Tuesday, March 7, 2017

(ArBer)Tim pengamanan khusus

Tim pengamanan khusus

Sesaat sebelum kedatangan Raja Salman dari Arab Saudi, semua jajaran unit pengamanan melakukan apel bersama.  Semua unsur pengamanan dari TNI. Polri, sampai Paspampres diikut sertakan dalam apel tesebut.  Hal tersebut adalah wajar adanya, sebab negeri ini akan kedatangan tamu istimewa.

Pihak Arab Saudi tentu juga menyiapkan pasukan khususu untuk mengawal Raja mereka.  Rombongan pejabat penting dari kepolisian juga diikutut sertakan untuk mengamankan kunjungan Raja mereka di negeri ini.  Raja adalah orang penting yang wajib dilindungi dengan segala pengamannya, dan jikalau Raja di dunia ini saja pantas mendapatkan prioritas perlindungan yang baik, apalagi Yesus, yang adalah Raja segela raja?

Yesus tentu juga mendapat perlingungan kelas wahid oleh para malaikat – malaikat sorgawi.  Meskipun demikian Yesus tetap saja masih “digoda” oleh Iblis untuk membuktikan perlindungan oleh Bapa- Nya yang di Sorga.  Yesus yang tentu bisa saja menggerakkan seluruh malaikat- Nya justru memilih untuk tidak memerkan “pengamanan” dari Allah Bapa-Nya.  Iblis yang menggoda- Nya justru dihardik untuk tidak mencobai- Nya.  Sama halnya dengan Yesus, kita juga tentunya mendapat perlindungan dari malaikat – malaikat- Nya sebab Roh Kudusnya ada di dalam jiwa kita, hanya saja janganlah sekali – kali kita mencobai- Nya, dan melakukan hal – hal yang tidak masuk akal hanya untuk membuktikan adanya perlindungan dari – Nya!

Percayalah Tuhan pasti melindungi serta menjaga keamanan hidup kita! Janganlah ragu atau sampai harus mencoba membuktikannya dengan cara – cara tidak pantas!  (secara sengaja menantang maut)

“Kemudian Iblis membawa- Nya ke Kota Suci dan
Menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada – Nya
Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri- Mu ke bawah
Sebab ada tertulis : mengenai Engkau Ia akan memerintahkan
Malaikat – malaikat- Nya dan mereka akan
Menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu
Jangan terantuk kepada batu”
 Matius 4 : 5 & 6


GOD Bless u

Monday, March 6, 2017

(ArBer)Bersinarlah di dunia yang gelap ini!

Bersinarlah di dunia yang gelap ini!

Teknologi seperti gambar di atas sudah banyak digunakan oleh masyarakat moderen saat ini.  Lampu akan menyala apabila terdapat sensor gerakan.  Jikalau tidak ada gerakan lampu akan kembali mati dan menjadi gelap.  Hal ini memudahkan setiap orang untuk mengontrol penggunaan listrik pada kediaman mereka masing – masing.

Sama seperti lampun yang akan menyala jikalau kita datang ataupun masuk dalam suatu ruangan gelap, kita juga diharapkan bisa bersinar ataupun bercahaya di manapun kita berada.  Tuhan Yesus menyebut kita semua adalah anak – anak terang, oleh karena itu di mana serta kapanpun kita berada sudah saharusnya kita dapat memancarkan sinar terang.  Menjadi terang di dalam dunia yang gelap ini tentu tidaklah sulit, sebab kita sudah dikelilingi oleh kegelapan.  Satu hal kecil saja yang kita lakukan dan berbeda dengan cara dunia maka terang kita sudah pasti akan bersisnar.

Dunia menawarkan cahaya semu(lampu kelap - kelip) untuk umat manusia.  Sepertinya saja terang, namuns sebenarnya cahaya semu tersebut akan membawa kita ke dalam kegelapan yang paling gelap yang hanya terdapat ratapan abadi(neraka).  Terang yang sesungguhnya berasal dari Tuhan Yesus yang telah memataraikan Roh Kudus dalam setiap hati orang – orang percaya.  Sumber terang yang dari Yesus, akam membuat kita menyinarkan terang yang murni yang tidak mungkin bisa ditutupi oleh kegelapan di dalam dunia ini!  Jadi sudahkah anda meminta Roh kudus untuk meminpin anda menjadi terang dunia ini?  Bersinarlah sekarang!

Dimanapu dan kapanpun anda berada, anda harus memancarkan terang yang sudah di materaikan Yesus ke dalam jiwamu!  

