Wednesday, September 22, 2021

(ArBer)Merasa tinggi dan paling benar

 


Merasa tinggi dan paling benar

 

Coba bayangkan apabila yang berdoa pada gambar di atas semuanya adalah orang farisi, lalu kira – kira bagaimanakah bunyi doanmya?  Pada saat itu(gambar di atas) kebetulan ada seorang pemungut cukai yang berdosa yang berdoa Bersama dengan orang farisi, oleh karenanya orang Farisi tersebut merasa di atas angin oleh karena ada yang lebih rendah dan dianggap paling banyak salah daripadanya berdoa juga kepada Tuhan.

 

Tentunya sulit untuk meninggikan diri diantara sesame yang kedudukan atau imannya dianggap setara atau lebih tinggi dari kita.  Sebaliknya jikalau ada yang lebih rendah dari kita maka biasanya kita langsung meninggikan diri dengan membandingkan orang yang kita anggap rendah tersebut, bahkan dalam hal berdoa kepada Tuhan.  Tuhan sebenarnya Maha mengetahui, lalu untuk apa lagi mengadukan kepada Tuhan bahwa orang lain tersebut berdosa, dan kita lebih pantas di hadapan Allah? Apakah kita mengangghap Tuhan tidak tahu kelebihan ataupun kekeurang ciptaan- Nya sehingga kita perlu mendeklarasikan diri lebih baik?

 

Dalam dunia ini akan selalu ada orang yang lebih dari pada kita, namun demikian ada juga mereka yang kurang dari pada kita, seperti kurang beruntung, kurang secara materi, bahkan kurang beriman kepada Tuhan.  Tugas kita justru adalah mendoakan mereka, dan bukan malahan sengaja menjadikan mereka bahan untuk meninggikan diri kita yang lebih bagik dari mereka.  Tuhan mengasihi mereka yang mau rendah ahti, dan bukan malahan sengaja meinggikan hati!  Tuhan mendengarkan mereka yang berdoa berfokus pada dosa pribadi dan mengakuinya, dan bukan mereka yang sengaja berdoa untuk memamerkan segala kebaikan serta kebenaran diri tanpa merasa berdosa!

 

Siapa saja yang merasa paling benar dan tinggi hati tidak akan pernah mendapat tempat di hati Tuhan Allah yang Maha mengetahui!

 

“Aku berkata kepadamu:  Orang ini pulang ke rumahnya

Sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak

Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan

Dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan”

Lukas 18 : 14

 

GOD Bless You

Tuesday, September 21, 2021

(LaBer)Batas Akhir

 


Batas Akhir

(Sidney Mohede)

 

 

Bait :

Em     D      G

  Saat Kutersadar

Em      D      G

  Kan KesetiaanMu

  Em  D/F#   G          C

  Kau Yang Pegangku S'lalu

      Am                 D

  Dan T'rangi Jalan Hidupku

 

Em     D       G

  Kini Kubersandar

Em     D       G

  Pada KekuatanMu

Em    D/F#  G        C

  Kan Kupegang TanganMu

      Am                D

  Dan Tak-Kan MelepaskanMu

 

Reff :

         G     D/F#     Em  C

Sampai Batas Akhir Nafasku

              G

Dan Sampai Lenyap

  D/F#       Em

Detak Jantungku

    Am     Em    Am         Em

Kan Kuserahkan Seluruh Hidupku

    C                     D

Dan B'ri Yang Terbaik BagiMu

 

        G

Walau Duniaku

   D/F#       Em   C

Hancur Dan Runtuh

         G       D/F#    Em

Kutau Engkau Kan Menolongku

   Am      Em       Am     Em

Karna JanjiMu Dan KesetiaanMu

    C           D

Kupegang Sampai Di

        G

Akhir Hidupku

 

 

 

 

 “Sebab TUHAN itu baik,

Kasih setia- Nya untuk selama – lamanya

Dan kesetiaan- Nya tetap turun temurun”

Mazmur 100 : 5

 

GOD BLESS YOU

(ArBer)Hanya untuk menyenangkan pimpinan saja

 


Hanya untuk menyenangkan pimpinan saja

 

Melihat gambar di atas mungkin kita akan tertawa tipis, sebab memang benar kebiasan kita beraktivitas dalam pekerjaan kita hanya untuk menyenangkan pimpinan alih alih mengerjakan tugas kita dengan benar.  Jikalau memang itu yang kita lakukan selama ini, maka sudah waktunya kita merubah kebiasaan buruk tersebut.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Efesus juga menyatakan bahwa sebagai hamba kita dituntut untuk bekerja dengan maksimal kepada tuan kita.  Bukan hanya bekerja sungguh – sungguh Ketika ada tuan kita saja, namun Ketika tuan kita tidak ada, tetap saja kita harus bekerja dengan baik dan benar.  Intinya fokus dati tujuan kita bekerja bukanlah untuk menyenangkan tuan kita semata, namun justru lebih mulia dari itu, yaitu menyenangkan hati Tuhan Allah kita.

Sebagai orang percaya kita dituntut memiliki integritas yang tinggi di dalam melakukan apapun.  Kesungguhan yang harus kita lakukan semata – mata bukan hanya ditujukkan kepada manusia semata saja, melainkan juga dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan Allah kita.  Janganlah bekerja hanya demi materi semata saja apalagi demi menyenangkan pimpinan ataupun sesama, akan tetapi dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan kita lakukan dengan memandang kepada Tuhan Allah yang memberkati kita serta memberi kepercayaan bagi kita untuk mengerjakan pekerjaan tersebut!

 

Bekerjalah dengan sepenuh hati kepada Tuanmu yang ada di Sorga, dan bukan hanya kepada tuan yang di dunia ini saja!

 

“Hai hamba – hamba, taatilah tuanmu yang di dunia

Dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati,

Sama seperti kamu taat kepada Kristus

Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang

Tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan

Segenap hati melakukan kehendak Allah”

Efesus 6 : 5 – 6

 

GOD Bless You