dikatakan bahwa kita sudah saling mengenal.  Bicara saling mengenal, apakah saat ini kita juga sudah mengenal Tuhan Yesus Sang Juruselamat kita?

Banyak diantara kita yang mengaku mengasihi Dia yang adalah Juruselamat kita, namun tidak banyak diantara kita yang mengenal Dia lebih dalam.  Sudah saatnya kita mengenal Dia lebih dalam lagi!  Bukan hanya mengenal kebaikann- Nya, kita juga harus mengetahui apa yang tidak disukai- Nya atau dibenci- Nya!  Apabila kita sudah mengenal lebih intim lagi dengan Yesus sang Juruselamat manusia, maka sudah pasti Dia juga tidak akan pernah melupakan kita yang dikenal baik oleh- Nya.  Jadi jika saat ini kita merasa semua keinginan kita tidak dikabulkan Tuhan, maka kita harus benar – benar belajar lebih mengenal Dia lagi melalui kebenaran Firman Tuhan!  Sebab jika kita mengenal Dia dengan baik, maka kita akan paham, menagapa belum menjawab segala doa – doa kita!

Semakin kita mengenal Sang Juruselamat manusia, maka kita akan semakin mengerti betapa berharganya manusia dimata TUHAN Allah!

 “Orang yang mengenal nama- Mu
Percaya kepada- Mu,
Sebab tidak Kautinggalkan orang yang
Mencari Engkau. Ya TUHAN”
Mazmur 9:10

GOD Bless u

Tuesday, March 19, 2013

(ArBer)Sikap hormat dari seorang anak.


Sikap hormat dari seorang anak.


Bagaimanakah rasanya apabila kita sebagai orang tua tidak dihormati oleh anak – anak kita yang notabennya adalah keturunan dari darah daging kita sendiri?  Perasaan kecewa tentu akan menghinggapi hati kita, belum lagi kekesalan, kemarahan atau bisa jadi kebencian yang akan berkumpul di benak kita.

Tuhan Allah juga menganggap kita ciptaan- Nya sebagai anak –anak- Nya.  Ironisnya Tuhan Allahpun kerap mendapat penolakan dari manusia ciptaan- Nya.  Tuhan Allah yang telah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir serta membawanya ke tanah perjanjianpun masih mendapat perlakuan yang menyakitkan yaitu tidak dihormati.  Jadi sebenarnya sangatlah wajar apabila Tuhan Allah menjadi marah dan memusnahkan seluruh umat manusia.

Berbahagilah oleh karena Tuhan Allah maha pengasih!  Dia menunjukkan kesabaran luar biasa bagi kita umat manusia agar berbalik dan meninggalkan segala dosa – dosa kita!  Bahkan Dia juga merelakan Anak- Nya yang tunggal untuk mati demi dosa kita.  Lalu pertanyaanya kemudian adalah, harus dengan cara apalagikah Tuhan kita bertindak agar mendapatkan perlakukan baik maupun hormat dari pada kita?  Mulai hari ini sadarilah bahwa Tuhan Allah telah menganngap kita sebagai anak- anak- Nya, jadi hormatilah dan perlakukanlah Dia sebaik – baiknya sebagai Bapa kitayang maha pengasih dan penyayang!

Biasanya kita menaruh hormat kepada seseorang yang kita kagumi! Dan apabila kita tidak menghormati Tuhan Allah, berati kita tidak kagum akan segala kuasa serta anugerah kasih- Nya!

 “Seorang menghormati bapanya
Dan seorang hamba menghormati tuanya
Jika Aku ini bapa, di manakah hormat
yang kepada- Ku itu?
………………………………”
Maleakhi 1:5

GOD Bless u

Monday, March 18, 2013

(PuBer)Terlalu santai = tidak akan menuai!


Terlalu santai =  tidak akan menuai!


Pandangan kosong di hari kosong
Tatapan tajam namun tak lurus
Tubuh diam sambil terbaring
Pikiran melayang tidak terurus

Warna biru menangkan hati
Cahaya cerah menemani ketenangan
Tertutup sebentar, pikiran sudah berlari
Mimpi hadir seiring tiupan angin

Diam sejenak tidaklah cukup
Rasa kantuk akan terus menagih
Jangan sampai mata tertutup
Sebab jiwa akan kembali letih

Ingin rasanya terus terlentang
Menghabiskan waktu dengan angan – angan
Ingin rasanya terus terbang
Meskipun hati tak meraih kenikmatan

Semakin santai, semakin lalai
Semaikn lalai, semakin tidak menuai

 “Siapa senantiasa memperhatikan angin
Tidak akan menabur;
Dan siapa senantiasa memperhatikan awan
Tidak akan menuai”
Pengkhotbah 11:4






GOD Bless U