“Memang dahulu kamu adalah kegelapan,
Tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan
Sebab itu hiduplah sebagai anak – anak terang!”
 Efesus 5 : 8

GOD Bless u

Sunday, March 5, 2017

(ArBer)Perlu mengikuti perkembangan jaman atau tidak?

Perlu mengikuti perkembangan jaman atau tidak?

Siapapun saat ini yang tidak eksis di dunia maya , akan dianggap ketinggalan jaman, tidak gaul atau bahkan primitif.  Ada jargon yang mengatakan bahwa jaman dahulu adalah jaman “kuda gigit besi”, maka saat ini adalah jaman “kuda gigit gadget”.   Segala sesuatu dapat dilihat atau ditampilkan pada sebuah ponsel kecil.

Melalui ponsel pintar semua dapat diakses, semua dapat diketahui.  Lebih “sakti” lagi dengan ponsel pintar sepertinya tidak ada lagi pengahlang bagi jarak maupun waktu.  Seingkat kata dunia berada dalam genggaman kita masing – masing yang mempunyai ponsel pintar.  Dunia sosial media sudah bergeser dari dunia nyata menjadi dunia maya.  Siapapun berlomba – lomba untuk eksis di dunia maya, dunia maya bahkan berperan menjadi dunia nyata yang lebih luas dari dunia nyata di planet ini.  Jumlah pengguna dunia maya sudah hampir sama dengan jumlah penduduk dunia ini secara nyata.  Orang – orang percaya juga pasti termasuk dalam pengguna sosial media di dunia maya bukan?

Selama penggunaannya positif, sosial media sama sekali tidak dilarang ataupun bertentangan dengan Firman Tuhan.  Bahkan sosial media bisa membantu pengabaran Injil dalam ruang lingkup yang lebih luas.  Hanya saja setiap orang percaya harus berhikmat serta berakal budi dalam memanfaatkan kemajuan teknolgi tersebut.  Sebagai orang percaya kita janganlah menjadi budak darinpada internet/dunia maya ataupun produk – produknya seperti sosial media.  Kita harus memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan serta keperluan yang jelas!  Sebisa mungkin kita harus menahan diri bahkan menjauhkan diri dari arus ketergantungan terhadap internet ataupun produk – produknya!  Sebab semakin kita mengantunggkan diri terhadap hal tersebut, maka ketergantungan kita kepada Tuhan pasti akan semakin memudar!

Orang – orang dunia biasanya hanya memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknoloi untuk kepenting dirinya sendiri, sedangkan orang percaya harus memanfaatkanya untuk meumuliakan Tuhan! Itulah yang membuktikan kita tidak serupa dengan orang – orang dunia ini!

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,
Tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,
Sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:
Yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”
 Roma 12 : 2


GOD Bless u

Friday, March 3, 2017

(LaBer)Rindu Slalu

Rindu Slalu
Franky Sihombing
Key: E

   E9        A
Rindu s'lalu bersamaMu

    E9           A         G#m      C#m
Tinggal di dalam kediamanMu  Oh Tuhan

           D     B
S'bab ku sukai hadiratMu

     E9       A
Tak ingin kuterpisahkan

  E9           A          G#m    C#m
Dekat denganMu itu yang kurindukan

          D      B
S'bab kudapati kedamaian


Reff:
         A          G#m
Kunikmati keindahan

C#m         F#m B      E
dan keagunganMu Oh Tuhan

         A        G#m C#m
Kunikmati kemuliaanMu

        F#m          B         E9(E)  A...
MenyembahMu dengan segenap hatiku

(Sumber: www.suaranafiri.com)

Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh
Karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi
Di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini"
  2 Korintus 5 : 2

GOD Bless u

Thursday, March 2, 2017

(ArBer)Yudas yang ingin cepat kaya

Yudas yang ingin cepat kaya

Yudas menjadi aktor utama dalam peristiwa kematian Kristus.  Murid yang dipercayai dalam urusan keuangan ini sebenarnya bukanlah murid yang sering dibicarakan ataupun yang dianggap setia, namun peananya sangat besar samapi mebawa Yesus mati di kayu salib.

Menurut pandangan kita Yudas adalah seorang penghianat, namun kalau dipikir secara matang lagi sebenarnya tanpa Yudas, mungkin juga Yesus tidak akan “lancar” menjalani misi- Nya di dalam dunia ini.  Malam hari pada saat perjamuan terakhir memang tersirat bahwa Yesus menngetahui murid- Nya itu akan menghianiti-Nya, namun bukan perbuatan itu yang disayangkan- Nya, akan tetapi motif Yudas dalam menghianati- Nya.

Jelas motif Yudas menghianiti Yesus adalah uang, dan hanya dengan uang yang tidak banyak tersebut dia tega menghianati guru yang sudah hidup bersama – sama dengannya selama bertahun – tahun.  Hal itulahyang akhirnya membuat Yudas juga melakukan dosa yang lebih besar lagi yaitu mengakhiri hidupnya sendiri.  Jadi jelaslah bahwa motif Yudas untuk menghianati Yesus lebih menyakitkan dibandingkan dengan perbuatannya untuk menyerahkan Yesus kepada para pemuka agama.  Bagaimanapun Yudas adalah murid Yesus, namun motifnya dalam menghianati Yesus sangat bertolak belakang dengan apa yang telah diajarkan Yesus.

Kebiasaan buruk Yudas untuk memiliki banyak uang, membuatnya mengorbankan siapapun, termasuk Yesus.

“Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan
Yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya
Anak Manusia itu diserahkan.  Adalah lebih baik bagi orang itu
Sekiranya Ia tidak dilahirkan”
 Matius 26 : 24

GOD Bless u

Wednesday, March 1, 2017

(ArBer)Hukum Taurat tidak sebanding dengan hukum kasih

Hukum Taurat tidak sebanding dengan hukum kasih

Hukum Taurat diturunkan Tuhan Allah untuk mengatur bangsa Israel yang baru saja mendapatkan kemerdekaanya.  Bangsa yang baru saja merdeka tentu saja butuh dasar - dasar perturan yang dapat mengikat mereka.  Hukum Taurat adalah aturan yang dasar untuk mengatur kehidupan mereka saat itu, baik hubungan dengan sesama maupun hubungan dengan Tuhan Allah

Sebuah pertanyaan mungkin muncul, jikalau hukum Taurat diberikan untuk menciptakan peraturan, lalun apakah hukuman yang mengikat atas pelanggaran hukum Taurat tersebut?  Lalu kemudian peraturan ataupun cara prefentif apakah yang diadakan untuk mencegah pelanggaran tersebut?  Kenyataanya adalah pelanggaran terhadap hukum Taurat sangat banyak, sehingga menimbulkan dosa yang bertumpuk, lalu apakah manusia mampu menerima semua konsekuensinya?

Tuhan tahu bahwa manusia rentan terhadpa dosa serta pelanggaran, oleh karena itu dibutuhkan sosok nyata selain dari aturan - aturan yang tertulis.  Sosok nyata tersebut ada dalam pribadi Kristus, Dia bukan saja datang untuk mengajar(pencegahan prefentif agar tidak berbuat dosa), namun yang utama Dia juga menanggung hukuman yang sebenarnya tidak dapat ditanggung umat manusia.  Jadi jelaslah bahwa Kristus ke dunia ini dengan sebuah misi yaitu untuk mati di kayu salib demi kita semua.  Kita beruntung oleh karena Kristus taat dan mati bagi kita, dan menyatakan bahwa hukum Taurat bukanlah hukum yang dibenarkan lagi selain dari pada Kristus yang mati di kayu salib!

Kematian Kristus di kayu salib adalah sebuah anugerah penggenapan hukum kasih yang lebih mulia dibandingkan dengan hukum Taurat

“Aku tidak menolak kasih karunia Allah,
Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat,
Maka sia - sialah kematian Kristus”
 Galatia 2 : 21


GOD Bless u

Monday, February 27, 2017

(LaBer)RencanaMu Indah

RencanaMu Indah
Philip Mantofa & Cindy Hartsteen
Key: G

  G                   C
Tuhan 'ku percaya rencanaMu indah

   Am         D            G
Walau saat ini tak kumengerti

   G                          C
Engkau t'lah berfirman memb’ri masa depan

   Am         D           G
Damai sejahtera penuh harapan


Reff:
            C               Bm
Kutahu rencanaMu indah bagiku

           Am    D      G
Kutahu kehendakMu baik bagiku

           C                     Bm
Kutahu rancanganMu sempurna bagiku

           Am       D             G
Kutahu jalan-jalanMu yang terbaik bagiku


(www.suaranafiri.com)
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya
Bahkan Ia memberikan kekealan dalam hati mereka.
Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan
Yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir"
Pengkotbah 3 : 11


GOD bless u